The Garabagan

The Garabagan
Episode 76 : War Begin


__ADS_3

Diana kembali menemui Olivia di ruang rapat untuk mempresentasikannya tentang ide inovasinya untuk menambah cabang baru.


"temanya adalah Cinta" ucap Diana sembari menunjuk layar proyektor.


"hah?" bingung Olivia.


"dengan tema cinta ini. Pasti banyak dikalangan golongan muda yang akan menyukainya. Dan..."


"aku tolak" ucap Olivia memotong pembicaraan Diana.


"kenapa?" heran Diana.


"ini toko bukan cafee"


"tapi menurutku ini bagus Boss, jarang ada toko Alat-alat media dengan tema Cinta"


Olivia menghembuskan napasnya. Tidak mengerti dengan gadis satu ini.


"kalau di cafee, Tema begini sangat pas karena di sana banyak makanan sesuai dengan tema mereka. Lah ini toko media. Printernya mau dipakaikan stiker Love gitu?"


"boleh juga" jawab Diana.


"aku tak setuju. Maaf"


"hah? Tapi Boss..."


"hahhhh..." Olivia kembali menghembuskan napasnya.


"Diana" Panggil Darma. Sontak Olivia dan Diana mengalihkan pandangan pada orang yang berkata itu.


"iya Darma" jawab Diana.


"menurutku ucapan Boss benar juga. Kalau temanya cinta itu terlalu berlebihan"


Olivia menatap Darma. Dirinya jadi merasa senang, Darma berpihak pada dirinya.


Diana menatap Darma.


"ternyata dia memihak pada Olivia" batin Diana. Diana serasa teriris hatinya melihat dan mendengar Darma malah memihak Olivia.


"boleh kusarankan kalau temanya..." ucap Darma terjeda.


"heh?" kaget Diana. Ternyata Darma ingin membantunya juga.


"Jin Tomang" ucap Darma dengan semangat.


"hah?" bingung Diana.


"dengan tema jin tomang ini, kita bisa mengabulkan apa yang di inginkan pelanggan. Seperti di film-film"


"pppfffttttt" Olivia menahan tawanya.


"ternyata memang aneh orang ini" batin Olivia.


"nah jadi pegawai di toko mu itu harus pada botak. Biar benar-benar mirip"


"kurasa itu lebih aneh lagi Darma" jawab Diana. Ah Diana sepertinya sudah tidak ada harapan.


"tidak, aku tidak boleh kalah. Aku harus bisa menang melawan Olivia" batin Diana membara.


Dianapun lalu menghadap Olivia, dengan tatapan berapi-api. Dia tidak akan menyerah dengan mudahnya.


"Boss terima kasih untuk hari ini. Besok aku akan kembali lagi"


Olivia menatap Diana. Seperti yang ia pikirkan, Diana benar-benar rival yang tangguh. Dia benar-benar gigih memperjuangkan niatnya agar bisa dekat dengan Darma.


"tidak. Aku tidak boleh kalah" batin Olivia.


"baiklah" jawab Olivia.


Dianapun membalikkan badannya kemudian keluar dari ruangan Olivia. Darma menatap kepergian Diana, dia merasa kasihan pada Diana.


"aku harus membantunya" batin Darma.


Olivia melihat Darma yang tengah menatap kepergian Diana. Hatinya jadi terasa terbakar oleh percikan kecemburuan. Oliviapun meremas kertas kemudian melemparnya pada kepala Darma.


Darma menoleh kaget pada Olivia.


"apa Boss?" heran Darma.


"tidak apa-apa" jawab Olivia kesal.

__ADS_1


*****


Keesokkan harinya Diana kembali datang untuk mempresentasikan tentang ide inovasinya untuk menambah cabang baru.


"temanya adalah Hello kitty"


"aku tolak" jawab Olivia.


"heh??" heran Diana.


"itu terlalu cucok Diana. Kalau kostumer laki-lakinya gimana?" sahut Darma.


"benar juga" jawab Diana.


"aku sarankan temanya ...."


Diana menatap binar Darma. Berharap Darma bisa menolongnya.


"Siluman Buto Ijo"


"hahhhh!?" kaget Diana.


"kamu maniak jin yah?" heran Olivia menatap Darma.


"nah jadi pegawai di toko mu itu harus di cat hijau seluruh tubuhnya biar menarik pelanggan"


"gak mau"


"capek deh" pusing Olivia.


*****


Keesokkan harinya.


"datang lagi?" tanya Olivia.


"iya, aku tak akan kalah" jawab Olivia dengan mata membara.


"oh baguslah" puji Olivia.


"sekarang apa lagi temanya?"


Zeng... Zeng...


"tunggu Diana. Biarkan aku melontarkan ide ku" potong Darma.


"ah baiklah" jawab Diana.


"hahhhhh.... " Olivia menghembuskan napasnya. Entah ide gila apalagi yang akan Darma katakan.


"kusarankan temanya Wewe gombel"


"Ahhhhhhh...." Diana dan Olivia langsung terjatuh tergeletak mendengarnya.


"eh? Kalian kenapa?" bingung Darma.


"KENAPA JIN MULUUUUU???" teriak Olivia langsung berdiri.


