
"Darma" ucapnya.
Pintu ruanganpun terbuka. Namun kembali di tutupnya. Setelah pemuda yang membukanya melihat Olivia yang tengah memandangi Darma. Pria itu kemudian membuka pintunya sedikit untuk mengintip mereka. Pria itu ternyata Daniel.
Danielpun memegang dadanya. Dadanya terasa sesak melihat Olivia memandangi Darma.
Oliviapun kembali ke kursi duduknya. Danielpun mulai masuk ke dalam. Olivia memandangi Daniel dengan kaget. Apakah Daniel melihat dirinya memandangi Darma. Ya ampun, kalau iya Olivia kan merasa malu.
"A-Ada perlu apa kamu kesini?" tanya Olivia.
"ini dokumen dari KPK boss" jawab Daniel.
Olivia mengingat baik rapat dari Mr. Martin bahwa dari pihak perusahaan Olivia ada yang korupsi.
"mana sini!" Olivia menggerakkan tangannya meminta Daniel memberikan dokumen itu. Danielpun memberikan dokumen itu pada Olivia.
Olivia memabaca data yang ada di dokumen yang di bawa Daniel itu. Di tengah Olivia yang sedang melihat dokumen, Daniel menatap Darma yang tengah tertidur di sofa.
"Dia kenapa Boss?" tanya Daniel.
"pingsan" Jawab Olivia sembari membaca.
"pingsan kenapa?" tanya Daniel penasaran.
"hah..." Olivia membuang nafasnya "biasa orang lebay, takut sama boneka saja pingsan"
"haha... Benar-benar lebay sekalih" ledek Daniel.
"Nampaknya Olivia bukan menyukai si garabagan itu, tapi hanya kasihan" ucap Daniel dalam hatinya.
"yah baiklah..." ucap Olivia "mungkin lebih baik kalau semua orang di periksa besok"
"baik Boss"
"Daniel, tolong rahasiakan ini yah"
"siap Boss" senyum Daniel "apasih yang enggak buat Boss"
"hmmm" Olivia menatap tajam Daniel.
"kalau begitu, saya permisi dulu yah Boss"
"iya"
Danielpun segera pergi ke luar dari ruangan Olivia. Kemudian setelah pintu tertutup, Daniel bersandar pada pintu itu. Menatap kosong pada area langit-langit.
Namun tiba-tiba pintupun terbuka kembali, dan Daniel hampir terjengkang namun berhasil di tahannya. Dia kembali melihat Olivia.
"Daniel?" bingung Olivia.
"sedang apa kamu di sini?" tanya Olivia. Olivia jadi merasa takut, Daniel melihatnya dan Darma tadi.
"eng... Enggak kok"
"oh yah. Jangan berpikir macam-macam soal saya dengan Darma. Saya gak punya hubungan apa-apa dengannya. Kita hanya atasan dan bawahan"
"oh iya Boss" Daniel jadi merasa lega mendengar hal itu.
"ya udah saya mau ke ruang gudang dulu"
"oh iya Boss" Daniel tersenyum.
Oliviapun berjalan pergi menuju gudang, tapi sebenarnya Olivia ingin pergi ke kantin untuk membawa Darma makanan. Sehingga Ketika Darma siuman, Olivia bisa memberinya makanan.
Daniel menatap kepergian Olivia dengan tersenyum. Dia sangat senang Olivia dan Darma tidak memiki hubungan apa pun.
"kenapa Boss memberitahuku? Apakah aku orang yang sangat spesial sampai harus di beri tahu" benak Daniel. Diapun tersenyum dan kemudian pergi mengejar Olivia.
"Boss" panggil Daniel.
"iya?" Olivia menoleh.
"bolehkah aku ke bawahnya bareng saja"
"oh boleh" jawab Olivia.
Daniel tersenyum. Olivia menatapnya bingung.
"kenapa kamu tersenyum?"
"enggak" jawab Daniel
"ayo kita ke lift" tunjuk Daniel.
