
Mobil Ansel sudah tiba di mansion, saat di kantor Ansel memaksa Bella satu mobil dengannya, sedangkan mobil sport berwarna kuning miliknya ia tinggalkan di parkiran kantor, Ansel memilih menyuruh Revan untuk mengantar mobilnya dari pada membiarkan sang istri menyetir sendiri.
"Ayo cepat sayang, aku sudah tidak sabar." Bella sedikit berlari menuju lift.
"Sayang hati-hati." Ansel menggeleng, ia tidak habis fikir istrinya bisa sesemangat ini.
Keduanya memasuki lift, tidak lama lift terbuka kaki jenjang itu melangkah menuju kamar mandi, Bella sudah tidak sabar, ini kali pertama ia menonton balap motor bersama sang suami.
"Aku mandi duluan." saat kaki jenjang itu kembali melangkah, Ansel menghentikannya.
"Sayang, kita mandi bersama." Ansel langsung menarik tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Tidak ada acara bercocok tanam, keduanya benar-benar hanya mandi saja, sepasang pasutri ini sudah siap, keduanya sama-sama menggunakan celana jeans robek, kaos berwarna hitam di balut jaket kulit, Bella terlihat sangat cantik dan sexy, siapa yang menyangka wanita cantik ini memiliki satu putri.
"Sayang kamu cantik sekali." Ansel memeluk istrinya dari belakang.
"Terima kasih, ayo kita berangkat." Bella melepas tangan kekar yang membelit di perut rampingnya, ia kembali menarik tangan Ansel.
Ansel hanya bisa tersenyum, melihat sang istri begitu antusias menonton pertandingan ini, rasa penasaran pun muncul, Bella benar-benar bisa membawah motor sportnya atau tidak, saat ini keduanya sudah berada di bagasi.
"Ini kuncinya sayang, kamu nanti di depanku saja ya." Ansel memberikan satu kunci pada Bella, Bella memilih motor sport berwarna kuning sesuai seleranya.
"Siap komandan." wanita cantik ini memberi hormat layaknya perwira.
Obrolan mereka terhenti saat ponsel Bella berdering, satu pesan masuk dari sang Mama.
"Siapa sayang?"
"Mama, katanya tidak perlu menjemput Stella, putri kita sudah tidur." jawab Bella.
Ansel mengangguk dan tersenyum, keduanya mulai menstater motor, tentu saja Bella yang melaju lebih dulu, di susul Ansel di belakangnya.
"Astaga beruntungnya aku memiliki mu sayang." batin Ansel saat melihat sang istri memacu motor sport dengan lihainya.
__ADS_1
Di Mansion Ardolp
"Bagaimana kalian sudah siap?" Ardolp dan ketiga rekannya sudah berada di atas motor sport mereka masing-masing.
"Siap." ucap ketiganya serempak.
Motor sport berbeda warna kini melaju bergantian, tidak lama keempat anggota Jevarck sudah sampai di lokasi, mereka sedikit terlambat karena pertandingan di mulai 5 menit yang lalu.
Babak awal memasuki putaran pertama. " Bukankah keempat motor itu yang bertemu kita tadi pagi." Kaya memecah keseriusan kawan-kawannya.
"Kamu masih ingat?" tanya Ardolp.
"Tentu saja aku menginggat plat nomor keempatnya." ucap Kaya membangakan diri.
Mereka kembali serius, hingga kedatangan seseorang dari jauh mengalihkan perhatian mereka.
"Bukankah itu Bella dan Ansel." ucap Grisham.
"Wow wanitaku tidak ada tandingannya." ucap Kaya dengan percaya diri, melihat Bella menunggang motor sport keluaran terbaru, hal itu terlihat sangat keren di matanya.
Mata Ardolp menatap wanita cantik yang mendudukkan dirinya di atas motor sport berwarna kuning, hatinya kembali sakit saat melihat Bella saling bercanda gurau dengan suaminya, begitu juga dengan ketiga kawannya, sebaik apapun mereka menutupi perasaannya, tetap saja rasa kecewa terlihat sangat kentara pada masing-masing anggota gangster ini.
Keempatnya mengalihkan wajah, mereka memilih melihat pertandingan yang masih berlangsung, tak terasa pertandingan memasuki babak terakhir, kurang satu kali putaran lagi penentuan pemenang akan di umumkan, semua bersorak sorai saat tahu siapa yang akan memenangkan pertandingan sore ini.
