
Karena terlalu serius melihat Bella, Vero sampai tidak menyadari jika ke empat pria anggota Black Wolf duduk di hadapannya.
Kesal karena melihat pria lain menatap Bella, membuat Ansel reflek melempar sendok kearah Vero hingga mengenai dada bidangnya.
"Argh.." rintihan Vero sampai terdengar ke telingga Bella.
Bella melepas afronnya dan berjalan menghampiri kelima pria itu.
"Kamu kenapa Vero?" tanya Bella terlihat panik saat melihat Vero mengusap dadanya.
Saat ini bukan hanya sakit di bagian dada, tapi degupan jantungnya yang tiba-tiba tidak terkendali saat Bella mendekatinya, membuat Vero semakin kencang mengusap dadanya.
"Sayang, sini kamu." panggil Ansel.
"Vero kenapa, apa dadanya sesak?" tanya Bella pada suaminya.
Ansel tidak menghiraukan pertanyaan istrinya, ia menariknya mendudukan Bella di pangkuannya.
"Jangan seperti ini malu." Bella beranjak dari pangkuan Ansel, hal itu membuat Ansel kesal.
Melihat Vero sudah baik-baik saja tanpa banyak bertanya Bella berlalu kembali ke dapur untuk menyiapkan masakannya yang sudah masak.
Melihat Bella kerepotan sendiri ketiga pria yang tidak lain Felix, Mads dan Garvin berinisiatif untuk membantu.
"Melangkah sekali saja peluru ini akan menembus kaki kalian." Ansel menodongkan senjata ke arah sahabatnya yang ingin menghampiri Bella.
"Astaga kami hanya ingin membantu." Garvin di buat kesal dengan sahabat kulkasnya ini.
"Duduk..!" perintah Ansel.
Ketiganya pun kembali duduk di kursi mereka dengan wajah masam.
Ansel berdiri ia menghampiri istrinya.
"Mau aku bantu." bisik Ansel di telingga Bella sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Boleh, tapi lepas dulu."
Ansel pun melepaskan istrinya dengan tidak rela, Bella memberikan beberapa piring dan peralatan makan lainnya pada Ansel.
"Letakkan di meja makan." suruh Bella.
Ansel di buat kuwalahan membawahnya.
"Kenapa kalian diam saja, bantu cepat." ucap Ansel pada ke empat pria yang saat ini hanya menatapnya.
"Tadi kamu melarang kami bukan, sekarang rasakan." Mads tersenyum mengejek.
"Sial.." umpat Ansel.
"Kenapa mengumpat?" Bella tiba-tiba datang membawah beberapa makanan.
"Tidak apa-apa sayang." jawab Ansel.
"Dasar bucin akut." ucap Mads lagi.
__ADS_1
Ketiga pria tampan ini tertawa, membuat sang pemilik mansion geram.
Tak lama makanan pun sudah terhidang semua di meja makan.
Kelima pria ini sudah tidak sabar untuk menyantap makanan di hadapannya yang terlihat begitu nikmat.
Bella mengambilkan makanan untuk suaminya, saat ia ingin mengambilkan makan untuk yang lain Ansel menghalanginya.
"Biarkan mereka ambil sendiri, duduklah disini." ucap Ansel menepuk kursi disampingnya.
"Posesif sekali." gerutu Felix.
Kelima pria ini makan dengan sangat lahap, hingga di meja makan tidak tersisa sedikit pun.
"Enak sekali masakanmu Bell." Garvin memuji Bella dengan menunjukkan senyuman mautnya.
Ansel di buat kelimpungan sendiri, sepertinya ia harus segera membawah istrinya cepat pulang, agar ke empat curut itu tidak punya kesempatan untuk mengoda istrinya.
"Terima kasih." Bella membalas senyuman Garvin.
Ansel berdiri, " Sebaiknya kita ke kamar saja sayang melanjutkan kegiatan panas tadi pagi." ucap Ansel dengan ambigu, dirinya sengaja mengatakan itu di depan keempat pria di hadapannya.
"Kenapa harus bahas itu sih, memalukan sekali." batin Bella.
Wajah Bella berubah semerah jambu air, tanpa membalas ucapan suaminya ia pun pamit kepada yang lain.
Melihat pasutri sudah berlalu akhirnya keempat pria ini bisa mengumpat.
"Brengsek kucing mesum, mentang-mentang sudah halal." umpat Mads disusul yang lainnya.
