
Sepanjang perjalan, Evangeline tetap diam di kursi belakang. Joy kali ini mengambil alih kemudi.
Sejak perdebatan mereka di hutan, Evangeline terus diam dan tak berucap sedikit pun pada temannya itu.
Evangeline sejak tadi hanya memandang keluar kaca mobil, dengan wajah yang terlihat tanpa ekspresi. Joy terus melihat ke belakang melalui kaca spionnya, memastikan kondisi sahabatnya.
Ini kali kedua Joy melihat Evangeline bersikap seperti ini, setelah sebelumnya saat dia pulang dari klub pagi itu.
Meski merasa bersalah karena sudah menampar Evangeline begitu keras, akan tetapi Joy merasa itu adalah keputusan tepat untuk menyadarkan sahabatnya, dari obsesi berbahayanya.
Joy yang pergi lebih dulu meninggalkan Evangeline setelah menamparnya, duduk di atas kap mobil seraya menunggu sampai Evangeline kembali.
Bisa saja Evangeline tak kembali dan melanjutkan aksinya menerobos kastil, akan tetapi Joy masih terus di sana, berharap Evangeline berubah pikiran.
Meski dia sudah berbuat kasar pada temannya, tetapi hal itu semata-mata karena Joy ingin menyadarkan sahabatnya betapa bahayanya aksi mereka saat ini.
Beruntung Mike lebih dulu menemukan mereka, dan memperingatkan kedua gadis itu. Jika tidak, bisa jadi sekarang mereka berdua sudah menghilang dari masyarakat.
Tak berapa lama, detertor panasnya menangkap sebuah pergerakan. Tak lama kemudian, Joy melihat kehadiran Evangeline dari kejauhan.
Dia memperhatikan sahabatnya itu yang kini berjalan gontai dengan tatapan yang terus tertunduk.
Joy setidaknya bisa paham betapa putus asanya seorang Evangeline dalam mencari keberadaan suaminya, terlihat dari bagaimana gadis manja itu kini begitu berani bahkan cenderung nekad di setiap tindakan yang dia ambil.
Saat Evangeline sudah mendekat, Joy lebih dulu masuk ke dalam mobil dan mengambil alih kursi kemudi. Sementara Evangeline, istri Ardiaz itu memilih duduk di kursi belakang.
Mobil bergerak meninggalkan lokasi kastil Joker. Dari kejauhan, nampak Mike yang belum masuk ke kastil, memperhatikan mobil kedua gadis itu dan memastikan bahwa keduanya benar-benar telah pergi.
Setelah memastikan mereka pergi dengan aman, Mac duff pun kembali masuk ke dalam kastil.
Dia sadar bahwa sejak awal ada yang mengikutinya. Dia tak menyangka jika mereka akan sampai ke kastil itu. Terlebih saat mengetahui bahwa mereka adalah Joy dan Evangeline.
Mac duff yang tahu siapa Evangeline pun berusaha mengusir keduanya dari tempat berbahaya tersebut, meski dia pun ingin agar Ardiaz bisa menyelesaikan masalahnya dengan Evangeline.
Dia tahu betul jika setelah kepulangan Ardiaz dari Magnolia tempo hari, sikap King palsu itu menjadi berbeda. Ditambah kini Evangeline juga sudah berada di kota yang sama, serta ditambah dengan kejadian beberapa malam yang lalu.
Tapi, dia tahu pasti ini bukan tempat dan waktu yang tepat untuk suami istri itu bertemu, dan dia hanya bisa meminta kedua gadis tersebut untuk segera pergi dari sana.
...❄❄❄❄❄...
Di dalam kastil, Joker yang masik duduk menikmati minumannya bersama Ardiaz, sedang menunggu kedatangan Mac duff.
Karena merasa sudah terlalu lama menunggu, sang King berbadan besar itu pun akhirnya memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menghubungi Mac duff, meminta Duke-nya berhenti bermain dan segera datang menemuinya.
__ADS_1
Namun, baru saja anak buahnya hendak melaksanakan tugas, pintu tiba-tiba terbuka dan Mac duff muncul dari sana.
“Wah... Apa kalian menunggu ku? Aku sangat terharu,” ucapnya begitu masuk ke ruangan.
Dia duduk di samping Jordan dan merentangkan tangannya di belakang adik Devonshire itu.
Netranya melihat minuman di atas meja dan dia pun merubah posisinyanya, menunduk dan menuang minumannya sendiri.
Dia mengangkat gelas dan kembali ke posisi semula, duduk dengan santai di sana.
Semuanya hanya memperhatikan dengan diam. Joker bahkan tampak tak peduli sama sekali dengan tingkah Duke nya itu.
“Dari mana saja kau, hah? Bukankah kau datang lebih awal dari kami?” tanya Ardiaz kemudian.
Dia sudah cukup lama menunggu di sana dan kesal dengan tingkah Mac duff yang begitu santai.
