
“Apa kau yakin hanya itu?” tanya Ardiaz.
“Hanya itu. Aku hanya ingin membalasmu karena telah menyelamatkanku waktu itu. Hanya dengan begini aku bisa masuk ke dalam kota tanpa diketahui oleh kakakku. Maafkan aku, Alpha,” ucap Jordan.
Ardiaz terlihat menghela nafas berat. Dia pun kembali menyandarkan punggungnya dan menoleh ke lain arah.
“Lalu, bagaimana dengan gadis itu? Apa Eva akan baik-baik saja? Kau bilang sistem itu serba tahu bukan,” tanya Ardiaz.
Jelas terlihat jika saat ini pria itu merasa khawatir dengan nasib sang istri. Meski mereka berdua selalu saja bertengkar dan tak pernah akur, namun sejak kejadian malam yang mengerikan itu, seperti ada keterikatan diantara keduanya, terlebih karena status mereka yang adalah suami istri, membuat Ardiaz merasa bertanggung jawab kepada gadis itu.
“Sistem enel yang dulu ku buat masih punya banyak kekurangan. Mereka hanya bisa melihat gambar yang tertangkap oleh kamera, dan belum bisa melacak apalagi menyadap. Sistem mereka pun hanya bisa bertahan selama lima menit setiap kali mode aktifasi berjalan,” jelas Jordan.
“Bukan kah sudah diaktifkan?” tanya Ardiaz.
“Di sistem terbaruku memang sistem itu sudah aktif sejak pertama kali aktifasi, tapi di sistem mereka hanya akan aktif setiap kali sensornya tersentuh. Jadi, Selama istrimu itu tak menunjukkan wajahnya di depan kalung itu dan melakukan aktifasi, maka dia akan aman,” ungkap Jordan.
Setelah mendengar penjelasan Jordan, Ardiaz merasa sedikit lega, meski dia tetap khawatir jika saja gadis itu melakukan apa yang tak seharusnya dan membahayakan dirinya sendiri.
Pria itu lalu menghela nafasnya dan kemudian berdiri. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya dan satunya menenteng jaket kulit yang sejak tadi ia bawa.
“Aku akan percaya padamu kali ini. Lain kali, bicarakan padaku jika kau memiliki kesulitan lain, apapun itu,” ucap Ardiaz.
Dia pun lalu berjalan ke arah belakang rumah pondok dan turun ke gudang jerami. Dia mengambil motor yang tersembunyi di sana dan pergi menuju tempat Mac duff.
...❄❄❄❄❄...
Hari penyerangan tiba. Ardiaz yang telah tahu kebenaran tentang Jordan, masih belum memberitahukan kepada Mac duff karena waktu mereka terlalu sempit untuk mempersiapkan semuanya.
Di antara keempat pria itu, hanya Mac duff yang belum tahu skenarionya. Penyergapan berjalan begitu singkat. Sebelum berangkat, Joker sempat berkata pada Ardiaz bahwa bisa saja ini perangkap mereka, mengingat betapa liciknya ketua Lucifer.
Ditambah, kemungkinan mereka telah melihat wajah Ardiaz dan menganggap bahwa adik Aaron itu adalah adik Devon yang melarikan diri.
Di tambah kejadian di dermaga dan di pabrik pengolahan ikan sebelumnya, kemungkinan besar kehadiran mereka telah diketahui oleh kelompok itu.
Joker berpesan untuk mundur atau bersiap menghadapi kemungkinan terburuknya.
Ardiaz memilih maju, karena sejak awal dia sudah bertekad untuk mengungkap semuanya.
Saat mereka telah berhasil melewati hutan, Mac duff berkata bahwa penyergapan ini berjalan terlalu mudah. Hal itu membuat Ardiaz dan juga Joker terlihat gelisah, karena bisa saja kemungkinan terburuk yang mereka bayangkan terjadi.
Namun, mereka terus maju hingga keberadaan mereka diketahui oleh penjaga di pintu belakang. Dengan cepat, mereka berhasil melumpuhkan para penjaga dan masuk ke dalam.
Kejutan besar terjadi, dimana ternyata mereka telah ditunggu oleh sepasukan besar Lucifer yang sudah bersiap di dalam sana, dengan menodongkan senjata mereka ke arah pintu masuk.
__ADS_1
Sudah tak ada jalan keluar lagi. Mereka terkepung dari segala arah.
Seorang pria yang pernah dilihat oleh Ardiaz lewat layar macbook Jordan, nampak duduk di tengah ruangan dengan seorang pria bertubuh kekar di sampingnya. Dia alah Devonshire Anggara, sang Emperor Lucifer.
Di sinilah, drama terjadi ketika Devon mengucapkan terimakasih kepada Joker, karena telah membawa adiknya kembali.
Ardiaz sempat terkejut, namun otak cerdasnya langsung mencerna kemungkinan Joker adalah agen ganda, mengingat siapa dia sebenarnya.