Tapi kenyataan yang saat ini ada di hadapannya sungguh pahit, belum juga berjuang mendapatkan wanita itu eh ternyata sudah menjadi milik orang.
Malam pun semakin larut semua penghuni mansion kembali ke kamar mereka masing-masing untuk mempersiapkan kepulangan mereka besok pagi.
Pagi ini di mansion alm.oma Ansel, terdengar begitu riuh karena suara pria yang sedang terbakar api cemburu.
Pagi-pagi Bella sudah terlihat cantik, kebetulan Bella bangun lebih awal dari Ansel.
Pagi ini Bella meminta asisten untuk mengantikan tugas asisten di dapur.
"Biar saya saja yang masak pagi ini." ucap Bella diselingi senyum.
"Baik Nona." Asisten mendunduk hormat dan berlalu pergi.
Kebetulan sekali pagi itu keempat pria sudah bangun dari mimpinya semalam, keempatnya masih bermuka bantal tapi jangan salah keadaan mereka yang acak-acakkan malah membuatnya terlihat tampan.
"Bella kamu yang akan masak pagi ini?" tanya Felix mengagetkan Bella yang sedang memasak.
"Eh iya Kak." jawab Bella dengan canggung.
Keempat pria ini mendudukkan dirinya di meja makan.
"Lihatlah dia terlihat seksi saat memasak." Mads memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh Bella.
"Kau benar kenapa istri orang terlihat begitu mengoda." ucap Felix.
__ADS_1
Saat ini Bella hanya memakai kemeja big size, ia tidak berganti baju, sekalian saja nanti kalau sudah mandi dan berangkat pulang ke negaranya.
Rambut Bella hanya di ikat sembarangan, tapi hal itu malah membuat kecantikannya semakin terpancar.
Felix dan Mads sibuk memuji Bella sedangkan kedua pria lainnya hanya menatap Bella dengan rasa kagum.
Tidak mereka sangka pujian indah dari Felix dan Mads serta lamunan kagum dari Vero dan Garvin, tertangkap kamera si gangster mesum.
"Ekhem, sudah lama pistol ini tidak menghunus kulit manusia." ucap Ansel mata elangnya menyorot keempat pria yang sedang mengibah istrinya.
Felix, Mads, Garvin dan Vero terperanjat kaget mendengar suara Ansel, mereka bergidik ngeri mendengar ancamannya.
"Hehe kami hanya bercanda, bukan begitu kawan-kawan." Felix terkekeh ia mencari dukungan dari kawan-kawannya.
"Iya hanya candaan di pagi hari Sel." tambah Garvin merasa kikuk sendiri.
Vero sungkan ia hanya diam mengalihkan wajahnya kesembarang arah.
Tidak lama Bella datang membawah nasi goreng dan telur mata sapi.
"Wah ternyata sudah pada bangun, ayo kita sarapan bersama." ucap Bella tersenyum.
Keempatnya hanya tersenyum, mereka tidak berani menjawab karena tatapan Ansel terus menghunus ke arah mereka, dengan pistol di tangannya.
"Suamiku kenapa kamu bawah-bawah pistol saat makan?" tanya Bella.
"Hanya iseng sayang, siapa tahu ada yang ingin sarapan peluru pagi ini." ucap Ansel dengan ambigu.
"Ish.." desis Bella.
Akhirnya acara sarapan pagi yang menegangkan pun usai, saat ini semuanya sudah bersiap untuk berangkat ke bandara, Ansel sengaja tidak mengabari keluarganya karena ingin memberikan kejutan.
*
Disisi lain wanita berambut pirang ini sedang menangis, lagi-lagi harapannya kembali pupus.
"Brengsek si Damien, kenapa dia tidak membiarkan wanita itu mati saja." monolog Calista membuang semua barang yang berada di meja riasnya.
Calista baru mendapat kabar, jika Damien mengantarkan Bella kembali ke mansion alm.oma Ansel, hal itu membuat Calista geram, rencananya untuk kembali tinggal di mansion Ansel gagal sudah.
Calista berhasil lolos dari jeratan hukum, karena pihak kepolisian tidak menemukan bukti adanya tersangka lain.
Damien benar-benar merencanakan penculikan itu dengan sangat rapi, sehingga tidak membuatnya terhendus oleh aparat hukum.
_____VISUAL_____
Visualnya nyicil ya😁
Panas dingin ngak lihat mereka, othor mah pengen pingsan kalau lihat beginian😂
__ADS_1