
"Ibu?" ucap Olivia.
"Oliv" ucap Ibu Arini.
Merekapun saling menatap satu sama lain. Angin canggung pun menerpa mereka.
"eh kalian saling kenal?" kaget Darma.
"iya" jawab Olivia melotot Bu Arini.
Oliviapun kemudian mencoba melangkahkan kakinya pergi, namun tangannya di tahan oleh tangan Bu Arini.
"tunggu dulu anakku" henti Bu Arini.
"anak?" kaget batin Darma.
"apa lagi Bu?" tanya Olivia ketus.
"mau sampai kapan kamu marah sama ibu?" tanya Arini.
"sampai ibu bisa membuat mesin waktu, kemudian kembali ke masa lalu..." ucap Olivia menatap sedih Bu Arini.
"Dan kembali ke masa itu" Olivia lalu melepeskan tangan yang memegang tangannya. Kemudian melangkahkan kakinya berjalan kembali, namun setelah beberapa langkah Oliviapun melangkah.
"Baguslah. Uang yang setiap aku kirim di pakai untuk membuat panti asuhan. Jadi lebih bermanfaat"
Olivia kembali melangkahkan kakinya berlari. Bu Arini hanya terdiam dengan mata yang berkaca - kaca.
"BOSS TUNGGU" teriak Darma, akan tetapi Olivia tak mendengarnya.
"ada apa ini Bu?" bingung Darma.
"seperti yang kamu dengar. Olivia itu adalah anakku, dan aku adalah ibunya"
"hah?" kaget Darma.
Apa ini? Kenapa mereka bertengkar? Apakah boleh Darma ikut campur urusan mereka? Rasanya hati Darma tidak tahan.
"Darma, tolong kejar Olivia"
"baiklah Bu"
Darmapun berlari mengejar Olivia. Olivia yang melihat Darma mengejar, langsung menambah kecepatan larinya. Dia tak ingin Darma melihatnya menangis.
"Boss tunggu" teriak Darma sembari mengejar.
Darmapun berhenti, Olivia sangat kencang berlari. Untunglah Darma tahu tempat ini melebihi Olivia. Diapun lalu mengambil jalan pintas memutar.
Dengan segera ia pun mencegat Olivia dari depan. Olivia yang tak tahu langsung menubruk Darma. Merekapun terjatuh.
"Boss, kenapa?" tanya Darma.
Olivia mencoba bangkit, namun Darma memegangi tangan dari Olivia.
"Boss tunggu" ucap Darma.
Oliviapun terhenti, kemudian menatap Darma.
"kenapa? Coba cerita" lirih Darma.
Dengan segera Oliviapun memeluk Darma. Darma pun, matanya langsung terjegal kaget. Itu pertama kali dirinya di peluk perempuan.
"Darma" ucap Olivia menitikkan air matanya sembari memeluk Darma erat.
"Iya Boss, aku ada di sini" ucap Darma.
"Dia itu orang jahat, Darma"
Darma bingung dengan perkataan Olivia. Apakah yang ia maksud Bu Arini?
"ayo kita duduk dulu Boss" ajak Darma pada Olivia. Darma pun mendudukan Olivia yang terus mendekap dirinya.
Walaupun dalam keadaan duduk. Olivia masih menempel pada Dada Darma. Darma jadi kebingungan jadinya, apa yang harus ia lakukan. Posisinya berbahaya, tapi Darma tak tega untuk melepaskan Olivia.
"sudah jangan sedih lagi, Boss" Darmapun menepuk pundak dari Olivia.
"coba cerita, kenapa?" lirih Darma.
Olivia diam tak menjawab. Dirinya terus memeluk Darma erat. Entah kenapa dengan memeluk Darma, hatinya jadi lebih tenang.
"baiklah kalau tidak mau cerita. Boss yang tenang yah. Jangan bersedih lagi" lirih Darma.
"biarkan aku memelukmu sebentar" pinta Olivia.
__ADS_1
Inginnya Darma menolaknya, tapi Darma terlalu tak tegaan.
"baiklah" jawab Darma.
Olivia semakin erat memeluk Darma. Jantung Darma berguncang kencang di buat Olivia. Pipinya memerah karena malu. Tapi rasanya di peluk seperti ini, membuat dirinya nyaman.
"sebenarnya kenapa jantungku berdebar seperti ini? Apakah benar karena lapar?" batin Darma, bingung.
"Hey Boss"
"hmmm"
"kalau dilihat Tania. Aku pasti di ejek"
"kenapa begitu?"
"enggak tahu. Tania itu memang yang paling sering mengejekku di antara mereka bertiga"
"dia juga gak kenal rasa jijik"
"kenapa emangnya?"
"dia memegang pisang tanpa kulitnya"
"haha" Olivia terkekeh.
"itu kamu saja yang penakut"
"pisang memang menakutkan"
"hehe" Olivia terkekeh kembali.
Olivia semakin erat memeluk Darma. Dirinya merasa senang sekaligus tenang. Ada obat penenang di dekatnya.