Akan tetapi, di sini Mac duff lah yang begitu terlihat panik dan terkejut. Dia bahkan menoleh ke arah Ardiaz. Si ahli melarikan diri itu bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
Apa lagi saat Devon mengatakan bahwa Ardiaz adalah adiknya. Padahal jelas-jelas rekannya itu adalah adik Aaron, putra bungsu dari keluarga Danurendra yang telah dibantai bertahun-tahun yang lalu.
Joker pun kemudian berpindah tempat dan berdiri di samping Devon, membuat Mac duff semakin tak mengerti.
"Oh, sh**it! Memang tidak baik sesuatu berjalan begitu mudah," umpat Mac duff.
Dia sudah merasa sejak awal misi ini terlalu mudah dan mencurigakan. Namun dia tak menyangka jika akan jadi seperti ini.
Setelah Joker berpindah tempat, Devon memerintahkan Vermont untuk menangkap kedua pria muda itu.
“Alpha...,” panggil Mac duff panik.
“Bersiaplah. Kita akan habis-habisan di sini,” ucap Ardiaz lirih.
“Oke, tapi kau berhutang penjelasan pada ku,” sahut Mac duff.
Pintu depan tiba-tiba jebol karena sebuah mobil menabraknya dan menerobos masuk paksa.
Mobil itu membuat semua pengawal menyingkir. Meski ada beberapa yang mencoba menghalangi, namun ditabrak begitu saja oleh pengemudi mobil tersebut.
Devon yang sejak tadi duduk di tengah ruangan pun di amankan oleh anak buah ya agar menyingkir dari terjangan mobil gila itu.
Karena dilengkapi dengan anti peluru, mobil pun tetap baik-baik saja meski dihujani tembakan oleh anak buah Lucifer.
Setelah berhasil menyingkirkan penghalang, mobil pun berhenti, tak jauh di depan kedua rekannya, serta berhasil memblokir para pengawal dari Ardiaz dan juga Mac duff.
“Alpha, Delta, cepat asuk mobil,” seru Jordan yang datang menolong.
Ardiaz dan Mac duff merasa lega, dan mereka pun hendak berlari ke arah mobil untuk melarikan diri.
Namun, kelegaan itu tak berlangsung lama. Belum juga selangkah mereka berlari, ekor mata Ardiaz menangkap keberadaan seorang pengawal Lucifer yang membawa sebuah basoka, dan mengarahkan ke arah mobil, dimana rekannya berada.
“Charlie, keluar dari sana!” pekik Ardiaz.
__ADS_1
Jordan mengerutkan keningnya karena tak melihat bazoka yang diarahkan kepadanya.
Semua pengawal Lucifer telah menyingkir. Di tengah ruangan tinggal ketiga pria muda itu.
Ardiaz yang melihat Jordan masih diam di tempat, mencoba maju untuk menolongnya, namun Mac duff mencegah dia melakukan hal tersebut.
Ardiaz semakin khawatir. Percikan telah muncul dari ekor misil dan membuat dia semakin panik.
“CHARLIE, AWAS!” pekik Ardiaz.
Dia berlari dan melihat rekannya sudah membuka pintu. Seketika, Ardiaz menarik lengan hacker itu dan mereka berhasil lompat tepat sebelum misil bazoka mengenai mobil.
DUAAAAARRRRRR!!!!
Ledakan pun terjadi, menghancurkan seluruh badan mobil dan bahkan menyebabkan kerusakan parah pada bangunan.
Beruntung posisi mereka tak jauh dari pintu keluar sehingga Mac duff dan Ardiaz tak mendapatkan luka parah. Namun, kedua oria itu begitu terkejut saat melihat teman mereka yang satunya tergeletak, tepat di depan pintu masuk dengan bagian kepala yang berdarah.
Sebagian wajahnya bahkan terluka karena ledakan dan tak sadarkan diri di tempat. Ardiaz hendak mengangkat tubuh rekannya agar mendapatkan penanganan segera.
Namun, saat semua panik melihat kondisi Jordan yang seperti itu, tepat saat kekacauan terjadi, sepasukan anak buah Lucifer mengepung mereka kembali sambil menodong mereka dengan pistol.
Devonshire muncul bersama Vermont.
“Ikut aku, makan temanmu juga akan selamat,” ucap Devon.
Melihat sikap Devon yang seperti ini, membuat Ardiaz geram. Dia mengepalkan tangannya dan berdiri hendak menyerang pria itu.
Namun, baru saja melangkah, Ardiaz kembali berhenti saat Emperor Lucifer itu kembali bersuara.
“Ah... Benar. Jika kau menurut, maka gadis itu juga akan selamat,” ucap Devon lagi.
Seketika Ardiaz membeku. Dia bahkan tak melawan saat Vermont mengikat kedua tangannya ke belakang.
Sementara itu, Mac duff terus meronta tak terima saat dia harus mendapatkan nasib sial seperti ini, tanpa tahu apa yang sedang terjadi.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih