
Malam sudah berganti menjadi pagi, silau mentari membuat Bella mengerjapkan matanya, di lihatnya orang pertama yang sudah mengambil kegadisannya sedang tertidur lelap seperti seorang bayi, Bella ingin beranjak dari ranjang tapi di ujung pangkal pahanya terasa sakit, dia sedikit merintih membuat Ansel yang sedang terlelap terbangun.
"Kenapa, apa masih sakit?" tanya Ansel mengucek matanya.
Bella menjawabnya dengan mengangguk, kepalanya menunduk kejadian semalam membuatnya malu jika pagi ini harus bertatap muka dengan Ansel.
"Lihat aku!" suruh Ansel memegang dagu Bella.
Dengan terpaksa Bella menuruti permintaan Ansel, akhirnya dia memberanikan diri untuk menatap Ansel dengan pipi yang sudah memerah.
Ansel tersenyum melihatnya, Bella terlihat sangat mengemaskan saat ini," Kamu ingin ke kamar mandi?" tanya Ansel, dia beranjak dari ranjang mendekat pada Bella yang masih berbalut dengan selimut tanpa mengunakan apapun.
"I-iya .." ucap Bella gagap.
Ansel langsung mengendong Bella bersama selimut tebal yang membungkus tubuh istrinya, Bella semakin malu ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Ansel.
"Muka mu kenapa merah begitu?" tanya Ansel menghentikan langkahnya, dia memandang Bella lekat-lekat.
"Tidak kenapa." jawab Bella pipinya semakin merona karena Ansel menatapnya.
Ansel geleng-geleng kepala, ia meneruskan langkahnya menuju kamar mandi, dia menurunkan istrinya di bathup, menyalakan air hangat dan meninggalkan istrinya di sana, sebelum menutup pintu Ansel berucap.
"Panggil aku jika sudah selesai." ucap Ansel kemudian menutup pintu kamar mandi setelah mendapat anggukkan dari istrinya.
Bella merendam tubuhnya di bathup dengan memejamkan mata, badannya terasa remuk saat melakukan kewajibannya semalam karena Ansel tidak membiarkannya untuk tidur.
Di sisi lain Ansel mendapat chat dari rekannya jika nanti malam akan ada perkumpulan antar kelompok gangster Black Wolf, Ansel segera membalas chat rekannya, sesudah itu ia menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup padahal sudah hampir satu jam Bella berada di kamar mandi.
Ansel yang kawatir, beranjak dari ranjang dan mengetuk pintu kamar mandi.
'Tok tok tok'
"Istriku, apa yang kamu lakukan di dalam?" teriak Ansel.
Bella saat ini berdiri di depan pintu, dia tidak berani untuk keluar, karena tubuhnya hanya berbalut handuk.
"Sebentar." ucap Bella.
'Ceklak.' bunyi pintu terbuka.
Ansel menatap lekat-lekat istrinya, dia menelan salivanya saat matanya tidak sengaja menatap gunung kembar yang terlihat padat itu, Bella yang mengerti arah pandang Ansel langsung menutup dadanya, membuat Ansel tersenyum lucu.
"Kenapa kamu lama sekali, apa masih sakit?" tanya Ansel mendekati Bella.
__ADS_1
"Hhanya sedikit." ucap Hara gagap.
Ansel langsung saja mengendong tubuh istrinya menuju wardrobe, dia memilihkan baju santai berwarna pink dan memberikannya pada Bella.
"Em apa kamu tidak bekerja suamiku?" tanya Bella menutupi kecanggungannya.
"Hari ini aku akan menemanimu." jawab Ansel menatap istrinya.
"Ya sudah mandi sana, aku ingin berganti baju." ucap Bella menunduk dengan pipi semerah tomat.
"Kamu mengusirku istriku?" tanya Ansel.
"Tti-tidak.." jawab Bella, sebelum pergi dari wardrobe Ansel mengacak rambut Bella karena gemas, selepas kepergian Ansel Bella bergegas berganti baju.
Sementara Ansel masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya dari peluh semalam yang membuat badannya terasa lengket.
"Apa seperti ini rasanya jatuh cinta." monolog Ansel senyum-senyum sendiri saat menginggat kejadian semalam yang membuatnya begitu candu.
"Kamu milik ku seutuhnya Bella, hanya milikku." ucap Ansel kembali saat menginggat Ardolp juga mengenal istrinya.
Tidak lama Ansel keluar dengan berbalut handuk kecil di pinggangnya, dia menuju wardrobe menatap sekitar mencari keberadaan Bella tapi nihil, Ansel lekas berganti pakaian, ia ingin mengajak istrinya jalan-jalan pagi ini.
