
Di tempat lain di sebuah mansion bernuansa eropa, terlihat pria berwajah blasteran sedang duduk termenung di samping sang Papa yang terbaring sakit dengan hidung tertancap ventilator, di sebelah kirinya terdapat monitor yang menampilkan grafis tentang kinerja tubuh sang Papa.
Damien Charles anak dari Daniel Raharja, mantan seorang gangster pada zamannya, saat ini perannya sudah di gantikan oleh sang putra, istrinya asli orang prancis ia sudah lama meninggal karena tragedi 15 tahun silam.
"Pa, aku akan membalaskan dendam Papa pada Robert dan seluruh keturunannya." ucap Damien dengan tangan menggepal.
Kejadian silam yang membuat Mamanya harus merenggut nyawa, begitu juga dengan sang Papa karena luka yang terlalu parah yang di alaminya, hingga mengakibatkan kelumpuhan total pada tubuhnya, membuat Damien memutuskan untuk membalaskan dendam sang Papa pada musuh bebuyutannya Robert.
Sebenarnya kejadian 15 tahun silam hanya kesalahpahaman saja, Papa Daniel dan Papa Robert sebelumnya berteman karena keduanya dari kelompok gangster yang sama, menginggat waktu itu usia Damien masih 10 tahun membuatnya berasumsi sendiri jika penyerangan itu di lakukan oleh Papa Robert saat Damien tidak sengaja melihatnya berada di tempat kejadian dengan memegang pistol, sejak kejadian itu Damien berjanji akan berlatih untuk membalaskan dendam Papanya pada penghianat itu.
13 tahun kemudian Damien sudah di bawahi bekal oleh Om Tedi untuk mengantikan sang Papa, Om Tedi adalah sahabat Papa Daniel dan Papa Robert ketiganya personil anggota Red Blood, kelompok gangster yang paling di takuti di zamannya, sejak saat itu Red Blood di kenal oleh kelompok gangster-gangster lain sebagai musuh rahasia Black Wolf karena sering sekali mencari gara-gara pada anggota Black Wolf, keadaan Papa Daniel yang memang tidak memungkinkan untuk menjelaskan kepada putranya, membuat sang putra memendam dendam pada orang yang salah.
*Flash Back on
Matahari sudah berada di atas kepala, Pria dengan wajah rupawan ini mengerjap saat sang istri membangunkannya.
"Bangun sudah siang." suruh wanita berwajah blasteran dengan logat yang sedikit aneh karena baru belajar bahasa dari negara yang saat ini di tempatinya.
Keluarga kecil ini memilih tinggal di negara yang mana Daniel di lahirkan.
"Damien mana Ma?" tanya Daniel.
"Main ke taman sama Bibi." jawab Alette.
Babysister yang merawat Damien dari bayi membawah anak majikannya ke taman, karena Damien kecil terus merenggek meminta ia untuk menemaninya, ia juga tidak lupa membawah bekal dari rumah untuk sarapan Damien kecil.
Aktifitas masih berjalan seperti biasanya, setelah sarapan kedua pasutri ini bersantai di ruang keluarga.
Keharmonisan suami istri ini lenyap saat mendengar kegaduhan di luar mansion.
__ADS_1
"Suara apa itu Pa?" tanya Alette.
"Entahlah, sebentar Papa lihat dulu." ucap Daniel.
Daniel beranjak dari duduknya ingin melihat situasi di luar, tapi langkahnya terhenti saat melihat musuhnya memasuki mansion dan mengepung seluruh mansionnya.
Di mansion ini memang tidak ada pengamanan ketat, karena sama seperti Papa Robert keduanya merahasiakan jati dirinya dari keluarga, bedanya dulu Papa Robert belum menikah saat masih ikut perkumpulan gangster.
"Brengsek." umpat Daniel sembari mengeluarkan pistol langsung melakukan penyerangan.
Kebetulan Robert hari ini datang ingin berkunjung ke mansion sahabatnya, hal yang membuatnya terkejut saat melihat Alette di bawah oleh tiga orang pria keluar dengan kondisi acak-acakan, dengan cepat Robert menembak kepala ketiga pria itu hingga ketiganya tewas.
