Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Darren


__ADS_3

Sore ini di mansion Bella, Papa Tio sedang mondar-mandir seperti orang yang sedang gelisah.


"Papa Kenapa?" tanya Mama Eva.


"Ma Darren kembali, dia ingin merebut hak milik Bella." jawab Papa Tio dengan cemas.


"Kenapa anak itu selalu membuat ulah, bukankah kita sudah memberi seperempat hak milik Bella padanya." Mama Eva memijat pelipisnya yang mulai terasa pening.


Darren adalah adik tiri dari Papa Tio, kemarin pria ini tiba-tiba datang ke perusahaan abraham untuk meminta haknya, melihat usaha sang Kakak semakin berkembang membuat dirinya iri dan ingin meminta hak Bella untuknya.


Dengan tegas Papa Tio menolak, ia mengusir Darren dari kantor secara tidak hormat, hal itu memicu Darren untuk mengambil haknya secara paksa dengan jalan kekerasan.


Darren meminta anak buahnya untuk mencarikan bandit, gangster atau sejenisnya untuk membunuh Kakaknya, di hari itulah Darren di pertemukan dengan mantan rekan-rekan para Jevarck, tapi sayangnya pembunuh bayaran itu gatot alias gagal total, malah mereka sekarang menghilang entah kemana.


"Kita harus meminta bantuan pada Ansel Ma, anak itu psikopat, dia akan melakukan apa saja demi mencapai keinginannya."


"Kalau begitu, kita harus kesana sekarang." ucap Mama Eva, beliau jadi kefikiran putrinya, ia takut Darren sampai menyakiti Bella.


Kedua pasutri parubaya ini memutuskan berangkat saat ini juga, Papa Tio meminta para pengawal memperketat penjagaan di mansionnya dan beberapa anak buah Ansel ia tugaskan untuk mengawal mobilnya menuju mansion menantu.


Tiga mobil melaju menuju mansion Ansel, perjalanan memerlukan waktu satu jam karena memang jarak antara mansion Bella dengan mansion Ansel begitu jauh.


Tak lama ketiga mobil ini sampai, hal itu menggagetkan semua penghuni di mansion, karena tidak biasanya Papa Tio membawah dua mobil pengawal saat berkunjung kesana.


Bella kebetulan masih berada di luar, karena menyambut suaminya yang baru saja pulang dari kantor.


"Ma Pa mari masuk." Bella mempersilahkan kedua orang tuanya untuk masuk.

__ADS_1


"Nak Papa ingin bicara padamu." semuanya sudah duduk berjajar di ruang tamu.


"Ada apa Pa kenapa wajah Papa tegang begitu?" tanya Bella.


"Nak, Darren kembali." jawab Papa Tio.


Bella membuang nafasnya kasar, sudah lama dia tidak mendengar kabar sang paman, tapi kenapa tiba-tiba pamannya datang lagi.


Sedangkan Ansel yang memang tidak mengenal siapa itu Darren menautkan kedua alisnya.


"Darren siapa Pa?" tanya Ansel, ia berfikir jika Darren ini mantan kekasih Bella atau mantan tunangan istrinya.


"Dia adik tiri Papa nak, maaf kami tidak pernah bercerita padamu." jawab Papa Tio.


"Lalu kenapa Papa seperti orang ketakutan begitu?"


"Dia ingin memiliki semua harta milik Papa yang akan Papa wariskan pada Bella nak, Darren pria psikopat." jawab Papa Tio.


"Kamu dan Bella harus hati-hati nak, dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." terang Papa Tio.


"Bella tahu Pa, Bella akan menjaga diri Bella, Papa dan Mama harus hati-hati." Bella terlihat kawatir dengan kedua orang tuanya.


"Tenanglah sayang, aku akan menghabisinya dengan tanganku sendiri jika pria itu berencana menyakiti kalian." ucap Ansel dengan mantap.


"Terima kasih nak Ansel, maaf jika Papa merepotkanmu." Papa Tio tidak enak hati dengan menantunya.


"Tidak perlu berterima kasih Pa, ini sudah tanggung jawab Ansel untuk melindungi kalian."

__ADS_1


"Mama dan Papa makan malam disini ya, kita makan bersama, Papa Robert dan Mama Tia sepertinya pulang larut malam." ucap Bella.


Papa Tio dan Mama Eva mengangguk.


"Sepertinya aku butuh bantuan rekan-rekan ku untuk mengatasi masalah ini." batin Ansel.


Ansel dan Bella pamit ke atas untuk mandi, sementara Mama Eva dan Papa Tio beristirahat di kamar sembari menunggu waktu makan malam tiba.


*


Darren mengulik semua informasi dari Kakak tirinya, ia juga mencari informasi tentang keponakannya Bella, siapa suaminya, dimana tempat tinggalnya, dan siapa saja yang dekat dengannya.


"Wow kamu hebat juga bisa membuat para gangster itu tunduk." monolog Darren, dirinya sedang memegang berkas-berkas berisi informasi tentang keponakannya.


"Benar saja mereka tunduk, kamu bisa berubah secantik ini." Darren menatap foto Bella yang berada di tangannya.


Sepertinya ucapanya tadi akan benar-benar dia lakukan, Darren akan menyewa para mafia untuk menghabisi semua keluarga Abraham, menginggat keponakannya di kelilingi para gangster, jika tidak di tebengi dengan lawan yang seimbang, maka usahanya akan sia-sia.


Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍


________________________Like Vote Dan Komen


________________________


Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.


Wuland4ri_05

__ADS_1


Facebook


Wulan


__ADS_2