
Ansel menarik Bella menuju kamar, dia menghempaskan tangan Bella dengan kasar.
"Aku sudah bilang padamu, jangan dekat-dekat dengan Arka." Ansel menatap Bella tajam.
"Apa urusanmu, terserah ku jika dekat dengan adik ipar sendiri, apa aku salah?" ucapan Bella membuat Ansel terdiam.
Bella yang malas berdebat dengan Ansel berjalan ke meja rias, ia memberi polesan bedak dan lipglos di wajah cantiknya, kuncir rambut yang selalu melilit di rambut indah itu dia lepas, kaca mata yang selalu dia pakai juga dia tinggalkan di atas meja, Ansel yang melihat perubahan dari diri Bella, tidak mampu mengalihkan matanya.
"Kenapa kamu merubah penampilanmu seperti ini?" Ansel tidak suka jika Bella terlihat cantik di depan Arka.
"Aku mau pergi suamiku, aku suntuk berada di rumah."
Saat ini Bella memakai celana jeans robek dengan atasan kaos polos yang membentuk tubuhnya, dia berencana untuk berbelanja pakaian, Bella sudah ada tekat untuk merubah penampilanya.
"Ayo aku ikut." ucap Ansel.
"Apa kamu tidak ke kantor?"
"Sudahlah ayo cepat." Ansel berlalu keluar dari kamar, Bella mendengus dia pun terpaksa mengiyakan permintaan suaminya.
Di mobil tak ada obrolan sama sekali dari keduanya, Ansel beberapa kali melirik Bella yang terlihat sangat cantik jika di lihat dari samping seperti ini, Ansel tadi belum sempat sarapan, Bella pun sama makan hanya sedikit karena tadi Ansel menganggunya.
"Kita mau kemana?" tanya Ansel memulai obrolan.
"Ke Mall aku mau shopping." Bella menatap Ansel, Ansel yang saat itu juga melihat Bella segera mengalihkan wajahnya ke depan.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi, Ansel menambah laju mobilnya agar cepat sampai di Mall.
Ansel segera memarkirkan mobilnya, sedangkan Bella pergi lebih dulu meninggalkan Ansel, hal itu membuat Ansel geram.
"Tunggu, selangkah saja kau melangkah aku akan menghukum mu." Ansel menatap Bella dengan tajam saat tubuh itu akan berlalu.
Bella membeku di tempatnya, dia terpaksa menunggu Ansel, tak lama Ansel berjalan menghampirinya, mereka pun memasuki mall itu dengan aura Ansel yang membuat para wanita di sana tidak bisa berpaling menatapnya.
Bella memutar bola matanya malas, melihat para gadis tersenyum mengoda ke arah Ansel.
__ADS_1
"Kamu mau beli apa?" tanya Ansel pada Bella, dia sudah terbiasa menjadi pusat perhatian para gadis.
"Ikut aku." Bella berjalan mendahului Ansel, sedangkan Ansel seperti anak itik yang mengekori induknya.
Bella masuk ke toko baju yang banyak menjual dress dan baju feminim lainnya, saat Bella memilih tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menyapa Ansel.
"Ansel.." panggil wanita itu yang tidak lain ialah Calista, dia mencium pipi kanan dan pipi kiri Ansel di depan Bella.
Hati Bella sedikit terluka, tidak tahu mengapa tapi ia berusaha cuek, sedangkan Ansel sudah asik bercengkramah dengan Calista tanpa memperdulikannya.
"Ikut aku ya, aku mau kasih sesuatu buat kamu." Calista tidak tahu jika Ansel kesana bersama dengan seorang wanita.
"Tapi." ucapan Ansel belum selesai sudah di tarik paksa oleh Calista, Ansel menatap Bella yang saat ini menatapnya tajam.
