
Bella pura-pura kelilipan, ia mengaduh sakit pada Ansel.
"Ahh mataku perih." rintih Bella.
Ansel terkejut, ia panik lalu mendekati istrinya.
Saat Ansel berusaha meniup mata Bella, Bella membisikkan sesuatu.
"Suamiku lihat ke arah jarum jam angka 9, ada seseorang yang sedang mengintaimu." bisik Bella.
Vero hanya diam, dia tidak berani berkomentar.
Ansel kembali ke tempat duduknya, ia melirik ke arah jam 9, benar saja disana berdiri seorang laki-laki dengan baju serba hitam, kaca mata hitam dan memakai masker berwarna hitam.
"Kita pulang saja, bahaya berada disini." Ansel beranjak dari duduknya ia mulai mencemaskan Bella.
"Bahaya kenapa Tuan?" tanya Vero yang memang tidak tahu apa-apa.
"Lihat arah jarum jam 9!" suruh Ansel.
Vero hanya sekilas melirik, dia mulai mengerti arti bahaya dari bosnya.
Ketiganya beranjak, acara Ansel untuk nonton dan berkencan gagal sudah.
Mobil Ansel membelah jalanan menuju mansion utama, saat di perjalanan entah mengapa seperti ada yang mengikutinya, mungkin hanya perasaan Vero saja.
"Tuan sepertinya ada mobil asing mengikuti kita." Vero selalu memperhatikan kaca spion bagian kanan.
Ansel menoleh ke belakang, benar saja dari mall tadi mobil itu berada di belakang mereka, Ansel mengambil tas di bawah kursinya, disana banyak beberapa macam pistol kesayangan Ansel.
"Ver pegang ini." Ansel melemparkan satu pistol pada Vero.
Bella diam, ia hanya melirik tas yang berisi beberapa pistol dengan harga fantastis itu.
"Wah aku ingin memegangnya." batin Bella menjerit.
Ansel kembali meletakkan tasnya di bawah kursi, ia mengotak atik pistol yang ia pegang, disana ada 17 butir amunisi peluru yang siap di gunakan.
"Kalau sampai mobil di belakang menyalip kita, kamu harus tetap berada di dalam mobil." ucap Ansel dingin.
Bella hanya mengangguk, sepertinya suaminya masih marah padanya.
Vero mempercepat laju mobilnya, lebih baik ia menghindar dari pada harus menghadapi mereka, karena ia menghawatirkan Bella, kalau saja Bella tidak ada, mungkin Vero akan menghentikan mobilnya, ia akan menantang siapa yang berani mengikuti bosnya.
__ADS_1
Mobil di belakang ikut melaju dengan cepat, sepertinya tidak hanya satu tapi dua mobil.
Dari kaca Ansel melihat plat nomor mobil itu, ternyata mobil itu milik kelompok Jevarck, Ansel masih ingat plat dengan kode JV milik mereka.
Saat mobil melaju di tempat sepi, baku tembak pun tidak terelakkan, mobil Ansel mendapat serangan dari belakang.
Ansel dengan cepat berpindah ke kursi depan, ia membuka sedikit kaca mobilnya dan membalas tembakan dari mereka, ketegangan pun mulai terjadi, saat mobil milik anggota Jevarck berhasil menembakkan peluru mereka ke kaca mobil belakang, hal itu membuat Bella terkejut.
"Aaakkkkhh" jerit Bella.
"Sayang kamu baik-baik saja?" tanya Ansel begitu kawatir.
"Aku hanya kaget suamiku, saranku pusatkan bidikan ke arah ban depan, jangan terlalu membuang banyak peluru." ucap Bella membuat Ansel menganggah begitu juga dengan Vero, tahu apa istrinya ini tentang tembak-menembak.
Tapi ide Bella cerdik juga, Ansel membuka kacanya lebar-lebar, ia mencoba memusatkan titik bidikan ke arah ban depan yang sedang melaju kencang.
