
Satu bulan berlalu, keluarga Guinandra dan Abraham kembali mendapat kabar bahagia dari sepasang pasutri ini, Bella di kabarkan hamil lagi, di kehamilan kedua ini Ansel masih sama terlalu protektif terhadap sang istri, kabar kehamilan Bella juga sudah terdengar ke telingga Damien dan anggota Jevarck.
Damien semakin terpuruk, dia tidak ingin mengenal cinta lagi, hari-harinya hanya ia gunakan untuk bekerja dan bekerja, sering kali Damien juga mengajak Stella untuk berlibur, hanya Stella yang bisa mengobati kesepiannya, gadis kecil nan cantik itu membuat kehidupan Damien menjadi lebih berwarna.
Sementara Ardolp dan kawan-kawannya, mencoba membuka hatinya pada wanita lain, keempatnya hanya bisa berharap semoga Bella hidup bahagia dengan keluarganya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, perut Bella tiba-tiba terasa lapar, entah mengapa di kehamilan kedua ini rasa mual dan rasa lapar menjadi dua kali lipat rasanya, dibandingkan kehamilan pertama.
"Sayang." bisik Bella tidak ingin sang putri terbangun, Stella tidur sendiri di ranjangnya, meskipun Stella memiliki kamar sendiri, sering kali gadis kecil itu meminta tidur di temani sang Mama, karena Ansel tidak rela jika gulingnya di rebut sang putri, ia pun menambah satu ranjang kecil di kamarnya.
"Hei bangun." untuk kedua kalinya Bella membangunkan Ansel, ia sedikit mengoncang tubuh kekar suaminya.
"Hemmm, kenapa sayang?" Ansel masih menutup kedua matanya.
"Aku lapar." Bella merenggek meminta Ansel untuk segera bangun.
Ansel mengerjap dilihatnya jam dinding sudah pukul 12 malam. "Kamu tunggu disini, biar aku menyuruh Ririn saja untuk memasakan sesuatu untuk mu."
Bella menggeleng. "Aku ingin nasi goreng buatanmu." ia memintanya dengan wajah memelas.
Seketika Ansel terbangun, rasa kantuknya menghilang mendengar permintaan istrinya.
"Apa aku tidak salah dengar? aku tidak bisa memasak sayang." Ansel melihat mata istrinya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Ansel menjambak rambutnya dengan kasar, anak keduanya ini selalu meminta hal yang aneh-aneh, berbeda saat hamil Stella dulu, dengan suara lemah Ansel mengiyakan.
"Baiklah." Ansel berjalan gontai ke arah rak untuk mengambil ponselnya, setelahnya berjalan keluar kamar, sementara Bella tersenyum bahagia, sang suami tidak pernah menolak apapun yang dirinya minta.
Di bawah terlihat sangat gelap, Ansel mengunakan lampu flash di ponselnya untuk meneranggi ruangan, ia berjalan ke arah dapur, setelah mematikan lampu flash, Ansel mengotak atik ponselnya untuk mencari pertolongan, hanya mbah golgol yang bisa membantunya malam ini, Ansel mengetik di ruang pencarian, mengklik salah satu resep nasi goreng yang menurutnya mudah, ia memilih salah satu video agar mempermudahkannya saat memasak.
Ansel mulai mengikuti apa yang terterah di video itu, sudah setengah jam ia berada di dapur, saat ini keadaan dapur sudah seperti kapal pecah, banyak telur berjatuhan di lantai, banyak juga tumpahan minyak dan nasi disana.
"Taraaaaa, selesai." Ansel bangga bisa membuat satu porsi nasi goreng untuk istri dan juga calon anaknya.
"Nasi goreng spesial ala gangster tampan." Ansel menatanya di atas nampan, dengan wajah berseri ia berjalan menaiki tangga membawah nampan berisi satu porsi nasi goreng buatannya dan satu gelas susu ibu hamil rasa coklat.
Bella mengulas senyum, saat melihat suaminya membawah nampan di tangannya.
"Terima kasih." Bella sangat antusias, dia memakan nasi goreng buatan suaminya dengan lahap, hal itu membuat Ansel menelan ludahnya, sepertinya nasi goreng buatannya sangat lezat, hal itu terbukti saat melihat sang istri memakannya dengan rakus.
"Kamu mau?" Bella menyodorkan satu sendok nasi goreng di hadapan suaminya.
Dengan semangat Ansel mengangguk, ia menerima suapan dari istri tercinta, wajah berbinar itu seketika masam, saat merasakan rasa nasi goreng yang baru masuk ke mulutnya.
"Kenapa?" tanya Bella menautkan kedua alisnya.
Tidak ada jawaban dari Ansel, Bella menatap aneh suaminya, saat melihat suami tercinta berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
"Kenapa dia?" Bella mengangkat bahunya acuh, ia kembali melanjutkan makan.
"Sayang jangan di makan nanti perutmu sakit." ucap Ansel dengan suara pelan, ia mengambil paksa piring yang masih berisi setengah piring nasi goreng.
"Aku masih lapar sayang, berikan padaku."
"Ini asin sekali, apa lidahmu baik-baik saja memakan nasi goreng asin sebanyak ini?" Ansel kawatir dengan istri dan anaknya.
"Minum ini saja." Ansel memberikan satu gelas susu rasa coklat pada Bella.
Dengan wajah cemberut Bella menerima susu yang di berikan Ansel padanya, ia tidak mengerti apa yang di maksud suaminya, menurutnya nasi goreng buatan Ansel sangat lezat, karena Ansel tidak mau memberikan nasi gorengnya, Bella pun merajuk ia tidur dengan memunggungi Ansel.
"Sayang jangan merajuk, nasi gorengnya tidak layak untuk dimakan, aku tidak ingin perutmu sakit, kasihan baby kita." Ansel memeluk istrinya dengan erat, memberikan rasa nyaman pada ibu hamil itu.
"Sayang."
Tidak ada pergerakan dari istrinya, sepertinya Bella sudah tidur kembali, Ansel mencoba memejamkan matanya menyusul sang istri menyelami alam mimpi.
________________________
Extra part cukup 6 eps ya, jadi kurang satu update'an lagi.
Cerita Ardolp dan rekan-rekannya kita lanjut di "Om Damien Mine" begitu juga kisah kawan-kawan dari Ansel mereka masih betah melajang, bukan karena tidak laku tapi ketiganya terlalu fokus dengan Black Wolf.
__ADS_1