
Hari berganti hari, ini hari ketujuh Ansel mencari keberadaan istrinya tapi belum juga bisa menemukannya.
"Dimana kamu sayang." Ansel menjambak rambutnya kasar, harapan itu seolah luntur di setiap harinya saat melihat hasil dari pencariannya belum juga ada tanda-tanda yang bisa membuatnya tersenyum.
Rasa rindu yang sudah tidak tertahankan membuat Ansel lemah.
Di balik pintu berdiri pria gagah dan tampan sedang menatap Tuannya, dirinya jadi penasaran siapakah wanita yang beruntung itu hingga membuat seorang gangster sekejam Ansel bisa selemah ini.
"Tuan anda harus makan." ucap Vero menghampiri Bosnya.
"Aku tidak lapar." Ansel menolak tanpa menatap tangan kanannya.
Tidak lama datang ketiga sahabatnya membawahkan makanan dan minuman untuk Ansel.
"Jangan seperti ini, Bella akan membencimu jika tahu badanmu berubah kurus kering, dia akan berpaling ke lain hati." ucap Mads.
Mendengar ucapan sahabatnya, Ansel mengambil piring dari meja nakas dengan kasar.
"Aku akan tetap tampan, tidak akan pernah berubah." ucap Ansel sambil menyantap makanan hingga mulut itu terisi penuh.
Keempat pria di hadapan Ansel tersenyum, akhirnya Ansel mau makan juga setelah 2 hari tidak makan sedikit pun.
Di mansion megah milik Damien, wanita yang hampir tak tertolong ini sudah membuka matanya.
Ya Bella baru saja siuman, di tatapnya pria di hadapannya yang saat ini sedang membawah nampan berisi makan dan obat.
"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Bella, mata indah itu bagai belati yang siap menancap.
Damien menunduk dia merasa sangat bersalah pada wanita di hadapannya saat ini.
"Maafkan aku, aku melakukan ini karena ingin membalaskan dendamku pada keluarga Guinandra." ucap Damien, kini ia duduk disisi ranjang disamping Bella.
Bella menyatukan kedua alisnya, memang apa yang sudah keluarga Guinandra lakukan hingga membuat Damien bisa sedendam itu.
"Memang apa yang sudah keluarga Guinandra lakukan padamu?" tanya Bella.
Sebelum menjawab Damien membuang nafas kasar, "Papa Ansel sudah membunuh Mamaku, dia sahabat Papa mereka adalah rekan satu kelompok gangster yang sama." ucap Damien.
Kabar ini membuat Bella terkejut sekaligus tidak percaya, tidak mungkin Papa Robert melakukan hal itu.
__ADS_1
"Kamu pasti salah faham." Bella melihat raut wajah pria di depannya saat ini begitu menyedihkan, mata elang yang ia lihat waktu penyekapan itu sudah menghilang entah kemana.
Damien menggeleng, " Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Bell." ucap Damien.
Bella menghembuskan nafas kasar, benarkah yang di katakan Damien, tiba-tiba mata indah itu menatap sesosok pria parubaya yang tertidur di ranjang.
"Siapa dia?" tanya Bella.
"Dia Papaku, karena kejadian 15 tahun silam Papaku mengalami kelumpuhan total, dia juga tidak bisa berbicara." jawab Damien dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Hati Bella tersentuh, begitu menderitanya hidup pria yang saat ini berada di depannya.
Tanpa sadar tangan Bella terulur mengenggam tangan Damien.
"Kamu harus kuat, aku ragu jika Papa Robert yang melakukannya, aku akan membantumu mencari tahu kebenarannya." ucap Bella menatap pria itu dengan mata ibah.
Damien pula ikut menatap mata Bella, tanpa aba-aba Damien langsung memeluk tubuh wanita itu.
"Sudahlah dia tidak akan mengakui kejahatannya Bell." ucap Damien dengan suara sedikit bergetar.
Bella tahu jika pria yang memeluknya saat ini sedang menangis, karena pundak Bella terasa basah, air mata Damien tidak sengaja jatuh di kulitnya.
"Jangan bersedih kau tidak pantas bersikap seperti ini, mana pria yang berhasil menyekapku kemarin." ucapan Bella membuat Damien melepaskan pelukannya.
"Kamu mengejekku?" kata Damien sembari tersenyum.
"Lihatlah seorang gangster menangis." ejek Bella tersenyum manis.
Damien menggeleng, " Kau membuatku malu." ucapnya membuat Bella terkekeh.
"Dam aku ingin bertanya sesuatu padamu." ucap Bella.
Bella tidak mau mengunakan cara kasar menghadapi lawan suaminya, karena melihat masalah mereka sepertinya ini hanya sebuah kesalahfahaman, mungkin dengan cara halus Bella bisa membujuknya agar Damien mau memulangkannya.
"Aku seperti pernah mendengar suaramu berkata seperti ini, Bell kamu meminta apa, katakan aku akan mengabulkannya tapi jangan pergi, benarkah itu suaramu?" tanya Bella.
Damien tertegun, apa waktu itu Bella bisa mendengarnya.
"Kamu mendengarnya?" tanya Damien.
__ADS_1
Bella mengangguk.
Damien membuang nafas kasar, "Apa permintaanmu?" tanya Damien.
"Aku ingin bertemu suamiku, aku ingin pulang." ucap Bella dengan mata yang mulai berair, hal itu membuat hati Damien merasakan sesuatu yang teriris didalam sana.
"Kamu baru saja siuman, tidak mungkin aku membawahmu pulang naik pesawat." ucap Damien.
Akhirnya terlepas sudah airmata yang menggembun sejak tadi.
"Baiklah, tapi aku boleh tidak mengabarinya?" tanya Bella.
Damien membuang nafas kasar, ia mengambil ponsel di saku celananya.
"Kabari saja suamimu, jika kau ingin aku dan Papa ku cepat mati." ucap Damien memberikan ponselnya kepada Bella.
Tubuh Bella membeku, benar ucapan Damien suaminya pasti tidak akan pernah memaafkan kesalahan pria di hadapannya ini, melihat pria parubaya yang tertidur lemah di ranjang membuat hati Bella menjadi bimbang.
Tangan Damien masih mengantung memegang ponsel di tangannya.
"Ambil.." ucap Damien.
Bella menggeleng lemah, kepalanya menunduk ia menanggis tanpa suara.
"Maafkan aku, aku berjanji jika keadaanmu mulai membaik aku akan memulangkanmu." ucap Damien, tangan kekarnya mengelus kepala Bella dengan lembut.
"Sekarang kamu makan dan lekas minum obat." ucap Damien mengambilkan makanan untuk Bella.
Saat Bella ingin mengambil piring itu dari tangan Damien, pria itu malah menjauhkannya.
"Aku akan menyuapimu, tidak boleh menolak." ucap Damien memaksa, akhirnya Bella makan dari tangan Damien.
Tanpa keduanya sadari Papa Daniel mendengar semuanya, dia senang melihat putranya tidak jadi menghancurkan keluarga kecil dari putra sahabatnya, Papa Daniel bertekat dan bersemangat ingin cepat sembuh.
_______________________
Hai readers Author mau curhat nih😭 sedih banget aku tuh karya ku yang ini kenapa malah turun level, padahal othor udah semangat up nya 3 eps sehari, karyaku yang lain aku tinggalkan karena fokus di karya ini tapi malah, ah sudahlah😪
Jangan lupa like, vote dan komen readers karena dukungan kalian bisa membantu performa karya ini kembali😔
__ADS_1