
Selepas Bella selesai berganti baju, semua orang pamit untuk pulang, di rumah sakit hanya menyisahkan Ansel seorang.
Pagi menjelang, hari ini Ansel memboyong istri dan putrinya pulang, senyum yang terus terukir di bibirnya menunjukkan jika Ansel begitu bahagia pagi ini.
Mobil terus melaju membelah jalanan, hingga tidak terasa mobil Ansel tiba di sebuah mansion megah, tapi mansion itu sangat asing untuk Bella.
"Ini mansion siapa suamiku?"
Ansel tidak menjawabnya, pria tampan ini hanya tersenyum.
"Kita turun." Ansel membantu istrinya turun dari mobil, sementara putrinya di gendong oleh asisten Ririn.
"Loh Ririn juga ada disini." Bella semakin penasaran, sebenarnya mansion siapa yang ada di hadapannya kini.
Ansel terus tersenyum, ia membawah istrinya masuk, saat pintu itu terbuka, terlihat orang-orang yang Bella kenal berdiri menyambut kedatangannya.
"Surprise.." teriak semuanya.
Bella membungkam mulutnya dengan kedua tangan.
"Ini mansion kita?" Bella menatap suaminya penuh tanya.
Ansel mengangguk dengan semangat.
"Iya ini mansion kita, ayo masuk." Ansel menuntun Bella duduk di sofa ruang tamu, yang sudah di siapkan untuk Bella istrinya.
Pagi ini personil para gangster lengkap, semuanya datang ingin melihat baby Bella dan Ansel, dari anggota Jevarck, Damien dan anggota Black Wolf.
Damien mendekat ke arah Ririn.
"Boleh aku gendong?"
"Silahkan Tuan." Ririn memberikan baby cantik itu pada Damien.
Untuk hari ini, Ansel akan mencoba baik kepada semua tamunya, walaupun mereka begitu menjengkelkan.
"Wah cantik sekali, siapa namanya?" tanya Damien, tatapannya tertuju pada Bella.
"Stella Adonia Guinandra." jawab Ansel dengan mantap.
Untuk Adonia Ansel mengambil nama itu dari keluarga Abraham, sementara nama belakang ia memakai nama keluarganya.
__ADS_1
"Nama yang cantik seperti babynya." ucap Ardolp.
"Jelas cantik, baby Stella mirip Papanya." ucap Ansel menyombongkan diri.
"Telingganya yang mirip." ucap Mads mengejek, semua orang yang berada disana menertawakan Ansel karena memang baby Stella lebih mirip Mamanya.
*
Seiring berjalannya waktu Stella sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, usianya sudah menginjak 5 tahun.
"Om Dam kenapa tidak kesini, Stella ingin main sama Om Dam." Stella merenggek pada Mamanya ingin bertemu dengan Damien.
Selama 5 tahun ini, Damien memang begitu dekat dengan Stella, bahkan ia pernah membawah Stella menginap ke mansionya, Damien beralasan jika sang Papa ingin bertemu dengan gadis kecil itu, dengan terpaksa Bella dan Ansel mengizinkan.
"Iya sayang nanti Mama telpon Om Dam ya." Bella berusaha membujuk putrinya.
"Stella maunya sekarang Ma, hiks hiks."
Melihat putrinya menangis, membuat Bella terpaksa menganggu Damien yang sedang berada di kantor, ia pun segera menelponnya.
"Sebentar ya Mama telponkan."
'Tuuuuuuuutttt' panggilan tersambung.
"Hallo Bell ada apa?" tanya Damien di sebrang sana.
"Maaf aku menganggu pekerjaanmu, Stella pagi ini sangat rewel, dia ingin bertemu denganmu." jawab Bella tidak enak hati.
"Baiklah aku akan segera kesana." tanpa ragu Damien langsung mengiyakan.
"Terima kasih." ucap Bella.
"Sama-sama." Damien tersenyum di sebrang sana.
Sambungan telpon pun terputus.
Tentu hal ini Ansel tidak tahu, karena Stella anak yang cerdas, ia mengerti jika sang Papa tidak menyukai Omnya, dia tidak berani merenggek pada Mamanya jika sang Papa sedang berada di mansion.
Tidak menunggu lama Damien sudah sampai di mansion milik Ansel, ia berjalan sambil menenteng sebuah boneka hello kitty, karakter boneka yang disukai oleh gadis kecil itu.
"OM DAM." teriak Stella, gadis kecil itu berlari saat melihat Om kesayangannya berdiri di tengah pintu.
__ADS_1
Damien menyembunyikan boneka itu di punggungnya, ia berjongkok di depan gadis cantik itu.
"Om Dam punya hadiah untuk Stella." ucap Damien.
"Apa itu Om? Stella mau Stella mau." ucap Stella dengan riang.
Damien tersenyum, ia mulai menunjukkan boneka yang ia sembunyikan di belakang punggungnya.
Betapa bahagianya gadis kecil itu, ia berjingkrak-jingkrak sembari tertawa, membuat Damien ikut tersenyum.
Di sebrang sana berdiri wanita cantik yang sedang menatap keduanya dengan bibir tersenyum, Bella begitu beruntung memiliki sahabat seperti Damien.
Ya Damien dan Bella bersepakat untuk menjalin hubungan persahabatan, karena dengan hal itulah Damien masih bisa dekat dengan keluarga Guinandra terutama Bella.
Sementara anggota Jevarck juga sama, mereka memilih untuk bersahabat dengan Bella, karena kelompok gangsternya sudah sepakat untuk berdamai, mereka tidak ingin jalinan kekeluargaan ini hancur dan membuatnya kembali saling bermusuhan.
___________________________
Hai guys novel "Wanita Cupu Milik Gangster" Author tamatin sampai sini ya, ceritanya masih berlanjut kok tapi dengan judul yang berbeda.
Author kasih bocoran sedikit saja ya, di cerita selanjutnya, Stella putri dari Bella dan Ansel diam-diam memiliki perasaan pada Om nya, siapa lagi jika bukan Damien, tapi Damien tidak menyadari perasaan gadis ini, karena pria ini menganggap Stella seperti keponakannya sendiri, disisi lain usianya yang terpaut sangat jauh membuatnya tidak pernah berfikir sampai kearah sana, Damien masih betah melajang karena perasaannya sudah mati, ia menutup hatinya rapat-rapat untuk seorang wanita.
Nah sampai situ dulu bocorannya, Author juga akan ceritain gimana kisah Ardolp dan rekan-rekannya disana, begitu juga dengan tiga sekawan rekan Ansel.
Yang pasti makin gemesin karena tingkah Ansel masih sama, terlalu posesif pada istri cantiknya, meskipun usia Bella menginjak 40 tahun, tapi tetap tubuh dengan body hot melekat pada dirinya, apalagi wajahnya yang baby face, membuatnya 10 tahun lebih muda dari usianya.
Untuk judulnya tunggu pengumuman dari Author ya😘
Jangan Lupa dukungannya untuk Author😍
________________________Like Vote Dan Komen
________________________
Kenalan sama othor yuk follow instagram othor.
Wuland4ri_05
Wulan
__ADS_1