Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Banci Kaleng


__ADS_3

Di sisi lain Ardolp dan ketiga rekannya sedang di obati oleh Dokter pribadi Jevarck, yang Ardolp pekerjakan hanya untuk mengobati para anggotanya, sang Dokter tidak hanya handal dalam ilmu kedokteran tapi keahliannya juga bisa meracik ramuan herbal yang sangat manjur, tidak kalah dengan obat-obatan mahal di rumah sakit besar.


"Sialan anggota kita banyak yang tewas, markas kita juga terbakar habis." ucap Kaya duduk bersandar di sofa, dia mengalami luka sayatan di perutnya untung saja lukanya tidak terlalu dalam.


"Kita harus mencari anggota-anggota baru yang memiliki skill di atas rata-rata agar bisa memperkuat Jevarck." ucap Grisham.


"Kalian tahu hal konyol yang pernah aku lakukan selama menjadi anggota Jevarck?" tanya Sea membuat ketiga temannya mengedikkan bahu.


"Hal paling pecundang yang pernah aku lakukan melarikan diri dengan menyamar menjadi seorang banci." ucap Sea membuat ketiga temannya tertawa terbahak-bahak.


"Jadi kamu bisa lari dari kepunggan musuh karena menyamar menjadi banci?" tanya Kaya tawanya tak kunjung berhenti, Sea menjawab dengan anggukkan kepala.


*Flash Back on


Saat itu Sea berhasil membunuh banyak musuh dengan belatih dan pistol di tangannya, kecekatannya saat memegang senjata memang tidak bisa di ragukan lagi.


"Hahaha, hanya segini kemampuan kalian." monolog Sea, meskipun dia juga terluka tapi tubuhnya masih bisa berdiri tegap tanpa merasakan sakit.


Saat Sea ingin maju mendekat ke arah musuh, dia melihat ke empat musuh yang paling hebat di antara yang lain itu keluar dari sarangnya, membuat Sea mundur dan mencari tempat aman.


"Sial mereka mengelabuhi anggota ku." monolog Sea.


Stamina Sea yang cukup terkuras karena banyak membabi buta musuh tidak akan bisa melawan ke empat musuhnya yang masih memiliki stamina power.


Sea mencari ide untuk bisa melarikan diri karena rekan-rekannya sudah banyak yang berguguran, dia melihat sekitar dan menemukan sepotong daster, beberapa wig, make up dan beberapa kostum lainnya, semua memang sudah di persiapkan untuk keadaan urgent seperti sekarang ini, Sea dengan cepat berganti baju dan memilih wig panjang dengan segera ia memakainya, teriakan kesakitan keriuhan bunyi pistol dimana-mana tidak membuat Sea berhenti melakukan idenya.


"Ini hal tergila yang pernah aku lakukan." ucap Sea yang saat ini ia terlihat sangat cantik dengan make up tebal di wajahnya.


Sea mulai keluar dari sarangnya ia mencari tempat yang jauh dari serangan musuh, Sea tidak ingin peluru mendarat di kepalanya, tidak lucu bukan jika seorang gangster harus mati dalam keadaan menjadi seorang banci.


"Apapun yang aku lakukan saat ini demi hidupku." gerutu Sea di sepanjang langkahnya.


Sea mulai melakukan aktingnya dia berlari ke arah musuh dengan wajah ketakutan.


"Mas eyke takut, kenapose eyke bisa sampai sini." ucap Sea bergelanyut di tangan kekar anggota Black Wolf.


"Sialan kenapa bisa ada banci disini." ucap laki-laki yang tangannya di gelayuti oleh Sea, ia melepas paksa tangannya dan bergidik ngeri.


"Hahaha mungkin dia ingin berpartisipasi membasmi musuh." tawa rekan lainnya.


"Cepat keluar dari sini banci kaleng, jika tidak lehermu akan ku gorok dengan pedang ini." ucap rekan Black Wolf menunjukkan pedang laras panjang di tangannya.


"Aaahhhh no ekye ngak mau metong." ucap Sea berlari keluar, akhirnya dia bisa mengelabuhi mereka dan lari dari kepunggan para musuh.

__ADS_1


Belum selesai hal memalukan yang Sea dapat hari ini, Sea harus menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitar dan menjadi ejekan anak-anak kecil yang menertawainya.


" Brengsek.." umpat Sea dalam hati.


*Flash Back of


Tawa ketiga rekannya semakin menjadi saat Sea menceritakan kejadian yang di alaminya.


"HAHAHA.." terdengar tawa menggelegar dari ketiga pria tampan itu, Dokter hanya bisa menahan tawanya saat mendengar cerita Sea dia tidak ingin mati di tangan Gangster seperti mereka.


