The Garabagan

The Garabagan
Epesode 79 : Aku Antar


__ADS_3

Keesokan harinya, Olivia telah selesai memakai lipstik naturalnya. Diapun lalu siap pergi ke kantor.


Seperti biasa Olivia lebih memilih mengemudi sendiri. Dia jadi suka mengemudi sendiri, karena dia punya keinginan untuk mengantar Darma pulang ke kosannya. Akan tetapi dia belum berani berbuat hal itu sampai saat ini.


Dan hari ini, dia harus lebih berani dari kemarin. Dia harus bercerita tentang masa lalunya pada Darma, dan juga harus lebih berani melakukan hal yang membuatnya senang dari Darma.


Diapun sampai di parkiran, kemudian dia menempatkan mobilnya setelah itu keluar dan masuk ke dalam kantor. Oliviapun lalu naik lift dan pergi menuju ke ruangannya.


Olivia melihat Darma belum datang. Ada apa dengannya? Apa dia terlambat? Itulah pertanyaan yang ada di benak Olivia.


Satu jam kemudian, Darmapun datang ke kantor. Olivia menatap Darma.


"maaf Boss aku telat" ucap Darma.


"kemana saja sih?"


"ada beberapa hal yang harus ku urus"


"urusan apa?" tanya Olivia.


"urusan membantu teman-temanku"


"membantu apa?"


Darma diam sejenak. Apakah dirinya harus bilang bahwa tadi pagi, Darma telah selesai membuat selembaran untuk mencari ayahnya Ucup.


"sebenarnya dari semenjak dari sebulan lalu, aku selalu mencari orang yang bernama Burhan Aliansyah. Apakah Boss tahu?"


"enggak. Emang kenapa?" penasaran Olivia.


Darma berpikir sejenak. Apa tidak apa-apa dirinya memberitahu Olivia, kalau dirinya itu sedang mencari seorang ayah dari ucup dan adik-adiknya.


"yah ku rasa aku harus bercerita. Siapa tahu Boss bisa membantuku" batin Darma.


Darmapun kemudian menarik kursinya lalu duduk dekat Olivia.


"sebenarnya..."


Darmapun lalu menceritakan tentang bagaimana Darma, Ucup, Debby, dan Tania. Darma lalu bercerita bahwa mereka selama ini tinggal bersama neneknya, ketika ibu mereka meninggal. Ayahnya pergi merantau ke kota untuk pergi mencari nafkah mereka. Biasanya Ayahnya selalu pulang setiap tiga bulan sekali. Akan tetapi di saat Ucup, Debby, dan Tania menunggu kedatangan ayahnya itu. Ayahnya tak kunjung kembali.


Sebulan kemudian nenek mereka meninggal, mereka tak tahu harus bagaimana saat itu. Namun dari RT tempat desanya tinggal menyuruh seseorang untuk mengasuh mereka. Akan tetapi perlakuan orang itu sangat buruk.


Jadi Ucup mengajak adik-adiknya untuk pergi ke kota ini mencari ayahnya. Karena kata orang-orang di desanya, Burhan merantau ke Jakarta Barat.


Mereka tidak tahu apapun ketika tinggal di kota. Ketika mereka hendak kelaparan di tengah kerasnya kota. Masih banyak orang yang tidak mempedulikan mereka. Itu semua karena ada berita seorang pengemis milyader yang bisa membeli apapun dari hasil mengemisnya. Padahal orang itu orang berada. Itu sebabnya hampir semua orang tidak mempercayai pengemis lagi.


Darmapun bercerita, dirinya telah membawa Ucup dan kedua adiknya itu ke panti asuhan di Jakarta Barat. Dan setiap rabu, Darma selalu mengunjunginya.


Kemudian tadi ada alasan mengapa Darma terlambat. Dia di beri info oleh Ferdian, kalau Burhan bekerja di sebuah pabrik di Jakarta Barat.


Pada subuh dini haripun Darma berangkat menuju lokasi pabrik itu. Akan tetapi, katanya Burhan sudah tidak bekerja di sana lagi.


Pssssttttttr.... Olivia menyusut hidungnya dengan tisu. Tidak di sangka Olivia sedih mendengar cerita dari Darma. Dirinya sampai berlinang air mata.


"sungguh kasihan sekali Ucup dan adiknya itu" ucap Olivia.


"iya" Jawab Darma.


"kenapa kamu tidak bilang. Mungkin aku bisa bantu" ucap Olivia kembali sembari menitikkan air matanya.


"Maaf. Karena aku tidak mau merepotkan Boss"


"dasar bodoh. Aku kalau tahu ada masalah seperti ini mungkin akan menyewa orang untuk membantu mencari"


"benarkah?"

__ADS_1


"iya" angguk Olivia.


