
*****
Olivia sudah sampai di ruangan manager toko Destiny. Manager disana dia serahkan dan percayakan pada Roy. Ia tipikal orang yang ulet dan pandai memperbaiki keadaan. Namun dia mempunyai sifat keras kepala dan pemarah.
"hallo boss" sapa roy membungkukan badannya hormat.
"hai" jawab Olivia singkat.
"boss makin cantik saja!"
"oh makasih"
Olivia masuk ke dalam ruangan tak menghiraukan lelaki itu. Roy mengekor Olivia.
"haha boss tenang di sini aman terkendali. Semuanya aman!" ucap Roy.
"kita lihat saja!" jawab Olivia.
Olivia melihat ke arah sekeliling tempat itu.
"mana Data bulan ini?" ucap Olivia.
Roypun menyodorkan Dokumen berisi data bulan ini.
"baiklah kita tunggu asisten saya dulu ya!"
"asisten baru lagi boss?"
"iya"
"wah sudah ganti lagi ya!"
Ditengah perbincangan itu dari luar datanglah seorang pemuda berkemeja putih agak kotor, dengan headseat di telinganya. Pemuda itu masuk ke dalam ke toko. Berjalan dengan kerennya membuat para cewek di sana melotot melihatinya.
"Assalamualaikum!" teriak Darma.
semua orang melihat ke arah Darma.
"Waalaikumsalam" ucap semua orang di toko itu serentak.
"weyyyyyy,,,, bagaimana sehat ya?,,, pasti sehat dong!"
Mata Semua orang tertuju pada pria aneh yang baru datang ini. Mereka merasa aneh ada juga orang yang berani menyapa sambil teriak-teriak gitu di dalam toko.
Darma menghampiri kasir yang ada di sana.
"Hey bung... Boss Olivia ada disini kah?" tanyanya
"ada, di ruangan manager! Anda siapa?" jawab kasir itu.
"hah?" Darma tidak kedengaran.
"ada, di dalam sana, di ruang manager! Anda siapa?" jawab kasir itu.
"Hah?" Darma masih tidak mendengar
"gobl*k! ada di ruangan manager di dalam sana" Kasir itu mulai kesal.
"hah?" Darma masih tak kedengaran.
"ih budeg ya!" Kasir itu melihat kedua kuping Darma yang ternyata tengah dicocokan headseat.
"pantesan!" ucapnya.
"oh iya lupa!" Darma menepak jidat.
Darma lalu melepaskan headseat di telinganya. Dan bersender di meja pesanan.
"apa tadi mas?" tanya Darma kembali.
Ingin rasanya kasir itu teriak memukul pria yang tengah bertanya ini, tapi dia takut menggangu pegawai yang lain. jadi sebisa mungkin sabar.
"di ruangan manager bang" kasir itu memaksakan tersenyum menunjuk tempat adanya Olivia.
__ADS_1
"oh makasih ya bang!" Darma pergi masuk ke dalam ruangan yang di tunjuk kasir itu.
"iya!"
Darma berjalan masuk ke ruangan tempat Olivia berada. dia membuka pintu dan...
Tukkkkk!!!
sebuah Kayu menimpa pala Darma. Kepala Darma pusing. Kayu itu membuat kepala Darma benjol dan sedikit berdarah.
"Awwwww!" Darma kesakitan memegangi kepalanya.
"hey Roy apa yang kau lakukan?" ucap Olivia mengangkat tangan kanannya.
Roy bingung, padahal Olivia yang menyuruh Roy untuk menyimpan kayu di atas pintu itu. Tapi kenapa sekarang malah menyalahkannya?
"hah,,,? kan..."
"lihat yang kamu lakukan, asisten saya jadi benjol tuh!" Olivia tersenyum licik.
Kenapa Olivia tersenyum? apakah dia sedang menjebak Roy? Atau hanya sekedar menjahili Darma?
"maaf ya boss! Saya gak salah! Kan boss tadi yang suruh...!"
"udah salah gak mau ngaku lagi!"
"lah kan elo yang..." Roy berdiri menunjuk Olivia. Amarahnya hampir saja tak terkendali. Namun dia sadar dan kembali duduk kembali.
"maaf boss"
"Cih" Olivia tersenyum sinis.
"Itu dia!" Olivia berdiri.
"Sifat lo yang gak gue suka!"
Darma melihat mereka berdua. Bingung, mengapa keadaanya seperti ini? Entah kenapa hawa di sana terasa Sangat panas padahal AC disana menyala!
"dalam bisnis lo harus bisa tenang, kalo lo gak bisa tenang, dan selalu membiarkan emosi lo itu mengendalikan diri lo. Bisnis gue bisa kacau tahu gak?"
"heh si boss bicara apa? Dirinya aja sering marah-marah padaku?" ucap Darma dalam hatinya.
"ada yang laporin ke gue juga bahwa lo pernah beberapa kali mengamuk ke konsumen kita. Yang paling bikin gue mumet adalah cuman gara-gara pelanggan banyak bertanya dan gak jadi beli. Lo membentaknya dan memarahinya"
"haha emang ada pelanggan seperti itu!" Darma tertawa. Olivia menoleh, melotot pada Darma yang mengisyaratkan dirinya untuk diam.
