
Di dalam lift Olivia berpikir, kenapa tadi dirinya sampai bisa membulat matanya mendengar Darma mau menjadi petugas KPK. Padahal itu hanya candaannya?
"apakah karena gue takut jauh dari Darma?"
Ah Olivia jadi tersenyum sendiri memikirkannya.
"dasar bodoh kamu Olivia" gumamnya.
*****
Diruangannya, Olivia langsung menelepon Mr. Martin perihal KPK datang kekantornya.
"oh iya. Saya sudah tahu" jawab Mr. Martin.
"maaf sekali. Pelakunya belum ketemu, bahkan petunjuk bukti-buktinya nihil"
"iya tidak apa-apa" jawab Mr. Martin "ibu jangan terlalu khawatir. Saya juga akan kirim orang-orang terpercaya saya untuk membantu menyelidiki kasus ini."
"wah yang benar Mister?"
"iya"
"makasih banyak"
"yahah... Jangan sungkan. Lagipun, saya yakin bu Olivia tidak akan terlibat"
"terima kasih Mister"
"iya bu. Kalau begitu sudah dulu yah"
"iya Mister"
"selamat siang"
"selamat siang juga Mister"
Olivia kesal bukan main. Dirinya sudah terlalu banyak di bantu oleh Mr. Martin, tapi kenapa sekarang ia malah mengecewakan partner yang luar biasa seperti Mr. Martin. Menyebalkan!
Dia jadi sebal pada orang yang korupsi ini. Kalau dia sudah tahu orangnya siapa. Dia teringin akan menyantetnya atau menendang orang itu sampai ke planet pluto sekalian.
Di tengah Olivia yang sedang kesal, Darmapun datang dari pintu masuk. Dia melihat Olivia keadaannya seperti sedang kesal.
"kenapa Boss?" tanya Darma.
"ini nih..." Ah tidak, untuk apa juga Darma harus diberitahu hal ini?
"untuk apa gue kasih tahu lo?" tanya Olivia jutek.
"yah biar aku tahu atuh" jawab Darma.
Olivia menatap Darma, kenapa dia menjawab dengan seenak jidatnya.
"terus kalau lo sudah tahu. Mau apa?"
"yah...." Darma berpikir "ikut menanggapinya atuh"
"Heh?" Olivia tersenyum sinis
"juga kalau itu masalah. Aku mungkin bisa bantu" lanjut Darma.
Olivia menatap Darma. Tidak, Olivia tidak mau selalu di bantu oleh Darma. Dirinya tidak ingin berhutang balas budi pada Darma, Itu membuat harga dirinya merasa rendah.
"Aniwey Boss" ucap Darma dengan bahasa inggris pas-pasannya. Tentunya pengucapannya juga salah.
__ADS_1
"apa kali ini tidak ada pekerjaan lagi?"
"yahhhh..." Olivia mencoba mengingat-ngingat "gak ada"
"kalau begitu... Ayo keluar!" ajak Darma "jalan-jalan"
"hah!?" kaget Olivia. Kenapa tiba-tiba Darma mau mengajaknya keluar. Apa yang direncanakannya? Yah memeng sih waktu istirahat masih ada sepuluh menit lagi.
"Buat apa gue keluar sama lo!"
"Boss kan sedang galau karena kasus korupsi itu. Mungkin dengan jalan-jalan bisa membuat galau boss jadi hilang" ucap Darma tersenyum.
Ucapan Darma ada benarnya juga. Olivia kini sedang pusing perkara korupsi itu.
Olivia menatap Darma. Hatinya terasa teringin dia berjalan-jalan bersama Darma. Tapi otaknya berpikir gengsi jika berjalan dengan Darma. Mau di taruh dimana harga dirinya jika dia berjalan dengan musuhnya itu.
"terus harus sama lo gitu?" sinis Olivia menunjuk Darma.
"ya kalau Boss gak mau, tidak papa" jawab Darma.
Olivia menatap Darma. Sungguh di sayangkan. Diapun membalikkan badannya.
"aku akan ajak Laila aja" ucap Darma membalikkan badannya.
Mata Olivia menjegal mendengar Darma seperti itu.
"siapa yang bilang gak mau" ucap Olivia.
Darma tak percaya dengan yang Olivia katakan, iapun menghentikan langkahnya mendengar ucapan Olivia.
"gue juga butuh refreshing" ucap Olivia. Pipinya memerah.
"eh?" bingung Darma.
"Ayo Bodoh! Katanya mau jalan-jalan" ucap Olivia kemudian berjalan kembali.
"oh iya" Darma tertegun menatap Olivia bingung. Namun, diapun akhirnya mengejar Olivia, hingga mereka berjalan sejajar.
"jadi, mau kemana?" tanya Olivia.
"yang penting jalan-jalan saja" jawab Darma.
"heh!" Olivia membuang napasnya kesal.
Ketika hendak ke lift, Darma malah belok menuju jalan tangga.
"hey lo mau kemana?" tanya Olivia.
"ke tangga kan?" jawab Darma. Darma tidak mengerti dengan Olivia, bukankah Darma selalu pakai jalan tangga. Lalu kenapa sekarang bertanya.
