Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Terpaksa Dirahasiakan


__ADS_3

Keduanya sama-sama canggung Ansel berusaha menekan hasratnya yang sudah berada di ubun-ubun.


"Aku.." ucap keduanya bebarengan, membuat keduanya malu.


"Bicaralah dulu!" ucap Ansel tersenyum.


"Aku ragu jika kamu benar-benar mencintaiku." ucap Bella.


"Apa yang membuatmu ragu?" tanya Ansel suaranya sangat lembut, membuat Bella semakin salah tingkah.


"Bagaimana hubunganmu dengan temanmu itu?" tanya balik Bella.


Ansel mendekat dan memegang tangan Bella. "Dia hanya teman masa kecilku, aku sama sekali tidak memiliki perasaan padanya." ucap Ansel mencium tangan Bella dengan lembut.


Seketika pipi Bella merona, perlakuan Ansel begitu manis padanya.


"Ya sudah ini sudah malam mari kita tidur." ucap Ansel beranjak tidur.


"Sini.." ucap Ansel lagi menyuruh Bella untuk tidur di sampingnya.


Bella dengan malu-malu tidur di samping Ansel, malam ini mereka tidur dengan saling memeluk.


Pagi menjelang nampak pasangan yang di mabuk cinta ini masih berpelukan mengulung dirinya di bawah selimut tebal, hari ini hari dimana aktifitas kantor terhenti sejenak, tiba-tiba terdengar bunyi panggilan yang ternyata dari ponsel Ansel, Ansel yang masih mengantuk menerima telpon sambil menutup matanya.


"Ya Hallo." ucap Ansel dengan suara serak.


"Suara mu seksi sekali." terdengar suara wanita di sebrang sana, siapa lagi jika bukan Calista.


"Ada apa?" tanya Ansel dengan suara datar.


"Aku meminta mu untuk menemaniku ke pantai, hari ini kan hari libur pasti disana sangat ramai." ucap Calista.


"Maaf aku tidak bisa, hari ini aku sibuk." ucap Ansel menolak, sikapnya berubah sangat dingin pada Calista.


Terdengar suara isakan dari sebrang telpon, Ansel menghembuskan nafas kasar dia menoleh kesamping berusaha melepaskan pelukan Bella, ia berjalan menuju balkon dirinya takut membangunkan istrinya.


"Jangan menangis seperti itu Calista, baiklah aku akan bersiap, tunggu aku disana." ucap Ansel, di sebrang sana wanita berambut pirang itu tersenyum mendengar Ansel mau menemaninya.

__ADS_1


"Terima kasih aku akan bersiap." ucap Calista langsung menutup telponnya.


Tanpa Ansel sadari Bella mendengar semua percakapan Ansel, seketika itu hatinya sakit mungkin ucapan cinta semalam itu hanyalah mimpi untuknya, dia membalikkan tubuhnya saat Ansel akan menghampirinya.


Ansel yang melihat tidur Bella terlihat sangat nyenyak tidak berani membangunkannya, dia pun berlalu ke kamar mandi dan setelah berganti baju dia langsung turun, terdengar samar-samar bunyi mobil Ansel meninggalkan mansion.


"Bahkan berpamitan dengan ku pun tidak, apa dia ingin mempermainkanku." monolog Bella tanpa terasa air bening jatuh di atas bantalnya.


Tidak tau mulai dari kapan Bella memiliki perasaan pada Ansel, hatinya begitu sakit saat Ansel berdekatan dengan wanita itu, maklum ini pertama kalinya Bella jatuh cinta dengan seorang pria.


Bella pun beranjak duduk dia mengusap airmatanya dan turun dari ranjang menuju kamar mandi, pagi ini Arka sarapan sendiri karena Bella tidak turun.


Di tempat lain Ansel dan Calista sudah berada di pantai, saat ini Calista memakai baju bikini yang membuatnya terlihat sexy, sementara Ansel memakai celana pendek dengan kaos polos, pesona Ansel membuat semua wanita yang berada di pantai itu memandangnya tanpa berkedip.


"Lihatlah mata mereka, tidak bisa beralih ke arah lain selain ke arahmu." ucap Calista bergelanyut manja di tangan Ansel, menunjukkan ke semua wanita itu jika Ansel miliknya.


