YUMNA

YUMNA
Episode 178


__ADS_3

1 Minggu sudah berlalu , Yumna dan yang lainnya mendarat di bandara kota Malang .


Mereka tak sabar untuk segera memberikan kejutan pada Sinta .


Natan tidak membiarkan Yumna membawa barang apapun .


Maklum lah Dennis habis-habisan mengatakan banyak hal padanya jauh-jauh hari sebelum mereka berangkat .


Sementara itu Bibi masih saja memasang wajah judes pada Natan .


Natan tak ambil pusing , Dia bersikap seperti biasanya .


” Kita pesan Taksi atau mau ke hotel dulu Paman ? ”


" Langsung ke rumah Sinta aja deh . Kasian kamu Na pasti capek ya .. Ayo Bu , Nayla sini sayang .. Biar ayah yang bawa semua barang .. ” Kata Paman .


Mereka berjalan keluar bandara sembari membawa koper dan barang yang memang cukup banyak .


” Tring .. Tring .. Tring .. ”


Hp Yumna tidak henti berbunyi ..


” Dennis ya Na ? ” Kata Paman yakin ..


" Iya Paman , Mas Dennis rewel banget deh . Belum apa-apa aja udah sibuk . udah kayak ninggalin anak .. Nih kita belum sampe aja udah nanyain kapan mau balik ke Jakarta . ampun banget deh . ”


” Paman heran sama dia , Dulu dia tuh kaku lho Na . wajahnya datar , Hampir tidak pernah tersenyum .. Tapi kalo liat kelakuannya ke kamu kok kayak bukan dia . Cinta memang ajaib ya ..” Kata Paman membuat mereka tersenyum .


” Hehe Paman bisa aja . ”


” Ya bibi senang kalo kalian udah bahagia , Dan semoga Sinta juga bahagia seperti kalian ya .. Bibi beruntung punya mantu seperti Nak Kenan .. Selain baik , Dia sangat pantas untuk Sinta . ” Kata Bibi sengaja melukai Natan yang sedari tadi hanya diam seribu bahasa mengikutinya dari belakang .


Paman dan Yumna terdiam mendengar semua ucapan Bibi , Mereka tidak ingin mengikuti bibi yang terus-menerus memojokkan Natan .


Paman memandangi istrinya , Berusaha memberikan isyarat untuk menghentikan semua ocehan-ocehan yang tidak penting .


Meski bibi mengerti apa yang disampaikan mata suaminya padanya , Bibi malah semakin asik menyinggung perasaan Natan .


Perjalanan dari Jakarta ke Malang memakan waktu 1 Jam 25 menit itu dihabiskan bibi menyakiti Natan .


Meski muak , Paman berusaha menahan diri . Sementara Yumna tidak bisa melakukan apapun untuk mencegah bibi .. Di dalam pesawat Yumna meminta Natan untuk menggunakan earphone dan menyalakan music agar dia tidak mendengar ucapan bibi .


Sementara Natan tidak perduli dengan semua itu . Ia bukan pria yang berhati lemah , Hatinya tidak akan runtuh hanya karena semua ocehan dari mulut ibu-ibu .


20 menit kemudian , Natan mencari taksi meninggalkan mereka .


Itu adalah kesempatan Paman untuk mengomeli bibi .


" Kenapa sih ibu kayak anak kecil ? Apa hati ibu gak capek nyakitin perasaan Natan dari kita di rumah sampe kita disini ? Ayah aja capek denger nya .. Pikirin Yumna dong , Kasian dia , Dia jadi korban perasaan .. Dia pengen ikut kesini tapi ibu malah terus-menerus menyinggung Natan . Dia pasti gak tega sama Natan .. Gara-gara dia , Natan harus terima semua hinaan ibu . Natan tau kalo ibu benci dia , Bahkan sangat benci dia .. Ibu gak perlu terus menunjukkan hal itu . Udah cukup ,, Ayah minta please .. Berhenti Bu ... Jangan kayak gini , Kalo ibu masih bersikap kayak gitu , Ayah gak akan sabar lagi .. ” Cecar Ayah terhenti ketika Natan datang dengan 2 taksi .


