YUMNA

YUMNA
Kisah 10


__ADS_3

Hari ini Putra dan Yumna rencana akan berangkat ke kota yang terkenal dengan julukan Kota Pelajar mereka akan naik pesawat.


Mami Papi mengantar mereka sampai badara.


Di dalam pesawat Yumna hanya diam sambil menatap awan , Putrapun hanya diam sambil sesekali menatap ke arah Yumna tapi Yumna lebih banyak diam.


Gak lama kemudian merekapun tiba di kota pelajar tersebut dan mereka menggunakan taksi untuk sampai ke rumah keluarga Adi Wijaya.


" Mas Putra... selamat datang... " sapa bibik yang menjaga rumah di Yogya


" iya Bik... oiya Bik ini istri saya kenalkan dan Yumna ini bik Sarti yang menjaga rumah di sini, bik Sarti di sini sama suaminya Pak Gito " kata Putra mengenalkan istrinya ke bibik penjaga rumah.


Yumna pun memberi salam kepada Bibik Sarti.


Bik Sarti lalu membantu membawakan barang barang yang Putra bawa ke kamarnya.


Bibik pun membantu membawa barang milik Yumna ke kamar Putra.


" bik gak usah...biar says saja yang bawa, saya bisa kok " kata Yumna kasihan


Yumna dan Putra berada di 1 kamar dan Yumna masih ragu.


" hhhm Mas.... " kata Yumna pelan


" ya gimana ?" tanya Putra


" Mas... Yumna tidur di kamar mana ya ? " tanya Yumna pelan dan bingung


" kamar yang paling luas hanya kamar ini, lainnya kamar ukuran kecil " kata Putra


" ya tidak apa apa Mas , di manapun Yumna bisa tidur " jawab Yumna


" terserah kamu mau di mana pilihlah...di sini ada sisa 2 kamar " jawab Putra


" baik Mas... terima kasih... Yumna permisi " kata Yumna keluar dari kamar Putra sambil membawa barang barangnya .


Yumna memilih kamar di lantai bawah dan Yumnapun segera membereskan baju bajunya ke dalam lemari.


" loo mb Yumna kenapa tidur terpisah dari mas Putra ? kan kalian suami istri " kata bik Sarti heran


" gini bik Mas kan sedang kuliah jadi biar bisa konsentrasi dalam belajarnya... " jawab Yumna berbohong.


" ooo gitu... ya udah kalo gitu " kata bibik


Malam ini Yumna menikmati suasana di kota pelajar Yogyakarta... di sini sangat kekeluargaan... dekat dengan masjid dan banyak anak anak.


" Mas... ini teh hangat " kata Yumna mengantar secangkir teh hangat ke kamar Putra dan Putra sedang sibuk dengan laptopnya.


" ya...taruh meja " jawab Putra.

__ADS_1


Yumna lalu meletakkan minuman di meja kerja Putra, sementara Putra cuek karena masih sibuk dengan laptopnya.


" oiya Mas boleh gak ijin setiap subuh dan maghrib Yumna shalat di masjid depan gang rumah ?" tanya Yumna pelan.


" boleh..." jawab Putra


💙💙💙


Kini setiap subuh dan shalat maghrib Yumna selalu melaksanakan shalat di masjid.


Seperti pagi ini Yumna sudah bangun pagi dan segera shalat di masjid.


Setelah itu dia segera membereskan rumah, masak dan keperluan Putra untuk berangkat kuliah.


Bik Sarti Putra ijin kan pulang dan datang beberapa hari sekali karena Yumna meminta pada Putra agar Bik Sarti di ijinkan libur karena Yumna bisa melakukannya sementara.


Karena Yumna sering shalat di masjid sehingga Yumna cukup di kenal oleh anak anak kecil sekitar rumah mereka, tidak sedikit anak kecil yang menyukai Yumna karena selain ramah, cantik, juga penghafal Al Qur' an.


Pagi itu saat Yumna sedang mengantar Putra sampai halaman depan rumah , Yumna bertemu anak anak kecil dan mereka memanggil Yumna


" Tante Nana.... " panggil salah seorang anak kecil umur 7 th yang sedang jalan kaki bersama Ibunya.