"Memang kalian bisa keluar dari kepunggan mereka dengan cara apa?" tanya Sea menghentikan tawa ketiga pria itu.


"Aku bisa keluar dari sana berpura-pura menjadi pemulung." ucap Grisham.


"Hahaha tidak ada keren-kerennya ide kalian, kita berdua berpura-pura tewas dengan menaruh mayat di atas tubuh kita." ucap Kaya.


"Kok bisa? bukannya mayat-mayat disana di bakar habis?" tanya Grisham.


"Kita melarikan diri disaat mereka lenggah." jawab Ardolp.


Grisham dan Sea mengangguk-anggkukkan kepalanya tanda mengerti.


Setelah pengobatan selesai ke empat pria tampan ini pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


'Ssshhh..' desis Ansel, membuat Bella terperanjat.


"Maaf suamiku." ucap Bella beranjak duduk.


Mata Bella menyusuri jendela nampak cahaya matahari sudah di atas kepala, Bella berganti menatap jam dinding yang membuatnya kaget.


"Astaga sudah pukul 11.00" ucap Bella.


"Maaf sudah membangunkan mu." ucap Ansel beranjak duduk, ia menatap istrinya yang terlihat begitu cantik meskipun baru bangun tidur.


"Tidak mengapa suamiku." ucap Bella mengalihkan wajahnya, ia beranjak ke wardrobe lalu berjalan menuju kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih menatapnya lekat.


Ansel mengeleng dengan senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun kecuali orang terdekatnya.


Ansel kembali merebahkan tubuhnya," Tidak ku sangka aku bisa jatuh cinta dengan wanita cupu itu." monolog Ansel.


Tidak berselang lama Bella keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti baju, rambutnya yang basah membuat Bella terlihat sangat cantik.


"Bersihkan dirimu suamiku, aku akan memasak makanan spesial untukmu." ucap Bella keluar kamar setelah selesai memoles wajahnya.

__ADS_1


20menit Ansel membersihkan diri cukup lama ia berada di kamar mandi, luka yang belum mengering itu tidak boleh terkena air dirinya cukup kesusahan tadi saat mandi.


Bella sudah selesai dengan pekerjaannya di dapur, dia heran kenapa suaminya tak kunjung turun, ia memutuskan untuk naik ke atas, Bella mencari suaminya di kamar yang terlihat kosong kemudian berganti menyusuri wardrobe ternyata suaminya masih bertelanjang dada terlihat Ansel sedikit kesusahan saat memakai kaosnya.


"Mau di bantu." ucap Bella membuat Ansel terperanjat kaget, Bella beringsut karena Ansel menatapnya tajam.


"Maaf.." ucap Bella menunduk.


Ansel menghampiri istrinya," Pakaikan!" suruh Ansel menyodorkan kaosnya.


Bella menerima kaos dari tangan Ansel, ia mulai memakaikan baju pada Ansel seperti seorang ibu memakaikan baju pada anaknya.


Tatapan mata Ansel tidak lepas memandang Bella,


"Kamu tidak ke kantor lagi suamiku?" tanya Bella.


"Apa kamu tega membiarkan suamimu yang sakit ini pergi ke kantor." jawab Ansel membuat Bella mengeleng cepat.


"Tidak.." ucap Bella.


Kaos sudah melekat di tubuh kekar Ansel," Apa kamu masih betah disini, cacing di perutku sudah bernyanyi ." ucap Ansel.


"Tidak, baiklah kita turun sekarang." ucap Bella berjalan lebih dulu.


"Apa karena tanganku terluka kamu tidak mau mengandengku." ucap Ansel menghentikan langkah kaki Bella.


Bella menoleh kebelakang, dia berjalan mundur," Apa harus seperti ini?" tanya Bella bergelanyut di lengan kekar Ansel.


"Harus .." ucap Ansel, mereka menuruni tangga bersama.


Makanan banyak terhidang di meja makan.


"Apa kamu yang memasak ini semua?" tanya Ansel.


"Siapa lagi jika bukan aku." jawab Bella melayani suaminya.


Ansel makan dengan sangat lahap masakan Bella sangat pas di lidahnya, Bella senang melihat Ansel menyukai masakannya.


Makan pagi rasa siang pun usai, tiba-tiba terdengar bunyi bell Reni yang sedang membersihkan ruang tamu langsung membuka pintu, disana berdiri wanita cantik berambut pirang.


Apa yang akan terjadi selanjutnya? tetap setia bersama Bella dan Ansel😘


JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN😊

__ADS_1


__ADS_2