YUMNA

YUMNA
Episode 280


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 21:30 malam, denis baru pulang dari makan malam nya. dia memasuki rumah sembari tersenyum menatap ponsel. dia berjalan seolah tak melihat area sekitar, yumna tampak memperhatikan gerak gerik sang suami.


" Sepertinya lancar nih. " sindir yumna padanya.


" Kamu belum tidur ? "


" Belum, bagaimana ? apa dia masuk kriteria mu ?? " Tanyanya.


" Kamu berharap apa ? kamu tenang aja, wanita yang ibu pilihkan untuk ku sangat mempesona . sepertinya kami benar-benar berjodoh. " Jawab denis berbohong agar yumna tak khawatir akan perasaan nya.


" Syukur lah, aku lega. aku mau naik untuk tidur. selamat beristirahat. " Katanya lalu menaiki anak tangga dengan segelas air putih di tangan .


" Yumna pasti takut aku nekat lagi, jadi keputusan ku untuk mengajak Mosha pura-pura pacaran adalah hal yang benar . " Batin denis.


Sementara itu denis kembali ke kamar dan melihat banyu terlebih dahulu di kamarnya. Namun saat dia masuk kamar banyu, dia tidak mendapati banyu di dalam kamar.


" Apa yumna membawanya ke kamar ? padahal aku ingin sekali tidur dengan banyu. "keluhnya namun tidak berdaya.


Kemudian denis mengambil ponsel dan mengabari ibunya di rumah sakit .


" *Bu, bagaimana ayah? aku ke rumah sakit saja ya temani ibu. " tulis denis.


" Tidak usah. kamu tidur di rumah saja. gimana soal Mosha? " Tanya ibu tak sabar.


" Dia baik.." Jawab denis malas.


" Kalau begitu bagaimana? kamu tertarik gak?? Mosha sangat sempurna buat ibu. " Balas ibu lagi.


" Ya bu. kita jalani saja dulu. "


" Jangan patahkan harapan ibu. ibu ingin kamu bahagia, yumna bahagia, semua bahagia . " pinta ibu yang sama sekali tak di balas denis lagi*.


Denis masuk ke kamar dan melempar hape nya ke kasur, moodnya kembali tidak baik setelah ibu terus menerus membujuknya.


" Siapa yang tidak ingin bahagia bu. aku tidak yakin akan perjodohan ini. tapi aku akan membuat ibu dan yumna mengira kalau aku menyukai Mosha. " katanya pada diri sendiri sembari membuka jas dan dasi.


Keesokan harinya, Yumna duduk di meja bersiap untuk sarapan. sementara sus rini terlihat telaten menyuapi banyu.


Saat denis keluar dari kamar, Dia terus membalas chat dari Mosha. kelakuan denis membuat yumna percaya jika dia sedang jatuh cinta.


Lagi-lagi dia melihat suaminya senyum-senyum sendiri menatap ponsel.


Mosha sangat menggemaskan bagi Denis, dia seperti anak perempuan yang baru berusia belasan tahun. sehingga setiap chat yang dia kirimkan membuat denis terkikik geli .


" Pagi. " Sapanya kepada sang istri.


" Kenapa pakaian mu belum siap ? kamu gak ke kantor ?? " Tanya istrinya heran.


" Nanti aku berangkat rada siangan. Pagi ini mosha mau kesini. aku mau kenalkan dengan banyu. " Tutur denis membuat yumna melotot.


" Mau apa kenalan sama anakku ? kamu jangan gila ya. jangan bawa pacar ke rumah , kalau ayah tau bagaimana ? "


" Tidak akan lah, ayah kan masih di rumah sakit. emang kenapa kalo aku mau kenalin mereka ? "


" Aku gak suka. nanti banyu bertanya siapa dia ? "


" Banyu harus tau dong calon ibu sambung nya. lagian kalo kamu punya pacar nanti, aku gak keberatan kamu kenalin dia ke banyu. "

__ADS_1


" Cukup ya mas. banyu masih belita.. yang dia tau aku ibunya dan kamu ayahnya. jangan membuat nya bingung dengan kehadiran orang lain. "


" Kok orang lain sih. sudah jelas bahwa kami akan menikah. kenapa kamu bersikap kayak gini. oh aku tau, kamu takut salah saing ya ? kamu tenang aja, tidak ada yang bisa mengambil posisi kamu jadi ibu banyu. "


" Kalau aku bilang engga ya engga. kamu mau pacaran silakan.. tapi jangan bawa-bawa banyu. " Katanya tak terima.


Denis hanya mencoba sabar, dia sadar bahwa yumna masih sangat emosional.


Saat mereka adu argumen, Tiba-tiba bibi membawa seseorang.


Mosha datang sepagi ini atas undangan denis. dia juga ingin melihat natan . wajahnya yang berbinar saat datang membuat mood yumna semakin rusak.


" Hai kak denis. " Sapanya.


" Hai.. kamu udah dateng aja. duduk yuk kita sarapan bareng. " Ajak denis membuat yumna muak.


" Makasih kak. " Jawabnya tersenyum begitu manis.


Yumna menatap Mosha dari ujung kaki hingga ke ujung rambut . dia sadar jika mosha sangat cantik dan sempurna.


