Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Tamu Tak Di Undang


__ADS_3

Bermacam-macam hidangan sudah siap di meja makan, sekarang waktunya untuk mandi.


'Ceklak' bunyi pintu kamar terbuka.


Bella menoleh kesana-kemari mencari suaminya tapi tak ketemu.


"Ah sudahlah, mandi dulu saja." monolog Bella.


Bella pun masuk ke kamar mandi, ia membuka satu persatu bajunya hingga meninggalkan dalaman saja, tiba-tiba dari arah belakang tangan kekar menyentuh pinggang ramping itu membuat Bella hampir saja menjerit.


"Sayang ini aku." bisik Ansel sembari membekap mulut istrinya.


"Emmm.." Bella menggeleng meminta suaminya untuk melepaskan tangannya, Ansel pun mengiyakan.


"Kamu suka bikin orang jantungan ya." ucap Bella dengan geram.


Ansel membalikkan tubuh istrinya.


"Maaf membuatmu kaget." mata Ansel pun mulai nakal.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Bella sembari menutup dada dan area bawahnya dengan tangan, membuat Ansel tersenyum.


"Kenapa di tutupi aku sudah merasakannya berkali-kali." bisik Ansel, membuat pipi Bella merona.


"Keluarlah aku ingin mandi." suruh Bella berusaha mendorong tubuh suaminya.


"Kita mandi bersama." ucap Ansel langsung mengendong istrinya, mendudukannya ke dalam bathup, ia juga ikut masuk di dalamnya.


Acara mandi bersama pun berlangsung, sesekali Ansel juga menggoda istrinya.


20 menit sudah keduanya berada di kamar mandi, Bella dan Ansel keluar dengan hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya.


Keduanya saat ini sudah terlihat cantik dan tampan, mereka bersiap untuk turun, Bella sudah tidak sabar ingin menyambut kedua orang tuanya.


'Ting Tong' terdengar bell pintu berbunyi.


Bella langsung berlari ke arah pintu, membuat Ansel berteriak menyuruhnya untuk berhati-hati, sedangkan Mama Tia dan Papa Robert hanya geleng-geleng kepala melihat sikap menantunya.


"Ma Pa.." panggil Bella terlihat kedua orang tuanya tersenyum, Bella langsung memeluk keduanya dan mempersilahkan masuk.


"Mama sudah sehat?" tanya Bella bergelanyut manja di bahu Mamanya.


"Sudah sayang." jawab Mama Eva.


"Pa Ma .." ucap Ansel menyapa kedua mertuanya.


Papa Tio dan Mama Eva tersenyum.

__ADS_1


"Silahkan duduk." suruh Mama Tia dengan sopan.


"Ada acara apa ini sampai kalian mengundang kami kemari?" tanya Papa Tio disertai senyum.


"Saya ingin mengadakan pesta pernikahan Pa, hubungan kami kan belum banyak yang tahu, jadi Ansel harap Papa dan Mama mau membantu Ansel, agar acara nanti berjalan dengan lancar." tutur Ansel pajang lebar.


Bella hanya bisa tersenyum, akhirnya keinginannya terlaksana juga.


"Wah tentu kami akan membantumu nak, kapan rencananya dilaksanakan?" tanya Papa Tio.


"Bagaimana kalau minggu depan, saya ingin secepatnya." jawab Ansel.


Papa Robert tersenyum menatap putranya, ia tahu pasti sang putra sedang gelisah.


"Lihatlah Tio putraku sudah tidak sabar." ucap Papa Robert mengejek putranya.


Kedua pasutri ini malah tersenyum malu, undangan malam ini malah seperti acara lamaran, melihat Ansel dan Bella seperti orang yang baru akan di nikahkan.


Papa Tio hanya terkekeh mendengar ejekan sahabatnya pada Ansel, hari dan tanggal acara pun sudah di tentukan, mereka akan mengundang banyak tamu disini, dari kalangan pejabat, maupun para kolega dari dua perusahaan besar keluarga Guinandra dan Abraham.


Mama Tia mempersilahkan semuanya untuk makan malam bersama, jamuan yang sangat menggugah selera sudah terhidang di atas meja makan, seperti biasa Bella tidak akan duduk jika belum melakukan tugasnya, ia mengambilkan untuk semuanya tanpa terkecuali.


Makan malam berjalan dengan hikmat hingga makanan tandas di piring masing-masing.


"Kalian menginap disini saja malam ini." ucap Papa Robert pada besannya.


"Iya Pa, menginaplah!" pinta sang putri dengan manja.


