
"Renita!!!" Olivia nampak senang dengan apa yang dilihatnya.
Renita adalah sahabat smpnya Olivia. Yang membantu membangun perusahaan yang digelutinya saat ini. Dia menjabat sebagai Direktur Personalia dan orang yang mengajukan adanya Destiny mall.
"mau apa lo ke sini?" tanya Olivia.
"ah biasa minta tanda tangan acc dari lo" jawab Renita sembari menyodorkan dokumennya.
"ouh gitu doang" Olivia mengambil dokumen itu kemudian melihat isinya.
"lo mau bekerja sama dengan Pejret Food?" tanya Olivia meyakinkan
"ya sepertinya produk mereka meyakinkan dan sepertinya akan laku di pasaran. Bisa dilihat dari kuva dan saham mereka yang meningkat bulan ini" Renita menjawab dengan mata penuh keyakinan.
Sementara Darma dia hanya melihat mereka dengan wajah kusut memicingkan matanya. Dia melihat kedua wanita karir yang hebat di depannya. Kenapa dirinya tidak bisa seperti mereka. Dia jadi bertanya pada dirinya kenapa dia diciptakan ya?
Darma langsung menyentil hidungnya. Tak sepatutnya dia mengeluh.
"baiklah tapi tolong nanti kamu yang bertanggung jawab ya!" ucap Olivia menunjuk Renita.
Renita tersenyum "kaya gak kenal gua aja lo ah" mereka berduapun tertawa renyah bersama
"Hehhh??"
Darma mengangkat alis kanannya heran dengan mereka berdua. Apa yang lucunya coba? itukah lelucon orang kantoran. Pikirnya.
"ya udah gue ke post gue dulu ya!" pamit Renita
"ya udah sana hati-hati" jawab Olivia.
Renita melihat Pemuda yang tak sadar dari tadi berdiri di belakangnya.
"wah ada orang rupanya!" Ucap Renita dengan tangan kanan menahan mulut tawanya. Sementara Darma hanya tersenyum membalasnya sembari sedikit kesal sih. Daritadi di kacangin.
"hallo nona saya Darma Deriyana, Asistennya boss Olivia" Darma memperkenalkan diri menempelkan tangan kanan pada tengah-tengah dadanya.
"ouh jadi kamu asisten Olivia" Kagum wanita itu, walaupun Darma tahu itu cuma basa basi.
"eh Oliv asisten kamu yang dulu kemana?" tanya Renita menoleh Olivia.
"meninggal!" celetuk Olivia.
Sontak celetukan Olivia membuat mata Darma membulat kaget. Dia tak menganggap itu candaan. Apakah Asistennya yang dulu itu meninggal karena pekerjaannya? Apakah dia meninggal karena setelah mengepel 24 lantai sendirian setiap hari? Atau yang lain? Apakah dirinya juga mati karena pekerjaannya?
Glekk...
Darma menelan ludah di tenggorokannya. Tapi Darma berpositif thinking kembali kemungkinan asisten yang dulu meninggal karena mencret-mencret.
"haha,,, becanda mulu lo" jawab Renita dengan terkekeh.
Darma melihat ke arah Renita dengan perasaan lega sekaligus membuncah karena ucapan Olivia tadi masih menghantuinya.
"tapi kenapa sekarang malah milih Asisten lo lelaki,,, dan dia cukup..." Renita melirik wajah dari Darma lalu tersenyum.
"ouh aku tahu..." Renita berpikir bahwa Olivia akan menjadikan Darma sebagai jodohnya. Sebagai insan yang akan menjadi sumber alasan mengapa dia tersenyum dan tertawa.
Renita menarik nafas lega setelah lamanya Olivia menjomblo dan setelah putus dengan pacarnya setahun yang lalu akhirnya Olivia bisa move on. Itulah yang dipikirnya.
Olivia pernah bercerita tentang masa lalunya tentang dia akan balas dendam terhadap anak yang selalu menjahatinya dulu. Olivia pikir Renita mengerti bahwa Darmalah orangnya.
"syukurlah kalau lo tahu!"
Beda halnya dengan isi kepala Renita, dia tak percaya dengan apa yang didengarnya karena berarti apa yang ada dipikirannya benar bahwa Olivia akan menjadikan Darma jodohnya. Renita merasa dirinya mengganggu pdkt-an mereka berdua.
"ya udah gue pergi dulu" Pamit Renita kembali dengan wajah mesem-mesem salah pahamnya.
__ADS_1
"ya!" jawab Olivia singkat.
"hey kamu..." panggil Olivia namun Darma sedang berpikir. Kalau kodok tersedak garpu gimana ya?
Ya, Darma memang suka gitu membayangkan yang konyol-konyol ketika lelah.
"hey... Kamu dengar tidak?" panggil Olivia untuk kedua kalinya.
"ouh iya boss ada apa?" Darma tersadar dari bayangannya.
"ada apa?" geram Olivia.
"dengar ya kalau kerja itu fokus, kalau tak fokus kamu nanti bisa melakukan kesalahan dan saya tidak suka dengan orang yang melakukan kesalahan!" sentaknya.
"iya boss maaf" Darma menundukan kepalanya.
