Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Sore ini Arka mengajak Kakak Iparnya keluar, melihat Bella dua hari ini berwajah murung, membuat Arka berinisiatif mengajaknya untuk jalan-jalan.


"Kak sudah siap?"


Bella terlihat sangat cantik, ia memakai dress warna biru, motif kotak-kotak berlengan sabrina.



Mata Arka tak berkedip memandang Kakak Iparnya yang terlihat mempesona.


Arka juga sama, ia terlihat begitu tampan saat ini.


"Ayo.." Bella malu karena Arka memandangnya lekat.


Keduanya berjalan menuju mobil, Arka dengan iseng mengoda sang Kakak.


"Silahkan masuk tuan putri." Arka membukakan pintu layaknya seorang pengawal.


Bella tersenyum melihat tingkah Adik Iparnya.


Mobil pun mulai melaju menuju mall terbesar di kota A.


"Kak kenapa hari-hari ini, wajahmu terlihat murung?"


"Apa terlihat mencolok sekali?" Bella balik bertanya.


"Ya, kecantikan mu tertutupi oleh wajah murungmu itu." Arka tersenyum saat mengucapkannya.


"Kamu mengodaku ya." Bella juga ikut tersenyum mendengarnya.


Arka terkekeh, dirinya malah teringat sang Kakak, jika saja Kakaknya tahu, istrinya mendapat rayuan gombal sejuta umat darinya, pasti tangan bak barbel itu sudah melayang di wajah tampannya.


Arka memutar musik untuk menemani perjalanan mereka, tak terasa saat ini keduanya sudah berada di dalam mall terbesar di kota A.


"Kita kesana yuk Kak." Arka mengajak Bella ke time zone, mungkin dengan mengajaknya kesana, Kakak Iparnya bisa kembali ceria.


Bella mengangguk, keduanya memainkan beberapa game, Arka melirik Kakak Iparnya, ya lumayan lah meskipun tidak secerah biasanya, dirinya masih bisa melihat wanita cantik ini tersenyum.


Sangking serunya, keduanya sampai tidak sadar jika hari sudah berganti malam.


"Arka kita pulang, Kakak capek." Bella duduk di kursi sambil meminum boba yang di belikan Arka tadi.


" Seru kan Kak, sering-sering main sama aku ya." Arka bicara sembari terkekeh.


"Boleh, asal izin dulu sama Kakak mu." jawab Bella.


Keduanya berjalan keluar menuju parkiran.


"Kakak bercanda, sama saja dengan bunuh diri meminta izin pada Kak Ansel."


Kini Bella yang terkekeh.


"Eh bentar Kak, ada telpon masuk." Arka mengangkat telpon dan menjauh dari Kakak Iparnya.


Tidak lama Arka kembali, melihat Kakak Iparnya sudah berada di dalam mobil, Arka pun langsung duduk di kemudi, ia melajukan mobilnya meninggalkan mall.


Tidak menghabiskan waktu lama di perjalanan, karena Arka menjalankan mobilnya cukup cepat, akhirnya mereka sampai juga di mansion utama.


Bella turun terlebih dulu, keduanya mengernyitkan dahi melihat keadaan mansion yang gelap gulita.

__ADS_1


"Kak sudah pukul berapa ini? kita kemalaman ya." tanya Arka.


"Masih pukul 7 kok, tumben ya baru jam segini mansion sudah gelap." jawab Bella.


Arka membuka pintu, di dalam begitu gelap, sangat gelap hingga keduanya tidak bisa melihat apapun.


"Arka kenapa gelap begini?" Bella mengandeng tangan Adik Iparnya.


"Entahlah Kak." bibir Arka tersenyum, dirinya menang banyak hari ini, dia malah mengambil kesempatan dengan mengenggam tangan Kakak Iparnya.


Ruangan gelap itu seketika menjadi terang, disana terlihat Papa Tio, Mama Eva dan kedua mertuanya menyambut kedatangan Bella.


Mama Eva berjalan ke arah putrinya sambil membawah kue tart dengan lilin di atasnya.


Bella menatap Arka dengan tajam, sedangkan Arka malah tersenyum mengoda kepadanya.


"Sayang selamat ulang tahun." Mama Eva mencium pipi putrinya dengan sayang.


"Terima kasih Ma." Bella terharu, ia menitikan airmatanya, ternyata dugaannya salah kedua orang tuanya masih menginggat hari kelahirannya, kebahagian tahun ini bertambah karena ada keluarga baru yang juga ikut merayakan.


