
Tamu yang datang pagi ini membuat mood Ansel hancur, bagaimana tidak kelima orang yang tidak lain keempat anggota Jevarck dan Damien datang secara bersamaan, mereka membawah kado masing-masing di tangannya untuk calon baby Bella.
"Kalian, aku kira siapa." Ansel memutar bola matanya malas.
"Dimana Bella?" tanya Damien.
Sebelum Ansel menjawab tidak lama Bella datang, meskipun perutnya membuncit tapi berat badan Bella tidak naik terlalu banyak, body bagian depan dan belakang malah terlihat semakin berisi.
Bella berjalan sedikit kesusahan, kelima pria ini berlari berebut tempat untuk membantu Bella.
"Kalian sentuh istriku sedikit saja, nyawa kalian melayang malam ini juga." ucapan Ansel penuh penekanan dengan sorot mata tajam.
Seketika kelima pria ini berhenti di tempat saat mendengar ancaman dari Ansel, sementara Bella geleng-geleng kepala melihat tingkah lucu mereka.
Ansel berjalan menghampiri istrinya, ia pun membantu istrinya untuk duduk, sementara kelima pria tadi berlomba-lomba mengambil kado yang mereka bawah untuk diberikan pada Bella.
"Bella ini untuk keponakan ku." Kaya memberikan terlebih dulu.
"Ini dariku.."
"Semoga kamu suka."
"Ini untuk princess kecil."
__ADS_1
Ansel di buat kesal akan kelakuan makhluk di hadapannya saat ini, semenjak Bella hamil, mereka sering sekali berkunjung ke mansion, dengan alasan menjenguk Bella, kalau saja istrinya tidak mengancamnya, mungkin Ansel akan menutup mansionnya rapat-rapat untuk kelima pria ini.
Bagaimana tidak, Bella mengancam jika suaminya melarang mereka ke mansion, ia akan tidur di luar.
Ooh tidak bisa, Ansel tidak akan mungkin bisa tidur jika tidak memeluk guling cantiknya.
"Kalian berisik sekali." Ansel berdiri, ia menjauhkan kelima pria itu dari istrinya.
"Terima kasih ya untuk kadonya." Bella tersenyum tulus pada kelimanya, senyuman yang selalu membuat kelima pria ini rindu.
"Sama-sama." ucap Kelimanya dengan serempak.
Formasi malam ini tidak lengkap, karena Vero sudah resign dari pekerjaannya, ia kembali membantu sang Mama menjalankan bisnisnya, karena usia Mama Vero yang tidak muda lagi membuatnya terpaksa berhenti.
Mereka saling bercakap, menghabiskan waktu untuk bercerita dan bercanda, sementara Ansel berwajah masam, semasam perasan lemon.
Semuanya beranjak dari duduknya, mereka menghampiri Bella karena ingin berjabat tangan, tapi apalah daya gelar pawang kelinci masih melekat pada diri Ansel, dengan gagah Ansel berdiri di depan istrinya, menghalangi kelima pria itu.
"Baiklah kami permisi dulu Bell." pamit Ardolp disusul ketiga rekannya.
"Bella aku pulang dulu." pamit Damien sembari tersenyum.
"Sudah pulang sana." usir Ansel dengan nada tidak suka.
__ADS_1
"Suamiku." mata Bella melotot, hal itu membuat Damien bangga, ia malah mengejek Ansel karena Bella lebih memilih membelanya.
"Goodbye fierce husband." Damien langsung berlari keluar.
"Lihatlah sayang, dia mengejekku." renggek Ansel.
"Sudah jangan seperti anak kecil, ayo bantu aku ke atas, aku ingin istirahat sebentar." Bella merentangkan kedua tangannya.
"Uuh sayangnya Papa ngantuk ya." Ansel menuntun istrinya ke arah lift.
Kelahiran putri Bella hanya menunggu satu bulan lagi, kedua calon Papa dan Mama ini sudah tidak sabar ingin menyambut buah hatinya.
Bella sudah tertidur di ranjang, sementara Ansel mengecek pekerjaan kantor di laptopnya, ia sibuk mengotak atik keyboard, cukup lama Ansel menatap laptop, hingga tanpa terasa dirinya juga ikut terlelap dengan posisi duduk bersandar di ranjang.
Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍
________________________Like Vote Dan Komen
________________________
Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.
Wuland4ri_05
__ADS_1
Wulan