Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Mansion Bella


__ADS_3

Bella sangat penasaran siapa ketiga pria yang bertamu malam-malam ke rumahnya, ia pun berbisik pada Ansel menanyakan siapa ketiga pria di depannya ini.


"Siapa..?" bisik Bella.


"Black Wolf." hanya dua kata yang keluar dari bibir Ansel membuat Bella mengerti siapa ketiga pria yang sedang menatapnya saat ini.


Sejak ikut kursus menembak Bella jadi suka sekali novel-novel bergenre action, apalagi di setiap cerita selalu melibatkan lelaki tampan yang jago segalanya, membuat Bella ingin melihat suaminya beraksi saat mengempur lawan.


Melihat keempat pria tampan ini saja Bella sudah berimajinasi, begitu kerennya saat mereka membawah pistol, seperti film laga action yang sering ia tonton di ponselnya.


Lamunan Bella musnah berganti jeritan saat Ansel mengigit pundaknya.


"Aaaaa sakit.." renggek Bella.


Ketiga sahabat Ansel di buat iri dengan pasangan ini.


"Kamu kenapa senyum-senyum sama mereka, mau tebar pesona?" tanya Ansel dengan wajah masam.


"Ah masak sih, aku senyum-senyum." batin Bella, pipi cubby itu sudah semerah tomat.


Ketiga rekan Ansel ini memang mencari perkara, bayangkan saja ketiganya saat ini hanya diam tapi mata yang berbicara, melihat Bella yang menggemaskan membuat Felix, Mads dan Garvin tidak berkutik.


"Kalian pulang saja, ini sudah malam, menganggu saja." usir Ansel pada ketiga rekannya, Ansel tidak suka melihat tatapan ketiganya.


Mads berdiri lebih dulu.


"Lain kali jangan berkunjung lagi, pawang kelincinya garang." ucap Mads berlalu pergi membuat Felix dan Garvin tertawa, mereka berdua pun menyusul Mads untuk pulang.


"Sialan, mereka mengejekku." umpat Ansel.


"Memang garang." seru Bella melepas tangan Ansel dan beranjak menutup pintu.


"Siapa garang?" tanya Ansel.


"Gangster mesum." jawab Bella, ia segera berlari menuju kamar sebelum di terkam singga lapar, di susul Ansel ikut berlari mengejar istrinya.


Candaan malah berujung petaka untuk Bella, ia pun mendapat hukuman dari Ansel karena berani mengejeknya, malam ini keduanya saling berbagi cinta di bawal selimut tebal, selimut yang menjadi saksi bisu cinta mereka berdua.


Sinar mentari mulai keluar dari peraduan, Ansel sudah siap dengan baju kantornya, sebelum berangkat ke kantor ia akan mengantarkan Bella dulu ke mansion Papa Tio.


"Istriku sayang, nanti kalau kamu ingin keluar jangan lupa bawah pengawal." ucap Ansel saat ini ia sudah berada di kursi kemudi.


"Iya suamiku, tenang saja." jawab Bella mengiyakan.


Di mobil begitu hening, tidak ada salah satu dari mereka yang mau memulai obrolan, Ansel pun memilih memutar musik audio di mobilnya.


Perjalanan cukup lama karena pagi ini cukup macet, akhirnya mereka sampai juga di mansion Bella.

__ADS_1


Mendengar suara mobil, Mama Eva keluar dengan bersemangat, pasti itu putrinya.


"Mama .." teriak Bella berlari ke arah Mamanya, mereka pun berpelukan.


"Ma, titip istri Ansel nanti setelah pulang dari kantor Ansel kesini." pamit Ansel pada Mama Eva.


"Tentu nak, kalian tidak sarapan dulu." ucap Mama Eva.


"Tadi kita sudah sarapan Ma, sini sayang." Ansel menyuruh istrinya untuk mendekat.


'Cup' kecupan kening Ansel berikan pada istrinya, membuat Bella malu-malu karena disana juga ada sang Mama.


"Aku berangkat dulu, mari Ma." pamit Ansel pada kedua wanita berbeda usia itu.


Bella tersenyum dan melambaikan tangannya, mobil Ansel berhenti sejenak di depan gerbang, mungkin menghimbau para pengawalnya untuk memperketat penjagaan.