” Apa ayah gak bisa bersikap wajar padaku . Kenapa dari awal ayah membela supir itu . Ayah lupa bagaimana dia menghancurkan putri kita ? ”


" Aku tidak akan pernah lupa apapun yang telah dia lakukan . Benci saja tidak akan cukup kan .. Lalu apa yang akan kita dapat ? ”


Yumna hanya terdiam mendengar Omelan Paman kepada bibi .


” Ini taksinya Non .. " Kata Natan lalu segera membuka bagasi mobil dan memasukkan semua barang .

__ADS_1


Kemudian Natan membuka pintu mobil untuk Yumna .


Mereka masuk ke mobil bertiga , Sementara Paman dan bibi di dalam Taksi yang lain .


” Pak tolong antar kami ke alamat ini ya ..” Pinta Natan kepada supir taksi.


" Baik tuan . ”


Yumna memeluk Nayla yang sudah lelah karena perjalanan nya . Nayla mengantuk di samping Yumna .


” Tan , Aku minta maaf ya soal bibi . ” Kata Yumna pada Natan yang duduk didepan bersama pak supir.


” Gak apa-apa Non . Gak usah di pikirin . Saya maklum kok . ” Jawab Natan .


” Kamu yakin gak apa-apa . Maaf ya gara-gara aku pengen ikut . Kamu jadi habis sama bibi . ”


” Sudah Non .. Perasaan non minta maaf pada saya sudah terlalu sering . Saya jadi gak enak .. Apa yang bibi nona lakukan pantas kok buat saya . ”


” Jangan ngomong gitu Tan . Aku tau kamu udah berubah jauh lebih baik . ”


" Terimakasih untuk semua itu non . Nona adalah satu-satunya orang yang mempercayai saya , yang mengerti semuanya . Nona tidak pernah memperlakukan saya seperti supir non sendiri .. Nona selalu perduli dengan saya , Saya bersyukur sekali karena saya mempunyai majikan sebaik Nona . ”


" Natan .. ”


” Saya tidak heran kenapa tuan sangat menyukai non . Saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan non . ”


” Tapi semua yang terjadi sama kamu adalah karena aku . Kalo saja Mas Dennis bisa move on , Dia tidak akan pernah mengirim kamu ke Bandung . Dan semuanya bermulai .. Saya selalu merasa bersalah karena hubungan kamu dan Sinta menjadi hancur karena saya . ”


" Itu gak bener non . Salah saya adalah .. Saya bermain hati . Jika saya tidak membalas perasaan non Sinta .. Mungkin semua enggak akan seperti ini . ”


” Tan . ”


Yumna malah semakin sedih mendengar ucapan dari Natan .


Beberapa menit sudah berlalu , Pak supir berhenti di sebuah rumah Yang mewah .


" Ini alamat yang anda tuju pak . kita sudah sampai . ” Kata pak supir .


" Oh iya makasih Pak .. ” Natan segera keluar dari mobil lalu membuka pintu untuk Yumna .


" Nayla tidur Nih Tan . ” Kata Yumna .


" Kalo gitu non jangan keluar dulu ya .. Saya mau keluarin koper dari bagasi dulu .. Habis itu saya akan gendong Nayla . ” Pinta Natan .


" Ada apa Na ? Oh Nayla tidur ya .. Sini biar Paman gendong . " Kata Paman .


" Iya Paman . ”


Natan mengeluarkan semua barang di bagasi mobil , Dan menatap rumah yang cukup megah itu .


” Aku hanya datang untuk menjaga nona dan tidak lebih . Aku berharap bisa melihat kebahagiaan yang sudah kamu jalani dalam 3 Minggu ini Sin . ” Batinnya lemas .


Paman memencet bel sembari menggendong Nayla .


.


Tak lama seorang satpam menghampiri mereka .