"lewat lift saja" ucap Olivia.
"hah?" Darma tidak percaya dengan yang Olivia ucapkan. Kupingnya tidak sedang tersumbat kelabang kan?
"tapi untuk hari ini saja" lanjut Olivia membuang mukanya.
"yang benar Boss?" teriak Darma tidak percaya.
"iya" jawab Olivia memalingkan wajahnya.
"wahah akhirnya aku menaiki lift. Terima kasih tuhan" senang Darma dengan lebaynya.
"Apaan sih lebay banget" batin Olivia. Diapun tersenyum.
__ADS_1
Darma berjalan cepat menuju arah lift saking senangnya. Akan tetapi kakinya tersandung pada lantai ketika sudah mendekati lift. Diapun terjatuh tengkurap di lantai.
Brukkkkkk!!!
"Aw!!!"
Olivia yang melihatpun, langsung tak kuasa menahan tawa dengan tangannya. Ada yah orang saking senangnya ingin naik lift sampai terjatuh seperti itu. Maklum saja, Darma tidak pernah naik lift selama dia bekerja disana.
Oliviapun menekan tombol lift. Kemudian beberapa detik kemudian pintu liftpun terbuka. Darma yang dalam keadaan tengkurap menatap takjub melihat pintu lift terbuka, Olivia hanya melihatnya tersenyum kemudian masuk kedalam. Darma lalu berdiri dan langsung mendekat ke area lift. Dia gugup, ini pertama kalinya dia masuk kedalam lift.
"cepat masuk" perintah Olivia.
Darma masih gugup. Iapun bersyukur dulu kepada tuhan yang menciptakan langit dan bumi, yakni Allah SWT. Yang telah memberi kesempatan kepada Darma untuk menaiki lift itu.
Darmapun mencoba mengangkat kaki kanannya dengan keadaan gemetar. Kemudian menyentuhkan telapak sepatunya pada lift. Dan rasanya wuaaaahhhh... Biasa saja sih. Darmapun lalu masuk.
Olivia menekan tombol lift untuk turun ke lantai bawah. Darma bersikagum melihati dinding-dinding lift. Olivia menatap Darma sembari tersenyum, betapa noraknya pemuda ini, ya ampun.
Beberapa detikpun pintu lift kembali terbuka. Darma melihat kearah pintu yang terbuka ternyata sudah berada di lantai satu.
"Wuahhhhhhhhhhh!?" teriak Darma kagum. Sampai-sampai pegawai di lantai satu terkejut menoleh ke arahnya.
"apa sih?" kaget Olivia. Ternyata Olivia juga kaget, hehe...
"canggih" ucap Darma menatap Olivia. Darma lalu berjalan keluar dari lift. Olivia melihat Darma terkekeh. Begitu senangnya Darma naik lift.
Darma lalu Melihat ke bawah, menatap lantai yang diinjaknya. Memastikan bahwa dirinya benar-benar di lantai 1.
Darma memutar badannya melihat ke sekeliling. Dirinya benar-benar sudah di lantai 1. Sungguh hebat naik lift. Dirinya tidak harus lelah naik-turun berjalan dan juga sangat menghemat waktu. Pantas saja para pegawai lebih suka naik lift.
Para pegawai dilantai satu menatap Darma aneh. Belum pernah mereka melihat orang yang sampai kesenangan seperti itu ketika habis naik lift.
Olivia yang melihat Darma senang seperti itu, menggelengkan kepalanya tersenyum kemudian berjalan menghampiri.
"seneng banget kayaknya?" sindir Olivia.
"wahah aku senang banget boss" Darma tersenyum lebar.
"belum pernah naik lift apa? Sampai se norak ini?"
Darma tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan semangat.
"belum" jawabnya.
"haha" Olivia tertawa.
"eh?" Olivia tersadar rasa kesalnya sekarang jadi hilang akibat dari tingkah Darma. Lagi-lagi Darma berhasil membuatnya senang.
Tapi Olivia jadi merasa bangga pada dirinya sendiri. Dirinya bisa membuat seorang Darma tersenyum senang seperti itu. Tapi Olivia juga heran, Padahal hanya karena naik lift dia bisa sebahagia itu. Benar-benar pria yang menarik. Oliviapun kembali tersenyum.
"ah maaf. Aku jadi lupa" ucap Darma menoleh ke arah Olivia. Olivia menatap dalam pada Darma.
"apa karena sifatnya ini, Laila suka Darma?" tanya hati Olivia.
"ayo" ajak Darma keluar kantor.
Olivia tersenyum kembali, kemudian berjalan mengikuti Darma. Ah rasanya Olivia sangat bahagia hari ini, walaupun hari ini banyak beban pikiran di kepalanya perihal siapa pelaku yang korupsi dana saham? Tapi berkat Darma dirinya bisa terus tersenyum melupakan sejenak masalah yang di hadapinya.
Bersambung...
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Jangan lupa tinggalkan jejak like, comment, vote dan follow yah gengs!
__ADS_1