"maaf" Ucap Darma menundukan kepalanya.
"Pegawaimu juga pernah lapor bahwa lo itu kebanyakan mabok..."
"nah iya itu mabok itu dilarang oleh agama!" celetuk Darma. Olivia melotot Darma tajam kembali.
"maaf" Darma menunduk kembali.
" Dan lo pernah mabok saat jam kerja kemudian muntah pada pelanggan kita. gimana si? ngotak dong! Ini pasti yang membuat Pak Martin mau adain rapat, pasti dia mau behenti bekerja sama dengan kita"
Roy sudah mulai jengkel dengan ceramahan Olivia. Lagipun tadi pagi Roy sudah minum dan sekarang pengaruh alkoholnya masih ada. Emosinya bergejolak tinggi. Alkohol emang menyebabkan meningkatkan emosi berlebihan atau agresif pada seseorang. Selain itu juga pecandu alkohol rentan mengalami komplikasi penyakit yang bisa berakibat fatal. Di antaranya adalah gangguan pencernaan, penurunan fungsi otak dan saraf, disfungsi seksual, kanker, serangan jantung, diabetes, kerusakan tulang, gangguan fungsi mata, dan penyakit hati. Itulah alasan mengapa agama Islam melarangnya.
Roy sudah tak tahan dia berusaha menampar Olivia namun berhasil ditangkis oleh Olivia. Kemudian Roy disungkurkan ke sofa.
Darma terkejut melihat kejadian itu. Kok ada yah orang yang berani berbuat kasar pada atasannya? Pada wanita lagi. Untung saja Olivia jago bela diri.
Ternyata Darma tadi dipakai sebagai umpan untuk memancing emosi Roy. Hah kali ini Darma benar-benar bangga pada dirinya karena sedikit membantu.
"*******!" kesal Roy.
"lo fitnah gue anz***"
"hah? Bukankah lo yang sudah bohong sama gue!" Olivia tersenyum.
"di depan gue aja lo terlihat baik, tapi ketika gue gak ada lo perlihatkan sifat asli lo! Hah lucu bang***. Dasar bermuka dua!" lanjut Olivia.
"haha..." Roy mengambil sesuatu dari sakunya. Ternyata sebuah obat, kemudian dimakannya.
__ADS_1
Mata Roy memerah, dia seperti kehilangan kesadaran karena pengaruh obat itu.
"haaaaa!?!?!?" Darma memegangi kedua pipinya berteriak kaget.
"dia akan jadi vampir boss!" teriak Darma.
Olivia memegangi pundaknya memelototi Darma.
Haha... Darma tertawa.
Roy dengan cepat menyerang Olivia yang tengah lengah melihat ke arah Darma. Namun Darma melihatnya, kemudian dengan cepat menendang kepala Roy. Yang membuatnya terpental pada meja kaca sampai pinsan.
Treeeeeengggg.... Suara meja kaca itu pecah.
"wahhhh sudah seperti film action saja ya!" ucap Darma girang.
"cih" decak Olivia kesal.
"hey cepat panggil polisi! Ini sudah berlebihan!" perintah Olivia.
"baiklah boss!" Darma mengambil HPnya, kemudian menelepon polisi.
"hallo pak!"
"iya ada perlu apa?"
"ini pak di sini ada vampir menyerang manusia pak haha!" canda Darma.
Pletaaaaakkkk.... Olivia memukul kepala Darma.
Awwww... Teriak Darma.
"ada orang gila pak menyerang atasannya, karena pengaruh alkohol!"
"baiklah, alamatnya dimana?"
"Toko Destiny no 47 jakarta barat"
"baiklah saya akan kesana!"
Polisi itu menutup panggilannya. Darma memasukan HPnya ke saku celananya.
"udah beres boss hihi!" Darma mengacungkan jempolnya.
"bagus!" jawab Olivia.
Di sebalik jendela terlihat pegawai bertepuk tangan pada mereka berdua. Mereka sudah seperti pahlawan saja.
"lo ikat dia sana!" suruh Olivia.
"baik boss!" Darma mendekati Roy yang tengah tergeletak. Namun dia kembali lagi kedepan Olivia.
"talinya mana boss?" Darma menyodorkan tangannya.
"Carilah bodoh!" sentak Olivia.
"haha,,, baiklah boss!" Darma hormat pada Olivia, kemudian bergegas cari tali di sekitar sana. Setelah satu menitan akhirnya dia menemukannya.
Darma menghampiri Roy kemudian mengikat tangan dan kakinya.
"Wah awas lo gue akan balas dendam!"
Roy bangun dari pinsannya secara tiba-tiba.
Darma terkaget dan menjerit.
Aaaaaaaawwwwww!!!
Kemudian reflek memukul kepalanya lagi dan membuatnya pinsan kembali.
"ah maaf... maaf! kamu sih ngagetin!" ucap Darma.
Setengah jam kemudian polisi datang ke tempat itu. Olivia menceritakan kronologi ceritanya. Setelah mendengar kronologi dari Olivia dan telah terbukti bahwa Roy memakai alkohol dan telah positif menggunakan Narkoba. Roypun di tangkap oleh pihak kepolisian.
__ADS_1
Bersambung...