The Garabagan

The Garabagan
Epesode 78 : Maaf


__ADS_3

Pelayanpun datang membawa makanan dan menaruhnya di meja. Darma dan Olivia pun lalu baca do'a kemudian mulai menyantap makanannya.


Hingga Akhirnya setelah mereka selesai menyapu bersih piringnya, merekapun pergi ke luar untuk menikmati udara segar. Waktu magribpun tiba, Darmapun menunaikan kewajibannya, sementara itu Olivia menunggunya di luar. Setelah selesai menunaikan ibadahnya, Darma Kemudian kembali menemui Olivia.


"kemana kita sekarang Boss?" tanya Darma.


"hmmmm... Enggak tahu" Olivia bingung. Kemudian menyeruput minuman yang di bawanya.


"kalau minum itu enaknya sambil duduk Boss"


"aku enaknya berdiri"


"hmmmm..." Darma memajukan lidah bawahnya.


"Darma" panggil Olivia.


"iya" jawab Darma.


"tadikan aku sudah bertanya tentang dirimu..."


Darma menatap Olivia seksama.


"kamu gak ada yang di tanyakan tentang aku Darma"


"eee...." Darma berpikir bingung.


"oh yah giliran aku yang bertanya" ucap Darma.


"mau bertanya apa?" tanya Olivia.


"apa Boss pernah berhubungan sebelumnya?"


Olivia terdiam sejenak, kemudian tersenyum menatap Darma.


"pernah satu kali"


"wooooaahhhhhh" kaget Darma.


"kenapa bertanya seperti itu?"


"enggak. Bertahan berapa lama?"


"hanya satu setengah bulan"


"ehhhhh!? Apa itu pendek sekali"


"ada tiga faktor yang menyebabkan kita putus"


"karena apa?"


"karena aku gak suka dia"


"terus?"


"gak suka dia"


"terus?"


"yah gak suka dia"


"kok gak suka dia mulu?" heran Darma.


"karena memang aku gak suka"


"haha... Habis tuh kenapa malah jadian" heran Darma. Kenapa seseorang yang tidak ada perasaan suka, malah jadian? Membingungkan.


Oliviapun duduk di kursi di dekatnya berdiri. Darmapun juga ikut duduk dekat Olivia.


"karena waktu itu memang aku ingin rasain pacaran saja. Terus dianya nembak, ya udah aku terima"


"eh kasihan juga dia yah?"


"Justru karena aku kasihan makanya aku putusin dia. Karena akunya gak suka, takutnya kelamaan dianya malah jadi tambah suka"


"ouh begitu"

__ADS_1


"iya"


Darma memicingkan matanya menatap Olivia. Olivia tersenyum bingung menatap Darma.


"bukan karena Boss siksa kan?" tanya Darma curiga.


"tidak sopan sekali" kesal Olivia " ya enggak lah"


"ohoh begitu..." Darma terkekeh.


Olivia menatap Darma. Senang rasanya dirinya bisa dekat dengan Darma. Melihat Darma dari dekat, hatinya serasa tenang. Rasanya Olivia ingin selamanya bisa bersama dengan Darma. Mengobrol dan bercanda ria selalu.


"kenapa melihatiku?" heran Darma.


"hah?" kaget Olivia, tersadar dari tatapannya.


"Hehhhhhh!?" Teriak Darma.


"mungkinkah..." Darma mencoba menerka.


"enggak" sangkalnya "geer banget sih"


"Oh kupikir ada upil dihidungku. terus lihat apa?"


"hehe... Lihat itu..." Olivia menunjuk sebuah kebaya cantik. Darmapun melihat kebaya itu juga.


"indah sekali" lanjut Olivia.


"ohhhh..." Darma beroh ria.


Olivia menundukkan kepalanya. Dirinya baru saja menyangkal dia menatap Darma. Belum saatnya Olivia mengatakan yang sebenarnya pada Darma. Dirinya yang suka mencuri pandang wajah tampan dari Darma.


"Oh yah Boss... Lima hari lagi ulang tahunmu kan?"


"lah... Kok tahu?" kaget Olivia.


Yaha hati Olivia rasanya muncul sebuah pelangi kebahagiaan keluar dari dadanya. Tak di sangka, ternyata Darma tahu ulang tahunnya.


"waktu dompet Boss ketinggalan di kantor dan aku melihat ktp Boss"


"iya waktu Boss menuduhku ambil ATM Boss"


Olivia menatap Darma dengan melas. Ternyata selain dari menjahatinya, seringkali dia menuduh Darma yang bukan-bukan.


"maaf yah Darma" ucap Olivia menyesal, "aku..."