Wajah Bella berubah sendu, ia masih sangat merindukan kedua orang tuanya, Ansel yang melihat istrinya bersedih langsung angkat bicara.


"Besok kita menginap di mansion Papa Tio." ucapnya membuat Bella mengangkat kepala menatap Ansel.


Ansel mengangguk sembari tersenyum, dengan reflek Bella memeluk Ansel di depan orang tua mereka.


"Terima kasih." ucap Bella.


"Sama-sama." seru Ansel.


Keempat pasutri ini tersenyum bahagia melihat anak-anaknya.


"Sepertinya sebentar lagi kita akan menimang cucu." ucap Papa Tio di selinggi tawa.


"Kau benar." ucap Papa Robert ikut tertawa.


Mendengar ucapan sang Papa Bella langsung melepas pelukannya, ia menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.


"Baiklah kami permisi dulu, sayang Papa tunggu kehadiranmu di mansion besok." ucap Papa Tio memeluk putrinya.

__ADS_1


"Mama pulang ya sayang, jaga dirimu baik-baik." pamit Mama Eva sembari mencium seluruh wajah putrinya.


Tamu agung pun berlalu, mobil mulai menghilang di balik pagar yang menjulang tinggi, mobil Papa Tio di kawal oleh dua mobil pengawal suruhan Ansel.


Semuanya kembali masuk untuk beristirahat, saat langkah keempatnya masih mencapai ruang tamu, bell kembali berbunyi, siapakah gerangan malam-malam begini bertamu ke mansion?


"Biar aku yang buka." ucap Bella berbalik membuka pintu, sementara ketiganya masih berdiri menunggu.


Pintu pun terbuka disana berdiri tiga pria tampan dengan gaya coolnya masing-masing membuat Bella mengernyitkan dahi, siapakah mereka?


Ansel melihat dari jauh siapa yang datang, langsung melangkah cepat menghampiri sang istri, ia merengkuh pinggang istrinya menunjukkan pada ketiga pria di hadapannya jika wanita cantik itu miliknya, Ansel tidak suka melihat tatapan ketiganya seperti mengisyaratkan rasa kekaguman pada istrinya, sementara Papa Robert dan istrinya melanjutkan langkahnya saat tahu yang datang ialah teman putranya.


"Kenapa kalian kemari?" tanya Ansel dengan nada tidak suka.


"Kamu mengenal mereka? tidak sopan sekali, silahkan masuk." ucap Bella tersenyum manis pada ketiganya.


Semakin meresahkan saja tatapan ketiga pria itu pada Bella.


Ketiganya masih belum mengeluarkan suara, mereka duduk di susul pemilik mansion.


Ya Felix, Mads dan Garvin baru pertama kali ini berkunjung ke mansion Ansel, tamu tidak di undang ini nekat malam-malam mengunjungi mansion sahabatnya.


"Ada perlu apa kalian kemari?" tanya Ansel lagi.


"Sopankah bertanya seperti itu pada tamu." seru Mads sambil tersenyum mengejek.


"Kami hanya bertamu saja." imbuh Felix.


Tidak lama Bella datang membawah beberapa minuman kaleng dan cemilan.


"Silahkan.." ucap Bella dengan ramah.


"Terima kasih.." ucap ketiga pria itu serempak sembari tersenyum, membuat hati Ansel mulai terbakar api cemburu.


"Duduk sini.." suruh Ansel pada istrinya.


Bella menautkan kedua alisnya, yang benar saja masak iya duduk di pangkuan Ansel di depan para tamu, itu sangat tidak sopan.


"Tapi.." ucap Bella terhenti.


"Tidak ada tapi-tapian." seru Ansel.


Dengan terpaksa dan pipi memerah Bella menuruti kemauan suaminya, ia duduk di atas pangkuan Ansel membuat ketiga rekannya ini mengeleng dengan senyum tertahan.


"Lain kali tidak usah datang, jika tidak dalam keadaan urgent." ucap Ansel kepada ketiga sahabatnya, dengan tidak tahu malu Ansel melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya.


"Ayolah kita hanya ingin melihat mansionmu." seru Garvin.

__ADS_1


Sebenarnya ketiga pria ini datang karena ingin melihat istri dari Ansel, mereka penasaran seperti apa wanita yang membuat rekan kulkasnya ini bisa berubah menjadi pria penyayang, ternyata tidak mengecewakan pantas saja Ansel sampai bucin akut, melihat paras Bella dari dekat saja membuat ketiga pria ini terpesona.


Jangan lupa dukungannya 🥰😍


__ADS_2