" Oya kenalin ini mami nya banyu. " Kata denis.


" Mosha. " Katanya sembari mengulurkan tangan.


" Yumna. "


" Apakah mbak artis itu ? cantik sekali.. tidak percaya bisa ketemu langsung kayak gini. " puji mosha amat gemas.


" Terimakasih. tapi di mata suamiku sekarang kamu lebih cantik kok. " Sindir yumna dengan sinis.


" Ah tidak. siapa bilang.. mbak sangat cantik. boleh aku meminta poto ??" pinta Mosha.


Dia tidak rela denis mengenal kan pacar barunya pada banyu.


" Yuk sarapan. "


" Kak, kak denis yakin mau cerai darinya ? dia sangat cantik lho ?? " Bisik mosha.


" Dia yang ingin cerai. bukan aku. "


" Ya ampun sayang sekali. kalian cocok lho.. apa tidak bisa di perbaiki ? "


" Sudah. tapi dia tidak menginginkan aku. "


" Malangnya. tapi mas denis gak usah sedih.. sekarang kan ada mosha. "


" Iya. cepat sarapan keburu dingin. "


Mosha Menyendokkan nasi goreng buatan bibi lalu mencoba untuk menyuapi denis " Apa ? tanya denis bingung.


" Aku mau hibur kak denis, pasti udah lama kan kak denis tidak diperlakukan romantis ?? a buka mulutnya. " pinta mosha sangat lucu.


Denis merasa terharu dengan sikap mosha, dia menerima suapan dari nya.


" Makasih. " Katanya tak henti tersenyum.


Sementara itu yumna kembali kepo dengan keberadaan mereka, dia mengintip dari lantai atas dan menyaksikan suaminya disuapi wanita lain.

__ADS_1


Yumna kembali ke kamar dan sedikit kesal. " Baru tadi malam mereka kenalan. apa secepat ini main suap-suapan. dasar mulut lelaki tidak ada yang dapat di percaya. kemarin lusa dia mati-matian membuktikan cinta nya yang begitu besar. lalu sekarang ,apa yang dia lakukan. " Cecarnya sembari bersiap untuk pergi ke lokasi syuting .


" Sus .. !! " panggil yumna pada sus rini.


" Iya non. "


" Aku mau berangkat. titip banyu ya. jangan biarkan mas denis membawa banyu pada pacarnya. "


" Tapi non, saya gak berani. "


" Iya juga ya. ya udah kemasi botol sama susu banyu. sus rini main di rumah ku aja. aku antar. "


" Apa ? ke rumah nona ?? "


" Iya. yuk siap-siap. "


" Iya non. "


Sus rini segera menyiapkan perlengkapan banyu untuk ke rumah yumna, membuat denis curiga." Ngapain sus packing botol susu banyu ? " Tanya denis kepada nya.


" Nona mau ajak den banyu ke rumah nya tuan. "


" Kan dia mau kerja ? kenapa kalian di bawa kesana ?? "


" Engga tau tuan, saya cuman melakukan yang nona suruh. "


Denis pergi menemui yumna di kamar setelah mendengar ucapan sus rini.


" Tok tok tok. " Denis mengetuk pintu berusaha sabar menghadapi yumna.


" Apa ? "


" Kamu mau bawa banyu ke rumah ? kamu kan mau kerja. kamu segitunya banget sih na.. gak boleh banget banyu kenal mosha ? "


" Emang ucapan ku belum jelas tadi ? aku gak suka kamu bawa pacar kamu kesini, apalagi main sama banyu. "


" Na. kenapa sih kamu jadi egois banget ? mentang-mentang aku ada salah sama kamu. bukan berarti aku gak punya hak soal banyu. "


" Terserah kamu aja deh mas..mending sekarang kamu minggir aku buru-buru. "


" Ibu mengirim mosha untuk ku. supaya kita cepat bercerai. lalu kenapa kalo aku ingin banyu dan mosha saling mengenal ? "


" Kamu berharap apa ? aku terima saja ?? aku juga berhak melarang banyu untuk dekat atau tidak dengan siapa saja. aku ibunya. " Cecar yumna yang kemudian denis mengalah meninggalkan nya. dia menuruni anak tangga dan menyesal tak bisa tegas pada yumna.


" Kak. " Panggil mosha di ruang tamu.


Wajah denis yang terlihat sedih membuat mosha berpikir bahwa dia sudah bertengkar dengan sang istri.


Mosha segera menghampiri dan memegangi wajah denis " Ada apa ? tidak apa-apa. jangan sedih ya. " Lontarnya menguatkan.


Mosha segera menggandeng denis mengajak nya untuk keluar " Ayo kita pergi. " ajak mosha .


" Aku harus ke kantor . "


" Berangkat jam 8 bisa kan ?? ayolah aku mau ajak kak denis ke suatu tempat. " Katanya menggandeng mesra.


Hal itu kembali dilihat yumna di lantai dua.

__ADS_1


Meski yumna tak mau mengakui, dia jelas sangat cemburu melihat kedekatan denis dan mosha. perasaannya menjadi tak karuan saat ini.


__ADS_2