"tidak apa-apa, aku tidak di masukkan ke hati"


"tapi aku selalu menyakitimu"


"sakit? Haha tenang Boss aku tidak akan tergores dengan hal yang seperti itu"


Oliviapun memenggam tangan dari Darma. Darma menatapnya kaget.


"apa kamu membenciku?" tanya Olivia menatap mata Darma.


"tidak kok" jawab Darma tersenyum.


"yang benar?" tanya Olivia kembali meyakinkan.


"iya" jawab Darma.


Olivia merasa lega sekaligus senang. Tangannya semakin erat menggengam tangan milik Darma. Rupanya Darma tidak membencinya. Walaupun dia belum terlalu yakin dengan pernyataan Darma. Karena mulut bisa saja berdusta. Dirinya dilanda gelisah sekarang.


"tapi pasti hatimu sakit kan?" tanya Olivia kembali, melepaskan genggaman tanganya.


"yahhhh..." Darma menggaruk dagunya. Kemudian memalingkan bola matanya.


"kalau itu pasti... Iya" jawab Darma.


Olivia menundukan kepalanya ke bawah. Dia sangat menyesal, hatinya merasakan sakit. Haruskah Olivia mengatakan kalau dia melakukan semua itu karena memliki dendam pada Darma.


"oh yah seminggu yang lalu juga Ferdian juga ulang tahun"


"ferdian..." kaget Olivia.

__ADS_1


"Kenapa Darma jadi membahas Ferdian. Apakah dia mencoba mengalihkan topik pembicaraan agar tidak canggung?" batin Olivia.


"iya, Ferdian"


"Eh Boss... Kayaknya di Staff Controller kekurangan orang deh"


"iya juga yah... Setelah aku analisa juga. Kita butuh dua orang lagi"


"benarkan? Kita belum mengganti Diana dari saat itu"


"iya yah. Baiklah nanti aku suruh Renita pasang iklan lagi"


"boleh aku yang buatnya"


"emang kamu bisa?"


"Insya Allah, aku bisa" jawab Darma dengan percaya diri.


"aku ini juga pernah juara lomba membuat poster waktu kelas empat SD loh Boss"


"Hah?" heran Olivia. Rasanya Olivia belum pernah mendengar Darma juara lomba. Dari berbagai sumber juga, Gambar Darma itu sangat jelek. Yah walaupun, Darma pintar di bidang akademiknya. Dan Yang Olivia ketahui adalah Darma adalah siswa paling nakal yang dia kenal.


"benarkah?"


"apa Boss lihat wajah saya ini?" Darma menunjuk wajahnya yang mengasong pada Olivia. Yah wajahnya menunjukan datar tanpa ekspresi.


"i....Iya" jawab Olivia bingung.


"TENTU SAJA BENARRRRRR" teriak Darma.


"hey jangan teriak-teriak" ucap Olivia yang melihat semua pengunjung melihat pada mereka berdua.


"jadi bolehkan aku buat iklan itu"


"yah baiklah"


"HOREEEEEEEEE" teriak Darma.


"hey jangan teriak-teriak" Olivia menarik tangan Darma.


"Aku akan melakukan sebisaku Boss" ucap Darma menghadap Olivia dengan jarak yang begitu dekat.


"Oh...H" angguk Olivia.


*****


Di dalam kamarnya, Olivia membaringkan tubuhnya di kasur empuknya. Dia kembali teringat ucapan Darma tadi.


"aku ini pernah juara lomba membuat poster waktu kelas empat SD loh Boss"


"aku sama sekali tidak ingat Darma pernah juara lomba?" gumam Olivia.


Dia kembali mengingat-ngingat kembali masa lalunya. Dan tidak menemukan adanya data Darma pernah juara lomba poster.


"hmmm mungkin aku saja yang kudet dulu" ucap Olivia.


Oliviapun mengubah posisi tidurnya dengan menghadap ke samping. Dia mengingat kembali percakapannya dengan Darma tadi.


"apa kamu membenciku?" tanya Olivia menatap mata Darma.


"tidak kok" jawab Darma tersenyum.


Olivia jadi gelisah, galau, dan merana atau disingkat jadi gegana ketika mengingatnya.


"Apa benar kamu tidak membenciku Darma?" batin Olivia.


"kuharap itu semua benar"


"mungkin aku egois, tapi aku tidak mau kamu membenciku"


"Dan andai ku ceritakan kalau aku adalah anak yang sering kamu jahati. Mungkin kamu akan mengerti"


"baiklah akan ku ceritakan besok saja"


Oliviapun lalu mematikan lampunya lalu mulai memejamkan matanya. Membiarkan pikiran dan jiwanya beristirahat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2