"wangi ini. Wangi yang akan membuatku nyaman" batin Olivia.
"anu Boss... Apakah sudah selesai meluknya?" tanya Darma.
"belum. Sebentar lagi" ucap Olivia.
Glek... Darma menelan salivanya. Wuahhhhh cobaan apa iniiiiiii??
"kamu gak nyaman?" tanya Olivia.
"eh!?" kaget Darma.
"kalau begitu tidak apa - apa kan?"
"tapi Boss... Bukankah lebih bagus menghadapi masalah, daripada lari seperti ini?"
Oliviapun melepaskan tangannya dari tubuh Darma. Darmapun merasa bernapas lega.
"sebenarnya aku punya masalah keluarga, Darma. Banyak sekali"
"kalau boleh aku tahu Boss. Siapa tahu ada solusi"
"untuk sekarang aku rasa tidak mau menceritakannya. Mungkin lain waktu" jawab Olivia.
"ah baiklah kalau begitu"
"ayo pulang Darma" ajak Olivia.
"aku sudah tak tahan di sini" lanjutnya.
"iya, kurasa ini sudah sore. Waktunya pulang"
"iya"
"tapi kita pamitan dulu yah"
"kamu saja"
"dengan Boss juga"
"aku tidak mau"
"dengan Boss juga"
"aku tidak mau, Darma"
"ayo Boss, berpamitan dengan ibu Boss"
"aku tidak mau"
__ADS_1
"ada aku di sisi Boss"
Deg... Jantung Olivia berdegup kencang kembali di buat Darma.
"aku akan menemani Boss" ucap Darma dengan menatap mata Olivia.
"bagaimanapun Bu Arinijuga ibumu"
"kamu tidak mengerti. Ibu seperti apa dia itu"
"aku memang tidak tahu seperti apa Bu Arini dulu kepada Boss. Tapi menurutku sekarang dia sudah menjadi baik kan?"
Mata Olivia menjegil menatap Darma. Itu sama seperti Darma.
"Dia bahkan tadi menangis melihat Boss belum memaafkannya" lanjut Darma.
"maaf Darma, aku tidak bisa"
Darma menatap Olivia. Sepertinya masih belum ada ruang di hatinya, untuk memaafkan Bu Arini.
"baiklah Boss"
Darmapun berdiri kemudian berjalan menuju tempat Ucup, Deby, dan Tania untuk berpamitan. Kemudian yang terakhir dia menemui Bu Arini.
"aku pamit pulang dulu Bu"
"iya" jawab memalingkan wajahnya menangis.
"jaga Olivia yah Darma"
"iya Bu"
"Ibu percaya sama kamu"
"iya Bu. Aku janji akan membuat Olivia dan ibu berdamai" janji Darma.
Bu Arinipun memeluk Darma. Darma terdiam, kemudian membalas pelukan Bu Arini.
"kamu orang baik nak" ucap Bu Arini mengusap punggung Darma.
"Aamiin" jawab Darma.
Merekapun melepaskan pelukannya masing-masing.
"Bu coba rasa ingus dan air matanya" ucap Darma.
"Asin kan?"
"iya haha"
"haha kamu ini.
Darmapun pergi menyusul Olivia. Merekapun pergi dari panti asuhan dan kembali pulang. Akan tetapi ketika di tengah - tengah jalan mobil Oliviapun tiba - tiba mogok.
"kenapa lagi ini?" heran Olivia.
"nah ini kemungkinan kawalat dari membenci orang tua"
"itu tak membantu Darma" kesal Olivia.
"maaf"
"duh bagaimana ini?" Olivia menggaruk kepalanya.
"bagaimana kalau kita titipin pada warga sekitar, kemudian meminta bengkel untuk men derek mobil Boss"
"oh Iya, Darma"
Olivia pun teringat punya kenalan. Dia pun menelepon dan menjelaskan apa yang terjadi. Temannya itu pun faham dan akan segera membawa mobilnya menuju tempat service nya.
Oliviapun menitipkan pada warga di dekat sana. Wargapun mengerti dan akan mengawasinya.
Sementara Darma memfoto warga yang di percaya Olivia. Berjaga - jaga jika mereka berbuat yang tidak - tidak.
Hingga akhirnya, merekapun pulang menaiki Bus. Di dalam Bus, Olivia ketiduran dan bersandar pada pundak Darma.
Darma yang merasa keberatan, langsung membenarkan posisi kepala Olivia. Selanjutnya Olivia hanya bersandar di jendela bus. Karena merasa kasihan Darmapun, membiarkan Olivia tertidur di pundaknya. Olivia tersenyum dengan apa yang di lakukan Darma. Ternyata dirinya hanya pura - pura tidur saja. Agar bisa bersandar pada Darma. Dasar Olivia.
Bersambung...
Yo semuanya, pembaca setia The Garabagan... Terima kasih atas semua dukungannya, Baik mulai dari like, vote, dan commentnya. Author sangat Arigatou dan kam sha hamnida...
lihat juga karya Author yang Baru yah... Judulnya Celetre Couple
__ADS_1
Semoga kalian suka yah