Wanita Cupu Milik Gangster

Wanita Cupu Milik Gangster
Kesepakatan


__ADS_3

Bella merasa terganggu dia pun terbangun dan mengerjap. "Kamu baru pulang?" tanya Bella beranjak duduk.


Ansel mengangguk. "Kenapa seharian ini kamu tidak makan?" tanya Ansel melihat mata istrinya sedikit sembab.


"Matanya sembab." batin Ansel.


"Aku tidak lapar." jawab Bella berjalan ke kamar mandi, langkahnya terhenti saat perutnya terasa perih, hal itu membuat Ansel kawatir.


"Aakhh.." rintih Bella sambil memegang perutnya.


Ansel berjalan terburu menghampiri Bella. "Kamu kenapa?" tanya Ansel.


"Perutku perih." Jawab Bella meringis, Ansel langsung mengendong Bella ala brydal style, mendudukannya di closet.


"Kalau sudah selesai panggil aku." ucap Ansel mengusap kepala Bella, Bella hanya mengangguk, Ansel pun keluar dari kamar mandi.


Sudah 15 menit Bella berada di kamar mandi, ia melupakan pakaiannya, Bella keluar hanya memakai handuk kecil yang menutupi tubuhnya.


Ansel yang saat itu fokus dengan ponselnya mengalihkan perhatiannya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, fokus Ansel berpindah pada Bella, keindahan yang berada di depan matanya saat ini membuat tubuhnya menegang, ada sesuatu di bawah sana yang bereaksi, Bella saat ini terlihat begitu sexy tidak di sangka-sangka gadis cupu yang sering dia panggil culun dulu memiliki tubuh yang begitu sempurna.


Bella berjalan dengan pelan ke arah kopernya tanpa menatap Ansel, sebenarnya dia sangat malu dengan keadaannya saat ini, Ansel berusaha menahan gejolaknya dan menghampiri Bella.


"Biar aku ambilkan, kamu duduk saja di ranjang." suruh Ansel.


Tanpa ada rasa malu, Ansel mengambil dalaman Bella dia juga mengambil baju tidur untuknya.


Wajah Bella memerah seperti kepiting rebus saat Ansel menenteng baju dalaman dan memberikan benda segitiga itu padanya.


"Cepat pakai, setelah ini kita makan malam, aku tadi tidak makan, sengaja ingin makan malam di rumah denganmu." ucap Ansel membuat hati Bella mencelos, percuma saja sikap Ansel manis seperti ini tapi suaminya masih berhubungan dengan wanita ular itu.


"Keluarlah aku akan berganti baju." ucap Bella dengan suara datar.


Ansel menyatukan alisnya, apa yang terjadi padanya? kenapa wajah itu berubah menjadi dingin? banyak pertanyaan di benak Ansel, tapi Ansel tetap menuruti permintaan Bella, ia pun keluar dari kamar tanpa bicara lagi.


"Dasar pria play boy, sabar Bella sabar." monolog Bella sambil mengusap dadanya.

__ADS_1


Selepas berganti baju ia pun keluar dari kamar, ternyata Ansel masih menunggunya di depan pintu.


"Sudah selesai?" tanya Ansel.


Bella hanya mengangguk, dia melenggang pergi meninggalkan Ansel begitu saja.


"Kenapa dia. "batin Ansel.


Ansel berjalan menyusul Bella di belakangnya, ia melihat Bella berjalan pelan sekali saat menuruni tangga, tanpa permisi Ansel langsung mengendong istrinya menuju meja makan.


"Turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri." ucap Bella sedikit berontak.


"Diamlah, nanti kita akan jatuh berdua jika kamu seperti ini." ucap Ansel.


Ansel mendudukkan Bella di kursi." Kamu ingin makan apa, biar aku ambilkan." ucap Ansel.


"Aku bisa sendiri." ucap Bella, Ansel berusaha sabar dia tidak ingin terpancing emosi, dia pun mendudukkan dirinya di samping Bella.


Tak lama Arka keluar dengan memakai baju tidur, rambutnya yang sedikit acak-acakan membuatnya terlihat tampan.


"Malam Kakak Ipar." ucap Arka tersenyum pada Bella.


"Iya nih Kak tadi ketiduran." jawab Arka, tanpa mereka sadari ada hati yang sedang terbakar.


Mereka pun makan tanpa obrolan, selang beberapa waktu makan malam selesai.


Ansel berdiri. "Ayo sayang kita kembali ke atas." ajak Ansel menekankan kata sayang pada Bella.


