Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Seperti Pencuri


__ADS_3

Saat ini Bella sudah berada di rumahnya, dia hanya memakai kaos oblong putih bergambar tiger, rambutnya yang cantik dia gerai, kaca mata tebalnya dia lepas, sambil menunggu Ansel datang dia iseng berfoto.



Hanya satu foto saja tanpa ekspresi, karena dia tidak suka berfoto, jadi tidak banyak foto dirinya di ponsel, tak lama terdengar mobil Ansel datang, dia menaruh ponselnya di meja dan bergegas keluar.


Di depan pintu Bella berusaha tersenyum, dia bertekad membuat Ansel jatuh cinta padanya.


"Selamat sore suamiku." ucap Bella dengan senyum manisnya.


Sore ini Bella terlihat aneh, kenapa tiba-tiba ia bersikap manis.


Ansel diam saja tidak menyahuti sapaan dari Bella, dia hanya memberikan tas kerjanya.


Ansel juga terlihat aneh sore ini, dia memberikan tasnya pada Bella dengan sangat lembut, tujuan Ansel sekarang bukan kamar tapi dapur.


"Ambilkan air putih untuk ku." suara Ansel tidak seperti biasanya.


Bella tersenyum dia beranjak ke dapur dan kembali membawah gelas yang berisi air putih.


"Ini suamiku."


Ansel mengalihkan perhatiannya, saat sempat terpesona dengan wanita di depannya, tak lama Mama Tia datang dari arah pintu dapur.


"Sayang kamu baru pulang..?" tanya Mama Tia.


"Iya Ma, tadi di kantor Ansel lembur." bohong Ansel.


Mereka bertiga duduk di meja makan, tak lama Papa Robert datang ikut bergabung di meja makan.


"Sel Mama mau bilang kalau besok Papa dan Mama akan ke rumah Nenek kamu, dia sedang sakit, sepertinya akan sangat lama karena tidak ada yang mengurus Nenek disana." ucap Mama Tia.


Saat ini Nenek Ansel Ibu dari Mama Tia sedang sakit, beliau menyuruh putrinya untuk kesana, karena Mama Tia anak semata wayangnya.


"Iya Ma tidak apa-apa, apa Arka ikut..?" tanya Ansel.


"Tentu tidak nak, kalau Arka ikut lalu siapa yang akan menjalankan bisnis Papa." ucap Papa Robert.


Sementara Bella hanya diam memperhatikan mereka bicara, hingga terdengar suara Mama Tia mengejutkannya.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang, sendirian dirumah..?"


Bella tersenyum, "Tidak apa-apa Ma, kan waktu Bella seharian hanya untuk bekerja." ucap Bella.


"Oh iya Mama lupa sayang." ucap Mama Tia tersenyum.


Ansel beranjak dari duduknya, dia menghampiri Bella dan mengandeng tangannya.


"Ma kami ke atas dulu." Ansel menarik Bella menuju kamar.


Mama Tia hanya mengangguk.


"Sebentar lagi kita akan punya cucu Ma." ucap Papa Robert.


"Benar Pa." ucap Mama Tia menimpali.

__ADS_1


"Mau aku siapkan air hangat untukmu?" wanita cantik itu selalu menunjukkan senyumannya pada Ansel.


Ansel di buat kelimpungan dengan pesona Bella, benar-benar wanita cupu itu, berani sekali menggoda suami gangsternya.


Ansel mengangguk, "Cepatlah..!"


Ansel duduk di ranjang, dia melihat ponsel Bella yang berada di atas meja, dengan iseng Ansel mengambil ponsel itu, ia mengotak atik galeri, disana ada satu foto yang menarik perhatiannya, Ansel iseng mengirim foto itu ke ponselnya, terdengar suara langkah kaki dari kamar mandi, dengan segera Ansel menaruh kembali ponsel itu ke tempat semula.


"Apa sudah selesai..?" tanya Ansel untuk menghilangkan kegugupannya.


Lihatlah, seorang anggota gangster yang terkenal dingin ini ketakutan, seperti seorang pencuri yang hampir tertangkap basah.


"Sudah suamiku." jawab Bella sembari tersenyum.


"Bisa tidak kamu jangan terus tersenyum seperti itu." Ansel mengalihkan wajahnya.


Bella menunduk, "Maaf." ucap Bella.


"Sudahlah.." Ansel berlalu ke kamar mandi.


Sebelum masuk ia menghentikan langkahnya.


