Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Om Damien Mine 20


__ADS_3


Di layar led terpampang foto cool Damien, seketika semuanya bersorak, wajah Damien nampak terkejut, dia tidak menyangka vote terbanyak di raih oleh dirinya, sementara Ansel tersenyum, pria itu menghampiri Damien memberikan selamat padanya di susul 9 kandidat lain.


"Akhirnya aku bisa tenang, jika yang pemimpin marga baru adalah dirimu Dam." Ansel menepuk bahu Damien.


"Sebenarnya ini sangat berat untuk ku." Damien menunduk, dirinya merasa tidak pantas menjadi pemimpin.


"Hei bro, kamu orang yang paling tepat, jangan pernah mengecewakan mereka yang sudah memilihmu." nampak senyum Ansel sangat tulus, dia tidak memiliki rasa iri sama sekali, bahkan Ansel sangat bersyukur, karena bukan dirinya yang terpilih.


Damien mengangguk dan membalas senyuman Ansel, setelahnya berganti dengan yang lain ikut memberikan ucapan selamat pada Damien, Ansel mengirim semuanya kembali ke tempat semula, dimana banyak hidangan yang tersaji dan beberapa botol wine yang sudah siap mereka teguk, kesenangan para anggota semakin bertambah saat wanita cantik dan sexy satu persatu keluar dari persembunyiannya.


"Woow Tuan Ansel memang sangat mengerti kesenangan kita." ucap salah satu dari mereka.


"Bisa nana nina gratis malam ini." ucap yang lain.


Malam ini menjadi pesta peresmian marga baru yang mereka dirikan, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Dam jangan bersedih lagi, lihatlah wanita disana, apa kau tidak ingin mencobanya." goda Ansel pada Damien, Ansel tahu sudah sangat lama Damien memilih menyendiri tanpa wanita.


Damien tersenyum miring. "Aku tidak tertarik sama sekali." ucap Damien sembari meminum satu gelas wine dengan sekali tegukan.


"Coba dulu, Hei kemarilah." Ansel memanggil dua wanita sexy, keduanya memakai dress mini, menampakkan lekuk tubuh dan buah dada yang menyembul keluar.


Damien melirik tajam Ansel, sementara Ansel tidak perduli, kedua wanita itu sudah berada di hadapan Ansel dan Damien.


"Ya Bos, mau aku servis malam ini?" satu wanita meraba dada Ansel dengan jari-jari lentiknya.


Ansel mencoba menepis tangan wanita itu dengan halus. "Bukan aku tapi dia." tunjuk Ansel pada Damien.


"Brengsek Ansel, tidak tahu saja dia kalau joni tegang saat dekat dengan putrinya saja." batin Damien.


Di luar markas dua wanita memakai celana jeans hitam dan jaket kulit hitam baru saja turun dari mobil, tentu saja mereka di kawal banyak pengawal, karena hari sudah malam tidak mungkin kedua wanita ini keluar berdua saja.


"Kalian tunggu disini saja." pinta Bella pada para pengawal.


"Ma apa Papa tidak marah kalau kita tiba-tiba kesini?" tanya Stella, ya kedua wanita cantik ini ialah Bella dan Stella.


"Siapa yang berani memarahi Mama, ayo masuk." Bella berjalan layaknya seorang model, tubuhnya yang masih terlihat padat membuat orang tidak menyangka jika usia Bella sudah kepala empat.


"Oke Ma." gadis itu nampak bersemangat karena ingin bertemu dengan pujaan hatinya.


Keduanya berjalan memasuki markas, dari jauh Bella dan Stella sudah bisa mencium bau alkohol, nampak suasana begitu riuh, kedua wanita cantik ini menatap sekitar, banyak wanita-wanita sexy di dalam sana.


"Owh jadi seperti ini kelakuanmu ya Pa." batin Bella sembari menatap sekeliling.


Bukan hanya Bella, Stella pun sama gadis itu nampak cemberut saat melihat banyak wanita mengunakan pakaian minim badan.


"Awas saja kamu Om kalau sampai ketahuan main-main dengan wanita lain." batin Stella.


"Papa dimana ya sayang?" Bella masih menatap sekeliling, tidak ada yang sadar dengan kehadiran dua wanita cantik berbeda usia ini.