Motor sport Lisa melaju paling awal di garis finish, akhirnya pertandingan tahun ini di menangkan Lisa kembali seperti tahun-tahun sebelumnya, sepuluh orang yang bertanding sama-sama membuka helm full facenya, 6 di antaranya laki-laki sementara 4 orang lagi wanita, siapa yang tidak terpesona melihat gadis cantik yang jago balap, semua mata pria menatap pada keempat wanita yang masih berada di atas motornya.
Berbeda dengan pria dingin sedingin kulkas ini, dia tidak tertarik sama sekali, Ansel hanya sibuk memperhatikan istrinya sendiri.
Hal yang membuat Ansel dan anggota Jevarck terkejut, saat Lisa turun dari motor sportnya dan berjalan menghampiri Bella.
"Kak Bella bukan?" walaupun penampilan Bella yang dulu sangat jauh dengan sekarang, tapi Lisa masih bisa mengenali idolanya, siapa pembalap yang tidak mengenal Bella, sebelum Lisa menjadi bintangnya, Bella lah wanita pertama yang berhasil menjadi pemenang berturut-turut pada masanya.
"Kamu mengenal ku?" Bella mengernyitkan dahi, sementara Ansel hanya diam memandang keduanya.
"Kakak mau bertanding denganku malam ini, aku sangat mengidolakan mu Kak." mohon Lisa dengan wajah memelas.
__ADS_1
Ansel tidak mengerti, apa maksud dari wanita yang berada di depannya.
"Baiklah aku kabulkan permintaanmu." keduanya berjabat tangan, Lisa sangat bahagia dia tidak menyangka bisa bertemu sang idola, Lisa banyak belajar dari wanita senior di hadapannya ini, banyak sekali ilmu yang di dapatnya.
Arena road race saat ini tidak seramai tadi, banyak yang membubarkan diri.
"Apa maksudnya ini?" tanya Ansel.
"Sebentar sayang." Bella membiarkan suaminya penasaran, tanpa meminta persetujuan dari Ansel Bella masuk ke arena balap disusul Lisa di belakangnya.
Disisi lain keempat anggota Jevarck dibuat melonggo, apa mereka tidak salah lihat, apa yang Bella lakukan disana? semua pertanyaan berputar-putar di kepala mereka, begitu juga dengan Ansel, pria ini sampai turun dan meninggalkan motornya begitu saja, hot daddy ini begitu kawatir melihat istrinya memacu motor dengan kecapatan tinggi.
Orang-orang yang ingin pergi dari arena, membatalkan niatnya saat melihat dua orang wanita bertanding di arena balap, keramaian kembali terdengar jeritan para idola Lisa terus bersorak memanggil namanya.
Putaran ke 3 di mulai, tanpa terasa detik-detik menegangkan terjadi di putaran terakhir.
"Bella, ayo kamu pasti menang." teriakan Kaya mengalahkan semua suporter Lisa.
"Bella.."
"Bella.."
Menurut Ardolp dan ketiga kawannya, pertandingan yang kedua ini sangat seru, melihat dua wanita cantik yang bertanding di arena balap, keduanya sama-sama memiliki skill yang mumpuni, terutama Bella wanita spesial di hati mereka, semuanya bersorak untuk Bella, hingga teriakan keempatnya terdengar sampai ke telingga Ansel.
"Brengsek kenapa empat cecungguk itu berada disini sih." umpat Ansel.
Karena tidak ingin kalah dari keempat pria itu, Ansel ikut memberikan supportnya pada sang istri, rasa kawatir yang menjalar sejak tadi pun hilang berganti dengan teriakan singga yang terbakar api cemburu.
"Sayang, kamu pasti bisa."
"Ayo ISTRIKU semangat."
Seketika teriakan Ardolp dan ketiga rekannya terhenti, saat mendengar teriakan Ansel, pria pemilik hati Bella, senyuman smirk Ansel berikan pada keempat pria itu.
"Lihatlah wajahnya menyebalkan sekali." Kaya membuang muka saat Ansel sengaja meledek dirinya dan ketiga kawannya.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya, like dan komen sebanyak-banyaknya ya biar author semangatđŸ˜˜