The Garabagan

The Garabagan
Episode 80 : On The Way


__ADS_3

Matahari kembali menyinari Bumi, setelah sang malam menghalangi sinarnya. Kini Darma telah berdiri di depan kosannya. Dia tengah menunggu Boss Olivia datang menjemputnya. Mereka telah berjanji berangkat bersama dan pergi menuju Panti Asuhan Limpah Kasih untuk menemui Ucup, Deby, dan juga Tania.


Tak lama kemudian Oliviapun mendatangi Darma dengan mobilnya. Oliviapun menurunkan kaca jendela mobilnya.


"maaf membuatmu menunggu" ucap Olivia.


"haha tidak kok" jawab Darma kemudian masuk kedalam mobil Olivia. Dia duduk di kursi depan bersama Olivia.


"terima kasih Boss" ucap Darma. Olivia tersenyum menatap Darma.


"terima kasih sudah membantu Ucup juga"


Olivia tersenyum mendengar ucapan Darma.


"tidak apa-apa kok. Ini kan emang sudah tugas kita sebagai manusia kan?"


"wohoh betul" Darma menunjuk Olivia.


Oliviapun membalikkan kepalanya menghadap depan kemudian menarik gigi mobilnya lalu menancap gasnya.


"tahu gak Darma?"


"iya"


"tempat itu dekat dengan kotaku dulu tinggal"


"benarkah?"


"iya. Tapi masih agak jauh sih"


"Oh begitu"


"mungkin di sana akan ada orang yang ku kenal"


"semuanya pasti mengenal Boss" jawab Darma.


"Boss kan terkenal" lanjutnya.


"masa?"


"wohoh iyaaa" jawab Darma dengan mimik wajah yang lucu. Oliviapun tersenyum geli.


"Boss ayo putar musik" pinta Darma.


"oh boleh" jawab Olivia "mau lagu apa?" tanyanya.


"hayang kawin ada gak?"


"haha" Olivia terkekeh "kenapa mau lagu itu. Sudah mau kawin kamu?"


"Wehhhhh Boss ini... Belum juga ada calonnya" jawab Darma tersenyum.


"hehe" Olivia terkekeh.


"yah enak aja lagunya" lanjut Darma.


"oh begitu"


"iya"


Oliviapun memutar lagu di mobilnya. Oliviapun menyodorkan handphone nya.


"kamu pilih sendiri" ucap Olivia.


"kalau gak ada jangan ngadat yah"


"haha gak akan lah"


"hehe"


Darmapun mencari lagu kesukaanya itu, namun sayang dalam daftar lagunya, Darma tidak menemukan lagu berjudul 'hayang kawin'itu.

__ADS_1


"Darma" panggil Olivia.


"wah gak ada Boss" ucap Darma kecewa.


"kenapa kamu gak mencari pendamping hidupmu?" tanya Olivia.


"eh?" kaget Darma.


Olivia menatap Darma, kemudian menghadap ke depan kembali dengan tangan yang semakin erat pada kemudi nya. Dia jadi gugup setelah melontarkan pertanyaan itu.


Darmapun lalu menekan tombol lagu yang akan di putarnya.


"yah karena hidupku itu belum benar" jawab Darma.


"hah? Maksudnya?" bingung Olivia.


"yahhh dari segi materi saja, aku belum bisa memberi pada kedua orang tuaku. Belum bisa memberi mereka" jawab Darma.


Olivia menatap kedepannya dengan tatapan hampa. Dia merasa kasihan pada Darma.


"Dan juga yah...." Darma mengambil jeda "Cinta itu Juga butuh makan kan?"


Olivia hanya diam, ingin mendengarkan jawaban dari Darma.


"ekonomi-ku belum memadai. Aku sih bisa bertahan dengan hidup sederhana. Tapi bagaimana kan dengan istriku nanti? Apa dia bisa sama sepertiku? Tiap orang itu kan berbeda"


"terus..." Olivia menatap pada Darma "apakah kamu akan menunggu kaya dulu baru menikah?"


"haha entahlah" Darma terkekeh "Jikalau beruntung sih, aku bisa menemukan orang yang mau bersamaku walaupun keadaanku seperti ini" jawab Darma sembari berpikir menatap ke depan.


"terus berpetualang bersama menikmati roller coaster kehidupan. Bersama - sama tertawa, menangis, tertawa lagi hehe kita saling berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain"


Mendengar cerita dari Darma, membuat Olivia tersentuh. Olivia jadi teringin menggenggam tangan Darma, terus bilang "aku mau bersamamu"


"aku mau bersamamu Darma, walaupun dengan keadaan apapun" batin Olivia. Olivia lalu menghadap ke depan kembali, sesekali melihat Darma.


"Aku ingin jadi orang itu. Orang yang selalu bersamamu. Jadi orang yang menggengam tanganmu erat disaat keadaan sedang berat"


"hehe" Olivia tersenyum.