Robert berlari ke arah Alette, ia masih memegang pistol ditanggannya, tiba-tiba saja datang serangan dari arah belakang, satu butir peluru berhasil menancap di perut Alette, tidak lama Demian kecil datang dengan babysisternya, ia melihat dari jauh Mamanya terbujur kaku bersimbah darah, di lihatnya Om Robert panggilan Demien pada sahabat Papanya itu juga berada disana dengan membawah pistol, babysister terkejut dia langsung membungkam mulut si kecil Demien saat Demien ingin berteriak, ia membawah anak majikannya untuk bersembunyi sementara waktu.
"Alet bangun." ucap Robert mengoncang tubuh Aletta agar terbangun tapi mustahil, badan itu sudah pucat pasih.
Musuh pun tumbang begitu juga orang yang menembak Alette tadi, Robert berlari ke arah sahabatnya, sungguh tragis ia sampai mengeluarkan airmatanya melihat sahabat terkapar tidak berdaya.
"Nil maafkan aku terlambat menolong kalian." ucap Robert.
"A alette mana?" tanya Daniel terbata-bata.
"Maaf istrimu tertembak, dia sudah meninggal." ucap Robert membuat Daniel terkejut, seketika itu juga ia pingsang.
"Nil bangun." ucap Robert menggoyang bahu temannya, ia pun membawah sahabatnya ke rumah sakit.
Selepas kejadian itu, Robert memutuskan untuk keluar dari jurang hitam yang kelam, tidak lama ia menikahi seorang gadis bernama Tia.
Iya ingin mengubur dalam-dalam semua kisah itu hingga kabar dari sahabatnya Daniel tidak terdengar lagi.
__ADS_1
Sedangkan si kecil Damien di asuh oleh Om Tedi sahabat Papanya, di benak Damien saat itu hanya ada kebencian pada seseorang yang dirinya pikir jika orang itulah yang menghancurkan keluarganya.
Menginjak usia 18 tahun, Damien sudah mulai meneror keluarga Robert, Robert tahu akan hal itu percuma dirinya berbicara jujur berkali-kali tapi tetap saja Damien mengibarkan bendera perang padanya.
*Flash Back Of
Lamunan Damien buyar saat mendengar suara Om Tedi memanggilnya.
"Dam, makan malam sudah siap." ucap Om Tedi, ia saat ini berdiri disamping Damien yang sudah dia anggap sebagai putranya sendiri.
"Iya Om sebentar lagi, Om makan saja dulu." ucap Damien, ia tidak berselera makan saat melihat kondisi sang Papa.
"Nak kamu sudah Om anggap seperti putra Om sendiri, jangan sering telat makan, mari kita makan bersama." ucap Om Tedi.
Hati Damien tersentuh, dirinya pun mengiyakan apa kata Om nya.
**
Bella saat ini sudah berada di pintu gerbang mansion Oma Ansel, keempat pria anggota Jevarck hanya mengantarkannya dari jauh, bukannya mereka takut bertemu dengan Ansel, tapi di depan pagar mansion banyak sekali berdiri para bodyguard yang bertugas, keempat pria tampan ini tidak ingin mencari keributan disana.
Para bodyguard yang melihat istri majikannya berada di hadapan mereka segera memberi laporan pada Bosnya dan memberi jalan pada istri bosnya untuk memasuki mansion.
"Nona, silahkan Tuan Ansel sudah menunggu anda." ucap salah satu bodyguard.
Bella hanya menjawabnya dengan anggukkan.
Pagi ini Ansel sudah bersiap-siap ingin mencari istrinya kembali, saat ia mengantonggi pistol di saku celananya terdengar HT berdering, laporan bodyguard terdengar nyaring di telingga Ansel membuatnya berlari keluar dengan terburu-buru.
Terima kasih buat para readers yang sudah mendukung othor, othor lagi sakit doain lekas sembuh ya, biar otak othor encer, othor usahakan up setiap hari untuk kalian😙
__ADS_1