__ADS_1
"oh iya"
Merekapun masuk kedalam lift dan menekan tombol menuju lantai bawah. Kini, Daniel bingung mau bicara apa pada Olivia. Dirinya menggaruk kepalanya, dan tak tahu harus berkata apa. Dia seakan gugup bisa bersama Olivia.
"kenapa Boss masih single?" ucap Daniel tiba-tiba.
"Ahhhhhh apa yang aku bicarakan?" teriak Daniel dalam hati.
Olivia menatap tajam Daniel.
"belum ada yang cocok saja" jawab Olivia.
"kenapa kamu tanya itu?" tanya Olivia heran.
"eng-enggak" gagap Daniel
"tapi aneh saja. Bosskan cantik, terus sukses. Masa gak ada pria yang jatuh hati sama boss?"
Olivia menatap Daniel. Apa maksud dari pertanyaannya itu.
"sudah ku bilangkan belum ada yang cocok saja" jawab Olivia dengan ekspresi dinginnya.
"gak mau cari. Banyak CEO tampan di luar sana?" tanya Daniel kembali.
Tampan apanya? Gumam Olivia. Kebanyakan CEO yang dia temui, semuanya sudah 45 tahun keatas semua.
"gak ada yang menarik" jawabnya.
"tapi gimana kalau..." Daniel menatap Olivia "ada bawahan Boss ....yang su-suka sa-sama Boss. Apakah Boss akan terima?"
Olivia jadi teringat Darma. Bagaimana kalau Darma baik padanya itu karena dia suka padanya? Dan, bagaimana kalau suatu hari Darma menyatakan rasa sukanya?
Pipi Olivia jadi merah mengingat itu semua. Daniel yang melihatnya terlihat senang, dia merasa telah membuat Olivia tersipu malu.
"yah kalau itu..." ucap Olivia berpikir "mungkin saya akan pikir-pikir lagi" lanjutnya.
Daniel menatap Olivia, mata Daniel berkedip lambat mendengarnya. Dirinya mempunyai kesempatan untuk jadi kekasih hati dari Olivia.
Lantai 21pun tiba, Pintu liftpun terbuka, namun Daniel masih menatap Olivia. Dirinya akhirnya tersadar dari tatapannya, setelah menatap Olivia beberapa detik.
"saya lanjut kerja lagi Boss" pamit Daniel.
"iya" jawab Olivia.
"iya"
Danielpun melangkah pergi sembari tersenyum. Dia begitu senang. Olivia melanjutkan perjalanannya di lantai bawah.
"kenapa lo?" tanya Opik yang aneh melihat temannya tersenyum sendiri seperti orang gila itu.
"enggak" Daniel menggelengkan kepalanya.
"hari ini indah" lanjutnya.
"hah?" bingung Gerard.
Daniel lalu melanjut pekerjaannya sembari tersenyum senang. Ada kemajuan juga dirinya mendekati Olivia. Ah, hari itu rasanya terasa indah bagi Daniel.
Daniel sudah menaruh hati semenjak dirinya di SmackDown di prolog. Dari mulai masuk ke dalam perusahaan ini, Daniel mulai tertarik kepada Olivia. Waktu itu ia, Opik dan Gerard sedang bingung kerja dimana, semua perusahaan menolak lamarannya. Padahal mereka lulusan S1 fakultas Bisnis, kecuali Daniel yang lulusan SMK. Daniel telah menjadi pengangguran kurang lebih selama empat tahunan.
Namun dia tak berputus asa dan akhirnya dia dan teman-temannya melamar pekerjaan di Destiny media, Daniel melamar sebagai staff gudang. Tiga hari kemudian mereka akhirnya mendapatkan panggilan test wawancara di kantor pusat Destiny Media. Dia begitu gugup waktu itu. Saat itu yang mewawancarainya adalah Renita.
"untuk apa kamu bekerja?" tanya Renita.
"untuk dapat uang" jawab Daniel.
"hahaha" Renita tertawa.
Daniel benar-benar gugup. Takut dirinya tidak akan keterima atas jawabannya itu.