__ADS_1


" Ya cari siapa ya ?? " Tanya nya ramah .


" Ini pak .. Kami keluarga nya Sinta .. Saya ayahnya .. Apa dia ada ? ” Tanya Paman tak sabar .


" Oh Maaf pak , Seperti nya orang yang anda maksud penghuni rumah yang dulu ya . Sekarang sudah ganti pak .. Rumah ini sudah di jual .. Sekarang pemilik rumah ini atas nama pak Rinto dan Bu Anisa . " Jawab pak satpam .


" Apa ? Pindah .. Kok Sinta gak bilang ya Bu .. Kira-kira kapan ya pindahnya ? ” Tanya Paman heran .


” Sekitar 2 Minggu yang lalu non . ”


" Apa ? Gak mungkin pak .. Soalnya 1 Minggu yang lalu kami pernah kirim paket ke alamat rumah ini , Dan keterima sama Sinta . Masa bapak bilang mereka sudah pindah dari 2 Minggu yang lalu ?? " Lontar Yumna bingung .


" Kalo soal itu saya gak tau ya non .. Yang jelas , majikan saya bukan nona yang anda maksud tadi . Kalo gitu maaf saya tinggal ya . ” Kata pak satpam .


" Pak tunggu dulu .. Kalo gitu , Bapak tau alamat rumah baru pak Kenan dengan Sinta gak ?? ”


" Maaf Bu saya gak tau .. Saya banyak urusan , Saya tinggal ya . ”


Pak satpam buru-buru pergi meninggalkan mereka ke dalam .


” Yah gimana dong Paman ? ”


” Kita nyari hotel dulu yuk .. Buat istirahat .. Kasian Nayla sama Yumna . Nanti Paman telepon Sinta .. Buat minta alamat dia yang baru . yuk . ”


” Taksi nya udah pergi .. Tau gitu tadi gak ngebiarin tuh taksi pergi . " Omel bibi .


" Ya udah saya coba cari taksi lagi .. Tolong tunggu disini . ” Kata Natan .


" Natan , Kamu pasti capek .. Biar saya saja . ” Kata Paman .


” Ayah kan lagi gendong Nayla .. Masa mau nyari taksi lagi .. " Omel bibi lagi .


" Enggak apa-apa Bu . Ayah bisa kok .. ”


” Jangan ngeyel deh yah . Biarin dia pergi nyari taksi . ”


Saat mereka berdebat tiba-tiba seseorang berlari menghampiri mereka dan segera membuka pintu gerbang , Dan satpam yang tadi pun berlari .. Entah mereka itu siapa membuat Yumna dan yang lainnya kebingungan .


” Pak .. Tunggu . " Panggil seorang perempuan parubaya yang berumur sekitar 56 tahun .


” Kamu ngapain .. Jangan macam-macam ya Bu . ” Kata pak satpam kepada perempuan itu .


" Mas .. Tolong Jangan seperti ini . Apa kamu gak kasian sama non . Kita memang bukan orang baik .. Tapi seenggaknya kita enggak boleh terus diam saja menyaksikan non diperlakukan seperti itu . " Keluh Si Mbok yang hampir menangis kepada satpam itu .


Ya mereka adalah sepasang suami-isteri yang bekerja di rumah mewah itu .


” Tunggu .. Apa maksud kalian ? Tolong jangan membuat kami khawatir ? " Kata Paman dengan nada gemetar .


" Masuklah pak , Bu , Ayo kita ketemu non Sinta . " Ajak si Mbok lirih .


" Sinta ? Kata bapak ini tadi rumah ini di jual ?”


” Apa sih maksudnya kalian ini ?? ” Lontar Paman mulai kesal dengan mereka .


” Ayo pak . Tolong jangan bertanya lagi .. ” Kata si Mbok sembari menangis dan berjalan .


Paman dan yang lain pun mengikuti mereka .

__ADS_1


" Entah perasaan apa ini non . Apa ini semua .. ?? " Batin Natan sembari mendorong koper milik Yumna dan bibi .


__ADS_2