The Garabagan

The Garabagan
Epesode 71 : Ayo ke pesta!


__ADS_3

"oh baiklah" Darma membalikkan badan. Dan berjalan selayaknya zombie.


Diapun masuk ke kamar mandi, mengganti pakaiannya, lalu akhirnya keluar, dan...


"buahahahahahaha" Olivia tidak bisa menahan tawanya, bahkan sampai-sampai perutnya sakit. Kini Darma memakai gaun wanita.


"Aaaaaaaaaahhhhh... Aku maluuuu" jerit hati Darma.


Olivia lalu mendekati Darma dan menatap wajahnya. Kemudian tertawa lepas dengan puasnya. Tapi kalau di lihat-lihat Darma seperti pantas memakai gaun itu. Tubuhnya yang kurus serta kulitnya yang putih nan mulus seperti wanita nampak cocok mengenakan gaun itu.


"tapi kamu cantik juga yah" ucap Olivia memandang Darma.


"ahahaha" ringis Darma "aku ini cowok loh"


"aku jadi ingin meriasmu"


"hah? Huehehehekkkkkkkk" tangis Darma di buat-buat.


"bentar yah..." Oliviapun lalu dengan segera membawa tasnya yang berisi kosmetiknya. Darma menelan salivanya, dirinya sekarang terjebak. Begitu menyeramkannya isi dalam tas Olivia.


"Ahhhhhh... Maafkan ayahmu anakku di masa depan. Aku membuatmu malu" ringis batin Darma.


Oliviapun memegang tangan Darma, namun seketika tubuhnya terdiam dan menatap tangannya yang menggengam tangan Darma. Ternyata dirinya bisa juga menggenggam tangan lelaki yang istimewa dalam hidupnya. Tangannya halus namun agak kasar.


"Hangat dan nyaman rasanya" batin Olivia.


Oliviapun menatap wajah Darma. Bibirnya manyun, matanya terpejam sembari menangis yang di buat-buat.


Oliviapun kembali tersenyum geli, kemudian menarik tangannya dan menyuruh Darma duduk di kursi miliknya.


Kemudian mulai merias wajah Darma seperti wanita. Di mulai dari atas kelopak matanya di warnai merah agar terlihat merona. Dan ketika Olivia hendak memerahkan bibir dari Darma menggunakan lipstik. Ia kembali tertegun menatap bibir dari Darma. Jantungnya berdebar tidak karuan. Napas dari Darma juga terdengar oleh telinga Olivia.


"Bibir ini" ucap hati Olivia sembari memegang pipi Darma.


"Bibir yang senantiasa memberikan suara - suara yang menbuatku dapat tersenyum. Bibir yang senantiasa memberi suara yang menemaniku. Walaupun suara itu nampak sederhana, tapi entah kenapa dapat membuat sang hati merasa senang"


Pipi Darma menjadi memerah disertai jantung yang berdebar kencang, kala ia melihat Olivia dari dekat. Mereka saling menatap, suara yang terdengar nampak senyap di telinga mereka. Waktu seakan berhenti. Oliviapun menutup matanya kemudian wajahnya mendekati wajah Darma. Mata Darma membulat menatap Olivia.


"Gawat! Posisi ini berbahaya. Si Boss malah mengantuk" batin Darma.


Darmapun lalu memegang bahu dari Olivia, kemudian memalingkan wajahnya. Pipinya memerah akibat tersipu malu. Olivia membuka matanya kemudian tersentak menatap Darma, jantungnya terus berdebar tidak karuan.


"apa yang ku lakukan?" batinnya.


"a-aku rasa sudah cukup" ucap Olivia sembari berdiri.


"ah i-iya" jawab Darma tergagap.


"kamu sudah cantik" Olivia tersenyum mengejek Darma.


"ah apa-apaan Boss ini" kesal Darma.


"baiklah"


Cekrekkkk.... Olivia mengambil gambar Darma menggunakan kamera HPnya. Darma terdiam menganga dengan apa yang terjadi. Dirinya tak percaya, Olivia baru saja mengambil gambarnya. Gambar yang akan memalukannya.


"Ahhhhhhh Boss kenapa memfotoku?"


"buat di kenang" jawab Olivia.


"ahhhhhhh" Darma lalu berusaha mengambil Handphone milik Olivia. Olivia tentunya tidak akan memberikannya dengan mudah. Oliviapun berlari pergi menjauhi Darma.

__ADS_1


"Aaaaaaa..." Darma menjatuhkan lututnya pada lantai. Kemudian mengangkat tangan kanannya berharap Olivia mau menghapusnya.


"masa depanku" ucap Darma.


"Oh iya Darma..."


"iya"


"sebenarnya aku memotomu dua kali"


"ah? Aaaaaaahhhhh" teriak Darma.


