The Garabagan

The Garabagan
Episode 40 : Ikuti!


__ADS_3

Olivia sedang berada di bunderan dalam mobilnya, ditemani Via sang Asisten Pribadinya. Dirinya ingin pergi jalan-jalan untuk refreshing. Entah kenapa dua hari ini dia selalu kebayang Darma. Mungkin karena dirinya kelelahan bekerja. Padahal apa kerjanya ya? Cuma main game atau nonton film di laptopnya.


Sudah dua hari kebelakang, dirinya selalu menghindari Darma. Setiap Darma menyapanya, Olivia tak pernah menghiraukan selalu menghindari untuk bertemu Darma.


"Pagi Boss"


Olivia pergi tak menjawabnya.


"Hallo Boss"


Olivia mengalihkan pandangannya kemudian pergi ke sisi lai alam semesta. Darma sungguh sangat terbiasa dengan sikap cuek Olivia. Dia tak menghiraukannya.


Ketika Darma mengajak mengobrol Olivia malah pergi menghindari.


"Boss kalau perusahaan rintisan ini kayaknya...."


"gue mau keluar dulu! Daftarkan saja kalau bagus" Olivia berdiri dari bangkunya dan pergi keluar.


"ho...oh" Darma mengangguk menjawab dengan sikap Olivia yang dingin.


Dia pergi keluar sampai akhirnya waktunya pulang tiba.


"Boss aku pulang dulu yah"


"iya"


"Boss tadi..."


"Katanya mau pulang..." Olivia memotong perkataan Darma, memalingkan wajahnya.


"tapi..."


"Dah cepat! Gue ada urusan"


"Baiklah..." Darmapun pergi pulang "mungkin besok saja"


Olivia bingung kenapa dirinya jadi begini? Kenapa dirinya jadi takut bertemu Darma. Dan kini dia tidak masuk kantor dan lebih memilih pergi keluar.


Namun ketika dia berhenti di lampu merah. Matanya kembali dikejutkan semesta, dia kembali melihat Darma.


Olivia merasa dirinya benar-benar sudah gila. Sampai-sampai dirinya terbayang Darma berada di jalan. Iapun mengucek matanya untuk memastikan itu ilusi atau bukan?


Setelah dikucek secara dua kali, ternyata itu bukan ilusinya. Darma tengah berbicara dengan seorang nenek di pinggir jalan. Mengapa alam semesta? Mengapa engkau mempermainkan Olivia dengan bertemu Darma kembali! Seakan bumi ini sempit tidak ada lagi makhluk selain Darma.


"tapi tunggu! Kenapa Dia tidak di kantor?" heran Olivia.


Darmapun membantu nenek itu menyebrang jalan. Setelah sampai di sebrang jalan, Nenek itu nampak berterima kasih pada Darma.


"apa gue harus membuntutinya. Agar tahu apa yang dia lakukan" ucap Olivia.


"ada apa Boss?" tanya Via.


"ah gak. Nanti kita turun dekat toko itu yah" Olivia menunjuk sebuah toko.


"baik Boss"

__ADS_1


Selang berapa menit, lampu menjadi hijau kembali. Via menjalankan mobil, dan berhenti di depan toko.


Oliviapun bergegas membuka pintu dan mengejar Darma untuk memata-matai kegiatannya. setelah selesai mengunci mobil, Via ikut membuntuti.


"Diam yah. Gue sedang curiga sama orang itu" Olivia menunjuk Darma.


"OK Boss"


Darma membawa barang yang di bawa nenek itu.


"pasti dia akan menjambretnya itu" terka Olivia.


Darma membawanya dengan perlahan mengiringi langkah nenek itu.


"Kayaknya dia cuma membantunya deh Boss" ucap Via.


"Dia pasti pura-pura itu" yakin Olivia.


Via bingung dengan sikap Olivia. Sudah jelas kalau Darma sedang membantu nenek itu.


"ayo" Olivia berlari perlahan, kemudian bersembunyi lagi di tiang. Via mengikuti.


Olivia terus membuntuti Darma. Darma asik mengobrol dengan nenek itu. Kemudian ada anak yang terjatuh di jalan menggunakan sepeda. Anak itu menangis. Darmapun segera membantunya berdiri. Kemudian Darma memberinya coklat miliknya agar anak itu berhenti menangis. Anak itupun berhenti menangis, dia tersenyum kembali dan berterima kasih pada Darma.


"baik yah dia boss" ucap Via.


"iyah" ucap Olivia tanpa sadar memandang Darma. Tatapannya tidak bisa berhenti menatap Darma. Seolah ada pesona tersendiri ketika ia melihat Darma. Diapun sadar terkaget sendiri karena ucapannya tadi.


"ah enggak... Caper pasti dia itu!" ucap Olivia kembali. Seorang Olivia tak ingin mulutnya mengakui kebaikan Darma. Tidak akan!