Ansel menyelipkan kedua tangannya di saku celananya. "Itu sudah biasa buatku." ucap Ansel mereka berjalan menyusuri pantai dengan kaki telanjang.


"Ansel kenapa kau hari-hari ini sedikit berubah?" tanya Calista.


"Tidak, aku masih bersikap sama padamu seperti dulu." jawab Ansel mengelak.


Ansel menatap Calista." Tidak ada yang berubah." ucap Ansel, Calista pun meyenderkan kepalanya ke pundak Ansel.


"Aku ingin berbicara sesuatu padamu Sel." ucap Calista menatap Ansel, Ansel pun menoleh. "bicaralah."ucapnya.


"Aku sudah lama mencintaimu Sel." ucap Calista mantap tidak ada keraguan.


Ansel tertegun, dia tidak mungkin membongkar statusnya, semakin Ansel mencoba membukanya maka akan semakin banyak orang mengetahuinya dan itu bukan ide yang baik, Ansel tidak ingin Bella celaka karnanya.


"Sel, kenapa kamu melamun?" tanya Calista mengoyang tangan Ansel pelan.


"Tidak ada apa-apa." ucap Ansel berusaha menutupi kegugupannya.


"Bagaimana?" tanya Calista.


"Bagaimana apanya?" tanya balik Ansel.

__ADS_1


"Perasaan ku tadi." ucap Calista menatap Ansel, melihat Ansel yang diam saja reflek Calista memegang pipi Ansel agar menatapnya, seketika mata coklat dan mata kebiruan itu bertemu, Calista mendekatkan bibirnya hingga bibir mereka menempel, ia ******* bibir Ansel dengan lihainya sementara Ansel hanya diam dengan memejamkan matanya, jujur saja Ansel sejak semalam menahan syahwatnya pada Bella, hingga membuatnya terbuai dengan permainan bibir Calista.


Tiba-tiba saja wajah Bella terlintas di fikiran Ansel, dia pun melepas ciuman itu dengan paksa.


"Kenapa?" tanya Calista kecewa dengan sikap Ansel.


"Ayo kita mencari makan aku belum sarapan tadi." ucap Ansel mencoba mengalihkan pertanyaan Calista dia langsung menarik tangan Calista untuk pergi.


Sementara di Mansion Ansel, terlihat wanita cantik yang sedang berbaring membaca novel, dia belum juga sarapan padahal ini sudah hampir jam makan siang.


Gadis itu terlihat menangis, dia terbawah perasaan dengan cerita novel yang dia baca.


"Kasian sekali wanita ini, brengsek sekali suaminya dengan gampang menduakan cintanya untuk wanita lain." ucap Bella sesenggukan.


Sesekali Bella melihat jam, kenapa suaminya tidak kunjung pulang padahal ini hari libur, harusnya di hari ini Ansel menikmati hari liburnya bersama sang istri tapi sekarang dia malah menikmati liburannya dengan wanita lain.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu.


"Ya masuk.." ucap Bella segera mengusap airmatanya.


"Nyonya makan siangnya sudah siap, tadi kan Nyonya tidak sarapan." ucap Asisten tertua di mansion itu.


"Iya Bi nanti saja, kalau saya lapar." ucap Bella.


Bella masih serius dengan bacaan novelnya, sesekali dia tertawa, tidak lama dia kembali menangis, matanya sampai sembab sehingga membuatnya lelah dan tertidur sampai jam makan malam tiba.


Ansel yang baru sampai dirumah bertanya pada Asistennya.


"Bi apa seharian Bella keluar?" tanya Ansel.


"Tidak Tuan, Nyonya bahkan tidak sarapan pagi dan melewatkan jam makan siangnya juga." ucap Bi Neni.


Ansel segera berlari ke atas menghampiri Bella, takut terjadi apa-apa dengannya, saat Ansel membuka pintu kamar dia melihat Bella yang tidur membelakanginya, dia pun menghampiri istrinya dan duduk di sisi ranjang, tangannya membelai rambut Bella dengan lembut.


"Maafkan aku, karena merahasiakan status kita, aku tidak ingin kamu menjadi incaran para musuhku." ucap Ansel mencium lembut puncak kepala Bella dengan sayang.


Terima kasih Readers mau menunggu up Author🥰

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 😊


lope-lope buat pembaca🥰


__ADS_2