"waktu pertama kali kamu memperlihatkannya padaku"


Darma meratap lantai berharap kalau ini semua adalah mimpinya. Tapi tidak mungkin ini mimpi, karena rasanya benar-benar nyata.


"coba lihat di bawah mejaku" ucap Olivia kembali.


"hah?" Darma menatap Olivia.


Darmapun menoleh ke samping, tepat di bawah bangku tempat Olivia. Ternyata ada sebuah kotak lagi.


"gaun itu milikku" Olivia kemudian tersenyum.


"eh?" kaget Darma.


"dalam kotak itu, kuharap kamu suka"


Darma menatap dengan seksama kotak itu. Kemudian dia berpikir,


"apakah yang ada di dalamnya? tidak ada yang aneh lagi kan? Tidak keluar bayi kingkong ataupun kudanil kan?" batin Darma.


Tangan Darmapun lalu menarik kotak itu keluar dari sarangnya. Dia lalu menatap Olivia. Olivia tersenyum ke arahnya.


Darmapun membuka kotak itu. Ribuan cahaya keluar dari kotak itu. Darma melihat sebuah jas dan celana berwarna biru. Diapun lalu mengangkatnya.


"ini apa Boss?"


"itu Daster" celetuk Olivia.


"ini Jas, Boss"


"iya. Itu untukmu" jawab Olivia.


"Haaaaahhhhhh!?!!" kaget Darma dengan hati yang sangat senang.


"yang benar Boss?" tanya Darma meyakinkan.


"iya. Kan sudah kubilang kalau memakai gaun itu ada hadiahnya"


"oh gitu ahahahahaha" Darmapun terkekeh.


"makasih Boss" Darma tersenyum senang.


Olivia menatap Darma. Bisa juga dirinya membuat lekukan senyum di wajah Darma.


"iya" jawab Olivia tersenyum.


"Boleh ku coba sekarang?"


"hmmmmm" Olivia mengangguk.

__ADS_1


Darmapun lalu pergi ke kamar mandi, dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, diapun kembali untuk memperlihatkannya pada Olivia.


"bagaimana?" tanya Darma.


Olivia tak percaya dengan yang dilihatnya, Darma nampak elegan dengan jasnya itu. Dia benar-benar terlihat tampan. Seperti banyak kilauan dari tubuhnya. Oliviapun melekukan bibirnya tersenyum.


"bagus. Cocok sekali" jawab Olivia.


"wahah benarkah? Aku jadi percaya diri"


"hehe"


"mulai sekarang dan seterusnya. Pakailah itu, Darma"


"OK"


*****


*****


*****


Di malam hari, dalam kamar Olivia tengah menatap gaun yang tadi di pakai Darma.


"gaun ini telah di pakai olehnya?" Olivia jadi membayangkan tubuh Darma menyentuh gaunnya. Dan besok dia akan memakai gaun itu, gaun yang sudah di pakai tubuh Darma. Itu seperti... Apa yah?


"Aaa.... Apa yang ku pikirkan?" Olivia menutup wajahnya malu.


"besok aku akan datang bersamanya" Olivia kemudian tersenyum menatap langit-langit kamarnya.


*****


Keesokkan harinya, tepat di sore hari Oliviapun mendatangi kosan tempat Darma. Tadi pagi ketika di kantor Olivia meminta alamat kosan Darma dan sudah bilang akan menjemput Darma. Darma sedikit kaget, namun akhirnya memberikan alamatnya. Sebagian pegawai di pulangkan lebih cepat, mereka hanya bekerja tepat tengah hari untuk bisa merayakan pesta bersama-sama.


Kini Olivia telah sampai di depan kosan Darma. Darma sudah siap dengan pakaian jas biru yang di berikan Olivia. Olivia tersenyum membereskan rambutnya ke belakang. Darmapun segera menghampirinya.


"sudah siap?" tanya Olivia.


"sudah Boss" hormat Darma.


"kalau begitu, ayo masuk"


"oh iya"


Darmapun membuka pintu belakang mobil, namun bukannya masuk dia malah berdiri layaknya bodyguard.


"silakan masuk, Boss" ucapnya mengayunkan tangannya.


Olivia tersenyum senang melihatnya. Dia merasa jadi putri kerajaan dan Darma seorang kesatrianya. Via yang saat itu menjadi supir, tersenyum melihat mereka berdua.


"terima kasih, kesatriaku" jawab Olivia.


Oliviapun lalu masuk menaiki mobil. Darmapun tersenyum lalu menutup pintunya, setelah itu diapun masuk kedalam mobil di area satunya.


Mobilpun mulai berjalan menuju tempat kantor Destiny TV berada.


Bersambung...



Darma awokawok

__ADS_1


__ADS_2