Bella segera membayar ke kasir, dia membeli banyak sekali dress dengan berbagai model, Bella memilih satu dress sabrina berwarna pink soft sangat bertolak belakang dengan seleranya yang seorang gadis cupu, tapi ia harus membiasakan ini, dia juga mengambil high heels yang tidak terlalu tinggi, membawah dress dan sepatu itu ke ruang ganti, selang beberapa menit dia keluar dengan sudah berganti baju, sungguh Bella saat ini sangat terlihat cantik dan manis, sedangkan baju yang dia pakai tadi dia masukkan ke paperbag, ia pun keluar dari toko dengan berjalan anggun.
Bella menoleh kesana kemari mencari Ansel tapi tidak menemukannya, bahunya terangkat acuh ia bergegas pergi mencari food coart karena ini hampir jam makan siang.
Bella memilih food coart yang tidak terlalu ramai, dia pun duduk sendiri dan memesan makanan, tanpa sengaja matanya melihat Ansel sedang di suapi oleh teman wanitanya, mereka duduk di kursi paling ujung, ternyata mereka makan di tempat yang sama, Ansel yang juga tidak sengaja melihat Bella sedang menatapnya, terkejut sekita itu dirinya tersedak.
"Hati-hati Sel." Calista memberikan minum pada Ansel, Ansel pun menerimanya, meneguk minuman itu hingga tandas, tanpa mengalihkan pandangannya pada Bella.
"Apa kamu haus, minum sampai seperti itu." Calista mengusap bibir Ansel dengan tisu, Bella yang muak dengan Ansel pun tidak perduli, dia segera memakan makanannya karena pesanannya sudah datang.
Tak lama ada seorang laki-laki yang tiba-tiba duduk bergabung dengan Bella, hal itu tidak luput dari penglihatan Ansel.
"Hai, boleh gabung." ucap pria asing itu.
Bella melirik Ansel ternyata dia sedang memperhatikannya, Bella pun memanfaatkan keadaan, dia ingin tahu apa Ansel marah atau tidak jika dia berdekatan dengan pria lain.
"Silahkan.." Bella tersenyum manis.
"Manis sekali, oh ya kenalkan nama ku Vero." Vero mengulurkan tangannya, Bella pun menjabat tangan itu.
"Nama ku Bella." ucap Bella.
__ADS_1
Bella kembali tersenyum, dia melirik Ansel sepertinya pria itu mulai merespon kejadian ini, terlihat dari tangannya yang mengenggam erat di atas meja.
"Kamu tidak makan?" tanya Bella pada Vero.
"Tidak aku hanya menunggu Mama ku, tadi belanja di depan sini." Vero menatap Bella kagum.
Di meja lainnya terlihat pria tampan yang sepertinya sedang mengumpat dalam hati, hatinya tiba-tiba merasa terbakar melihat Bella akrab dengan pria yang baru di kenalnya.
"Kamu lihat siapa sih Sel?" tanya Calista dia ikut menenggok kebelakang, saat itu Bella terhalang oleh pelayan yang sedang berdiri di depan Bella.
"Tidak.. tidak ada, sorry aku harus segera ke kantor, maaf jika meninggalkanmu sendiri disini." Ansel langsung berdiri meninggalkan Calista, mengacuhkan Calista yang berkali-kali memanggilnya.
Bella yang melihat Ansel meninggalkan Calista begitu saja tersenyum smirk, dia pun beranjak berdiri karena makanannya juga sudah habis.
"Maaf aku harus pergi." Bella meninggalkan Vero disana sendiri.
"Sial, kenapa aku tidak meminta nomor ponselnya." umpat Vero setelah Bella meninggalkannya.
Bella berencana pulang dengan taksi saja, di tangan kanan dan kiri Bella banyak sekali membawah belanjaan, melihat Bella yang berjalan sendiri banyak sekali pria yang mengodanya, Bella hanya acuh dan berjalan keluar dari mall itu.
Saat baru mencapai luar pintu tiba-tiba ada tangan kekar yang menyeretnya, tangan Bella akan melayang tapi ia urungkan saat melihat siapa pria yang berada di depannya.
Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍
________________________Like Vote Dan Komen
________________________
Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.
Wuland4ri_05
Wulan
__ADS_1