
Hari pelelangan tiba. Di sebuah gedung pertemuan dengan keamanan yang tinggi, berlantai tujuh. Gedung yang merupakan ikon Distrik Lotus di bagian utara Kota Orchid yang terkenal dengan produksi bunga-bunga yang indah itu, malam ini didatangi oleh banyak tokoh penting dari seluruh negeri.
Kebanyakan diantaranya adalah penisnis dan juga public figure, yang memiliki kepentingan dengan acara malam ini.
Meski pelelangan tersebut bukanlah sesuatu yang lazim dan cenderung berhubungan dengan dunia kriminal serta gangster, akan tetapi acara ini justru legal dan digelar dengan terang-terangan.
Bisa dikatakan bahwa Lucifer merupakan organisasi dunia bawah yang menguasai hampir seluruh area di kota tersebut, bahkan separuh negeri menjadi daerah teritorialnya.
Ketua Lucifer sendiri memiliki perusahaan di pusat kota, yang menjadi kamuflasenya di dunia atas, dan menjadi alat untuk berhubungan langsung dengan para kliennya.
Keuntungan dari pelelangan lima tahun sekali ini sangatlah besar, dan banyak para petinggi, pengusaha, serta publik figur lainnya yang turut hadir dan memiliki kepentingan dengan acara tersebut.
Kebanyakan diantaranya karena mengincar barang mewah nan langka, yang hanya bisa didapatkan di acara tersebut. Mereka tak peduli bahwa benda tersebut didapat dari cara legal ataupun ilegal.
Namun tak jarang juga diantara mereka yang justru menargetkan untuk memenangkan nyawanya sendiri, yang sengaja dilelang di sana, karena menjadi buruan dari pihak lain yang ingin membunuhnya.
Biasanya mereka yang menjadi target lelang, adalah orang yang sudah berkecimpung di dunia bawah dan memiliki banyak rahasia akan sebagian besar orang-orang dipermukaan, sehingga mereka ingin menyingkirkannya.
Jika dia bisa menebus nyawanya sendiri, maka dia bisa bebas dan nyawanya ilegal di bunuh. Begitu pun sebaliknya. Jika ada orang yang bisa mendapatkannya, maka membunuhnya pun tidak akan pernah dihitung dalam tindak pidana apapun.
Kali ini, target dari Ardiaz dan rekan-rekannya adalah nyawa seseorang yang berkaitan dengan orang-orang yang telah menghasud sang kakak, Aaron, yang kebetulan memiliki keterkaitan dengan masalah Jordan dan juga Mac duff.
Di dalam tempat tersebut, nampak semua pelayan mengenakan kemeja putih berjas hitam, lengkap dengan topi serta topeng putih berkumis dengan bibir yang tersenyum.
Sementara para tamu dan peserta lelang lainnya, mengenakan pakaian formal dan memakai topeng pesta masing-masing, yang digunakan untuk menutupi identitas mereka.
Karena bagaimanapun juga, semua yang ada di sana merupakan orang-orang penting dan terkenal di dunia atas. Sehingga sangat penting untuk menjaga identitas mereka agar tak sampai diketahui yang lainnya.
Semuanya masuk dengan menggunakan sebuah kartu anggota eksklusif, yang hanya dikeluarkan sebanyak seratus buah setiap kali lelang akan dibuka dan tidak lebih.
Untuk menjaga keamanan setiap anggota lelang, para pengawal pribadi dilarang untuk ikut ke tempat acara, melainkan menunggu di lantai lima, di masing-masing ruangan yang disediakan.
__ADS_1
Di sebuah hall besar yang berada di lantai tujuh, semua peserta lelang membaur dan menikmati jamuan yang disajikan. Para pelayan berseliweran, sembari membawa nampan dengan sampanye di atasnya.
Mereka semua seperti orang asing yang tak saling mengenal. Hanya sebagian kaum selebritis atau publik figur lainnya yang memilih berbincang satu sama lain.
Akan tetapi untuk tamu khusus yang memiliki tujuan tertentu, memilih untuk menyingkir dari keramaian dan memperhatikan setiap gerak gerik orang yang ada di sana.
Di kejauhan, seorang pria bertubuh besar terlihat berdiri, dengan kedua lengan yang bertumpu pada pembatas. Dia memperhatikan semua orang yang tengah berada pada lantai di bawahnya.
