
Setelah menceritakan semuanya kepada Joy, Evangeline merasa sedikit lebih lega. Setidaknya, kini ada teman yang bisa untuk berbagi kisahnya, dan mau mengerti bagaimana situasi serta kondisinya.
Sementara Joy, meski gadis itu masih belum bisa percaya akan apa yang didengarnya, namun dia mencoba untuk memahami dan memaklumi situasi yang kini sedang dialami oleh sang sahabat.
Dia tak menyangka jika kejadian yang begitu buruk, telah menimpa gadis manja yang selalu diberkahi dengan segala anugrah yang diimpikan oleh setiap anak gadis di dunia ini.
Dia bahkan harus mengalami kehilangan tiga pria berharganya dengan cara berbeda, dan yang paling membuatnya terperangah adalah kenyataan bahwa Evangeline sudah menikah dan kini suaminya bahkan menghilang.
Setelah mendengarkan semua cerita Evangeline, Joy pun membujuk temannya itu untuk sedikit mengisi perutnya demi memulihkan tenaga.
“Sekarang, sebaiknya kau makan. Ingat, kita perlu bergegas untuk menemukan keberadaan suamimu itu,” seru Joy.
Evangeline menatap sang sahabat dengan penuh tanya.
“Bagaimana caranya? Itu mustahil. Aku tak punya cukup petunjuk saat ini,” ucap Evangeline ragu.
“Bukankah kau bilang bahwa Mike ada hubungannya dengan semua ini? Ayo kita lakukan dengan cara criminal hunter. Kita bisa melakukannya meski tidak dengan bantuan anggota klub ku,” jawab Joy mantap.
Evangeline tersenyum tipis dengan sorot mata penuh harap. Joy pun bangun dan menggandeng temannya itu menuju ke meja makan, dimana sudah terhidang semua makanan yang dia bawa sebelumnya.
Selepas makan, kini dua gadis itu pun merencanakan sesuatu untuk bisa mencari informasi mengenai keberadaan Ardiaz, dan lagi-lagi mereka berdua menyasar Mac duff yang menjadi orang yang paling mungkin sedang terlibat dengan suami Evangeline itu.
...❄❄❄❄❄...
Keesokan harinya, Joy dan Evangeline seperti biasa kembali ke rutinas mereka sebagai mahasiswa di Universitas Negeri kota orchid.
Namun di sela kesibukan mereka, keduanya kerap bertemu untuk membahas langkah selanjutnya dalam menjalankan rencana menemukan Ardiaz.
Joy bertugas mencari tahu keberadaan Mac duff, dan kemudian membawa Evangeline untuk bisa bertemu dengan bos sky night itu.
“Besok malam kita akan bergerak. Ku dengar, Kak Mike malam ini baru akan kembali dari luar kota, dan dia biasa pergi ke suatu tempat setelah selesai melakukan pekerjaan. Ayo kita coba ikuti dia, siapa tau kita bisa menemukan petunjuk dari sana,” ucap Joy.
“Apa kau yakin? Aku tak mau sampai terjebak lagi seperti tempo hari. Kau bilang bahwa alkohol yang ku minum kemungkinan adalah rencananya bukan,” tanya Evangeline.
“Kau benar. Bartender yang bertugas malam itu pun sekarang sudah tak bekerja lagi di sana. Ini benar-benar kebetulan yang aneh,” sahut Joy.
Evangeline nampak diam, sementara Joy terus menyedot minumannya hingga tinggal tersiksa es batunya saja.
Dia melihat pasta yang dipesan Evangeline masih utuh dan belum berkurang sedikit pun. Temannya itu hanya mengaduk-aduknya saja tanpa menyuapkan ke dalam mulut.
__ADS_1
“Apa kau makan dengan baik beberapa hari ini?” tanya Joy tiba-tiba.
Evangeline mengangkat pandangannya dan menyahut dengan kening yang berkerut.
“Apa kau makan teratur sekarang?” ulang Joy.
“Oh... Tentu saja. Memangnya kenapa?” jawab Evangeline gugup.
“Eva, ingat. Kau harus tetap sehat agar kita bisa segera menemukan keberadaan suamimu. Jangan sampai kau jatuh sakit hanya karena kegalauan mu. Kau mengerti?” titah Joy.
Evangeline tersenyum tipis, lalu berlahan mulai memakan makanannya.
