Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Om Damien Mine 45


__ADS_3

Pagi ini Ansel membawah beberapa anggota Rick Devil untuk terbang ke prancis. Negara dimana tempat Damien tinggal. Ansel sudah meminta izin pada istrinya dan memintanya untuk merahasiakan hal ini pada Stella.


Ansel sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya pada Damien. Ia ingin menuntut jawaban pada pria yang diam-diam menjalin hubungan dengan putrinya.


"Kalian bertiga temani aku ke Prancis." Ansel mendudukan dirinya di sofa bersama ketiga rekannya.


"Apa ada tugas dadakan?" tanya Garvin.


"Lebih dari dadakan, asal kalian tau penyakit Damien sekarang lebih parah dari impoten." wajah Ansel terlihat sangat kesal.


"Apa ketua kita berganti jenis kelamin?" pertanyaan Mads yang absurd membuat Felix dan Garvin tertawa, sementara wajah Ansel terlihat semakin kesal.


"Kata itu lebih tepat di tujukan untuk kalian bertiga." ucapan Ansel membuat tawa ketiganya terhenti.


Bagaimana tidak, usia mereka yang hampir setengah abad masih saja betah sendiri. Mereka beralasan wanita selalu membuat pusing, mereka lebih nyaman hidup menyendiri dan tujuan hidup mereka saat ini hanya fokus mengembangkan Rick Devil.


"Itu tidak lucu." ucap Felix kemudian dengan wajah datar sedangkan Ansel memasang wajah malas.


"Kalian harus tau Damien seorang pedofil, dia memacari putri ku secara diam-diam." Ansel mencengkram erat tangannya.


"WHAT ?" ketiganya serempak berdiri dengan ekspresi terkejut.


Ansel kembali menatap satu persatu rekannya yang terlihat heboh.


"Gila gila apa Dam tidak punya otak, Stella sudah seperti putrinya. Kenapa jadi bapak makan bayi sendiri?" kelakar Mads.


"Sudah lah jangan banyak bicara kita berangkat sekarang." tidak ingin membuang banyak waktu mendengar celotehan Mads Ansel pun berdiri dan pergi meninggalkan ketiga rekannya.


"Gosipnya nanti saja." Garvin ikut berdiri disusul Felix dan Mads.


Kini keempatnya sudah berada di jet pribadi milik Ansel. Keberangkatan Ansel dan ketiga rekannya begitu cepat tercium oleh anak buah Robby.


Di Negara Prancis


"Bos Tuan Ansel menuju kemari." lapor Robby pada Damien yang kini sudah berada di kantor.


'Prang....' sebuah vas bungga sengaja di lempar oleh Damien ke arah pintu hingga membuat vas kaca itu pecah berserakan.

__ADS_1


Perasaan malu, takut dan putus asa bercampur menjadi satu yang Damien rasakan saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan Robb? Sebagai pemimpin Rick Devil mencintai seorang gadis kecil merupakan hal yang begitu memalukan. Apalagi gadis itu putri dari wanita yang pernah aku cintai." Damien menjambak rambutnya frustasi, Rasa percaya dirinya menguap sudah saat harus di hadapkan dengan Ansel.


"Jangan pernah menyalahkan cinta Bos. rasa cinta Bos pada Nona Stella begitu suci, jika Bos mencintai Nona Stella buktikan padanya. Runtuhkan semua batu penghalang meskipun harus menghadapi Tuan Ansel dan Nona Bella."


"Ya Robb tidak seharusnya aku seperti ini. Aku akan berjuang mempertahankan cinta ku walaupun nyawa ku taruhannya." Damien kembali berdiri tegap.


"Suruh Leri menyiapkan jamuan sebanyak mungkin Robb, Kita akan pulang ke mansion siang ini juga."


"Baik Bos." Robby tersenyum melihat semangat Damien.


Jika memang keduanya tidak di takdirkan untuk hidup bersama, setidaknya Damien sudah berusaha mendapatkan restu dari Ansel dan Bella.


Kini mobil milik Damien sudah melesat menuju kediamannya. Di sepanjang jalan Damien terlihat gelisah. dirinya takut Ansel dan Bella akan membawah Stella pergi jauh dari hidupnya. Cukup sekali kegagalan cinta yang pernah ia rasakan dulu. untuk saat ini biarkan dirinya egois. Ia akan menentang semua orang yang ingin memisahkan cintanya.


"Jangan kawatir Bos semua akan baik-baik saja." hibur Robby.


