
Hari sudah mulai pagi, di belakang gudang Darren di hadang oleh Mads, Grisham, Arka, Vero dan juga lainnya.
"Kalian mau bawah kemana mereka?" teriak Mads.
"Sialan.." Darren langsung menekan tombol darurat di telingganya.
"Aku tidak akan memberikan mereka pada kalian." ucap Darren.
Mads dan lainnya langsung menyerang, baku hantam pun terjadi, dari pihak Darren kalah personil, lima orangnya tumbang dengan leher dan tangan yang hampir putus.
Kelima lainnya membuang tubuh Papa Tio dan Mama Eva begitu saja, mereka mulai ikut menyerang, sementara Darren masih bertahan, ia sedang bertarung dengan Mads, pembunuh berdarah dingin.
Terlihat Mama Eva dan Papa Tio sudah sadar, Arka lekas berlari melepaskan ikatan keduanya.
"Terima kasih nak." ucap Papa Tio.
Tidak lama di luar gudang datang tiga mobil, sepertinya mereka orang-orang dari Darren.
Darren tertawa terbahak-bahak, saat mendengar suara mobil berhenti di depan gudang.
"HAHAHA.. para mafia ku yang lain baru datang, kalian semua akan mati." teriak Darren.
Mads dan yang lainnya berlari ke depan, di susul Arka, Papa Tio dan Mama Eva.
Di luar semua orang panik, tenaga mereka sudah hampir habis.
"Bagaimana ini Sel?" teriak Felix, mereka masih bertarung melawan mafia yang hanya menyisahkan sepuluh orang itu, sedangkan yang lainnya sudah tewas di tempat, karena Ardolp dan rekannya berhasil membunuh mereka dengan senjata tajam yang mereka bawah, rekan-rekan dari Ardolp dan Ansel juga banyak yang jatuh pingsan, yang masih bertahan hanya menyisahkan Ansel, Ardolp, Kaya, Sea dan Garvin.
"Sayang maafkan aku, tidak bisa membawah Papa dan Mama pulang." batin Ansel.
Dari mobil itu keluar sekitaran 20 orang lagi, hal itu membuat semuanya panik, mereka tidak akan selamat kali ini.
Tapi tunggu disana terlihat dua orang yang mereka kenal.
Damien dan Bella, ya ternyata ketiga mobil itu milik personil Damien, dengan cepat rekan-rekan Damien membantu Ansel dan yang lainnya.
Darren yang baru tiba di luar gudang terkejut, kenapa bukan orang-orangnya yang datang.
__ADS_1
Tanpa Darren ketahui, orang-orangnya sudah di habisi oleh anggota Red Blood.
Melihat dirinya terpojok, Darren berlari ke arah Mama Eva, ia mendekap Mama Eva dari belakang, sembari meletakkan pisau di leher wanita parubaya itu.
"STOP AKU BILANG STOP." teriak Darren.
Seketika pertarungan terhenti.
"MAMA.." Teriak Bella, dilihatnya kedua orang tuanya penuh luka lebam.
"Hai gadis cantik, cepat serahkan surat-surat yang ku minta, jika tidak Mama mu ini akan mati di tanganku." ancam Darren.
"Jangan sayang, biarkan Mama mati."
"DIAM KAMU.." Darren menjambak rambut Mama Eva dengan kasar, hal itu membuat amarah Bella berada di ubun-ubun.
"JANGAN SAKITI MAMAKU, DOR." teriakan Bella di barengi peluru yang melesat di betis Darren.
"Argh..."
Mama Eva terlepas dari dekapan Darren, ia pun berlari ke arah suaminya.
Bella berlari ke arah Darren, dirinya memukul pamannya tanpa ampun.
'Bugh Bugh.'
"Kamu pria brengsek."
"Ini balasan atas apa yang kamu lakukan pada Papaku, Bugh."
"Ini dari Mamaku, Bugh."
"Dan ini hadiah untukmu dariku, Bugh Bugh."
Kesepuluh mafia tadi ingin melarikan diri, tapi naas Damien dan rekan-rekannya berhasil menembak mereka.
Sementara Darren sudah babak belur, ia jatuh pingsan setelah pukulan terakhir dari Bella.
"Mama Papa.." Bella berlari ke arah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Tanpa Bella ketahui, ternyata Darren pura-pura pingsan, diam-diam Darren mengambil pistol yang tergeletak di tanah.
"Sayang awas." ucap Mama Eva.
Bella dengan cepat berbalik, ia bergerak lebih cepat dari Darren.
"DOR DOR DOR.." tiga peluru berhasil menembus dada dan kepala Darren.
Vero, Arka, Ansel dan rekan-rekannya di buat cenggo, mereka hanya berdiri melonggo memandang wanita cantik itu.
"Astaga apa dia Bella istrimu Sel?" seru Mads.
"Wow amazing." ucap Arka, ia terpesona melihat Kakak Iparnya beraksi.
Seketika Ansel sadar dari lamunannya, ia berlari ke arah Bella, langsung memeluk erat wanitanya.
"Sayang terima kasih sudah membantu kami." ucap Ansel.
"Aku yang harusnya berterima kasih padamu." Bella melepaskan pelukannya, ia menatap senduh suaminya, yang penuh luka di wajah dan tubuhnya.
"Aku berterimah kasih pada kalian semua." ucap Bella dengan lantang, ia memberikan senyuman tulus kepada semuanya.
Semuanya dengan serempak mengangguk dan membalas senyuman Bella.
"Untuk merayakan kemenangan kita, kalian semua harus datang ke pesta nanti malam di mansion ku." teriak Ansel.
Semuanya bersorak, penyerangan ini juga menjadi bukti, bahwa gangster tidak kalah hebat dari para mafia.
Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍
________________________Like Vote Dan Komen
________________________
Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.
Wuland4ri_05
__ADS_1
Wulan