YUMNA

YUMNA
Episode 45


__ADS_3

Di restoran,Yumna dan Sinta masih bertentangan masalah Semua belanjaan.


''Aku tidak akan mengembalikan uangmu kalo sewaktu-waktu kamu meminta.''Ancamnya.


''Kenapa Mbak begitu khawatir, Aku sudah bilang ini uang jajan ku, Aku menabung..''


''Justru Mbak tidak mau menerimanya karena ini hasil dari tabungan mu.''


''Oh Tuhan tolonglah, kenapa wanita ini mempermasalahkan hal sepele.. sudah ayo kita pulang.''Ajaknya.


''Dia menghambur-hambur kan Uang dalam waktu beberapa jam saja.''


''Aku mendengarnya.''


''Syukurlah.''


''Ayo kita pulang.''


''Ya duluan sana biar aku jalan dibelakang.''Tegasnya kesal.


''Dasar.''Sinta tersenyum melihat tingkah Yumna.


Saat mereka berjalan menuju parkiran,Yumna melihat Diana sedang menangis dihadapan Aditya.


''Apa Aditya melukainya lagi.''Lontarnya penasaran.


''Lebih baik aku tidak ke sana,itu mungkin hanya akan memperburuk semuanya...Dii aku sangat rindu.''


''Kenapa Mbak berhenti,ayo.''Ajak Sinta lagi.


''Iya.''


Yumna berjalan sambil melihat ke arah Diana.


''Mbak harusnya kita ke Salon dulu,biar penampilan Mbak Ok.''


Yumna tak mendengarkan perkataan Sinta yang dari tadi bicara tak henti.


''Ini masih ada waktu untuk ke salon,emang jam berapa berangkat ke cafe nya?''


Sinta melihat Yumna yang tak menjawab semua pertanyaan


''Mbak,masih memikirkan belanjaan ini?''


''Enggak, udah ayo kita pulang.''


Sinta dan Yumna menuju parkiran mobil,saat mereka tiba..


Yumna masih memikirkan Diana.


''Hal yang aku takutkan selalu terjadi, percuma pergi jauh-jauh untuk melupakan segalanya, dalam satu hari aku malah bertemu mereka lagi .. Jakarta seluas ini tapi kenapa aku bertemu Diana dan Dennis lagi.. membuat ku semakin sulit menghadapi, Aku ingin segera mengakhiri ini dan pulang ke Bandung.''Keluhnya dalam hati sembari memukul-mukul keningnya,Sinta merasa heran dengan sikap Yumna.


''Sebenarnya apa masalahmu??kenapa wajah Mbak begitu banyak beban,,Mbak masih memikirkan belanjaan ini?''


''Tidak apa-apa,fokus saja menyetir.''


''Mbak Yakin?''


''Iya..''


Ditengah perjalanan,Yumna menyenderkan kepala,semua terasa tak mudah baginya..Sinta curiga,jika ada hal yang disembunyikan oleh Yumna.


''Sebenarnya ada apa Mbak? Bicaralah denganku,apa yang membuat Mbak Sedih, cerita dong perasaan tadi Mbak betah mengomeli ku..kok sekarang jadi sedih??''


''Memang Mbak terlihat sedih gitu?''


''Iyalah.''


''Enggak ,lagi kangen aja sama Nenek.''Sangkal nya.


''Masa sih?''


''Udah sana nyetir aja.''


''Mbak gak bisa cerita ya, kenapa?? Aku ini pendengar yang baik loh .''


''Hahaha kamu bisa aja kalo ngomong.''

__ADS_1


''Iya ih masa gak percaya.''


''Iya Mbak percaya.''


''Ya udah cerita.''


Saat mereka berdua asik tertawa, tiba-tiba sebuah mobil sedan mewah menyalip mobil Sinta dan berhenti di depan menghalanginya.


''Apa-apaan .''Lontar Sinta geram.


''Kenapa Sin?''


Sinta keluar dari Mobil dan berusaha menghampiri pemilik mobil tersebut, sang pemilik Mobil juga keluar ,betapa terkejutnya Yumna saat melihat Diana,Yumna keluar dari mobil.


''Hei apa-apaan kalian menghalangi mobilku,kalian pikir kalian ini siapa?''


Diana tak menghiraukan Sinta,ia berlari menuju Yumna.


''Dii..''Yumna hanya mematung melihat Diana Yang semakin dekat ke arah nya.


Diana berhenti seketika melihat wajah Yumna.


''Apa kepergian mu untuk melupakan aku juga?Atau kamu punya alasan yang lain melakukan ini padaku??aku butuh jawabanmu?''Tanya Diana sambil gemetar.


''Aku tidak ingin menjadi belenggu, keberadaan ku hanya membuatmu akan sedih..itu saja.''


Diana menunduk dan menangis.


''Apa aku memintanya,Kamu bilang aku lebih dari Saudarimu,tapi kamu lakukan ini padaku..Aku tidak perduli meski Adit tak menyukaiku ,teganya kamu membuang ku seperti ini.''Diana Merunduk


''Dii.''


''Adit sudah mengatakan nya padaku.''Diana malah tambah menangis.


''Kalian siapa,kenapa menghadang kami di jalan seperti ini?''Sinta masih kesal karena mereka tak mengatakan apapun.