Bella hanya mengangguk, Arka yang juga sudah selesai makan segera pamit pada Bella sebelum Kakak Ipar cantiknya di bawah pergi.


"Kakak Ipar, selamat malam jangan lupa mimpi'in aku." ucap Arka langsung berlari saat melihat Kakaknya ingin menghampirinya.


"Dasar bocah tenggil." umpat Ansel yang masih di dengar oleh Bella.


"Tapi dia sangat manis." ucap Bella tersenyum dan pergi meninggalkan Ansel di meja makan.

__ADS_1


Ansel mengepalkan tangannya, ia pun menyusul istrinya ke kamar.


"Kenapa sikapmu seperti ini lagi?" tanya Ansel menghimpit tubuh Bella di dinding, saat ini mereka sudah berada di kamarnya.


"Semuanya tergantung kamu." jawab Bella mendorong tubuh Ansel, tujuan Bella hanya satu ranjang, baru satu langkah tangan mulus itu sudah di tarik oleh Ansel, hingga membuatnya menabrak dada bidang pria di depannya.


Ansel menaruh kedua tangannya di pinggang istrinya, mempererat pelukannya hingga tidak ada jarak di antara keduanya.


"Katakan apa yang kamu maksud?" tanya Ansel, Bella mendongak menatap suaminya.


"Selama kamu masih berhubungan dengan teman masa kecilmu itu, aku minta maaf karena tidak bisa percaya dengan ucapanmu kemarin malam ." jawab Bella, jarak mereka sangat dekat membuat jantung keduanya serasa ingin lepas dari tempatnya.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Ansel menatap Bella lekat-lekat.


"Publish hubungan kita." ucap Bella.


Ansel melepaskan pelukannya saat mendengar Bella memberi syarat itu. " Dengarkan aku, aku hanya tidak ingin kau celaka, aku sangat mencintaimu." ucap Ansel memegang kedua pipi istrinya.


"Lalu apa bedanya aku dengan teman mesra mu itu, jika aku dalam bahaya tentu dia juga dalam bahaya bukan, aku bisa jaga diriku sendiri, jika kamu tidak bersungguh-sungguh mencintaiku lupakan perasaanmu." ucap Bella melepaskan tangan Ansel menuju ranjang dan tidur membelakangi Ansel.


Ansel menghela nafas, benar juga apa yang di katakan Bella, Dia pun menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang." Baiklah setelah rencana Black Wolf selesai kita akan melakukan resepsi dan mengundang para wartawan." ucap Ansel melakukan kesepakatan.


Bella yang saat itu belum tidur membalikkan badannya.


"Benarkah?" tanyanya, Ansel mengangguk Bella pun memberikan senyuman manis dan memeluk Ansel erat.


"Sayang jangan seperti ini kau membuatku sesak." ucap Ansel karena pelukan Bella terlalu erat.


Bella mengurai pelukannya terlihat pipi itu bersemu merah karena mendengar Ansel memanggilnya sayang.


"Maaf.." ucap Bella malu-malu.


Ansel yang begitu gemas mengecup semua wajah Bella dari kening pipi dan terakhir bibir, Ansel hanya memberikan kecupan singkat di bibir Bella tapi bibir itu membuatnya candu, hingga kecupan itu berubah menjadi ******* yang membangkitkan gairah keduanya.


"Sayang boleh kah aku melakukan itu sekarang?" tanya Ansel pada Bella.

__ADS_1


Tubuh Bella menegang, tapi setelahnya ia mengangguk, Ansel memulainya dari bibir, tangannya membuka satu persatu kancing baju istrinya, hingga terlihat sesuatu yang indah milik Bella, membuat Ansel beberapa kali menelan salivanya, pipi Bella bersemu merah saat Ansel menatapnya lekat, Ansel memulai aksinya dia memberikan banyak jejak di tubuh Bella tanpa ada yang terlewat sedikit pun, membuat wanita yang baru pertama kali merasakan sentuhan asing itu seperti tersengat aliran listrik berteganggan tinggi, desahan demi desahan keluar dari bibir Bella membuat Ansel semakin bersemangat.


Malam ini merupakan malam yang panjang untuk keduanya, Ansel sama sekali tidak memperbolehkan Bella untuk tidur, dia begitu candu pada tubuh istrinya ini, semoga saja Ansel tidak akan pernah mengecewakan Bella, karena Bella sudah memberikan harta berharganya pada Ansel.


__ADS_2