
Pelelangan terus berlanjut. Semua barang mewah telah habis dilelang oleh Lucifer, dan telah meraup keuntungan hingga triliunan.
Hampir semua peserta lelang telah pergi meninggalkan tempat dan mengambil barang yang telah berhasil mereka dapatkan di lelang sebelumnya.
Kini, tinggal orang-orang dengan kepentingan khusus yang masih bertahan di tempat tersebut.
“Baiklah. Kini kita tiba di acara lelang yang diadakan khusus oleh Lucifer. Untuk yang pertama adalah dokumen rahasia dari Danawangsa grup."
"Dokumen ini bernilai lebih dari lima triliun jika dilikuidasikan. Danawangsa memiliki cabang di beberapa negara dengan harga saham yang stabil dan cenderung naik setiap tahunnya."
"Jika pesaing bisa memilikinya, maka sudah pasti dia mampu menghancurkan perusahaan besar itu, atau bahkan mengakuisisi. Dokumen ini akan di lelang dengan harga mulai dari satu milyar,” ucap pemandu lelang.
Para pesaing Danawangsa grup pun mulai menawar dengan harga gila-gilaan. Persaingan di dunia bisnis benar-benar mengerikan, terlebih karena campur tangan dunia bawah seperti ini, menjadikan apapun mungkin sekali untuk dilakukan.
Jika tidak hati-hati, siapapun tiba-tiba bisa mengalami kebangkrutan yang drastis dalam semalam.
Satu persatu dokumen serta saham rahasia mulai habis di lelang. Kini tinggal poster buronan yang tersisa.
Satu persatu nama yang terkenal di dunia kriminal pun mulai disebutkan dan telah memiliki pemiliknya masing-masing.
“Ini adalah daftar barang lelang terakhir pada malam hari ini. Perhatikan poster buronan ini baik-baik. Dia adalah seorang broker dunia bawah, sekaligus buronan yang selalu berhasil lolos dari pemilik nyawanya.”
“Dia sangat berbahaya, akan tetapi jika dia dibiarkan, dia juga bisa memeras Anda sekalian dengan rahasia yang dia punya."
"Akan tetapi Anda perlu berhati-hati, karena semua yang berhasil memenangkan nyawanya justru berakhir dibunuhnya setelah pergi dari acara lelang, dan membuat poster buronan ini kembali kepada Lucifer. Silakan bagi yang berminat, untuk harga dimulai dari seratus juta,” ucap si pemandu lelang.
__ADS_1
Satu persatu orang yang memiliki kepentingan dengan pria buronan tersebut pun mulai mengangkat papan mereka, dan menawar dengan harga yang tak begitu besar jaraknya.
Mereka tak mau keluar uang banyak hanya untuk nyawa buronan seperti itu. Namun tak dipungkiri, mereka pun ingin agar pria itu segera lenyap, karena dengan begitu mereka bisa bebas dari teror yang terus dilakukan oleh pria buronan tersebut.
Namun tetap saja, karena begitu diinginkan semua orang, harganya pun semakin lama terus naik hingga mencapai angka lima milyar.
Tepat di angkat lima koma lima milyar, harga berhenti dan dimenangkan oleh seorang pria paruh baya yang memakai jas merah maroon, dengan sebuah topeng hitam yang hanya menutupi area matanya saja.
Dengan begini, lelang pun selesai. Semua orang pergi meninggalkan ruangan, begitu pun pria besar yang memakai topeng badut, yang sejak tadi terus mengikuti jalannya lelang, namun sama sekali tak mengangkat papannya.
Pelayan yang sejak tadi terus berdiri di belakang barisan tempat duduk peserta lelang, terlihat mulai bergerak.
Dia mengikuti pria paruh baya yang memenangkan buronan terakhir, dan bergabung dengan beberapa pelayan yang mengantar pria tersebut ke arah tempat transaksi.
Namun, ekor matanya terus mengawasi sekitar. Dia menyadari kehadiran seseorang yang sejak tadi bersembunyi di suatu sudut.
Dia terus berjalan mengikuti pria paruh baya tadi, hingga transaksinya selesai. Tugasnya sebagai pelayan di acara lelang pun selesai.
Saat mengantar klien hingga pintu lift, sebuah bunyi dari alat di telinganya membuat pelayan itu terdiam. Dia lalu kembali bergerak, berbalik arah mengambil jalan lain untuk keluar dari lantai tersebut.
Karena lift hanya digunakan khusus tamu, dan bisa digunakan oelayan pada pagi hari, dia pun memilih menuruni tangga darurat secara diam-diam agar bisa sampai di lantai lima, dimana semua tamu kembali ke penjaganya masing-masing.
Setibanya di lantai lima, seorang pria dengan mengenakan jas hitam, dengan kaca mata gelap keluar dari pintu darurat dimana tangga berada. Rupanya, si pelayan tadi kini menyamar menjadi orang lain.
Dia kemudian membaur bersama pengawal pria paruh baya yang memenangkan buronan terakhir. Dia menyusup ke dalam barusan pengawal tanpa diketahui, kemudian mengikuti pria tersebut hingga tiba di area parkiran basement.
__ADS_1
Di sana, sebuah mobil maybach keluaran terbaru telah menunggu. Seorang pengawal membukakan pintu belakang dan mempersilakan pria tersebut masuk. Dia hanya ditemani oleh seorang supir pribadi.
Namun, pelayan yang menyusup tadi melihat suatu keanehan di sana. Dia segera mundur untuk memisahkan diri dari semuanya, dan menuju ke sebuah sudut agar tak ada yang menyadarinya.
Karena jika dia tetap di sana, seseorang pasti akan sadar bahwa jumlah mereka bertambah satu, dan itu akan menjadi gawat.
Mobil pun melaju meninggalkan tempat, diikuti oleh iringan mobil pengawal lainnya.
Di perjalanan, jalanan terlihat cukup lengang mengingat ini sudah lewat tengah malam dan hampir semua penduduk kota telah terlelap dalam buaian peri tidur.
Lima mobil sedan hitam, terlihat beriringan melaju di jalan raya, mengawal satu mobil maybach yang ada di depannya.
Namun kejadian aneh terjadi, ketika tiba-tiba mobil mempercepat lajunya saat akan mencapai lampu merah. Saat itu lah, muncul sebuah sepeda motor yang melaju dengan cepat menyusul mobil maybach di depan.
Iring-iringan hendak menyusul, namun lampu lalu-lintas lebih dulu berubah warna, dan sebuah truk besar melintas tepat di depan mereka, membuat kelima mobil itu terpaksa berhenti.
Mereka pun kehilangan tuan yang ada di mobil depan. Kepanikan terjadi dan semuanya kembali melaju ke depan, mencari keberadaan dari oria paruh baya itu.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih