Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Extra Part 1


__ADS_3

"Sayang putri kita sudah besar, aku ingin memberikan adik untuknya." Ansel memeluk Bella dari belakang dengan erat, mencium aroma khas milik sang istri yang membuatnya candu.


Malam ini kesempatan Ansel mencumbu istrinya sampai puas, karena Stella menginap di mansion utama atas permintaan Omanya, Ansel berharap Bella bisa hamil lagi, tidak cukup untuk Ansel jika hanya memiliki satu anak saja.


Bella berbalik badan hingga tatapan keduanya saling bertabrakan. "Bukankah setiap hari kamu meminta jatah?" Bella memutar Bola matanya malas.


Ansel terkekeh. "Untuk malam ini kita harus berusaha lebih keras lagi." bisik Ansel di telingga istrinya.


Wajah Bella merah merona mendengar bisikan dari Ansel, beruntung sekali Bella memiliki suami yang romantis sepertinya, sikap lunak dari Ansel hanya untuk keluarganya saja, tapi jika berada di luar pria ini masih sama seperti sebelumnya, dingin tak tersentuh.


"Berapa ronde?" Bella balik berbisik, membuat Ansel tidak bisa menahannya lagi.


"Jangan tanyakan ronde, aku mau sampai pagi." Ansel langsung melahap bibir manis Bella.


Malam panjang penuh cinta membuat keduanya berpeluh, tidak ada kata lelah dari Ansel, ia benar-benar memakan istrinya hingga pagi menjelang, Ansel berharap kecebong miliknya segera membuahkan hasil.


"Terima kasih sayang." Ansel mengecup puncak kepala Bella yang sudah tertidur.


Malam ini tenaga Bella benar-benar terkuras, setelah pelepasan terakhir wanita cantik ini sudah terkapar tidak berdaya.


Matahari mulai menampakan sisi pancarnya, tapi kedua pasutri ini masih setia meringkuk di atas ranjang dengan tubuh polos, tubuh Ansel menggeliat, sorot cahaya dari balik tirai menganggu tidurnya.


"Jam berapa ini." batin Ansel.

__ADS_1


Ansel menenggok ke samping, di lihatnya sang istri masih tertidur pulas, senyum Ansel mengembang saat menginggat kejadian semalam, dengan hati-hati Ansel menyingkirkan tangan Bella yang melingkar di perut six packnya, setelahnya ia beranjak ke kamar mandi, Ansel berjalan dengan tubuh polosnya.


Cukup 20 menit saja, kini Ansel sudah siap untuk berangkat ke kantor, di lihatnya sang istri masih terlelap, Ansel tidak ingin menganggunya, mungkin gara-gara peperangan semalam membuat istrinya kelelahan, lagi-lagi bibir Ansel tersenyum, langkah kakinya mulai mendekati Bella, di ciumnya kening sang istri dengan penuh perasaan.


Ansel turun, pagi ini ia sarapan nasi goreng dan telur mata sapi, yang sudah di siapkan oleh asisten Ririn.


"Rin kalau Nyonya sudah bangun, dan menanyakan saya tolong bilang, saya sudah berangkat ke kantor karena pagi ini ada meeting." pesan Ansel pada Ririn.


"Baik Tuan."


Ansel pun beranjak dan berlalu pergi meninggalkan mansion menuju kantor, sejak Vero berhenti Ansel lebih memilih membawah mobil sendiri dari pada memakai supir.


*


Di jalan yang cukup sepi, seorang wanita cantik berjalan sendiri dengan helm full face yang masih melekat di kepalanya, ia meninggalkan motor sportnya yang mogok di pinggir jalan.


Lisa sudah membuat janji dengan ketiga temannya untuk berlatih, sore nanti dirinya akan beraduh balap, wanita ini mengikuti even balap motor yang di selenggarakan setiap satu tahun sekali, tentunya Lisa berfikir positif akan menjadi pemenang untuk tahun ini, karena 3 tahun berturut-turut ialah pemenangnya.


Langkah kaki Lisa terhenti, dari jauh wanita ini melihat 10 orang sedang beradu jotos, alis Lisa terangkat satu saat mengenal siapa keempat orang yang sedang melawan keenam orang lainnya.


"Wow bukannya keempat pria itu anggota gangster." Lisa berjalan sedikit mendekat, baru tiga langkah kaki jenjang itu berjalan, dari belakang seseorang membekap dan menodongkan pisau di lehernya.


"BERHENTI, jika kalian terus menyerang teman kami, orang ini akan mati di tanganku." ancam pria berkepala plontos.

__ADS_1


Seketika Ardolp dan ketiga rekannya berhenti, keempat pria tampan ini menautkan kedua alisnya, kenapa tiba-tiba ada orang asing yang berjalan sendiri di jalan sepi seperti ini.


Keenam lawan Jevarck mengambil kesempatan, mereka menghajar lawannya bertubi-tubi tanpa mendapat perlawanan dari anggota Jevarck.


Melihat hal itu, Lisa langsung beraksi satu sikutan di perut dan tendatangan kaki belakang mampu membuat pria botak itu terjungkal.


"Ayo lawan aku." Lisa memasang kuda-kuda menantang pria botak yang masih memegang pisau.


Aksi Lisa tidak luput dari mata Ardolp, tanpa ia sangka di balik helm full face itu seorang wanita, hal itu menginggat kannya pada Bella, wanita cantik yang memiliki kemampuan super.


"Rupanya kau wanita ya, aku suka wanita sepertimu." pria botak itu tersenyum menyeringgai.


Keduanya saling menyerang, begitu juga dengan kesepuluh orang lainnya, tidak lama lawan mereka satu persatu tumbang, Lisa juga berhasil menumbangkan pria berkepala botak yang menyerangnya, dari jauh terlihat tiga motor sport mulai mendekat, tanpa ada obrolan ataupun sekedar menyapa, Lisa langsung naik di salah satu motor sport milik temannya, ketiga motor itu berbalik melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan ke empat anggota Jevarck yang berdiri membeku di tempatnya, entahlah pria ini terpesona atau apa hanya mereka saja yang tahu.


"Siapa mereka?sepertinya keempatnya wanita." Kaya terus menatap keempat motor sport itu hingga menghilang dari pandangan.


"Aku kira hanya Bella wanita super yang berada di dunia ini." seru Grisham.


"Sudahlah kita pergi saja dari sini." Ardolp berlalu menuju mobil disusul ketiga rekannya.


______________________


Author kasih bonus kalau mau lanjut komen up, pemeran nama Lisa disini othor pakai nama salah satu readers ya, atas permintaan Kak Lisa sendiri, nih aku kabulin😋

__ADS_1


untuk kisah Damien dan Stella Author kasih bocoran.


Judulnya "OM DAMIEN MINE"


__ADS_2