The Garabagan

The Garabagan
Episode 15 : Turun!


__ADS_3

"bssss mmmmmmm"


Darma terus mengoceh walaupun di bekam kain.


Olivia kalau tahu akan begini, dia mending bawa Headphones saja. Ah Darma benar-benar cerewet. Ingin sekali Olivia menyantetnya.


"bsssss... Mmmmmmm"


"ih brisik banget sih!"


Olivia benar-benar jengkel. Olivia kepikiran Bagaimana kalau dia menurunkan Darma, dan menyuruhnya berjalan ke tempat Toko yang akan ia tuju.


Hmmm sepertinya menyenangkan! Pikirnya.


Oliviapun memberhentikan mobilnya. Darma melihat ke arah Olivia. Apakah sudah sampai? Pikir Darma.


"turun!" perintah Olivia.


"hmmmm" Darma bertanya dengan mulut yang dibekam kain.


"baiklah lo boleh membuka sumpel di mulut lo!"


Darma kemudian membawa kain yang menyumpel di mulutnya. Akhirnya Dia bisa Bernafas lega.


"wahhhh makasih boss"


"sekarang lo turun!"


"wah sudah sampai boss?" Darma melihat ke arah luar jendela. Dia bingung, kenapa malah berhenti di toko Cilok?


"Boss mana toko milik perusahaan boss?" tanyanya.


"masih jauh" jawab Olivia


"terus kalau jauh kenapa berhenti?"


"lo turun, gue gak mau bareng lo lagi! pusing gue"


"haaaaa?!?" mata Darma membulat terkejut.


"Apaaaaa? Tidak mungkin!" lebay Darma kaya di sinetron-sinetron.

__ADS_1


"Lo turun gak? atau gue tendang lo keluar!" Ancam Olivia.


"haha coba aja boss" tantang Darma, ia berpikir bahwa Olivia hanya bercanda saja.


"lihat di sana ada burung bawa tuyul sedang terbang!" Olivia menunjuk ke arah jendela samping Darma.


"Mana?" Darma melihat ke luar jendela. Di tengah posisi itu, Olivia mengarahkan tendangan pada bokong Darma dengan kencang sehingga membuat Darma tersungkur keluar.


Aaaaaaaaa.... Darma terjatuh jungkir balik di atas trotoar.


"aduh,,, aduh,,," ucap Darma kesakitan, seraya memegangi bokongnya yang sakit.


"nah gue tunggu di toko! Awas aja kalau gak datang, gaji lo yang jadi taruhan!" ancam Olivia.


Olivia langsung menancapkan gas melajukan mobilnya, Meninggalkan Darma yang tengah tersungkur di trotoar.


Hampir semua Mata di sana mengarah pada Darma.


"ada apa ya itu?" tanya seorang pejalan kaki.


"pertengkaran suami istri kali" jawab teman disampingnya.


"selingkuh mungkin ya! Cowoknya kan lumayan ganteng!"


Darma menyadari orang yang membicarakannya itu. Dia kemudian berdiri menepuk-nepuk pakaiannya yang berdebu.


"haha maaf ya!" teriak Darma ke arah pejalan kaki itu.


Kemudian dia mendekati para pejalan kaki yang membicarakannya.


"sebenarnya mbak sedang berada dalam acara kena deh!" ucap Darma membuat pejalan kaki itu tersenyum.


"nah di situ ada kamera" Darma menunjuk ke arah mobil yang tengah berhenti.


"wahhh reality show toh!" pejalan kaki tersebut mempercayai ucapan Darma.


"iya maaf ya!" Darma menempelkan telapak tangannya.


"iya haha"


"ayo lambaikan tangannya ke arah kamera" Darma melambaikan tangannya ke arah mobil itu. Para pejalan kaki mengikuti untuk melambaikan tangan. Seorang anak kecil kebingungan di dalam mobil melihat Darma dan pejalan kaki itu.

__ADS_1


"orang gila!" ucap anak kecil tersebut.


"ya sudah terima kasih yah... sampai jumpa!" pamit Darma.


"iya bang"


"eh bang boleh foto dulu gak!" pinta seorang pejalan kaki.


"duh aku malu kalau di foto!" jawab Darma tersenyum


"kenapa? ih masa orang Ganteng takut di foto!" ucap pejalan kaki satunya.


Pipi Darma memerah tersipu malu. Belum pernah ada orang yang menyebutnya ganteng selain dari keluarganya.


"alah mbak ini, suka fitnah ah" ucap nya mengayunkan tangan kanannya malu.


"haha fitnah apaan!" pejalan kaki tertawa kecil.


"ya udah sekali aja ya!" pinta darma mengangkat satu telunjuknya.


"iya" pejalan kaki itu mengangkat hp-nya ke atas dan Ciiiiissss mereka berfoto.


"makasih ya!" ucap pejalan kaki itu pergi.


"iya" jawab Darma


Darma sekarang memegang pinggangnya bingung. Toko Destiny berada di mana ya? Dia tidak tahu.


Dia lalu mengambil ponselnya kemudian membuka aplikasi gundul Map untuk Mencari lokasi toko Destiny. Darma melotot terkejut melihat ponselnya ternyata toko Destiny masih jauh dari tempatnya berada sekarang.


"apa boleh buat aku harus berjalan" ucapnya pasrah.


Dia lalu memasang headseat di telinganya dan berjalan dengan gayanya sembari mendengarkan musik.


"ihah,, hobah,,,, hiya" teriaknya berjalan berjoget-joget.


Semua orang yang melihatnya aneh, tapi Darma tak peduli dia tetap berjalan menuju toko Destiny dengan joged-joged gayanya. Hah orang gila!


Darma tak peduli dengan tanggapan orang lain terhadapnya. Dia hanya ingin menjadi dirinya sendiri. Melakukan yang dia suka dan menurutnya benar.


Darma berjalan menyusuri kota luas ini, dia lelah berjoget jadinya ia berjalan normal kembali.

__ADS_1


Lalu kenapa dia tidak naik taksi saja! Alasannya satu, dia diberi amanah oleh atasannya. Dan dia harus melaksanakannya dengan sabar dan ikhlas. ya walaupun perintahnya ga ada akhlak sama sekali.


Bersambung...


__ADS_2