"hahh..." Darma membuang napasnya "hidup itu seru yah?"


"iya" jawab Olivia.


"kalau hanya begitu pendamping keinginanmu" Ucap Olivia kemudian. Dirinya tidak tahan lagi. Rasanya dia ingin mengungkapkan perasaannya. Jantung Oliviapun kembali merasakan debaran kencang.


"aku..."


"BOSS AWAS ADA ANJING" Darma melihat seekor anjing yang ingin berlari melintas.


Dengan segera Oliviapun menginjak remnya yang membuat mobil berhenti seketika. Merekapun kaget. Anjing itupun malah tidak jadi melintas.


"Dasar Anjing" ucap Darma.


"hahaha hampir saja yah" Darma malah terkekeh.


"ih dasar" kesal Olivia. Oliviapun lalu kembali melajukan mobilnya kembali.


Betapa kejam alam semesta. Ketika Olivia ingin mengutarakan perasaan hatinya, malah ada seekor anjing yang melintas. Hah nasib.


Olivia berpikir, mungkin belum waktunya.


Oliviapun terdiam karena malu sepanjang perjalanan. Sementara Darma, dia bernyanyi dan berteriak sepanjang jalan kemudian akhirnya diapun lelah dan tertidur.


Sampai pada akhirnya, merekapun sampai di Panti Asuhan Limpah Kasih. Darma masih tertidur bersandar pada jendela mobil. Olivia menatapnya, wajah Darma memang terlihat manis saat tertidur.


Olivia lalu melepaskan sabuk pengamannya, lalu perlahan mendekati Darma. Diapun kemudian memegangi rambut yang menghalangi dahi bahkan matanya.


"rambutmu sudah gondrong" ucap Olivia.


Seketika tangannya berhenti bergerak di pipinya Darma.

__ADS_1


"kamu manis sekali saat tidur" batin Olivia.


Oliviapun mulai memajukan bibirnya kemudian menghembuskan napasnya pada wajah Darma.


Darma yang merasakan ada angin di wajahnya, kepalanya pun bergerak dengan mata yang merasa tidak mau di ganggu.


Oliviapun tersenyum lalu meniup kembali wajah Darma. Darmapun bergerak kembali.


Olivia kembali tersenyum melihat Darma. Iapun lalu memajukan bibirnya kembali untuk meniupnya.


Namun ketika Olivia ingin meniupkan napasnya, Darmapun membuka matanya. Diapun melihati Olivia yang tengah memajukan bibirnya. Olivia mematung melihat Darma.


"WUAAAAHHHHHHH" teriak Darma kaget.


"hah" Olivia langsung menjauhi Darma.


"apa yang Boss lakukan?" tanya Darma memastikan.


Oliviapun panik bukan main. Apa yang harus dia lakukan?


"ahhhhh jangan salah paham" ucap Olivia.


"ah?" bingung Darma.


"tadi aku mencoba meniupmu"


"HAH? UNTUK APA?" teriak Darma kaget.


"ada serangga di rambutmu" jawab Olivia panik. Kenapa dirinya malah bohong ini.


"KENAPA AKU MALAH BOHONG INIIII" teriak hati Olivia.


"Hah serangga?" kaget Darma.


"iya" jawab Olivia.


"ada tadi"


"Oh begitu" lega Darma.


"eh? Dia percaya?" batin Olivia heran.


"ku kira itu... Anu..." Darma menutup matanya malu.


"Boss mau menciumku" lanjut Darma.


Deg... Jantung Olivia berdetak kencang kembali.


"ahah gak mungkan kan... Haha...haha...Hah... Aha.." jawab Olivia salah tingkah.


"benarkan haha" Darma jadi ikut tertawa.


Merekapun kemudian saling berdiam diri beberapa saat, bingung mau berbuat apa. Darmapun menggaruk belakang kepalanya gugup. Begitupun Olivia yang memalingkan wajahnya malu.


"Dasar bodoh diriku ini" batin Olivia.


Oliviapun lalu menenangkan dirinya, berulang kali dia mengatur napasnya agar bisa tenang. Akan tetapi rasa malu masih menghantuinya. Ahah gawaaattt.


"AYO KITA TURUUUUN" teriak Olivia mengajak turun.


"A-AyoOOOO" teriak Darma tergagap.


Merekapun kemudian turun, dan menghadap menatap panti asuhan itu dengan tersenyum. Merekapun bersitatap kembali, Darma yang mengingat kejadian tadi langsung mengalihkan pandangnnya. Olivia jadi merasa keadaan sedang canggung.


"ayo masuk" ajak Olivia.


"Oh i-iya" gagap Darma.


Olivia sedikit merasa senang. Dirinya berhasil membuat Darma merasa malu - malu seperti itu. Darma terlihat manis ketika malu - malu. Itulah yang ada di mata Olivia.


Merekapun lalu melangkahkan kakinya segera masuk ke kawasan panti asuhan Limpah Kasih.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2