"kalau begitu, aku mohon bantuannya Boss" pinta Darma menempelkan tangannya.


"hmmm" angguk Olivia tersenyum. Darmapun ikut tersenyum.


"oh iya..." Darmapun menyogoh ponselnya.


"ini poster iklannya Boss" Darma menunjukkan ponselnya pada Olivia.


"iya bagus" puji Olivia.


"kirimin ke aku lewat Whatsapp"


"ouh iya Boss"


Darmapun lalu mengirimnya melalui Whattsapp. Olivia menerimanya dan mengirimkannya pada Renita.


"Oh yah Darma, apakah kamu besok mau ke panti asuhan itu?"


"iya"


"oh jadi yang kamu anggap teman - temanmu itu mereka yah?"


"iya benar" senyum Darma "Boss harus bertemu Mereka. Mereka seru loh"


"Oh yah? Apa boleh besok aku ikut denganmu?"


"tentu saja, akan ku perkenalkan mereka pada Boss nanti"


"hehe aku tunggu"


Merekapun tersenyum saling memandangi masing - masing.


"Oh yah hari ini kita ada beberapa kerjaan..."


"jadi..."


Dan pada akhirnya Olivia melupakan dirinya mau bercerita tentang masa lalunya pada Darma. Dan sekarang ada yang lebih penting yakni membantu Ucup dan adik - adiknya.


Waktu pulangpun tiba. Olivia berniat untuk memberanikan dirinya untuk mengantar Darma pulang ke kosannya.


"Darma" panggil Olivia pada Darma yang tengah menambil tasnya.


"iya Boss"


"itu... Anu..." Olivia jadi gugup jadinya. Jantungnya sampai berdebar kencang.


Darma menatap Olivia bingung.


"ada apa Boss?" tanya Darma.


"itu anu..." Olivia memegang erat celananya saking gugupnya.


"apa Boss? Apakah..."


Olivia menatap Darma. Apakah Darma tahu bahwa dirinya mau mengajaknya pulang. Tapi tidak mungkin.


"Boss lapar?" tanya Darma.


"eh?"


"Pastinya yah haha" Darma memegangi perutnya.


"aku juga kalau malam hari suka merasa lapar" lanjut Darma.

__ADS_1


"bukan" elak Olivia.


"eh terus?" bingung Darma.


"itu anu... Apakah kamu tak lelah berjalan kaki ke kosan?"


"tidak soalnya dekat"


Hahhhh? Olivia mau berkata apa lagi ini. Dia jadi bingung. Yah emang sih kosan Darma lumayan dekat, tapi Olivia ingin mengantarnya.


"mau naik mobil?" tanya Olivia. Akhirnya dia bergerak.


"wahhhhh benarkah?" kaget Darma.


"hihi iya" jawab Olivia tersenyum.


"ah tapi tidak apalah, Cukup dekat kok. Nanti merepotkan Boss"


"tidak apa-apa" jawab Olivia.


"baiklah" jawab Darma.


Akhirnya keinginan Olivia terwujud untuk mengantarnya. Oliviapun lalu mengantar Darma pulang ke kosannya menggunakan mobil sportnya.


"makasih Boss" ucap Darma keluar dari mobil.


"Darma" panggil Olivia.


"iya Boss?"


"besok aku jemput yah"


"oh iya Boss" jawab Darma.


"selamat malam"


"selamat malam juga Boss. Mimpi indah. Semoga nanti di mimpinya ada Teletubbies yang salto menghibur Boss, terus kalau ada penjahat di mimpi Boss Teletubbies itu akan bantuin Boss dengan tembakan 'puding tabi, puding tabi' "


"hehe" Olivia tersenyum. Darma juga ikut tersenyum.


"semoga ada kamu di mimpiku" ucap Olivia kemudian.


"hehe jangan. Nanti malah jadi mimpi buruk loh"


"biarin asal ada kamu"


Deg... Jantung Darma berdetak kencang. Telinganya jadi merah mendengar Olivia berkata seperti itu. Dia jadi terdiam menatap Olivia.


"kalau begitu sampai jumpa besok yah Darma"


"Oh i-iya Boss" gagap Darma.


Oliviapun melajukan mobilnya sembari tersenyum senang. Dia berhasil maju. Bahkan dirinya merayu Darma. Ah pipinya jadi merah kembali.


Kemudian mobilpun berputar balik dan pergi meninggalkan Darma.


Darma tertegun kemudian sadar lalu masuk ke dalam kosannya.


****


Di malam hari Olivia meratap langit - langit kamarnya. Dirinya belum bisa bercerita pada Darma.


"ah sudahlah... Mungkin lain waktu saja" ucapnya.


Oliviapun kemudian mematikan lampunya dan mulai memejamkan matanya tertidur lelap.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2