Mama Eva mengajak putrinya menghampiri Papa dan kedua mertuanya.


"Selamat ya sayang, semoga apa yang kamu inginkan segera terkabulkan." doa Papa Tio pada putrinya.


"Terima kasih Pa."


"Selamat nak, doa Mama dan Papa juga sama, semoga tuhan selalu memberi mu kebahagian." ucap Mama Tia.


"Kakak peace." Arka memberikan dua jarinya.


Bella hanya tersenyum, kebahagian malam ini rasanya kurang lengkap, karena sang suami tidak ada di sampingnya.


'Ceklak..' pintu terbuka.


Di depan pintu berdiri pria tampan dan pria parubaya, keduanya tersenyum ke arah Ririn.


"Pak Robertnya ada?" tanya Damien.


Ya tamu tak di undang yang datang ialah Damein dan Papa Daniel.


"Ada silahkan masuk." Ririn mempersilahkan mereka masuk.


Mendengar ada tamu, Mama Tia dan Mama Eva membawah kuenya ke dalam di susul Papa Tio, sedangkan tubuh Bella membeku melihat siapa yang datang.


"Om Daniel, Damein."


Damien sedikit terkejut, sepertinya kedatangannya malam ini bukan waktu yang tepat.


"Selamat malam." ucap Papa Daniel pada pemilik mansion.


Papa Robert menatap lekat-lekat pada pria yang berdiri di hadapannya kini.


"Daniel, kamu Daniel kan?"


"Kamu masih mengenalku rupanya." jawab Papa Daniel sembari tersenyum.


Kedua pria parubaya ini langsung berpelukan, sementara Damien dari tadi sibuk menatap Bella, hal itu tertangkap oleh mata jeli milik Arka.


"Ayo silahkan duduk, ini putramu Damien?" Papa Robert menatap Damien dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Iya dia Damien putraku."


"Wah kamu sangat tampan nak, seperti Papamu dulu." puji Papa Robert.


Papa Robert sangat terkejut, ternyata tamu yang datang bukan tamu biasa, apalagi melihat Damien, pria yang pernah menculik menantunya.


"Om maafkan Damien, Damien sudah salah faham." Damien langsung bersimpuh di kaki Papa Robert.


"Nak jangan seperti ini, Om sudah memaafkanmu." Papa Robert membantu Damien untuk berdiri.


"Duduklah anggap ini mansion kalian." tambahnya.


"Nak Bella." sapa Papa Daniel, Bella dari tadi hanya diam dia tidak berani bicara.


"Om, akhirnya Om bisa berjalan lagi, Bella ikut senang." Bella tersenyum ramah.


"Terima kasih nak, Om sudah menepati janji Om padamu." ucap Papa Daniel.


Arka yang tidak mengerti apa-apa terlihat seperti orang bodoh, karena hanya dia dan kedua orang tua Bella yang tidak mengenal siapa kedua pria yang berbeda usia ini.


"Ini putramu kan, yang satunya kemana?" tanya Papa Daniel.


"Oh, putra ku Ansel sudah dua hari ini berada di luar negeri, terjadi sedikit masalah dengan anak cabang disana." jawab Papa Robert.


Mendengar Ansel tidak berada disini, seketika bibir Damien tersenyum, ia kembali menatap wanita cantik di depannya.


"Om bolehkah saya mengajak Bella sebentar?" Damien meminta izin pada Papa Robert.


Mendengar ucapan putranya, Papa Daniel langsung menatap Damien dengan tajam, mana ada mertua pria membiarkan menantunya berduaan dengan pria lain.


"Kemana nak?"


"Hanya di depan sini saja." Damien tahu jika Papa Robert terlihat was-was.


"Hanya sebentar Om." ucap Damien lagi.


"Baiklah." Papa Robert akhirnya mengiyakan.


"Ayo Bell." ajak Damien.


Dengan terpaksa Bella mengikuti Damien di belakangnya.


Hembusan nafas berat terdengar dari bibir Papa Daniel.


"Sudahlah tidak apa-apa." ucap Papa Robert pada sahabatnya.


Melihat Kakak Iparnya di bawah oleh pria asing itu, Arka pun pamit ke dalam meninggalkan dua sahabat yang melepas rindu.


Babang Damien tamvan sekali, akoh tergoda dengan bibirnya🤣



Jangan lupa kasih dukungan kalian untuk authoršŸ˜


________________________


LIKE, VOTE DAN KOMEN


_______________________

__ADS_1


Kenalan sama Author yuk follow ig. Wulan_056t7


__ADS_2