Terlihat wanita cantik berdiri di depan lemari es sedang meneguk air dingin, Ansel berjalan mendekat memeluknya dari belakang membisikkan sesuatu pada istrinya.
Bella mengangguk." Bagaimana aku bisa bersiap-siap jika tanganmu masih berada di sana." ucap Bella.
Sebelum Ansel melepas tangannya ia mencium pipi kiri istrinya, situasi seperti ini tidak pernah terbayangkan oleh Bella, suami yang dulunya terlihat menakutkan sekarang malah berubah menjadi lelaki romantis.
Bella bersiap dia terlihat cantik dengan memakai mini dres di padu padankan dengan Jaket jeans ala-ala gadis korea.
Ansel membukakan pintu mobil untuk istrinya, ia sedikit berlari menuju kemudi, mobil pun melaju membelah jalanan kota, entah Ansel membawah istrinya kemana, Ansel memutar musik untuk menemani perjalanan mereka, sesekali terdengar Bella bernyanyi, suaranya terdengar sangat merdu di telingga Ansel.
Tak lama mobil berhenti mereka sampai di tujuan, ternyata Ansel membawah Bella ke sebuah danau yang sangat indah, tempatnya sangat bersih banyak bungga-bungga bermekaran di sana, keindahan danau membuat Bella terpukau.
"Kamu suka istriku?" tanya Ansel memeluk istrinya dari belakang.
"Suka suamiku, terima kasih." jawab Bella mengenggam tangan Ansel yang berada di perut rampingnya.
"Ini tempat favoritku saat aku bosan." ucap Ansel melepas pelukannya, ia duduk di atas rerumputan hijau yang terlihat indah, di susul Bella juga ikut duduk di samping Ansel.
"Kamu bisa bosan?" tanya Bella tersenyum menatap suaminya.
" Kamu berani mengejekku." ucap Ansel tiba-tiba mengungkung Bella di bawahnya.
__ADS_1
"Ini tempat umum suamiku." ucap Bella menoleh kesana kemari takut ada yang melihat.
"Tidak ada orang." ucap Ansel lebih mendekat, Bella memejamkan mata hal itu membuat Ansel tersenyum.
"Hei apa yang kamu fikirkan?" tanya Ansel membuat Bella membuka matanya.
Pipi Bella sudah seperti tomat rebus, dia mengira Ansel akan menciumnya.
"Tidak ada." ucap Bella langsung mendudukan dirinya.
Ansel menahan senyum saat melihat istrinya salah tingkah, istrinya terlihat begitu mengemaskan, Ansel yang sudah tidak tahan langsung menarik tubuh Bella mencumbu bibir itu dengan lembut.
Cuaca yang begitu sejuk mendukung suasana romantis mereka, membuat keduanya terbuai akan cinta yang baru merekah itu.
Ansel melepas pagutannya saat mereka sama-sama kehabisan nafas, posisi mereka masih sama dengan kening yang masih menyatu." I Love you." ucap Ansel.
Bella tersenyum. "Love you to." ucap Bella.
Ansel membawah Bella dalam pelukannya, tidak terasa sudah waktunya makan siang, Ansel berencana membawah istrinya ke resto favoritnya.
"Kita makan siang!" ajak Ansel, Bella mengangguk.
Mereka berjalan menuju mobil, mobil melaju membela jalanan yang cukup macet, selepas makan siang mereka kembali pulang karena hari sudah hampir sore.
Malam pun menjelang mengantikan matahari yang tidak nampak dari pagi karena cuaca mendung, Bella sudah memakai baju tidur sedangkan Ansel berganti memakai baju serba hitam membuat istrinya ini mengernyitkan dahi.
"Suamiku mau kemana?" tanya Bella.
"Aku harus pergi istriku." jawab Ansel mencium kening Bella.
"Kemana?" tanya Bella lagi.
"Ada pertemuan dengan anggota Black Wolf, kamu baik-baik di rumah ya." jawab Ansel.
"Hati-hati suamiku." ucap Bella mencium pipi Ansel sekilas kemudian berlari ke arah ranjang, membuat suami gangsternya ini tersenyum.
Ansel menghampiri istrinya. " Ada yang lupa." ucap Ansel.
"Apa itu suamiku?" tanya Bella.
Ansel langsung mencumbu bibir istrinya yang membuatnya candu.
"Selesai, kunci pintunya mungkin aku pulang besok pagi." ucap Ansel meninggalkan Bella dengan senyum merekah di setiap langkahnya.
__ADS_1
Aku mulai up lagi readers maaf ya jika terlalu lama menunggu😚