"Ambilkan baju ku di wardrobe, taruh di ranjang." suruh Ansel.


Bella menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Apa tidak salah, dia menyuruhku ke wardrobe."


Bella di buat binggung, kemarin dia di larang kesana, tapi sekarang malah Ansel sendiri yang menyuruhnya.


Di wardrobe Bella membuka satu persatu almari, karena dia tidak tahu dimana baju santai suaminya berada, 15 menit berlalu Bella masih belum menemukan apa yang dia cari, tiba-tiba terdengar suara bariton dari arah pintu.


"Mana bajuku..?" tanya Ansel.


Bella menunduk. "Maaf, bajumu sangat banyak suamiku, aku binggung mencarinya." jawab Bella.


Ansel hanya bertelanjang dada, ia menghampiri Bella tanpa merasa malu, sedangkan Bella terus menunduk.


"Ambil di sana." Ansel menunjuk tempat pakaian santainya.


Bella berbalik, ia mengambil 1 celana pendek berwarna hitam dan baju atasan kaos berwarna merah.


Dia berjalan menghampiri suaminya dengan kepala terus menunduk.


"Ini suamiku." Bella menyerahkan pakaian itu pada Ansel.


Ansel tidak mengambilnya.


"Lihat aku, kenapa kamu terus menunduk."


Bella mendonggakan kepalanya tapi dengan mata tertutup, lagi dan lagi Ansel di buat kelimpungan, Bella terlihat begitu mengoda saat ini.


"Ada apa dengan ku, tidak tidak.." batin Ansel mengeleng.


Ansel segera mengambil pakaiannya, ia sengaja memakai bajunya di depan Bella, saat Ansel ingin memakai celana, mata Bella terbuka lebar, seketika itu juga Bella berteriak, ia berlari keluar menuju kamar.

__ADS_1


Ansel tertawa lepas, wanita itu terlihat lucu sekali, dia tidak pernah tertawa selepas ini.


Sementara Bella menyembunyikan dirinya di balik selimut tebal, Ansel yang sudah keluar dari wardrobe berjalan ke arah ranjang king sizenya, sepertinya wanita itu ketakutan karena melihat adik Ansel yang terekspos tadi, ia kembali tertawa saat menginggat hal itu.


Bella yang mendengar tawa Ansel, membuka sedikit selimutnya.


Ansel menghentikan tawanya, dia berjalan ke arah ranjang, entah kenapa Ansel jadi ingin mengoda wanita cupu ini.


Ansel menaiki ranjang, dirinya ikut masuk kedalam selimut yang Bella pakai.


"Suamiku." Bella begitu gugup saat Ansel memeluknya erat.


Niat Ansel hanya menggoda, tapi sekarang malah dirinya yang tergoda, sebelum terjadi hal yang tidak Ansel inginkan, dia bangkit dari atas ranjang dan melepaskan pelukan yang membuat tubuhnya panas dingin.


"Siapa yang yang menyuruhmu tidur disini..?"


Bella beranjak turun, dia berdiri dengan menundukkan kepalanya. "Maafkan aku suamiku." ucap Bella


Ansel mengalihkan wajahnya, tanpa sepengetahuan Bella pria dingin ini tersenyum.


Melihat Ansel hanya diam, Bella pun berjalan ke tempat yang biasanya dia tiduri.


"Siapa yang menyuruhmu tidur disitu?"


"Lalu aku harus tidur dimana..?"


"Sini .." Ansel menepuk ranjang king sizenya.


Bella mendengus, "Sialan dia mempermainkan aku." batin Bella.


Ansel tersenyum, dia berhasil mengerjai wanita cupunya, terlihat Bella saat ini berwajah masam.


Bella tidur membelakangi Ansel, tidak menunggu lama, mata lentik itu mulai terpejam.


Ansel turun dari ranjang, ia berjongkok menatap ciptaan tuhan yang benar-benar indah di hadapannya, ia menyisihkan rambut Bella yang menutupi wajahnya, satu kata yang terucap di bibir Ansel.


"Cantik.."


Lama memandang ia pun kembali menaiki ranjang, Ansel tidur dengan memeluk Bella, keduanya berada di satu selimut yang sama, tidak lama Ansel juga ikut terlelap.


___________________________________


Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍


________________________Like Vote Dan Komen


________________________


Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.


Wuland4ri_05


Facebook


Wulan

__ADS_1


____________________________________


__ADS_2