Kemudian seorang perempuan berambut pendekpun datang dari sebalik pintu. Dia CEO dari Destiny Media, Olivia Anna Jelita. Kharismanya terlihat melintang di mata Daniel. Olivia nampak bersinar bertaburan bintang.
Olivia lantas berbisik pada Renita.
"oh iya. Nanti satu orang lagi deh" jawab Renita.
"baiklah mungkin biar gue aja biar cepat!" ucap Olivia.
Daniel menatapnya tegang. Kini dirinya akan di wawancara langsung oleh CEO dari perusahaan ini.
"nilai UN MTK mu berapa di SMA?" tanya Olivia.
"eh?" bingung Daniel.
__ADS_1
Benar gawat. Nilai MTK Daniel kurang dari kkm.
"em-empat koma D-dua" gagap Daniel.
"bagus. Kamu masuk sebagai staff management"
"hah yang benar bu?"
"iya"
"dah... Nanti gue suruh yang lain gantiin lo" ucap Olivia memegang tangan Renita. Nampaknya Olivia sedang buru-buru.
"baiklah" Renitapun berdiri "Selamat yah, sudah keterima"
"iyah" jawab Daniel tak percaya.
"ayo" ucap Olivia menarik Renita.
Daniel menatap Olivia tersenyum. Selama dia bekerja, matanya tak bisa lepas dari memandang Olivia. Jikalau Olivia memerintahnya dia selalu gugup.
Dan di suatu hari...
"hahahahahahahaha" Olivia tertawa seperti orang jahat di film-film, setelah dia punya rencana untuk balas dendam sama Darma. Dia terus tertawa. tertawa dan tertawa.
Sampai - sampai ada seseorang pegawai laki-laki membuka pintu ruangannya.
Daniel nampak kebingungan melihat Seorang Olivia tertawa sendirian. Kenapa dengan wanita ini? Apa dia sudah gila?
"Bu..." panggil laki-laki itu.
Olivia menoleh. Terdiam sejenak lalu membalikan badan dengan menyilangkan lengannya bergaya cool untuk menjaga image-nya.
"ada apa?" ucap Olivia ketus.
"ini data bulan ini?" Daniel menyodorkan beberapa lembar dokumen.
"ouh iya simpan aja di meja!" jawab Olivia Dingin.
"baiklah bu, saya pamit dulu"
"ya" jawab olivia itu singkat.
Daniel membalikan badannya dan beranjak keluar dari ruangan tersebut. setelah diluar dan menutup pintu ruangan rapat-rapat.
"ternyata bu Olivia gila juga ya!" ucap Daniel pelan tersenyum
Pintu kembali terbuka.
"hey kamu sini dulu sebentar!" ucap wanita yang membuka pintu itu. Olivia
Olivia lalu masuk dan Daniel mengikutinya. Setelah mereka sudah masuk di dalam dan pemuda itu menutup pintunya rapat-rapat. Olivia langsung menyemack down Daniel.
Aaaaaaaaa!!! Jerit laki-laki itu
Olivia menginjak dada Daniel. Menatapnya tajam.
"Dengar ya! Gue gak suka sama orang yang ngomongin gue di belakang gue. Kalau gue sampai tahu! " Olivia mengayunkan jempol tangan kanannya yang berarti tamat riwayatmu.
"I... I... Iya!" jawab Daniel agak ketakutan.
"sekarang Gaji Lo..." Olivia menatap laki-laki itu dengan seramnya.
"Gue potong!" ucap Olivia dengan tersenyum sinis.
mata Daniel hampa seketika. Seperti ada petir yang menyambar dirinya.
Kemudian setelah kejadian itu. Di mejanya memegang kerah jasnya.
"belum pernah gue dibanting ama cewek" ucapnya tersenyum.
"benar-benar gadis yang luar biasa" kagumnya.
Bersambung...
Visual Daniel Georgino.
...**Jangan lupa share ke teman kalian, kalau ceritanya menarik gengs. Tapi kalau enggak, yah tetap share juga... biar teman-teman kalian pada tahu betapa gak menariknya novel ciptaanku ini hehe...๐...
lik, lik, lik
pulu... pulu ๐**
__ADS_1