"karena menurutku itu keren"


"dengar yah, ini toko media. Bukan pernak - pernik halloween" jelas Olivia.


Ah Darma merasa bingung, kenapa idenya selalu di tolak. Padahal itu bagus.


"begini saja" ucap Olivia kemudian.


"ini yang terakhir kalinya. Kalau idenya tidak menarik, Aku tidak akan menyetujui lagi cabang baru ini"


Diana mengepalkan tangannya. Merasa sebal dengan setiap kebijakan Olivia. Diana merasa Olivia tidak adil. Dia selalu menolak ide dari dirinya. Diana jadi merasa apapun idenya akan Olivia tolak, karena dia tidak ingin Diana dekat dengan Darma. Benar-benar menyebalkan.


"baiklah" jawab Diana.


Diana pun mulai menghidupkan proyektornya. Kemudian mempresentasikan ide-idenya.


"menurutku, dengan adanya cafee dan tema yang beraneka ragam ini dapat menarik pelanggan secara cepat"


"jadi kamu ingin memakai semua tema ini dan juga menambah sebuah cafee?" tanya Olivia.


"iya menyesuaikan apa yang sedang rame di setiap bulannya"


"itu akan membuang biaya" potong Olivia.

__ADS_1


"tapi dengan cara ini aku yakin banyak pelanggan juga yang berdatangan. Coba bayangkan walaupun mereka sedang tidak membutuhkan barang - barang media, pelanggan dapat bersantai dan menikmati makanan dan minuman di tempat ini. Belum lagi tempatnya juga berada di setiap pusat industri. Jadi jika ada pegawai yang sedang stres bisa mampir untuk menikmati secangkir kopi yang nikmat"


"tenang saja walaupun memerlukan biaya yang lumayan, di tiap awal bulan. Akan tetapi pelanggan yang ada tidak akan pernah bosan. Dan aku yakin penghasilan dari kita itu akan melebihi modal awal"


"Hmmmm.... Menarik" ucap Olivia penasaran.


Diana membulat menatap Olivia. Dirinya tidak percaya Olivia akan mengatakan hal itu.


"baiklah. Aku ijinkan" ucap Olivia.


"tapi dananya sebagian dari penghasilan toko kamu yah"


Mata Diana membulat mendengar hal itu, benar-benar tak percaya dengan apa yang barusan Olivia ucapkan. Dirinya berhasil menambah cabang baru toko dan bisa dekat dengan Darma.


"baik Boss. Jadi nanti saya akan mempromosikan Wati menjadi manajer di toko Destiny 47"


"Ok baiklah. Selamat..." Olivia melambaikan tangannya.


Diana menatap tangan yang melambai itu. Rupanya Olivia benar-benar orang yang profesional, tidak mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaannya.


"kamu sudah jadi owner"


Dianapun tersenyum kemudian membalas lambaian tangannya itu.


"terima kasih Boss" jawab Diana.


"AAAAAAAHHHHH" teriak Darma. Mereka berduapun melihat ke arah orang yang berteriak itu.


"kenapa kamu ini?" tanya Olivia.


"gak apa-apa?" ucap Darma menundukkan kepalanya.


"Diana sudah jadi owner" batin Darma.


"tapi aku masih jadi asisten. Aku jadi merasa malu sebagai lelaki. Hebat sekali Diana"


Darmapun lalu menatap Olivia.


"aku akan membuatmu yakin Boss. Kalau aku juga bisa seperti Diana"


Olivia menatap aneh Darma. Kenapa Darma menatapnya? Apakah ada yang aneh dengan perilaku Olivia.


Darmapun menghampiri Diana. Kemudian tersenyum ke arahnya.


"selamat" ucap Darma.


"i-iya" jawab Diana.


Darma lalu menatap Olivia kembali.


"apakah ada pekerjaan untukku Boss?" tanya Darma.


Olivia menatap Darma.


"kenapa tiba - tiba?" heran Olivia.


"aku akan bekerja keras lagi" jawab Darma.


"kamukan udah bekerja keras" jawab Olivia tersenyum.


"aku akan lebih, lebih lagi bekerja keras"


"hehe" Olivia tersenyum, dia jadi terpikir sebuah ide.


"kalau begitu antar aku ke Destiny Restaurant" jawab Olivia.


"hah?" kaget Darma. Diana juga terkaget dengan serangan Olivia barusan.


"tidak mau?" tanya Olivia.


"baiklah" jawab Darma.


"kalau begitu ayo" Olivia berdiri. Kemudian menarik tangan Darma dan berjalan keluar. Ketika di pintu Olivia melepaskan tangan Darma dan menoleh pada Diana, kemudian menjulurkan lidahnya.


Kepala Diana merasa jengkel.


"akan ku balas kau Olivia" kesal Diana.


BERSAMBUNG...


Mohon maaf jarang upload, dikarenakan beberapa hari ini agak sibuk jadi gak sempat menulis. Dan juga minta do'anya kepada teman-teman, beberapa hari kemarin kerabat saya meninggal. Semoga amal ibadahnya fi terima di sisinya dan di hapuskan semua dosanya. Aamiin

__ADS_1


__ADS_2