They Call Me, Macbeth

They Call Me, Macbeth
BABAK 2 : Tertangkap


__ADS_3

Joy kembali duduk dengan tegap, dan meminta Evangeline untuk pergi ke jalur itu. Istri Ardiaz tersebut pun mengikuti arahan Joy, karena bagaimana pun dia yang lebih tau medan di kota ini.


Sepanjang perjalanan, mata Joy terus mengedar, berharap melihat mobil yang lepas dari pantauannya beberapa waktu lalu. Dia pun memakai teropongnya untuk melihat ke jarak yang lebih jauh.


“Ada cahaya bergerak di sana. Cepat kejar. Itu pasti mobilnya,” seru Joy.


“Apa kau yakin?” tanya Evangeline lagi.


“Bukankah tidak ada lagi mobil yang masuk ke jalur ini setelah dia? Ayo cepat kejar!” seru Joy lagi.


Evangeline pun menginjak pedal gas dan melajukan mobil secepat yang dia bisa. Hingga akhirnya, mereka berhasil untuk semakin mengikis jarak.


Joy terus memantau kemana mobil Mac duff pergi, hingga akhirnya mobil berbelok masuk ke dalam area sebuah kastil tua, yang berdiri kokoh di antara dinginnya pegunungan itu.


“Kenapa dia pergi ke sana?” gumam Joy.


“Ada apa? Apa kita kehilangan dia lagi?” tanya Evangeline.


Joy pun mengatakan kemana target mereka berada saat ini, dan meminta Evangeline untuk berhati-hati memarkirkan mobilnya, dan menjaga jarak agar mereka bisa mengintai tempat tersebut tanpa dicurigai.


Tepat seratus meter dari kastil, Joy meminta Evangeline menyembunyikan mobil mereka di antara pepohonan pinus yang tumbuh tinggi di sana.


“Kita tinggal saja mobil di sini. Akan lebih aman jika kita mengendap-endap di hutan sebelah sana,” seru Joy.


Dia menunjukkan ke arah seberang, dimana terdapat hutan dengan pinus lain yang tumbuh tinggi dan gelap, yang berada tepat di seberang kastil. Gadis berambut pendek tersebut mengajak temannya itu untuk mengintai dari sana.


Namun, saat dia hendak menyeberang, sebuah cahaya dari mobil di kejauhan membuat keduanya kembali bersembunyi di dalam semak hutan pinus.


Setelah mobil tersebut melewati mereka, keduanya pun segera berlari ke seberang.


Evangeline yang berlari di belakang, melihat bahwa mobil yang lewat tadi juga masuk ke dalam kastil.


Dia hendak menyampaikan hal tersebut pada Joy dan mengejar gadis berambut pendek itu. Namun tiba-tiba saja gerakannya terhenti, saat ekor matanya menangkap sosok yang keluar dari dalam mobil.


Dia seolah membeku di tempat saat menyaksikan orang yang selama ini dikabarkan telah meninggal, berdiri tepat di hadapannya, dan kali ini dia dalam kondisi sadar sepenuhnya.


Matanya tak bisa lepas dari sosok itu. Bahkan ketika Joy menyadari Evangeline masih berdiri di tempat yang mudah terlihat oleh penjaga dan berusaha memanggilnya, istri Ardiaz itu tak menghiraukan sama sekali.


Matanya tak bisa lepas dari pria yang mengenakan topi dan jaket baseball di dalam pekarangan kastil sana.


Seolah terhipnotis, kakinya bahkan melangkah sendiri dan berjalan keluar dari kegelapan, mendekat ke arah kastil.


Joy panik karena di depan sana terdapat begitu banyak pengawal Lucifer, dan Evangeline bisa celaka jika sampai mereka mengetahui keberadaan gadis itu di sana.


Melihat dari lokasinya, sudah jelas bahwa tempat tersebut pasti merupakan salah satu markas King mereka.


Joy berusaha menyusul Evangeline, akan tetapi gadis itu sudah hampir naik ke jalan, hingga tiba-tiba Joy melihat sekelebat bayangan mendekati temannya, kemudian...

__ADS_1


SRAAAK! SRAAAK!


Bayangan itu menarik Evangeline ke dalam kegelapan hutan pinus, dan seketika Joy pun mengejarnya.


Matanya membelalak kala melihat jika saat ini Evangeline tengah dibekap oleh seseorang. Joy tak bisa melihat wajahnya karena di sana begitu gelap. Meski begitu, Berkat kaca mata pendeteksi panas, gadis berambut pendek itu bisa mengejar orang asing tadi.


Suasana mendadak menjadi tegang.


“Lepaskan temanku!” seru Joy berhati-hati.


Sementara Evangeline mencoba meronta, namun tak bisa melawan karena kalah tenaga.


“Aku akan lepaskan kalian, asal kalian segera pergi dari sini. Ini bukan tempat untuk gadis kecil seperti kalian,” ucap pria itu.


Evangeline menggeleng kuat pertanda dia tak mau. Dia sudah melihat suaminya ada di dalam kastil dan dia tak ingin melewatkan kesempatan lagi.


Namun, Joy merasa jika aksi mereka malam ini harus berakhir karena sudah tertangkap oleh anggota Lucifer.


Akan tetapi, saat Joy hendak berucap, cahaya bulan masuk menyingkap kegelapan hutan dan jatuh mengenai pria yang saat ini berada di belakang Evangeline.


Matanya pun membola dengan bahu yang turun.


“Kak Mike,” panggilnya lirih.


Dia melihat Mac duff tepat di depannya, tengah membekap Evangeline dengan tatapan lurus tanpa ekspresi ke arahnya.


Mendengar Joy memanggil pria di belakangnya dengan nama 'Mike', Evangeline pun menjadi semakin kuat meronta. Dia ingin menanyakan sesuatu tentang suaminya pada pria tersebut.


Dia semakin yakin jika Mac duff pasti berkaitan dengan Ardiaz, apalagi sekarang mereka berdua berada di tempat aneh yang sama.


Dengan berani, putri Hemachandra itu pun membuka mulut dan menggigit telapak tangan Mac duff dengan sangat keras, hingga pria itu pun melepaskan rangkulannya di leher Evangeline.


Melihat tangkapannya lepas, Mac duff pun berbalik dan hendak pergi kembali menghilang di kegelapan.


“Bawa aku menemui Ardiaz,” seru Evangeline.


Mac duff menghentikan langkahnya, namun tak berbalik dan hanya melirik ke samping sekilas.


“Aku tau kau berhubungan dengannya. Tolong biarkan aku menemuinya. Biarkan aku melihatnya sekali saja, dan mendengar langsung dari mulutnya jika dia tak mau lagi bertemu denganku. Ku mohon,” pinta Evangeline.


Nampak bening meleleh dari matanya yang jernih. Dia sudah tak tau harus bagaimana lagi untuk bisa menemui Ardiaz.


Namun, Mac duff tak menyahut sama sekali dan kembali berjalan pergi meninggalkan kedua gadis itu di dalam hutan.


Saat Evangeline hendak mengejar Mac duff, Joy menahannya.


“Jangan, Eva. Ini terlalu berbahaya. Sebaiknya kita hentikan sampai di sini saja,” bujuk Joy.

__ADS_1


Evangeline terduduk di tanah. Dadanya sakit. Sudah begitu dekat dia dengan Ardiaz tapi dia tak bisa muncul untuk menemui suaminya.


Kehidupan apa yang kau jalani selama ini, Diaz. Kenapa jadi seperti ini? Batin Evangeline.


Joy mengusap wajahnya kasar melihat Evangeline yang kembali menangis seperti ini.


“Eva, sebaiknya kita segera pergi. Di sini bukan tempat kita. Ayolah,” ajak Joy.


“Tapi suamiku ada di sana. Apa kau tak lihat mobil tadi? Pria di mobil itu adalah Ardiaz. Aku harus menemuinya sekarang juga. Apa kau tak mengerti juga, hah?” sanggah Evangeline kesal.


“Tapi Eva, Kak Mike benar. Ini bukan tempat untuk kita. Ini terlalu berbahaya. Kita pikirkan caranya lagi nanti. Sekarang, kita harus segera pergi dari sini,” bujuk Joy.


“Kau tidak mengerti perasaan ku, Joy. Jika kau mau pergi, pergilah. Biarkan aku yang ke sana sendiri. Sejak awal, ini juga bukan urusanmu,” ucap Evangeline.


Dia bangun dan melangkah hendak menuju kastil, akan tetapi Joy kembali meraih tangan Evangeline dan mengajaknya pulang.


Sikap keras Evangeline membuat gadis itu terus menepis tangan Joy, hingga akhirnya.


PLAAAK!


Sebuah tamparan tepat mendarat di wajah cantik istri Ardiaz. Joy terlihat mengepalkan tangannya dengan nafas yang memburu. Sementara Evangeline tertegun, meraba pipinya yang panas.


“Sadarlah. Jika seperti ini caramu, kau hanya akan semakin jauh dari suamimu. Pengawal di sana itu tidak akan pernah membiarkan kau mengganggu mereka. Kau hanya akan mati konyol tanpa bisa menemui suamimu lagi."


"Aku yakin sebelumnya di sini pun ada penjaga. Tidak mungkin area ini dibiarkan kosong begitu saja. Pasti Kak Mike lah yang sudah menyingkirkan mereka agar kita tidak tertangkap, karena tahu kita mengikutinya sejak tadi, dan memberitahu kita agar segera pergi dari sini. Apa kau mengerti betapa berbahayanya Lucifer itu, hah?” ucap Joy geram.


Evangeline masih diam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.


“Jika kau memang masih mau keras kepala, silakan saja. Jangan datangi aku jika sampai kau jadi arwah penasaran, karena tak bisa menemui suamimu sebelum mati,” lanjut Joy.


Gadis berambut pendek itu pun lalu berjalan pergi, meninggalkan Evangeline yang masih diam di tempatnya. 


.


.


.


.


Buat pembaca baru, karena alasan maraknya kasus copyright, jadi di bagian awal aku hapus semua gambar visual novel ini dan baru aku tambahin di bab sebelumnya.


kalau mau lihat siapa aja yg jadi visual novel ini, bisa lihat di sorotan IG othor ya @shan_neen2601


Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2