Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Sisi Kejam Personil Jevarck


__ADS_3

Saat ini Damien sudah tiba di perusahaan Guinandra, ia berjalan di temani sang Papa menuju ruang meeting.


Di depan ruang meeting ada Vero yang menyambut kedua tamu terhormat ini.


"Selamat pagi Pak Vero." Damien bersalaman dengan Vero disusul Papa Daniel.


"Selamat Pagi Pak Damien, silahkan masuk Tuan Ansel sudah berada di dalam." Vero membungkuk hormat.


Ketiga pria berbeda usia ini mulai memasuki ruang meeting.


Ansel berdiri saat melihat siapa yang datang.


"Pagi Pak Ansel." Damien tersenyum smirk pada Ansel.


"Pagi, silahkan duduk." Ansel kesal sekali melihat Damien pagi ini, apa lagi melihat wajah Damien yang terlihat sangat menyebalkan itu, senyumannya seakan-akan ingin mengajak dirinya berduel, tapi Ansel masih punya rasa sungkan karena disana juga ada sahabat Papanya.


Mereka hanya meeting berempat saja, meeting berlalu hingga 1 jam, kesimpulan meeting pagi ini dari kedua pihak sama-sama sepakat untuk bekerjasama.


"Terima kasih untuk Pak Damien dan Pak Daniel, atas kunjungannya ke kantor saya." Ketiganya berjabat tangan.


"Sama-sama Pak, sepertinya kita akan sering-sering bertemu." lagi-lagi Damien tersenyum mengejek.


Andai saja disana tidak ada Om Daniel, mungkin Ansel sudah membuat wajah Damien babak belur.


"Ya, tentu saja." ucap Ansel.


Ansel dan Vero mengantarkan kedua tamunya sampai pintu ruang meeting, kedua Bapak dan anak itu berlalu dari sana setelah pamit dengan pemilik perusahaan.


"Wajahnya menyebalkan sekali."


Vero berusaha tidak tertawa saat mendengar ucapan Tuannya.


"Lebih baik kita kembali ke ruangan anda Tuan, karena masih banyak berkas yang harus anda periksa." ucap Vero.

__ADS_1


"Ya kau benar." Ansel berdiri, dia berjalan keluar di susul Vero di belakangnya.


Di tempat lain Ardolp dan rekan-rekannya ingin mengeksekusi lima orang pria yang berhasil mereka tangkap saat kelima orang itu akan mencelakai Papa Tio, Papa dari Bella.


Hari ini pengawalan dari Papa Tio tidak seketat biasanya, karena dirinya berfikir bahwa keadaan sudah baik-baik saja.


Saat ingin berangkat ke kantor, mobil yang di kendarainya hampir di hadang oleh lima orang pria berkendara sepeda motor, tapi naas keberuntungan tidak berpihak pada ke lima orang itu, sebelum menghadang mobil Papa Tio, para pesepeda motor itu di tabrak mobil milik Ardolp, hingga kelimanya jatuh dari motor, baku hantam pun tak terelakan saat itu, akhirnya ke empat personil Jevarck berhasil membekuk mereka, dan membawah kelimanya ke gudang bawah tanah, markas milik Jevarck.


"Katakan siapa yang menyuruh kalian?" Ansel memandang lima orang pria itu dengan mata elangnya.


Kelima orang itu di gantung tanpa busana, dengan posisi kepala berada di bawah.


Bukannya menjawab kelima orang itu malah tertawa menantang Ardolp.


"Hahaha kami tidak akan memberitahumu." ucap salah satu dari mereka.


'Cetarrr Cetarr'


Dua kali cambukan Sea berikan pada kelimanya, padahal kelima orang ini sudah tidak berbentuk, kulit mereka seperti irisan daging yang mengeluarkan darah, sebab luka pukulan saat baku hantam tadi masih basah, di tambah cambukan dari Sea saat ini, membuat kelima tubuh itu mengeluarkan bau anyir karena darah yang terlalu banyak keluar dari tubuh mereka.


Ardolp mendekati salah satu dari mereka, ia mematikan rokoknya dengan cara menempelkan rokok yang masih menyalah itu di luka yang masih basah, hingga membuat orang itu mengerang kesakitan.


"Aarrggh sakitt.." rintih orang itu.


"Kita pergi saja biarkan mereka disini." Ardolp mengajak ketiga rekannya pergi.


"Kalian beri mereka makan, jangan biarkan mereka kelaparan." perintah Sea pada rekannya yang di tugaskan untuk menjaga kelima orang itu, Ardolp tidak langsung membunuh kelima orang itu, karena ia masih membutuhkan info dari mereka.


Sisi kejam mereka mulai terbangun kembali, sudah sekian lama mereka tidak melakukan hal sekeji ini, sejak keempatnya mengenal Bella, rasa kemanusiaan dari keempatnya kembali ada, tapi tidak untuk hari ini.


Sepertinya ada hikmahnya juga Bella mengenal mereka, karena mereka rela melindungi Bella dan juga keluarganya.


Ardolp mengenal kelima orang itu, mereka adalah mantan dari anggotanya, Ardolp yakin jika bos baru mereka bukan orang biasa, karena kelima orang itu berpegang teguh pada pendiriannya, mereka tetap tidak mau mengatakan siapa bosnya, padahal kelimanya hampir saja merenggut nyawa.

__ADS_1


*


Di gudang kosong terlihat siluet pria berwajah tampan di temani satu gelas win dan satu batang rokok dengan asap yang menggepul memenuhi ruangan senyap itu.


'Tap tap tap..' terdengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya.


"Bos orang-orang kita gagal melakukan tugasnya, ada 4 pria yang berhasil mengagalkan rencana mereka."


'Pyaaaarrr..' suara gelas terjatuh dengan sangat keras, lebih tepatnya terlempar.


"Siapa mereka?"


"Mereka mantan rekan kami Bos, keempatnya kelompok gangster." ucap orang itu menunduk takut.


Satu putung rokok di buangnya kebawah, sepatu pantofel seharga ratusan juta itu dirinya pijakan di atas rokok yang masih menyala.


"Brengsek, beraninya mereka mengagalkan rencanaku."


"Kalau pria tua itu membentengi dirinya dengan para gangster, aku akan membayar mafia untuk mengalahkan mereka semua."


"Hahahahaha" tawa mengelegar mengisi gudang kosong itu.


Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍


________________________Like Vote Dan Komen


________________________


Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.


Wuland4ri_05


Facebook

__ADS_1


Wulan


__ADS_2