The Garabagan

The Garabagan
Episode 13 : Makan siang


__ADS_3

Preeeetttt... Suara kentut Darma.


"astagfirullah... Padahal sedikit lagi"


Darma kemudian mengambil air wudlu kembali. Ketika dia ingin shalat, dia bertemu dengan orang yang ingin shalat juga. Merekapun shalat berjamaah dengan Darma sebagai Imamnya.


Setelah usai shalat dan berdo'a.  Darma kemudian pergi untuk menepati janji Diana ke ruang Controller.


Dia tak akan lupa pada janji yang telah dibuatnya. Itulah pria sejati.


Di ruang Controller Diana duduk di kursi depan ruangannya menunggu Darma. Diana terus Memainkan kukunya merasa gugup bertemu dengan Darma. Apalagi makan bareng!


"Assalamu'alaikum"


Diana mengenali suara itu yang tidak lain adalah Darma.


"waalaikumsalam" jawab Diana.


"sudah shalat?"


Diana lupa bahwa dirinya belum beribadah karena menunggu Darma. Dia terus memikirkan hal itu dengan senangnya sampai terlupa hal yang penting.


"U...U...Udah!" Diana berbohong. Dia tak mau terlihat jelek di depan orang yang dia sukainya itu.


"aduh maaf tuhan aku berbohong. Tapi aku akan sembahyang nanti setelah makan saja" ujar Diana dalam hati.


"kalau begitu ayo! Perutku sudah menggonggong ini!" ucap Darma memegangi perutnya


haha... Diana tertawa kecil.


"masa perut bisa menggonggong sih?"


"Mungkin sebenarnya aku adalah manusia serigala"


Haorrr.... Darma meraung ke arah Diana.


"Haha... Ada-ada saja!"


"ayo beneran ini di dalam perutku sudah ada yang demo minta makan!"


Diana tertawa.


"ayo ih malah ketawa"


"ya udah iya"


Merekapun berjalan menuju kantin yang berada di bawah di lantai satu. Tempat yang di sediakan untuk para pegawai disana. Tentu saja gratis karena kantin ini milik perusahaan. Sudah di bayar oleh perusahaan Dan sudah terdaftar di dalam kontrak. Gratis untuk makan.


Ini kali pertama dia makan dikantin dan pertama juga dia makan bersama cewek.


"di kantin enak-enak gak?" tanya Darma


"enak. Gratis lagi" jawab Diana.


"Gratis???" terkejut Darma.


"ih kenapa? Kamu gak tahu kalau kita itu di kasih makan gratis. Bukankah Sudah ada di kontrak? baca aja!"


"kontrakku ada di si boss, kontrak kamu ada di kamu?"


"ehhh? Bukankah itu kontrak kita. Ya mesti ada di perusahaan sebagai data dan di kita sebagai bukti"


Darma baru tahu. Tapi kenapa Olivia tak memberitahunya ya?


"Diana kamu duduk aja disana!" Darma menunjuk sebuah meja yang kosong.


"kamu mau pesan apa? Nanti aku yang pesanin" lanjut Darma.


Diana melihat kearah Darma terpesona akan perhatiannya.


"Ya ampun Darma perhatian banget sih kamu" ucap Diana dalam hati. Pipinya memerah tersipu malu.


Diana tersenyum.


"iya. Aku pesan Huevo Crocantes" jawabnya.


Darma menggelengkan kepalanya heran nama makanan makin kesini susah-susah ya!


"Huecrot apa?"


"haha Huevo Crocantes" Diana membetulkan perkataan Darma sembari tertawa.


"makanan jenis apa itu?"


"ini tuh taco makanan asal mexico. Kalau pesan ini, kamu bisa menikmati crispy tortilla yang diberi topping guacamole, beans, cheese, meat, dan fried egg. Protein, vitamin, zat besi, sudah pasti bakalan kamu dapetin semua. Kamu bener-bener akan jatuh cinta deh sama menu sehat yang ini."


"wah aku harus coba!"


"harus. Cepat sana pesan!" Diana mengibaskan tangannya menyuruh Darma pergi.


"baiklah paduka ratu" Darma berpose ala hormat pada ratu inggris.


Darma mendekati para pelayanan disana kemudian memesan pesanannya.

__ADS_1


"bang pesen huevo crotcrotan dua"


"apa?!?" pelayan itu kebingungan.


"pesen..." Darma lupa nama makanan yang disebutkan Diana tadi.


"Taco Huevo Cogejrotan dua bang" ucapnya masih salah.


"ouh Huevo Crocontes" pelayan itu mengerti.


"nah itu"


"baiklah di meja ke berapa?"


Darma melihat ke arah Diana kembali bingung. Meja berapa itu? Tanyanya dalam hati.


Dia lalu menghitung satu-persatu meja yang ada disana. Jumlahnya ada 35 meja. Meja yang di duduki berada di tengah.


"meja 15 bang"


"ouh baiklah. Tunggu di mejanya ya!"


"Oke bro!" jawab Darma.


Kemudian berjalan mendekati Diana. Banyak orang yang makan disana terdengar membicarakan dirinya.


"norak ya!" ucap mereka.


Darma berjalan tak mempedulikan mereka.


"Dengan cewek cantik baru itu lagi! Kampret dah!" ucap seorang pegawai, sebut saja namanya Opik.


"iya bro. Wajar sih dia lumayan ganteng!" ucap temannya, Gerard.


"tapi gantengan guelah!" jawab Opik kembali.


"tapi ganteng lo gak guna kalau gak dapetin tuh cewek!" ucap Daniel.


"apa?" kesal Opik.


"Gue rasa cewek itu adalah yang paling cantik deh di kantor ini!" ucap Daniel.


Opik melirik Diana.


"lo benar!" jawab Opik.