"Entahlah Ma, coba kita cari kesana." jawab Stella.

__ADS_1


Keduanya berjalan berdampingan, tak lama sorot mata Bella dan Stella menatap kedua laki-laki yang mereka cintai sedang di temani dua wanita sexy.


"Brengsek." umpat Bella dan Stella serempak, keduanya pun saling pandang.


"Kenapa kamu mengumpat sayang?" tanya Bella menautkan kedua alisnya.


"Ah tidak Ma, Stella hanya tidak suka Papa dekat-dekat dengan wanita lain, apalagi wanita seperti itu." lirik Stella pada wanita yang sedang duduk di samping Papanya.


"Hemm, Papa mu mau main-main dengan Mama, ayo kita kesana." Bella menarik tangan putrinya menuju Ansel dan Damien.


Wajah dingin Ansel dan Damien menegang saat melihat dua wanita yang sangat mereka kenal berjalan menghampirinya, sedangkan kedua wanita sexy yang berada disamping Ansel dan Damien sedang bermain-main dengan tubuh kedua pria itu.


"Lepas menjauhlah." Ansel melepas tangan wanita yang sedang bermain-main di dadanya, begitu juga dengan Damien, pria itu langsung menepis tangan wanita yang sedang bermain-main di pahanya.


"Jauhkan tanganmu." tepis Damien.


Keduanya serempak berdiri tegap dengan wajah ketakutan, sedangkan dua wanita tadi menyingkir saat melihat siapa yang berdiri tepat di hadapan mereka.


"Ohh jadi kelakuanmu di luar seperti ini." Bella menatap Ansel tajam, sorot matanya mengibarkan bendera perang.


"S-sayang kamu salah paham, ayo ikut aku." Ansel langsung membawah istrinya ke ruangan pribadinya, tidak mungkin bukan dia bertengkar di depan rekan-rekannya, lebih tepatnya bukan bertengkar tapi Bella yang akan memakan habis dirinya, jika semuanya tahu mau di taruh dimana kewibawaannya yang selama ini ia junjung tinggi.


Stella pun sama gadis itu menatap Damien dengan tajam, bisa-bisanya Om nya bermain dengan wanita lain.


"S-sayang aku bisa jelaskan." jantung Damien berdetak kencang, ia takut Stella akan salah paham padanya.


Stella semakin mendekat. "Coba jelaskan!"


"Ikut aku." Damien menengok kiri-kanan, di sekelilingnya hanya ada beberapa anggotanya yang sedang mabuk, di rasa situasi aman, Damien pun menarik Stella keruangan yang tadi di gunakan untuk rapat, karena hanya ruangan itu yang Damien tahu, ruangannya minim cahaya membuat keduanya tenang.


Melihat wajah Stella yang terlihat mengemaskan malah membuat Damien ingin mengodanya. "Kamu cemburu?" tanya Damien tersenyum miring.


"Tidak." jawab Stella membuang muka, gadis itu mundur tidak lagi mengurung tubuh Damien, baru saja mundur satu langkah Damien langsung menarik pinggang Stella dan merubah posisinya, kali ini dirinya yang menghimpit tubuh Stella ke dinding.


"Om suka kalau kamu cemburu." bisik Damien tepat di telingga Stella, membuat tubuh gadis itu seketika meremang.


"Om jangan mengoda Stella ya, Stella marah sama Om." Stella mendorong tubuh Damien cukup kuat, hingga tubuh kekar itu berhasil lepas dari tubuh Stella.


"Sayang kamu salah paham, Papamu tadi yang memanggil dua wanita itu, lagi pula joni tidak tertarik pada mereka." ucap Damien ambigu.


"Siapa joni?" Stella mengernyitkan dahi.


Damien menatap kebawah tepat ke arah miliknya yang sudah mengeras sejak tadi.


Stella mengikuti arah mata kekasihnya. "Hah astaga." Stella menutup mulutnya dengan mata melotot.


Damien tersenyum ia kembali mendekati Stella. "Om hanya mencintaimu sayang, tidak ada wanita lain yang bisa membangkitkan joni selain dirimu."