Dia mengenakan pakaian rapi, lengkap dengan sebuah topeng badut yang menutupi seluruh bagian wajahnya.
Seorang pelayan berjalan ke arahnya. Pria tersebut menghentikan pelayan itu dan mengambil segelas sampanye yang dibawa oleh si pelayan.
Pelayan itu hanya mengangguk, dan dia kemudian pergi dari sana. Namun, baru beberapa langkah, pelayan tersebut menoleh sekilas ke arah pria besar itu dan kembali berjalan menjauh.
Sebuah suara dari pemandu acara terdengar menyapa semua orang. Dia meminta semuanya untuk duduk di tempat yang disediakan untuk masing-masing peserta lelang, karena acara akan segera di mulai.
Setelah semuanya menempati posisi masing-masing, lelang pun dimulai. Barang yang keluar pertama kali adalah beberapa lukisan, patung serta ukiran yang menjadi incaran para kolektor barang antik.
Harga yang ditawarkanpun tidak main-main. Hampir seluruhnya dibuka dengan angka seratus juta.
Lelang benda berbentuk rantai kalung emas putih dengan berlian biru yang indah berbentuk hati itu, dibuka dengan harga lima ratus juta.
Banyak para pebisnis yang menginginkannya, demi memanjakan wanita mereka. Begitu pun selebritis yang menginginkan benda tersebut.
Konon benda berharga itu bisa memancarkan aura positif dan memberikan keberuntungan terus menerus bagi pemilknya, baik secara finansial maupun ketenaran.
Legenda itu seolah bukan omong kosong, mengingat dulu ibunda ardiaz pun bukan orang biasa. Dia seorang model dunia yang menikah dengan seorang pengusaha kecil di bidang pariwisata, Danurendra.
Kehidupan wanita itu selalu sejahtera. Bahkan meskipun dia memilih pria miskin, akan tetapi seiring waktu semuanya berjalan lancar dan gelimangan harta pun ia dapatkan dengan mudah.
Namun sayang, semua itu berakhir tragis dengan kejadian pembantaian beberapa tahun silam, hingga kalung berlian itu pun menghilang dan baru muncul kembali sekarang.
Pertarungan para pebisnis itu pun dimulai. Tawar menawar harga berjalan sesuai keinginan penyelenggara lelang. Harga merangkak naik setiap detiknya, seolah mereka tak peduli dengan rakyat miskin yang bahkan tak bisa tidur karena tak tau harus makan apa esok harinya.
__ADS_1
Mereka dengan santainya membuang uang demi barang yang mereka inginkan. Proses lelang tak pernah berjalan mudah untuk benda berharga.
Seseorang harus mau menaikkan harga secara drastis, agar bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
Nilainya pun telah tembus di angka lima puluh milyar, namun seperti belum akan berhenti dan justru semakin menggila.
Kalung indah yang begitu cantik benar-benar menjadi magnet bagi siapapun yang melihatnya. Seorang pria bertubuh tambun dengan perut buncit yang sedari tadi terus bertarung harga, nampak berbisik dengan wanita cantik bertubuh seksi di sampingnya.
Nampak wanita itu mengelus dada pria itu, dan membuat si pria gemuk itu menyeringai, lalu menjawil dagu wanita tersebut dengan nakalnya.
Kemudian tiba-tiba, si pria mengangkat papan miliknya, dan langsung menaikkan harga secara drastis.
“Seratus milyar,” ucapnya.
Sontak semua orang menoleh ke arahnya, dengan mulai bergumam karena harganya sudah sangat tidak masuk akal.
Akhirnya, pemandu lelang pun mulai menghitung angka hingga hitungan ke lima. Namun, tak ada yang berani lagi menawar.
Ketukan palu tiga kali pun menandakan bahwa lelang untuk blue ocean pun selesai, dan dimenangkan oleh si pria bertubuh tambun itu.
Wanita yang duduk di samping pria tadi pun tampak senang dan menciun pipi si pria dengan nakalnya, lalu menggelayut manja di lengansang pria.
Seorang pelayan yang tengah berdiri di belakang kursi peserta lelang, menekan sesuatu di telinganya.
“Targetmu sudah ditentukan. Segera bergerak,” ucapnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih