Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Tiga Mayat Gosong


__ADS_3

*Flash Back on


"Sayang aku menemui rekan-rekan ku dulu." pamit Ansel pada Bella.


Bella mengangguk disertai dengan senyuman, cukup lama Ansel meninggalkannya membuat Bella kehausan, karena menyapa para tamu sebanyak itu membuat tenggorokannya kering, ia pun berjalan ke arah meja untuk mengambil minum, disana banyak gelas dan bermacam-macam kue, saat tangan Bella hampir mencapai gelas lampu tiba-tiba mati gelas pun tersenggol membuat orang di sekitarnya terkejut, hanya di sekitarnya saja karena di barengi suara jeritan dari para tamu, lagi-lagi dari arah belakang Bella di bekap dengan selembar sapu tangan yang sudah tercampur obat bius, dengan cepat orang itu mengendong tubuh Bella.


Sepertinya rencana ini sudah sangat matang karena orang itu bisa membawah Bella tanpa ada kendala, tubuh Bella di gendong keluar dari mansion melewati celah kecil, seperti hiasan dinding gerbang yang berhasil di jebol, tentu saja misi ini tidak akan berhasil jika tidak ada bantuan dari orang dalam.


Tidak lama lampu kembali menyala membuat semua orang merasa lega.


Saat ini yang membuat panik bukan kegelapan lagi tapi pengantin wanita.


Ya Bella hilang begitu saja, Ansel berlari menemui ketiga sahabatnya.


"Brengsek kerjaan kalian apa? kenapa sampai kecolongan begini." teriak Ansel.


"Sepertinya ada orang dalam yang berkhianat." ucap Garvin.


Karena acara juga hampir usai, akhirnya atas nama keluarga meminta maaf pada para tamu, semua tamu pun membubarkan diri.


*Flash Back Of


Ansel berjalan terburu-buru menghampiri kedua orang tuanya.


"Hiks hiks Bella kemana Pa?" tanggis Mama Eva pecah saat mendengar anaknya hilang, semua para pengawal, anak buah Papa Tio dan Papa Robert sibuk mencari di sekitar mansion tapi hasilnya nihil.


Mama Tia pun sama, ia juga menanggisi anak menantunya.


"Apa Bella sudah ketemu Pa?" tanya Ansel pada kedua Papanya.


Hanya gelengan kepala yang Ansel dapat, ia pun menjambak rambutnya sendiri.


"Ini salah Ansel, ini gara-gara Ansel." teriak Ansel tidak terkendali, tanpa malu air mata itu lolos dari matanya, entahlah perasaan Ansel sedang kalut kali ini, ia merasa tidak akan bertemu istrinya dalam jangka waktu yang lama.

__ADS_1


"Sayang jangan seperti ini." Mama Tia berlari dan memeluk putranya.


"Ini salah Ansel Ma." ucap Ansel lemah, ia menanggis memeluk sang Mama menumpahkan kesedihannya di bahu wanita yang sudah melahirkannya itu.


Sementara yang lain sibuk mencari Bella, begitu juga dengan Felix, Mads dan Garvin.


Kelompok Gangster Black Wolf langsung menyusuri jalanan kota, saat mendapat kabar dari rekannya Felix dengan cepat rekan-rekannya yang lain juga ikut mencari.


Untung saja kegaduhan ini tidak sampai terdengar di telingga orang lain.


Disisi lain mobil berwarna hitam yang membawah Bella saat ini sudah menjauh, di belakang mobil itu ada mobil sport berwarna kuning yang membuntutinya.


"Bella kamu akan menjadi milik ku selamanya." ucap Damien tersenyum smirk.


Ya mereka semua orang suruhan Damien, bagaimana Damien bisa semudah itu membawah Bella, karena ia bersekongkol dengan Calista, Calista hadir di pesta pernikahan Ansel karena Ansel yang mengundangnya, dirinya lah yang mematikan sekring listrik, dia juga yang menyogok 3 orang bawahan Ansel, 1 asisten wanita dan 2 orang pengawal untuk membantunya.