Darma duduk di depan Diana.


"namanya susah aku jadi lupa!" Darma memegangi wajahnya malu.


"haha... Lain kali hapalin ya" Diana tertawa lepas.


"seneng ya, liat teman di permalukan?"


"seneng" jawab Diana dengan bangganya.


"hmmm... Haha" Darma tertawa.


Diana melirik wajah yang tengah tertawa itu. Ingin sekali dia memfoto wajah bahagianya. Tapi dia tak kuasa.


Darma adalah tipikal orang yang tak mau memposting fotonya di sosial media. Dia memiliki Facebook dan Instagram. Namun tak satu fotopun yang dia upload. Benar-benar beda dari kebanyakan orang.


"kerjamu gimana?" tanya Diana


"ouh..." Darma terdiam seketika. Dia tak mau menceritakan pekerjaannya yang tak masuk akal itu. Dia juga tak mau membicarakan perihal bahwa dirinya hanya dapat bekerja selama 3 bulan saja. Cukup dirinya yang tahu.


"kenapa melamun?" heran Diana


"ah baik kok baik" Darma tersenyum.


Diana merasa bahwa Darma sedang berbohong. Dia tahu dari raut wajahnya.


"beneran baik?" Diana memastikan.


"iya" Jawab Darma dengan nada di tekan.


"baiklah"


Pesanan merekapun siap. Pelayan itu memberikan pesanan di depan mereka masing-masing. Kemudian menuangkan sebuah minuman. Pelayan itu lalu pergi ketempatnya kembali.


"wah jadi begini ya bentuknya" Darma melihat-lihat makanan itu mulai dari samping kesamping. Atas ke bawah.


"Indah juga bentuknya" kagum Darma.


"Ayo coba rasa!"


Darma berdo'a terlebih dahulu kemudian menyantap makanan itu dengan tangannya.


"Wahhh enak"


Diana menggelengkan kepalanya tersenyum. Dia lalu mengambil pisau dan garpu yang berada disamping piringnya Lalu memotong taconya. Darma yang melihat Diana teringin mencoba cara Diana.


Dia kemudian mengambil pisau dan garpu dan mencoba memotong taco tersebut. Tetapi malah berantakan.

__ADS_1


Darma menyerah. Dia lebih memilih makan dengan tangannya saja.


Merekapun makan dengan lahapnya.


"Diana bagaimana latihan kerjamu?" tanya Darma.


"baik. Mulai besok aku langsung kerja malahan"


"waw itu hebat"


"apa itu mudah?"


"mudah sekali" Diana tersenyum.


"waw,,, kamu hebat!"


Mereka melanjutkan bersantap lagi.


"gimana kerjamu? Mudah? Kemarin aku lihat kamu mengepel lantai sendirian"


Darma yang sedang makan langsung tersedak setelah mendengar pertanyaan Diana.


Ohok... Ohok...


"kau tidak apa-apa?" tanya Diana menghampiri Darma.


"Ini minumlah ini" Diana mengasongkan minuman ke arah Darma.


Darma mengambil minuman itu lalu meminumnya sampai dirinya bisa tenang kembali.


"hah lega" ucap Darma.


"kau tidak apa-apa?" tanya Diana memastikan.


"iya...maaf maaf!"


Diana duduk kembali ke kursinya.


"kemarin aku hanya caper saja!" Ucap Darma berbohong.


"caper?"


"ya agar aku terpandang oleh atasan, siapa tahu gajiku diperbesar haha" Darma tertawa kecil.


"ouh dasar" Diana tersenyum.


Sembari mengobrol, mereka melahap makanan yang telah di sajikan. Untuk Diana itu sudah seperti kencan. Dia sangat bersyukur akan hal itu.


Setelah Usai makan mereka beranjak pergi dari meja itu.


"yah kurasa aku harus ke ruanganku nih! Aku sudah ada pekerjaan untuk memeriksa kinerja salah satu toko Destiny" ujar Darma.


"ouh baiklah. Terima kasih ya!"


"justru aku yang seharusnya berterima kasih. Kamu sudah menunjukan betapa indahnya kantin"


"haha apaan si! Berlebihan" Diana tertawa kecil.


"kalau begitu sampai nanti ya!" pamit Darma.


"Da... Darma" panggil Diana.


"iya?"


"apa kamu mau makan siang bareng lagi?"


"ouh iya" Darma membalikan badan berjalan menjauh.


Diana melihat kepergian Darma. Betapa senangnya hatinya saat ini. Dia telah berhasil melangkah memajukan hubungannya dengan Darma. Pria yang disukainya sedari SMK.


"Diana ayo kembali ke ruang controller" ucap seorang perempuan di belakangnya.


"ouh iya" jawabnya.


Diana sampai lupa akan ibadah yang ditundanya. Pergi berjalan menuju pekerjaannya.


Darma masuk Membuka pintu ruangan Olivia. Disana dia terlihat sedang makan sembari memandangi laptopnya. Enaknya jadi atasan, makan aja di anterin.


"selamat siang boss" sapa Darma.


Olivia fokus pada laptopnya tak menjawab sapaan dari Darma. Darma berdiri di samping Olivia. Berdiri tegak. Dia menunggu Olivia selesai makan.


Bersambung...


: *•.¸˚*•.¸*•.¸☆ ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́ ☆¸.•*˚¸.•*´¸.•*˚


˚*•.¸`*•.¸˚*•.¸.•*˚¸.•*´¸.•*˚


<3•‧::‧※☺ LOVE U READERS ☺※‧::‧•<3


,.•*´¸.•*˙,.•*´˚*•.,˙*•.¸*•.,


,.•*´¸.•*˙,.•*´ ★ ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́ ★ *•.,˙*•.¸*•.,

__ADS_1


__ADS_2