Tidak lama mobil Ansel benar-benar meninggalkan mansion milik sang istri.


Dari kejauhan ada dua mobil sport yang parkir di pinggir jalan, mobil ini begitu mencurigakan tapi para pengawal yang berjaga di depan mansion Bella tidak menyadarinya.


"Ngapain ya Ma enaknya." seru Bella pada Mamanya.


"Bagaimana kalau kita ke Mall sayang, Mama kangen belanja sama putri Mama." ucap Mama Eva.


"Ide bagus."


Sembari menunggu sang Mama bersiap, Bella mengirim chat pada suaminya untuk meminta izin.


Tidak lama Mama Eva datang mereka pun keluar dari mansion.


"Nyonya mau kemana?" tanya salah satu bodyguard di depan.


"Kita mau ke mall." Bella yang menjawab.


Bodyguard itu memencet alat yang berada di telingganya, tidak lama terlihat mobil Jaguar F-Type berwarna hitam melaju ke arah mereka.


Bodyguard itu membukakan pintu untuk kedua wanita ini, Bella memutar bola matanya saat melihat 1 orang pengawal duduk di kursi depan.


Mobil pun mulai meninggalkan pelataran mansion Bella.


Di perjalanan kedua wanita berbeda usia ini asik bercengkramah tanpa menghiraukan dua orang laki-laki yang berada di depan.


"Huh akhirnya sampai juga, ayo Ma." ajak Bella keluar dari mobil mengandeng tangan Mama Eva.


"Tunggu Nona, kami mendapat tugas untuk tetap berada di sekitar anda." ucap Pengawal.


Bella hanya mengangguk, 2 orang laki-laki itu pun mengikuti kemana saja majikannya pergi.

__ADS_1


2 jam sudah mereka berkeliling, di tangan Bella hanya ada tiga papper bag, dua miliknya sementara yang satu milik Mama Eva.


Karena Bella berjalan tidak menatap jalan, ia hampir saja menabrak seseorang.


"Oh maaf-maaf." Bella meminta maaf kepada pria itu.


Pria berbadan tegap, berkulit putih seperti bukan warga negaranya, tapi anehnya penampilannya sangat cupu.


Melihat orang asing hampir menabrak majikannya, pengawal itu langsung memberi bogeman pada pria cupu di hadapan Bella.


'Bugh' tidak keras karena pengawal juga tahu seberapa kemampuan orang yang ia beri bogeman.


Pria itu terjatuh di depan Bella.


"Astaga, tidak usah pakai kekerasan dia orang baik." ucap Bella pada kedua pengawal.


Mama Eva dan Bella mencoba membantu pria cupu itu untuk berdiri.


"Tolong ambilkan kotak obat di mobil." suruh Bella kepada salah satu pengawal.


"Baik Nona." pengawal bergegas pergi mengambil apa yang istri bosnya minta.


Kebetulan disana ada kursi panjang, Bella mengajak pria cupu itu untuk duduk, disusul Mama Eva sedangkan pengawal yang satu hanya berdiri tegap di samping mereka.


"Apa terasa sakit?" tanya Bella menyentuh luka yang berada di bibir pria cupu itu.


"Sakit." rintih pria cupu itu.


"Maaf, nama mu siapa?" tanya Bella.


"Barrak." jawabnya sambil curi-curi pandang ke arah Bella.


Akhirnya yang di tunggu datang, pengawal memberikan kotak obat pada istri bosnya, sebenarnya Bella tidak perlu melakukan ini jika yang mendapat bogeman pria biasa, tapi melihat pria di depannya Bella merasa kasihan sepertinya ada kelainan pada pria ini, karena tingkah lakunya masih seperti anak-anak.


"Sudah selesai." senyuman manis Bella berikan pada Barrak.


"Sekali lagi kami minta maaf ya." ucap Mama Eva mengusap kepala Barrak dengan lembut.


Barrak hanya mengangguk, ia pun menjauh pergi meninggalkan semuanya.


"Kasihan ya Ma." seru Bella.


"Iya sayang, sama siapa anak itu tadi, kenapa bisa sampai sini." ucap Mama Eva.


Bella dan Mama Eva kembali pulang, mereka berencana memasak banyak hari ini untuk makan malam nanti.


Jangan lupa kasih dukungan kalian untuk author😘😍

__ADS_1


__ADS_2