Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Extra Part 4


__ADS_3

Tidak di sangka-sangka pemenang road race yang kedua di menangkan oleh Bella, sang ratu cantik serba bisa, sorak sorai dari keempat anggota Jevarck dan juga Ansel terdengar menggema, ketiga kawan Lisa juga memberikan aplausenya untuk Bella, sementara penonton yang lain bertanya-tanya dan saling berbisik, siapa sebenarnya wanita yang bertanding dengan Lisa malam ini, kedua motor sport berwarna sama itu berhenti tepat di depan Ansel.


"Selamat sayang." Ansel mengecup bibir Bella di hadapan semua orang, ciuman yang Ansel berikan sebagai hadiah atas keberhasilan yang Bella capai, tidak pernah Ansel berfikir jika sang istri yang dulu di panggilnya culun dan di anggapnya lemah, nyatanya jauh dari kata itu.


Lisa membuang muka kesamping tepat dimana Ardolp berada, tatapan mata mereka sempat bertemu tapi hanya sekejap, Lisa langsung turun dari motor miliknya, ia berjalan menghampiri ketiga temannya, mata sucinya sudah ternoda melihat adegan sepasang pasutri sedang berciuman, para penonton yang masih setia berada disana juga ikut baper.


Ardolp dan ketiga kawannya turun dari motor, berjalan menghampiri Bella, tentu saja hal itu terbaca oleh mata elang Ansel.


"Kenapa pakai acara kesini." batin Ansel kesal.


Ardolp dan kawan-kawannya berjalan semakin mendekat, sedangkan Bella tidak menyadari keberadaan mereka.


"Selamat untukmu." ucap Kaya lebih dulu.


"Selamat Bell, tak kusangka kamu jago balap motor juga."


"Selamat Bella."


Ucapan selamat dari keempat anggota Jevarck menggagetkan Bella, lagi lagi Ansel di buat kesal.


"Kalian disini juga?" tanya Bella, dengan ekspresi terkejut.


"Iya hanya iseng menonton, tidak ku sangka malam ini mendapat kejutan darimu." jawab Ardolp memandang Bella lekat.


Pandangan mata Ardolp pada istrinya membuat hati Ansel kembali terbakar, sedangkan Bella salah tingkah di tatap seperti itu, bukan apa-apa ia takut suaminya berfikiran negatif, kalau hal itu sampai terjadi, perang gangster kembali terulang, akan terbuang sia-sia usaha Bella mendamaikan mereka.


Disisi lain ke empat wanita yang mengikuti event tadi masih berada disana.


"Ini hadiahnya." Lea memberikan amplop tebal berisi uang hasil kemenangannya malam ini.


"Seperti biasa uangnya kita sumbangkan ke panti asuhan besok." ucap Lisa tidak mau menerima amplop yang di berikan Lea padanya.

__ADS_1


Percakapan Lisa dan teman-temannya tertangkap oleh pendengaran Ansel, bibir Ansel seketika mengembang saat ide licik bersarang di kepalanya, tubuh Ansel berbalik dengan lantang ia memanggil keempat wanita itu.


"Hei kalian, sini.." Ansel melambaikan tangannya pada Lisa dan teman-temannya.


Keempat gadis cantik itu menoleh. "Kakak memanggil kami?" tanya Lisa.


Ansel hanya mengangguk, tingkah Ansel kali ini membuat Bella berfikiran negatif tentang suaminya, apa ia ingin balas dendam dan ingin membuatnya cemburu, terlihat jelas dari wajah Bella berubah kesal.


Sementara Ardolp dan ketiga kawannya tersenyum smirk, berani-beraninya Ansel memanggil wanita lain di depan istrinya.


"Ada apa Kak?" tanya Lisa saat keempatnya sudah berada di hadapan Ansel.


Ansel tersenyum manis, dia membisikkan sesuatu pada Lisa, hal itu membuat mata Bella berkaca-kaca, sementara Ardolp dan keempatnya menggeleng dan mengepalkan tangannya, berani-beraninya Ansel membuat Bella hampir saja menanggis.


Lamunan Bella, Ardolp dan ketiga kawannya terhempas saat mendengar suara Ansel.


"Sayang ayo kita pulang." Ansel tersenyum berjalan menuju motor sportnya, sementara Bella masih berada di atas motor sambil menahan kesal.


"Ayo sayang." Ansel mulai menstater motornya dan berlalu pergi.


Wajah Bella seketika kembali ceria, ternyata ia salah sangka pada suaminya.


"Aku duluan ya, semoga sukses." Bella pamit, ia tersenyum mengedipkan satu matanya pada keempat pria yang berdiri membeku, motor sport Bella melaju menyusul Ansel, sebelumnya Bella juga berpamitan pada Lisa dan teman-temannya.


"Brengsek dia mengerjaiku." batin Ardolp.


"Sialan, Ansel membuatku malu." batin Grisham.


"Awas saja kamu Sel." batin Sea.


"Ah lumayan lah barangkali berjodoh." batin Kaya.

__ADS_1


Keempatnya sama-sama membeku dengan lamunan masing-masing, Ansel memang kelewatan Ardolp terpaksa meladeni keempat wanita yang mulai datang mendekatinya.


"Hai Kak.." sapa Lisa pada Ardolp.


Ardolp membuang muka, malas sekali harus meladeni keempat gadis remaja itu, sikap dingin dari Ardolp membuat Lisa tertantang untuk mengenalnya lebih dekat.


"Kenalkan nama ku Lisa wanita paling cantik di antara mereka."


"Nama ku Lea gadis bermata lentik."


"Aku Fina gadis berwajah Asia."


"Namaku Katrina gadis bertubuh sexy." Katrina bergaya layaknya model, memamerkan lekuk tubuhnya.


Sea, dan Grisham tersenyum, lucu sekali gadis-gadis remaja di depannya ini, sementara Kaya menatap satu wanita yang membuatnya tertarik, gadis bertubuh sexy bernama Katrina, sangat pas dengan criteria wanita idamannya.


Wajah Ardolp datar tanpa ekspresi. "Maaf kami harus pulang." Ardolp pergi begitu saja tanpa mengenalkan dirinya pada keempat gadis remaja itu.


"Wow menarik.." batin Lisa.


"Maafkan sikap temanku, namaku Sea, ini Grisham, ini Kaya dan temanku yang menyebalkan tadi Ardolp, maaf kami harus menyusul Ardolp." ucap Sea dengan sopan, ia pun berlalu disusul Grisham.


Kaya mendekati Katrina dengan senyuman mengoda. "Simpan nomor ponselku." Kaya memberikan kartu namanya pada Katrina, dengan senang hati Katrina menerimanya.


"Pasti.." ucap Katrina tersenyum manis.


"Baiklah aku pulang dulu, apa perlu kalian ku antar?" tanya Kaya.


"Tidak Kak terima kasih." jawab Lisa.


Kaya mengangguk, ia meninggalkan keempat gadis itu setelah mendapat penolakan dari Lisa.

__ADS_1


...Jangan Lupa kasih dukungan kalian komen dan like sebanyak-banyaknya....


__ADS_2