"Idih mesum." Stella tersenyum malu, ucapan Damien membuat ia dewasa sebelum waktunya😂


"Kamu percaya kan? janji tidak akan marah lagi." Damien mendekatkan jari kelingkingnya pada Stella, seperti layaknya anak-anak remaja yang sedang mengikrar janji.


Stella mengangguk dan menyatukan jari kelingkingnya pada jari Damien, Damien langsung memeluk tubuh Stella dengan sangat erat, sepersekian detik ia teringat dengan Ansel, bagaimana nasip pria itu sekarang? ia berusaha menahan tawa saat membayangkan Ansel di lahap habis oleh istrinya, sementara nasipnya kali ini sedang mujur, ternyata tidak sesulit itu membujuk seorang Stella.

__ADS_1


Di ruangan pribadi Ansel


"Selain rapat anggota, kamu juga bermain dengan wanita sexy ya?" Bella berdiri membelakangi Ansel.


"Kamu salah paham sayang, sebenarnya aku menyuruh mereka untuk mengoda Damien." Ansel ingin memeluk pinggang istrinya dari belakang, tapi Bella langsung membalikkan tubuhnya dan segera menepis tangan suaminya.


"Jangan peluk-peluk, ingat satu minggu tidak ada jatah malam untuk mu."


Ansel menjambak rambutnya frustasi, yang benar saja sehari saja tidak menyentuh istrinya membuat tubuhnya lesu seharian, apalagi harus berpuasa selama satu minggu.


"Jangan seperti ini sayang, aku tidak berbohong padamu." ucapnya memelas.


" 3 hari atau tidak sama sekali ." ucap Bella.


Ansel mengangguk dengan lemah, sementara Bella menahan senyum, wajah Ansel terlihat sangat menyedihkan malam ini.


"Baiklah aku akan ikut bergabung bersama mereka." Bella mulai melangkahkan kakinya keluar.


"STOP, kita pulang saja." Ansel mengeret tangan istrinya keluar, ia sangat kesal karena dua wanita tadi membuatnya tidak mendapatkan jatahnya selama 3 hari.


Keduanya kembali ketempat dimana mereka meninggalkan Damien dan Stella, tapi pasutri ini tidak menemukan keduanya.


"Bell.." tiba-tiba ketiga rekan Ansel datang menyapa Bella satu persatu.


"Hai.." sapa Bella.


"Semakin cantik saja." ucap Mads mengoda Bella.


"Bisa diam tidak kalian." Ansel menatap tajam rekannya satu persatu, kebiasaan ketiganya mengoda sang istri, penganti anggota Jevarck yang sudah lama menghilang.


Tidak lama Damien dan Stella datang, ini kesempatan Ansel membawah kedua wanitanya pergi dari tempat penampungan lebah.


"Ayo sayang kita pulang." ajak Ansel pada putrinya.


"Yaaaa kok pulang si Pa." renggek Stella.


"Ini sudah sangat larut, tidak baik lama-lama berada disini." ucap Ansel melirik Felix, Garvin dan Mads.


Dengan wajah cemberut Stella mengiyakan. "Om ikut pulang bersama kami kan?" tanya Stella.


"Maaf, Om harus tetap disini sayang, Papamu memang benar, tidak baik lama-lama berada di tempat seperti ini." Damien melirik keempat juniornya yang berdiri tidak jauh darinya, ya sejak tadi Stella di goda oleh Damitri dan ketiga kawannya, Damien hanya bisa membatin dan mengumpati keempat pria itu dengan kata-kata kasar.


"Dam perayaan malam ini kita akhiri saja, lihatlah mereka semua, banyak yang jatuh pingsan karena terlalu bersemangat meminum alkohol." ucap Ansel.


Damien menatap sekitar dan mengangguk, akhirnya Stella bisa bernafas lega, pesta yang penuh dengan banyak wanita sexy itu akan segera di bubarkan, Damien juga membutuhkan waktu sendiri untuk merencanakan pembalasan dendamnya kepada gang Cartel.


...Hai-hai readers tersayang "Om Damien Mine"...


...sudah Author hadirkan, jangan lupa kasih dukungan kalian untuk Author ya😘...


...Di tunggu...


...LIKE, VOTE DAN KOMENNYA...

__ADS_1


...Author setia memantau dukungan dari kalian🥰...


__ADS_2