"ya udah! Sekarang bawa dokumen ini ke lantai 18 di studio 4" Olivia menyodorkan Dokumen di mejanya.
"baik boss" Darma hormat lagi.
Darma membawa Dokumen itu dan pergi menuju ke lantai 18 di studio 4.
****
Tak terasa Siang pun berganti menjadi malam. Saat itu pukul 20.00 waktunya Olivia pulang ke rumahnya. Dan Darma telah berhasil melakukan hari pertamanya kerja. Walaupun banyak kejadian yang kurang diinginkannya.
"Permisi boss,,, anu..." Darma sedikit gugup.
"mau apa?" tanya Olivia dengan ketus.
"Gini nih boss para pegawai yang baru kan sudah di beri kartu tanda pengenal dari Destiny dan sudah di beri seragamnya juga" Darma mengambil jeda nafas, "Jadi aku ingin minta di beri hak itu juga"
Olivia tersenyum tak jelas lagi. Dia tengah kepikiran sesuatu yang jahil lagi.
"ouh iya lupa saking banyaknya kerjaan hari ini,,, besok aja ya,,, seharusnya sih itu pekerjaan Revi!" jawabnya dengan raut wajah yang di penuhi misteri.
"udah sekarang pulang!" titah Olivia
Darma melangkahkan kakinya keluar. Bukannya pulang setelah di luar dia kembali lagi ke dalam ruangan. Olivia sedang memesukan dokumen penting saat itu.
"Boss!" Ucap Darma tiba-tiba yang seketika mengagetkan Olivia.
"ada apa ?" ucapnya dengan tatapan tajam.
"kalau besok saya teh kesininya jam berapa? nanti takutnya... "
"baiklah. Jam tujuhan udah di sini!"
Eh? Bukankah seharusnya pukul 03.00 pagi sudah disini? Tapi kenapa sekarang jam tujuhan? Tanya Darma dalam hati.
"lalu kenapa boss menyuruh saya untuk datang pukul tiga boss?"
"Ahhh karena saya kelelahan saat itu jadi lupa" elak Olivia mengada-ngada.
"ouh"
"iya,,, sekarang pulang!"
"baiklah boss!" Darma dalam posisi hormat.
Darmapun bergegas pulang dan dia teringat bahwa tasnya tertinggal di post satpam saat kejadian waktu subuh. Dia bergegas berlari untuk mengambilnya.
Sesampainya di post satpam.
"eh yo whatts up man!" sapa Darma pada kedua satpam yang baru datang untuk shift malam.
__ADS_1
"eh ,,, whatts up man!" jawab seorang satpam.
"bang...!"
"iye..."
"wahh abang dari malysie yeh bang?" kaget Darma tak menyangka
"iyeh abang merantau satu tahun lalu habis tuh kejalah katsini!" jawabnya
"abang namanye siape bang? Bolehlah kita kenalan"
"oh tentu! Nama saye Zaenudin"
"ouh zaenudin,,, name saye ipin,,, tapi upinnya meninggal semalam kegeleng vespa bang!"
"haha nak ledek aku awak ni!" Zaenudin terkekeh.
"eh tak ada lah, gurau bang!" Darma terkekeh.
"nama saya Epul bang panggil saja Darma!" canda Darma kembali
"eh jauh kali dari Epul jadi Darma, biar betul bang?" heran zaenudin.
"Heeh atuh bang" Jawab Darma menggunakan bahasa sunda yang artinya iya bang.
"oh awak orang sunda ternyata!"
"hehe..." Darma tersenyum
Darma melihat satpam satunya dengan wajah yang terlihat garang. Tubuhnya kekar. Bajunya sampai mengkerut kekecilan. Pokoknya menakutkan.
"abang juga namanya siapa?" Darma bertanya pada Satpam satunya lagi.
"Aku Bima" pria itu bicara dengan suara maconya.
"ouh bima,,, hey bang lihat tas saya gak di sini?"
"yang itu bukan?" Bima menunjuk sebuah tas yang ada di post satpam.
"ouh iya itu bang!" Darma seketika girang seketika setelah melihat tasnya masih ada.
Bimapun mengambil tas itu dan memberikannya pada Darma.
"Makasih bang" ucap Darma
"iya" jawab Bima dengan wajah datar.
Ternyata walaupun penampilannya menakutkan tetapi sifatnya baik. Emang kita tak boleh menilai buku dari sampulnya ya!
"kalau begitu saya pamit bang!" Pamit Darma
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam" jawab mereka berdua serentak.
Darma pergi dari sana dan berjalan menuju kosannya.
Di tengah perjalanan dia melihat seorang anak laki-laki berpakaian kusam, wajahnya kotor, yang Terlihat memegangi perutnya yang kelaparan meminta-minta sedekah.
Tiada satu orangpun yang memberinya. Darma pernah membaca berita di HPnya. Bahwa telah ada penangkapan para pengemis. Alasannya karena pengemis itu pura-pura mengemis padahal mereka sudah mempunyai rumah dan mobil dari hasil mengemis. Semua orang sepertinya tidak mau menyedakahkan uangnya kemungkinan karena banyaknya berita seperti itu.
Darma lantas menghampiri anak itu.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih bagi yang sudah baca jangan lupa like, vote, dan follow ya😁