
"Itu ide bagus Sel, terima saja tawarannya." ucap Felix.
Bella menatap suaminya dengan tatapan puppy eyesnya.
Ansel mendekat hampir saja bibir itu menempel jika Bella tidak menghindar.
Kelakuan pasutri ini membuat semua pria yang ada disana menelan ludah.
"Baiklah besok kita temui mereka, kalian berempat harus ikut." Ansel menunjuk ketiga rekannya dan Vero.
Keempat pria itu mengangguk.
"Aku akan kabari kalian besok." ucap Ansel pada rekan-rekan lainnya.
Mereka membubarkan diri, menyisahkan Bella, Vero, Ansel dan ketiga rekannya.
"Bagaimana ini?" Bella menjambak rambutnya, air mata gadis cantik ini mulai menetes.
"Sayang jangan menangis, kita pasti berhasil menyelematkan Papa dan Mama tanpa memberikan hakmu pada pria gila itu." Ansel membawah Bella kedalam pelukannya.
"Tenang Bell kami akan berusaha sebisa kami." Felix tidak tega melihat wanita cantik ini menangis.
Mads berdiri, ia menghampiri sepasang suami istri ini.
"Jangan menangis Bell, jika dada Ansel kurang nyaman, dadaku siap menampung airmatamu." ucap Mads tanpa dosa.
Ansel geram mendengar ucapan Mads, sementara yang lain menggeleng melihat tingkah absurd Mads yang suka mengoda Ansel.
"Sebaiknya kita pergi dari sini sayang, tempat ini tidak aman untukmu." Ansel melirik Mads, ia beranjak membawah istrinya pergi.
"Aku permisi dulu." pamit Vero pada ketiga rekan Ansel.
Ketiganya mengangguk.
"Sayang lain kali kamu tidak usah ikut ke markas." ucap Ansel.
Saat ini mereka sudah berada di perjalanan menuju mansion.
"Kenapa? ini masalah ku, aku harus ikut campur." lagi-lagi Bella di buat kesal, fikiran Bella sedang kalut di tambah sikap suaminya yang terlalu over protektif dan posesif membuatnya jadi gampang marah.
"Iya-iya, jangan marah lagi." Ansel memilih untuk mengalah, dia membawah sang istri ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Mobil terus melaju, akhirnya ketiganya sampai juga di depan mansion milik Ansel.
"Ver jangan pulang dulu, makan sianglah disini." pinta Ansel.
"Baik Tuan."
Ketiganya masuk, kebetulan di meja makan Papa Robert dan Mama Tia berada disana.
"Ayo nak Vero silahkan duduk." seru Papa Robert.
"Terima kasih Om."
Semuanya makan dengan diam, hingga makan siang usai.
"Bagaimana Sel, apa kalian sudah menemukan jalan keluar?" tanya Papa Robert.
"Belum Pa, pria itu meminta Bella untuk menemuinya." jawab Ansel.
"Untuk apa?"
"Menyerahkan hak waris Bella padanya." jawab Ansel.
Di tempat lain Papa Tio dan Mama Eva masih dalam keadaan terikat, keduanya sudah sadar.
Papa Tio dan Mama Eva cuma bisa saling pandang, karena mulut keduanya tertutup lakban, hanya airmata Mama Eva yang berbicara.
Tak lama terdengar langkah seseorang mendekat.
'Ceklak' pintu ruangan kosong itu terbuka.
Disana berdiri adik tiri dari Papa Tio, ia berjalan menghampiri tawanannya dengan langkah pelan, bibirnya tersenyum menyeringgai saat melihat Kakak tirinya tidak berdaya.
"Selamat pagi Kak, bagaimana kabarmu? oh kalian tidak baik-baik saja ya saat ini."
'Hahahahaha...' tawa seorang psikopat terdengar mengema di ruangan itu.
Papa Tio menatap Adik Tirinya dengan tajam.
"Jangan menatapku seperti itu Kak." Darren mendekati Kakak Iparnya.
'Plak..' satu tamparan mendarat di pipi Mama Eva.
__ADS_1
Papa Tio hanya bisa menatap istrinya dengan tatapan senduh, dirinya menyesal kenapa dulu tidak membiarkan Robert membunuhnya saja.
Mama Eva hanya bisa menangis tanpa suara.
"Buka lakban pria itu." suruh Darren pada anak buahnya.
Lakban di mulut Papa Tio di buka dengan sangat kasar, hingga membuat Papa Tio meringis kesakitan.
"Brengsek kamu Darren, kenapa kamu tega melakukan hal ini pada keluarga ku."
'Hahahaha, kamu masih tanya kenapa Kak, aku hanya ingin semua hartamu, kau dengar." bentak Darren di akhir kalimatnya.
"Jangan bermimpi, Ansel pasti akan menyelamatkan kami."
"Oh ya? aku tunggu kehadiran menantumu itu." Damien tersenyum smirk.
"Tutup lagi mulutnya, jangan biarkan keduanya kelaparan, aku masih butuh mereka." perintah Darren, ia pun meninggalkan gudang kosong itu.
Dari jauh terlihat wanita berbaju sexy datang kearahnya.
"Sayang." Darren langsung memagut bibir wanita itu.
"Bagaimana, apa rencanamu berhasil?" tanya wanita itu setelah ciumannya terlepas.
"Tentu saja, keduanya berhasil aku sekap di dalam." ucap Darren.
Wanita itu menarik Darren masuk ke mobil, keduanya mulai bercumbu melakukan aktifitas layaknya pasutri di dalam sana.
Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍
________________________Like Vote Dan Komen
________________________
Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.
Wuland4ri_05
Wulan
__ADS_1