"Semoga saja Robb."


Akhirnya mobil pun berhenti tepat di garasi. tanpa menunggu Robby membuka pintu Damien keluar dengan terburu-buru. Ia ingin memastikan apakah semua hidangan sudah siap tersaji. saat di mobil tadi Robby mendapat info jika rombongan Ansel sudah berada di perjalanan menuju mansion.


Leri yang saat itu tengah mengawasi asisten lain di buat terkejut dengan teriakan Damien. Ia pun lari dengan tergopo-gopo menghampiri majikannya.


"Ya Tuan."


"Apa tugasmu sudah beres?" Damien berjalan sembari melepas satu persatu atribut yang dia pakai. Sementara Leri dengan cekatan menerimanya dan membuntuti sampai depan pintu kamar Damien.


"Sudah selesai semuanya Tuan."


"Bagus, mungkin 30 menit lagi tamu kita akan sampai. Aku bersiap dulu." Damien langsung menutup kamarnya lalu berjalan ke arah kamar mandi.


25 menit sudah berlalu. Terdengar suara mobil parkir di garasi. Sepertinya tamu yang sudah di tunggu-tunggu telah sampai. Leri yang memang sudah menunggu lama langsung berlari ke arah ruang tamu. Ia dan beberapa anak buahnya berdiri tegap seraya menyambut tamu terhormat yang datang.


Dari jauh terlihat keempat pria matang yang masih terlihat sangat hot jika di pandang mata. salah satu dari mereka terlihat berjalan dengan terburu-buru.


"Selamat siang Tuan-Tuan silahkan masuk." Leri dan yang lain membungkuk hormat.

__ADS_1


"Kemana Bos kalian? Cepat suruh pria tua itu keluar!" Ansel berjalan memasuki mansion dengan begitu cepat. Mata elangnya menelisik kesana kemari mencoba mencari seseorang yang sudah membuatnya kesal.


Leri dan yang lain cukup terkejut dengan kelakuan tamu yang datang. Sementara Garvin, Felix dan Mads mendudukan dirinya di sofa. Mereka tidak berani ikut campur masalah ini.


"Anda bisa tenang Tuan, saya akan panggilkan Tuan Dam." ucap Leri dengan sopan.


Bukannya duduk Ansel malah semakin menjadi.


"DAM DAMIEN KELUARLAH." teriak Ansel.


"Aku disini." Damien keluar dari dalam lift dengan jantung berdebar.


Ansel yang saat ini tengah emosi berjalan cepat ke arah Damien.


"BRENGSEK..aku menyuruhmu menjaga putriku bukan untuk merusaknya."


'BUGH.' satu bogeman melayang di wajah Damien.


Melihat situasi tidak kondusif akhirnya ketiga pria yang hanya duduk santai di sofa berusaha melerai Ansel.


"Sudah kita bisa bicarakan ini baik-baik." ucap Garvin, Garvin dan Felix memegangi Ansel. Sementara Mads membantu Damien berdiri. Para asisten rumah tangga tidak berani iku campur mereka hanya bisa menonton kejadian ini dengan diam.


Damien hanya diam. ia merasa pantas mendapatkan perlakuan ini dari Ansel.


"KAU LIHAT PRIA ITU, DIA SAMA SEKALI TIDAK MERASA BERSALAH." Ansel masih mencoba lepas dari penganggan Garvin dan Felix.


"Tenang dulu! Kalau kau seperti ini masalahnya tidak akan pernah beres." Felix dan Garvin berusaha membawah Ansel kembali ke ruang tamu.


Damien hanya diam dan menunduk. Ia merasa sangat malu karena kejadian ini. Sedangkan Mads curi-curi pandang ke arah Damien. Rasanya ingin sekali ia tertawa keras melihat ketua Rick Devil seperti seekor kucing yang ketahuan mencuri ikan majikannya.


"Coba jelaskan pada kami Dam, apa benar kau dan Stella menjalin hubungan?" tanya Felix.


Saat ini semuanya duduk di sofa. Felix sengaja menghalangi Damien dan Ansel agar bisa berjaga-jaga kalau saja keduanya kembali mengunakan kekerasan.


Damien akhirnya memberanikan diri menatap wajah keempat pria di depannya.


"Ya aku dan Stella saling mencintai." ucapnya tanpa ragu.

__ADS_1


Bersambung ...


Bagaimana kelanjutannya? Apa Ansel akan memakan habis Damien🤔🤔


__ADS_2