''Kita tidak bisa bicara disini,Sin tepi kan dulu mobilmu ..kamu juga Dit...''Suruh Yumna.


Yumna membawa Diana ke sebuah warung es kelapa tak jauh dari jalan raya, Mereka duduk berlawanan saling berhadapan .. Sementara Aditya membawa Sinta di bangku lainnya,dia tidak ingin Sinta merecoki Mereka.


''Air matamu bisa habis.''


''Apa perduli mu, Aku kira kamu pergi hanya untuk meninggalkan Dennis, rupanya aku juga ditinggalkan.''


''Aku berharap dengan tidak berada antara kalian,Aditya bisa belajar menyukaimu.''


''Aku mulai menyadari cinta itu tidak bisa terpaksa, Aku tidak ingin terus menerus mengharapkannya.. Seperti dirinya, Aku pun tak bisa beralih, posisi ku dan posisi nya Sama,, sama-sama menyukai orang yang tidak mencintai kita..jadi Aku memahaminya.''


''Jadi kamu memaafkan aku?'


''Tidak semudah itu.''


''Lalu? kamu ingin aku melihat kamu marah dan menangis seperti ini,tapi tetap tidak mau memaafkan aku?''


''Bagaimana kamu bisa berpikir jika kamu hanya membuat aku sedih?Yumna,kita saling mengerti..tapi kenapa kamu berpikir seperti itu?''


''Aku Minta maaf.''


''Minta maaf itu mudah.''


''Terus kamu ingin aku bagaimana?''


''Kamu harus membujukku dan melunakkan hatiku ,,kamu kan tau aku bukan seseorang yang mudah memberikan maaf.''


''Kalau begitu aku tidak akan melakukannya.''


''Sikapmu berubah selama kamu pergi keluar kota.''


''Itu benar,hatiku mengeras ..jadi bagaimana Aku meluluhkanmu?''


Yumna berusaha mencairkan suasana


Yumna beranjak dari tempat duduknya dan memeluk Diana,


''Aku rindu..kita tidak akan seperti ini lagi.''Lontarnya lagi, membuat Diana semakin menangis.


Di sebrang tempat mereka duduk,Aditya tersenyum melihat pemandangan itu,lain dengan Sinta yang masih bingung..

__ADS_1


''Mereka itu sedang apa?dan kalian ini siapa?''


''Kami teman dekatnya..''Jelas Aditya.


''Teman dekat??Mbak Yumna tidak pernah memberi tahuku.''


''Dia bukan orang yang mudah bercerita.''


''Syukurlah aku pikir dia tidak punya teman.''


''Apa hubunganmu dengan Yumna?''


''Dia sepupuku.''


''Aku kira dia tidak punya saudari,atau sepupu.''


''Aku juga tidak mengira kalo aku punya sepupu .''


''Rupanya ada banyak hal yang tidak kami tau saat kamu pergi Naa.''Gumam Aditya sembari melihat mereka berdua.


''Ada cinta di matamu, diantara mereka berdua, siapa yang kamu cintai?''Tanya Sinta Menohok.


''Apa? Jangan sok tahu.''


''Kenapa?? Aku benar kan.''


''Hahahaha..sotoy.''


''Mengaku saja, Kamu ketahuan.''


''Menurutmu? siapa gadis yang kucintai?''


''Mau main tebak-tebakan?haha kalo Aku bisa menebak dengan benar, Kamu mau memberiku apa?''


''Apapun.''


''Bener?''


''Tapi jika salah,Aku berhak minta apapun kepadamu..Deal?''


''Deal..''


''Jadi ..apa jawabanmu?''


''Lihat mereka sekali lagi, supaya aku tau jawabannya.''


''Hahaha..''Aditya malah tertawa geli disuruh Sinta untuk memandangi mereka berdua.


''Apa-apaan,dasar.''


''Lakukan saja, kenapa harus tertawa?''Lontarnya sebal,karena Aditya malah terus mentertawakan nya.


''Aku tidak bisa berhenti tertawa, sebentar.''Aditya malah melanjutkan tertawanya.


''Lagi??..Nie orang kenapa kali..edan apa ya.''Wajah Sinta tambah sebal.


Saat mereka asik tertawa,Yumna dan Diana menghampiri Mereka.


''Apa yang kalian bicarakan, tertawa sampe kayak gitu?''Tanya Diana penasaran.


''Dia nyuruh aku tebak, diantara kalian, siapa yang dia cintai?''Jelas Sinta membuat mereka canggung.. Aditya sudah tak mood untuk tertawa.


''Apa sih sin,maaf ya sepupuku memang kayak gitu.''Lontar Yumna tak enak hati.


''Tentu saja gadis yang Aditya cintai adalah Yumna.''Kata Diana membuat Yumna dan Aditya terdiam.


Aditya langsung beranjak dari duduknya lalu pergi,


''Dit, Kamu mau ninggalin aku?''Kata Diana setengah berteriak.


''Buruan.''Ketus Aditya.


''Na, Aku duluan ya..nanti telepon Aku ya..dah.''


''Iya, hati-hati.''


Diana melambaikan tangan dan masuk mobil.

__ADS_1


__ADS_2