'Dor'
Tembakan tepat sasaran, mobil sedikit oleng tapi mereka masih bisa bertahan, Ansel berpindah duduk di samping istrinya, akan lebih mudah menembak disisi ini, hingga terdengar bunyi tembakan lagi.
'Dor'
Ciiiiiiiiitttttt decitan mobil di belakang membuat mereka terpaksa menghentikan mobilnya, hampir saja kedua mobil itu bertabrakan, kalau saja yang berada dalam kemudi tidak benar-benar ahli.
"Yes .." Ansel tersenyum saat dirinya berhasil membuat musuhnya mundur.
Bella sama sekali tidak menunjukkan rasa takut, dia malah girang dan terpesona saat melihat suaminya beraksi.
"Siapa mereka suamiku?" tanya Bella.
"Kelompok Jevarck, mungkin mereka sakit hati karena rekan-rekannya banyak yang tewas di tanganku." jawab Ansel.
"Ardolp, Sea, kaya dan Grisham apa mereka termasuk?" tanya Bella.
Mendengar istrinya menyebut nama musuhnya membuat Ansel kembali kesal.
"Tidak bisakah kau tidak menanyakan mereka, kenapa setiap aku mengatakan Jevarck kamu pasti menyebut ke empat pria itu." jawab Ansel mulai mengeluarkan tanduk.
"Maaf aku kan hanya bertanya." Bella jadi ikut kesal, apa suaminya sedang PMS, ah tidak mungkin.
Vero diam, ia hanya menjadi pendengar setia, Vero merasa sangat bersalah pada Bella, karenanya mereka jadi bertengkar.
Tidak lama akhirnya mobil sampai juga di mansion utama.
__ADS_1
Ansel turun terlebih dulu meninggalkan Bella di dalam mobil.
Para pengawal yang menjaga mansion tidak berani menyapa, melihat wajah bosnya yang terlihat masam.
"Huuufft.." helaan nafas keluar dari bibir Bella.
"Nona maafkan saya, karena saya anda jadi bertengkar dengan suami anda." ucap Vero.
"Tak apa Ver, ini hanya masalah sepele, dianya saja yang terlalu membesar-besarkan masalah." ucap Bella.
"Baiklah kalau begitu saya izin pulang Nona."
"Silahkan, hati-hati." saat Bella akan melangkah Vero memanggilnya.
"Nona ini pistol Tuan Ansel." Vero memberikan pistol itu pada Bella.
"Bawah saja, buat jaga-jaga." ucap Bella.
Vero pun mengangguk, ia berlalu pergi dari hadapan Bella, begitupun juga Bella, ia segera menyusul suaminya yang sudah berada di dalam kamar.
Mansion nampak sepi, sepertinya kedua Mamanya sedang beristirahat, Papa Tio dan Papa Robert juga belum nampak.
Saat ini siang sudah berganti sore, kedua pasutri ini sudah berganti baju, selepas pulang tadi Ansel langsung membersihkan tubuhnya bergantian dengan Bella.
Suasana kamar masih nampak hening, perang dingin di antara keduanya masih berlanjut, tidak ada percakapan sama sekali, Ansel sibuk dengan laptopnya sementara Bella sibuk dengan novelnya.
Tidak lama terdengar dering panggilan dari ponsel Ansel, terpampang nama Felix di ponselnya, ia langsung mengangkat panggilan itu.
"Hallo.."
"Apa kamu mendapat serangan dari kelompok Jevarck?"
"Iya.."
"Aku, Mads dan juga Garvin pun sama."
"Brengsek.."
"Ya sudah, aku tutup dulu jaga Bella baik-baik."
Tuuuut sambungan terputus.
Bella hanya menjadi pendengar, dirinya tidak berani bertanya menginggat suaminya masih marah.
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan kalian untuk author😍
Kenalan sama Author yuk follow ig. Wulan_056t7