Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Lahir Ke Dunia


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, kini sudah waktunya Bella melahirkan, tepat sembilan bulan usia kehamilannya, wanita cantik berbaju longgar ini sedang membuatkan nasi goreng untuk suaminya karena Ansel ingin, padahal Ansel sudah melarang karena sang istri tengah hamil besar, tapi Bella beralasan, jika usia kehamilan saat menginjak fase melahirkan harus banyak bergerak.


"Sayang harum sekali nasi gorengnya." Ansel memeluk istrinya dari belakang dengan manja.


"Kalau seperti ini kapan selesainya suamiku." Bella sedikit kesusahan memasak, saat Ansel memeluknya.


Ansel terkekeh, ia pun melepaskan pelukannya, dan berlalu ke meja makan.


Tidak lama nasi goreng permintaan Ansel sudah siap, Ansel memakannya dengan lahap, masakan sang istri tidak pernah gagal, menurutnya selalu nikmat.


Acara makan malam pun usai, malam ini kedua orang tua Ansel dan Arka pergi menghadiri acara pesta pernikahan saudara jauh dari Papa Robert, tentu saja mereka harus datang, sedang Ansel hanya menitipkan salam saja, tidak mungkin ia meninggalkan istrinya sendirian di mansion, meskipun disana banyak asisten rumah tangga.


Saat Bella ingin membersihkan meja makan, tiba-tiba perutnya terasa keras seperti batu.


"Ahhh..." rintih Bella sembari memegang perutnya.


"Kamu kenapa sayang." Ansel berlari menghampiri istrinya.


"Sakit suamiku." nafas Bella mulai memburu karena menahan sakit di perutnya.


"Mungkin sudah saatnya kamu melahirkan, kita ke rumah sakit ya." Ansel panik, ia berteriak memanggil Ririn.


"RIRIN.." teriak Ansel berjalan pelan ke arah pintu sembari memapah istrinya.


"Ya Tuan."


"Cepat, siapkan apa saja yang di perlukan untuk persalinan, setelahnya kamu antar ke rumah sakit."


"Baik Tuan." Ririn berlari langsung melakukan tugasnya.


Ansel kembali melangkah menuju mobil, ia mendudukkan istrinya dengan pelan.


Di dalam mobil wanita cantik ini panik, ia merasa ada sesuatu yang tiba-tiba keluar, apa itu yang dinamakan air ketuban.

__ADS_1


"Suamiku cepat air ketubanku pecah." ucap Bella tersengal-sengal.


Ansel semakin cemas, dengan cepat ia berlari ke arah kemudi.


"Sabar ya sayang." Ansel langsung melajukan mobilnya dengan kencang.


Mobil Ansel tiba-tiba berhenti, saat berada di setopan lampu lalu lintas, terlihat lampu berwarna merah disana.


Ansel berdecih, dia membuka kedua kaca mobil agar sang istri lebih leluasa mendapatkan oksigen, tidak menunggu lama, mobil kembali melaju saat lampu warna merah itu berubah hijau, tanpa Ansel ketahui mobil yang berada di sampingnya tadi ialah mobil milik Damien.


Dengan cepat Damien mengikuti mobil milik Ansel.


"Sepertinya Bella akan melahirkan." Damien tersenyum, dirinya juga tidak sabar menanti princess Bella, pasti baby itu secantik Mamanya.


Tidak lama Ansel sampai di rumah sakit, Bella langsung di bawah ke ruang persalinan, Ansel menyempatkan menelpon Ririn untuk memberitahu dimana rumah sakit tempat istrinya melahirkan, dia juga meminta Ririn agar mengabari seluruh keluarganya, setelah panggilan terputus Ansel kembali masuk ke ruang persalinan, karena dokter memanggilnya.


"Sayang yang kuat ya." Ansel menciumi kening Bella sembari memegang tangan istrinya kuat.


"Sakit.." rintih Bella.


Beginilah perjuangan seorang istri, perjuangannya melebihi perjuangan seorang suami, bahkan banyak suami yang tidak pernah menghargai pengorbanan dari istrinya, mereka para lelaki merasa sudah melakukan tanggung jawabnya, meskipun apa yang mereka berikan kepada istrinya tidaklah cukup.


Walaupun begitu para istri berusaha melakukan yang terbaik, tanpa mengeluh, tanpa meminta lebih.


Melihat istrinya kesakitan seperti ini karenanya, Ansel berjanji tidak akan pernah menyakiti istrinya sampai kapan pun, sudah 3 jam Bella berbaring di ranjang, hingga sang Dokter bersuara.


"Nyonya siap ya, sudah saatnya untuk mengejan." Dokter mengarahkan Bella agar mulai mengejan.


Ansel terus memberikan support untuk istrinya, sesekali ia mencium wajah yang terlihat pucat itu.


Beberapa saat kemudian terdengar suara tanggisan Baby di ruangan bersalin, setelah Bella bersusah payah mengejan, akhirnya sang buah hati yang di tunggu-tunggu lahir kedunia, kedua pasutri ini menangis terharu.


"Terima kasih sayang." Ansel menciumi seluruh wajah Bella.

__ADS_1


Tidak lama suster datang, mengendong seorang baby yang terlihat sangat cantik, berkulit putih, mata bulat dan bulu mata lentik, pipinya pun terlihat begitu cabi, siapa saja yang melihatnya pasti merasa gemas.


Dokter pun mempersilahkan semua yang berada di luar untuk masuk, semuanya sudah sampai di rumah sakit 3 jam yang lalu, begitu juga dengan Damien.


"Aduh cucu Oma cantik sekali." Mama Eva dengan semangat mengendong cucunya yang berada di gendongan Ansel.


"Aku juga mau mengendongnya jeng." Mama Tia beralih mengendong cucunya.


Para Opa ini tersenyum sembari geleng-geleng, saat melihat istrinya saling berebut seperti anak kecil merebutkan suatu barang.


Sementara tatapan Ansel tertuju pada Damien, yang berdiri disamping Papanya.


"Kenapa kamu berada disini?" tanya Ansel.


"Aku tadi tidak sengaja melihatmu, jadi aku mengikutimu sampai kesini." jawab Damien dengan santai.


Ucapan Ansel ia urungkan saat melihat Dokter menghampirinya.


"Selamat Tuan Nyonya, besok istri Tuan sudah bisa pulang." ucap Dokter dengan ramah.


"Terima kasih." Ansel tidak kalah ramah, aura yang mencekam pada dirinya kini berganti dengan aura positif.


Semuanya pun keluar, di dalam hanya menyisahkan Mama Eva, Mama Eva membantu putrinya untuk berganti baju.


Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍


________________________Like Vote Dan Komen


________________________


Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.


Wuland4ri_05

__ADS_1


Facebook


Wulan


__ADS_2