...❄❄❄❄❄...
Keesokan harinya seperti yang direncanakan oleh Joy dan Evangeline bahwa mereka akan menguntit Mac duff. Keduanya telah bersiap dengan segala perlengkapan yang diperlukan.
Joy sengaja membawa detektif kit yang dimiliki klub secara diam-diam, untuk menunjang aksinya malam ini.
Sebuah kotak berisikan alat-alat komunikasi canggih, kacamata pendeteksi panas serta berbagai macam alat ajaib yang menjadikan mereka mirip detektif sesungguhnya.
“Apa kau sudah siap?” tanya Joy.
Keduanya membawa sebuah ransel yang berisi peralatan lainnya yang memungkinkan mereka beraksi di alam luar seperti tali panjat tebing, teropong dan lain sebagainya, meski entah itu benar-benar perlu atau tidak.
Joy dan Evangeline pun saat ini sudah berada di dalam mobil yang sengaja mereka sewa, demi menghilangkan jekak bilamana aksi mereka tertangkap dan harus melakukan pelarian diri.
“Apa kau yakin dia akan muncul dari sini?” tanya Evangeline.
Joy terlihat sedang melihat ke sebuah arah dengan teropong jarak jauhnya. Mereka saat ini tengah mengintai dari seberang jalan, dimana sky night club berada.
“Dia selalu kemari untuk memastikan sesuatu, tapi entah apa. Aku pernah mengintai tempat itu selama berhari-hari demi menangkap seseorang yang dicari klien kami sebelumnya,” ungkap Joy.
Dia menceritakan bahwa dari pengintaiannya, Joy tak sengaja mengetahui kebiasaan Mac duff yang hampir setiap hari selalu datang ke tempat tersebut, meski hanya sebentar.
Ada kalanya dia tak datang, dan bar tender yang diajak bicara mengatakan bahwa bosnya sedang ada urusan di luar kota.
Hingga Joy pun dengan sendirinya hafal setiap kegiatan Mac duff di klub malam itu.
“Apa kau tahu, setiap kali dia menetap di sana semalaman, pasti ada salah satu petinggi Lucifer yang datang,” tutur Joy.
__ADS_1
“Lucifer? Apa itu?” tanya Evangeline.
Joy menoleh ke arah temennya. Dia menghela nafas sekaligus, sebelum kembali fokus pada teropongnya lagi.
“Kau benar-benar awam dengan dunia gelap seperti ini. Kota ini memiliki dua sisi, gelap dan terang. Sisi terang adalah seperti yang kau lihat seperti biasa.”
“Sedangkan ada aktifitas lain yang terjadi secara terselubung di antara semua kegiatan masyarakat di kota ini, dan Lucifer adalah yang mengatur semuanya,” jelas Joy.
Evangeline nampak berpikir, namun tak juga mendapatkan kesimpulan dari apa yang dijelaskan oleh Joy.
Merasakan bahwa sang sahabat tak merespon, Joy pun kembali menoleh dan mendapati wajah kebingungan di sana.
Dia bahkan sampai menepuk keningnya sendiri dengan sedikit keras karena melihat betapa polosnya Evangeline.
“Maksudku, ada kelompok mafia besar yang mengatur kota ini, dan Lucifer adalah nama kelompok mereka. Kau ini... entah kenapa gadis sepolos kau bisa terlibat dengan hal seperti ini,” ujar Joy.
“Lalu, apa mungkin Mike itu juga terlibat?” tanya Evangeline.
“Bisa saja. Bisnis mereka sangat luas di berbagai bidang. Bahkan kabarnya, ada salah satu perusahaan yang nampak legal, tapi justru itu adalah akar dari Lucifer ini,” jelas Joy lagi.
“Apa kau tahu perusahaan apa itu?” tanya Evangeline.
“Entahlah. Kami belum bisa menembus informasi hingga sejauh itu. Ah, benar. Jika suamimu berkaitan dengan Kak Mike, apa mungkin dia juga ada hubungannya dengan Lucifer?” terka Joy.
Evangeline terdiam. Dia tak pernah berpikir sampai sejauh itu.
Benar. jika melihat betapa misteriusnya masalah ini, bisa jadi memang Ardiaz ada kaitannya dengan kelompok mafia itu. Bagaimana ini? Apa kau baik-baik saja? Batin Evangeline khawatir.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih
__ADS_1