" iyaaahh... da da da " jawab Yumna sambil melambaikan tangan.


Putra hanya dapat melihat keseruan istrinya dan anak kecil tersebut.


" iya Mas.... hati hati " jawab Yumna sambil mencium punggung tangan Putra.


Kini sudah 2 bulan Yumna hidup di kota Yogyakarta dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar.


Banyak pemuda yang menyukai Yumna diam diam dan mereka mengira Yumna belum menikah.


Saat selesai shalat subuh....


Ada ibu ibu yang mendekati Yumna


" Assalamualaikum dek... " sapa ibu tsb


" Walaikumsallam wr wb ... iya Ibu ada apa ?" tanya Yumna


" dek... ibu selalu memperhatikan adek dan mohon maaf apakah adek kuliah atau bekerja di sini ? " tanya si ibu


" ooo tidak ibu, saya nemani suami saya yang sedang pendidikan " jawab Yumna


" ooo adek sudah menikah ? maaf ibu gak tau... " jawab si ibu kaget


Yumna hanya tersenyum .


" oiya dek, ibu kan punya TK dan kami kekurangan guru... apakah adek bersedia membantu kami menjadi pengajar tapi mohon maaf ini TK sederhana dek dan bayarannya sedikit sekali " tanya si Ibu.

__ADS_1


" saya tanya suami dulu ya Bu apakah dapat ijin atau tidak dan soal bayaran saya tidak terlalu pikirkan, yang saya pikirkan adalah ijin suami dulu Bu " kata Yumna


" baiklah dek memang baiknya gitu ijin dulu sama suami minta ridho suami dek " kata si ibu


Yumna hanya tersenyum dan lalu pamit dari si Ibu.


Seperti biasa setelah pulang dari masjid Yumna lalu segera memasak sarapan buat suaminya dan segera membereskan rumah.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi suaminya belum keluar dari kamar.


"mas... mas... " sapa Yumna mengetuk kamar suaminya.


Karena gak ada jawaban Yumna berinisiatif membuka pintu kamar suaminya dan Yumna melihat Putra sedang menginggil.


" astagfirulloh... Mas... Ya Allah mas kenapa ?" tanya Yumna panik dan segera berlari ke arah Putra dengan panik.


" mas ... mas sakit panas ...kita ke dokter ya " kata Yumna cemas dan lalu memegang kepala Putra.


" gak usah Na, aku gpp... tolong ambilkan obat penurun demam ya Na di ataa meja itu " tunjuk Putra


Yumna lalu mengambil obat seperti yang Putra tunjuk dan mengambil minuman hangat di meja makan untuk selanjutnya suaminya minum obat.


" mas mau makan ? biar Na ambil " tanya Yumna


" belum Na... " jawab Putra lirih.


" ya kalo gitu Mas istirahat ya, kalo butuh apa apa panggil Na aja ya " kata Yumna hendak keluar dari kamar Putra.


" mau kemana Na ?" tanya Putra


" Yumna nunggu di depan kamar Mas ini karena mungkin Mas pingin istirahat sendiri tanpa ada Na di sini " kata Yumna


Putra lalu memanggil Yumna


" sini temani Mas... Mas pingin di temani " kata Putra sambil menunjuk di sebelahnya.


Yumna lalu duduk di sebelah Putra sambil duduk.


" mas boleh merem ? " tanya Putra lirih


" ya Mas " jawab Yumna.


Dari pagi sampai siang ini Yumna hanya menemani Putra di kamar dan sampe Yumna melaksanakan shslat di kamar Putra.


Sesekali Yumna memeriksa kondisi tubuh Putra dan alhamdulillah kondisi panas menurun.


Saat Yumna sedang shalat dan mengaji samar samar Putra mendengar.


Setelah shalat Dzuhur Yumna duduk di sebelah Putra dan tanpa sadar Yumna tertidur... saat itu Putra terbangun dari tidur panjangnya karena demam.

__ADS_1


__ADS_2