Anak itupun bersepeda kembali, Darmapun berjalan kembali. Olivia terus membuntuti Darma sampai dirumah nenek itu. Dirinya bersembunyi pada sebuah pohon.


"ah tidak apa-apa kok nek"


"kamu baik banget"


"masih ada yang lebih baik dari aku kok nek"


"haha,,, kamu juga rendah hati" nenek itu tertawa.


Olivia menyaksikkan mereka, dia mendengar baik semua yang mereka bicarakan.


Olivia menatap Darma. Siapa dia? Siapa orang bersama nenek itu? Siapa yang sedari tadi dia ikuti ini? Apa benar dia Darma? Dia sangat berbeda dengan Darma waktu kecil, dia sangat baik. Apa benar Darma sudah berubah? Hati Olivia terheran-heran. Kenapa dia bisa berubah?


Dermapun membalikkan badannya. Dia merasa sedari tadi ada yang mengikuti. Namun insting Olivia sangat cepat, dirinya bisa langsung tahu Darma akan membalikkan badan menoleh kearahnya. Dia langsung bersembunyi pada pohon.


"ada apa nak?" tanya nenek itu.


"ah enggak kok nek"


Darma memandangi pohon besar yang ada di belakangnya. Olivia tetap sembunyi disana.


"ahhhhh gue terlalu dekat!" teriak hati Olivia.


"Boss kenapa dari tadi kita ikuti orang itu ya?" tanya Via pelan.

__ADS_1


"tentu saja karena..." Olivia juga bingung kenapa dirinya mengikuti Darma? Apakah dia curiga karena Darma tidak dikantor? Emang sebegitu penting kah itu? Ataukah dia ingin tahu tentang kegiatan apa yang dilakukan Darma?


Olivia bingung sendiri jadinya. Dia mengikuti Darma Hanya saja seolah ada tarikan rasa ingin mengikuti dalam hatinya. Rasa ingin tahu.


"gue hanya ingin tahu..." ucap Olivia.


"Boss" ucap Darma memotong ucapan dari Olivia.


Begitu kagetnya Olivia melihat Darma ada di sampingnya.


"sedang apa Boss disini?" tanya Darma heran.


Aaaaaaaaaahhhhh!!! Teriak Olivia dalam hatinya. Apa yang akan ia katakan sekarang? Tenang, Olivia harus tenang. Jantungnya masih berdebar cepat. Oliviapun menenangkan diri dulu. Darma melihatnya heran.


"gue hanya ingin tahu saat lo kerja gak ada gue" ucap Olivia.


"oh begitu!" faham Darma.


"dan kenapa lo ada di luar? Ini bukan jam istirahat" lanjut Olivia dengan nada menyentak.


"aku tadi di kantor gak ada kerjaan... Jadi pergi keluar deh. Kan bossnya gak ada, gak ada yang nyuruh, jadi aku bingung mau mengerjakan apa?"


"Mana bisa gitu!" Darma terdiam "gak mandiri banget sih, gak profesional banget"


Darma menundukkan kepala "maaf Boss" ucapnya.


"ada apa ini?" tanya nenek tua tadi menghampiri mereka. Olivia menatap nenek itu.


"eh nek.. Ini biasa... Pekerjaanku" jawab Darma.


"ouh begitu" faham nenek "ya udah ayo ajak aja teman kamu, dirumah saja ngobrolnya sambil makan"


"gak usah nek saya mau pamit pulang" tolak Olivia.


"eh ayo sebentar saja sambil ikut makan di rumah nenek" paksa nenek itu.


"ayo Boss cobain masakan nek Ratih. Enak loh"


"gak apa-apa kok saya udah makan"


Grekkkeeeekkkkkk..... Suara perut Olivia berbunyi. Dia lupa dirinya tadi belum sarapan. Niatnya sih, dia ingin makan di restoran, akan tetapi ia malah mengikuti Darma.


"nah kan Boss" Darma tersenyum meledek "bunyi"


Olivia langsung menginjak kaki Darma.


Aaaaaaaa!!! Teriak Darma.


"ayo nak kamu laparkan? jangan malu" nek Ratih memegang tangan Olivia. Olivia menatap tangan yang memegangnya. Begitu halus dan keriput. Dirinya jadi teringat neneknya yang ada di kota Bogor.


Ketika dirinya berkunjung kesana waktu kecil. Neneknya selalu memberikan Olivia kecil makanan dan kue yang enak. Dan ketika dia di SD, neneknya selalu bisa membuat Olivia kecil melupakan rasa sedih yang di alami baik di sekolah maupun di rumahnya. Itu di karena kan karena neneknya selalu bisa memberi kebahagiaan yang luar biasa.


"ayo, kamu laparkan?"


"iya nek" jawab Olivia akhirnya mau.

__ADS_1


Oliviapun ikut bersama nek Ratih untuk ikut makan bersama dirumahnya.


Bersambung...


__ADS_2