Mencari masalah dengan orang, malah mendapat masalah sendiri inilah yang terjadi sekarang, mobil hitam yang melaju kencang itu tiba-tiba saja oleng, kecelakaan pun tidak bisa di hindari hingga membuat mobil berbalik beberapa kali.


"Bella.." panggil Damien, ia panik karena kepala Bella mengeluarkan banyak darah, dengan susah payah Damien mengeluarkan tubuh Bella, ia membawah lari tubuh itu untuk menjauh karena Damien mencium bau bensin yang sangat menyengat.


Tidak lama ledakan mobil pun terjadi, hingga menghangguskan orang yang masih berada di dalamnya.


Damien berlari ke arah mobil dan membawah Bella ke rumah sakit.


"Bell, bertahan lah." ucap Damien melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Tidak lama Damien sampai di rumah sakit, ia langsung mengendong tubuh Bella, Bella segera mendapatkan perawatan intensif karena lukanya cukup parah.


Disisi lain rekan Black Wolf menemukan 3 mayat yang hanggus terbakar di dalam mobil, yang membuat mereka kaget saat menemukan satu buah gaun pernikahan yang sudah gosong dan beberapa assesoris di dekat mayat tersebut, dengan segera rekan Black Wolf mengabari rekannya Felix.


*


Di mansion Ansel saat ini semua orang tengah berkumpul, tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Felix, ia langsung mengangkat panggilan dari rekannya itu.

__ADS_1


Mendengar kabar dari rekannya tubuh Felix seketika membeku, matanya terlihat sendu apa benar yang dia dengar, tanpa menjawab ucapan rekannya Felix menutup telpon.


"Siapa Fel?" tanya Ansel, ia menghampiri Felix dengan mata sembabnya.


"Bella Sel." ucap Felix dengan berat.


"Kenapa Bella?" teriak Ansel.


"Rekan-rekan kita menemukan 3 mayat yang sudah gosong, arah menuju hutan salah satu dari mereka mungkin mayat Bella karena disamping salah satu mayat ada gaun pengantin dan beberapa assesoris." ucap Felix dengan kepala menunduk.


'Bugh' satu bogeman melayang di wajah Felix di susul Mama Eva pingsan, Mads dan Garvin langsung berlari memegang tangan Ansel.


"Kamu bohong Fel." teriak Ansel dengan air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi.


"Tenangkan dirimu Sel, kita ke lokasi dulu ini hanya kemungkinan." ucap Garvin.


Garvin dan Mads membiarkan sahabatnya menangis, setelah Ansel tenang ketiganya pamit pergi ingin langsung melihat ke tempat kejadian.


Sementara Mama Eva masih dalam keadaan pingsan, kabar yang tiba-tiba ini sangat mengejutkan semua orang terutama kedua orang tua Bella, Papa Tio juga menangis, ia sangat terpukul saat mendengar kabar tentang putrinya.


Dengan cepat Papa Robert menugaskan seluruh anak buahnya untuk mencari Bella, dia tidak yakin jika Bella yang kecelakaan malam ini.


Mobil Ansel melaju dengan sangat kencangnya hingga ketiga sahabatnya was-was sendiri karena Ansel melajukan mobil dengan kecepatan penuh.


Tidak menunggu lama karena rekan Black Wolf mengirim share lok pada Felix, akhirnya mobil Ansel pun sampai di tujuan, ia turun dan berlari ke arah mobil yang sudah tidak berbentuk itu, disana begitu gelap karena saat ini sudah pukul 12 malam, langkah Ansel semakin lemah saat mulai mendekati mobil itu, di lihatnya tiga mayat yang sudah tidak bisa di kenali lagi di sisi mayat yang berada di belakang kemudi terlihat kalung liontin, Ansel mengambilnya dengan tangan gemetar.


"BEEELLLLLLAAAA.." teriak Ansel.


Badan itu luruh ke aspal dengan keras hingga kakinya terluka, Ansel menangis di hadapan mayat yang ia sangka jenazah istrinya.


Part mewek😭


Jangan lupa kasih dukungan untuk Author😘

__ADS_1


__ADS_2