“Ehm... Aku baru saja menemukan dua anak kucing yang tersesat. Aku hanya mengirim mereka pergi saja,” sahut Mac duff sambil menyesap minumannya.
“Baiklah. Aku akan mulai membahas topik pertemuan kita kali ini,” sela Joker.
Dia tak mau kedua anak muda itu terus berdebat, membicarakan hal yang tak penting sama sekali.
Joker nampak mengambil sesuatu dari laci yang berada di bawah meja. Nampak selembar kertas kecil, dan pria besar itu meletakkannya di atas meja.
Keduanya nampak terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mac duff menoleh ke arah Ardiaz, sementara King palsu itu dengan cepat mengambil foto tersebut dan memperhatikannya dengan raut wajah serius.
“Namanya adalah Malcolm Andara. Seorang dokter muda yang beberapa tahun ini bekerja di rumah sakit Kota Wisteria. Dia adalah putra tunggal dari Morgan Andara, CEO Andara Grup, sekaligus calon direktur utama Orchid Central Hospital,” ungkap Joker.
“Realy?” celetuk Mac duff.
Pria itu jelas sangat terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Joker. Begitu juga Ardiaz, meski King palsu itu tak mengucapkan sepatah katapun, akan tetapi dari raut wajahnya bisa menjelaskan semua.
“Alpha...,” panggil Mac duff.
“Apa kau benar-benar yakin jika perusahaan itu terlihat?” sela Ardiaz memastikan kembali informasi yang tempo hari diberikan oleh Joker.
“Aku yakin kau masih ingat pria bernama Howard, yang saat di pelelangan berhasil memenangkan nyawaku bukan?” tanya Joker.
Ardiaz hanya menoleh tanpa mengiyakan. Begitu pun Mac duff yang menunggu kelanjutan dari kata-kata King nya.
“Bukankah sudah pernah ku katakan bahwa dia menjebak kau dan saudara mu untuk menyingkirkan Hemachandra, tujuannya adalah resort ayahmu yang saat ini dipegang oleh mertuamu itu.”
“Dia juga adalah kaki tangan Andara, dan berhasil mendapatkan salah satu anak perusahaan milik grup itu, tepat setelah pembantaian. Dia dulunya hanya seorang pria miskin yang berkawan dengan Morgan, tapi tiba-tiba saja diangkat menjadi salah satu direktur.”
__ADS_1
“Sejak awal targetnya selalu berkaitan dengan keluargamu. Apa itu tidak cukup mencurigakan? Satu hal lagi, hanya Morgan yang memiliki kaitan dengan Howard, sejak sepuluh tahun lalu hingga saat ini, seolah ada keterikatan antara mereka,” terang Joker.
Suasana seketika hening. Semua orang tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Setelah beberapa saat, Ardiaz memutuskan untuk kembali ke tempatnya dan memikirkan apa yang akan dia lakukan terhadap Malcolm.
Meski informasi dari joker cukup meyakinkan, namun dia masih berharap bahwa dokter muda itu tidak terlibat dengan masalah di keluarganya.
Bagaimana pun juga, Malcolm adalah teman sekaligus kakak baginya, bahkan sebelum dia mengenal Mac duff dan juga Jordan.
Banyak hal yang dia bagi bersama dengan dokter itu, termasuk mempercayakan sang istri, juga keluarganya di Wisteria.
Jika benar bahwa Malcolm berkaitan dengan dalang di balik peristiwa pembantaian keluarganya, Ardiaz tak tahu harus berbuat apa kepada dokter itu.
Saat melewati aula besar, Mac duff yang juga keluar, menepuk pundak Ardiaz dan membuat King palsu itu berhenti.
Bos sky night tersebut tahu bahwa saat ini, temannya itu tengah dalam kebingungan, setelah mendengar laporan King-nya.
“Kita tunggu saja informasi dari Damian. Bukankah kau sudah memerintahkan dia untuk bergerak?” ucap Mac duff.
Ardiaz hanya tersenyum simpul, dengan sebelah alis yang terangkat. Dia pun kembali berjalan.
“Ah... Benar. Kau bilang tadi ada anak kucing tersesat? Apa mereka ada di hutan seberang?” tanya Ardiaz.
Kini, giliran Mac duff yang menghentikan langkahnya, dan Ardiaz pun memperhatikan dengan serius, melihat raut wajah play boy itu yang tiba-tiba berubah.
“Blue ocean... Dia mengikutiku sampai kemari, dan melihat mu tadi saat kau datang,” ungkap Mac duff.
Ardiaz membelalak mendengar penuturan dari pria di depannya itu.
“Kau tenang saja, aku sudah pastikan dia pulang dengan aman. Tapi Alpha, ku rasa sudah saatnya kau menunjukkan dirimu padanya, dan selesaikanlah masalah kalian. Aku tahu akhir-akhir ini emosimu selalu meledak karena dia bukan?”
“Temui lah dia, agar kau bisa fokus lagi pada misi kita,” seru Mac duff.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
__ADS_1
terimakasih